Nabi memutuskan bahwa umra menjadi hak waris bagi ahli waris penerimanya
Imam Ahmad : 13821حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْسِكُوا عَلَيْكُمْ أَمْوَالَكُمْ فَلَا تُفْسِدُوهَا فَإِنَّهُ مَنْ أَعْمَرَ عُمْرَى فَهِيَ لِلَّذِي أُعْمِرَهَا حَيًّا وَمَيِّتًا وَلِعَقِبِهِ
Telah bercerita kepada kami [Hasyim Bin Al Qosim] telah bercerita kepada kami [Zuhair] telah bercerita kepada kami [Abu Az Zubair] dari [Jabir] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tahanlah harta kalian dan jangan kau hancurkan, sesungguhnya barang siapa yang memberi harta secara `umra, maka pemberian itu menjadi hak orang yang diberi, baik ketika hidup atau mati dan juga untuk orang setelahnya".
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 13612, 13713, 13725, 13752, 13821, 13887, 14486, 14546, 14604, 14643, 14695, 20604, 20661
Imam Bukhari : 2432
Imam Muslim : 3065, 3067, 3068, 3069, 3070
Imam Abu Dawud : 3082, 3083, 3085
Imam Nasa'i : 3660, 3661, 3662, 3677, 3681, 3682, 3686, 3689, 3690, 3691
Imam Ibnu Majah : 2372