Keutamaan shalat jenazah: barangsiapa menshalatkan jenazah, baginya satu qirath dan barangsiapa menguburkannya, baginya dua qirath
Imam Bukhari : 1240حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ قَالَ قَرَأْتُ عَلَى ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ سَأَلَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ شَبِيبِ بْنِ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَحَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجُ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّيَ فَلَهُ قِيرَاطٌ وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ
Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Maslamah] berkata, aku membacakan kepada [Ibnu Abu Dza'bi] dari [Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqbariy] dari [bapaknya] bahwasanya dia pernah bertanya kepada [Abu Hurairah radliallahu 'anhu], maka Abu Hurairah radliallahu 'anhu menjawab; Aku mendengar Nabi Shallallahu'alaihiwasallam. Dan dalam riwayat lain telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Syabib bin Sa'id] berkata, telah menceritakan [bapakku] kepadaku, telah menceritakan kepada kami [Yunus] berkata, [Ibnu Syihab] dan telah menceritakan kepada saya ['Abdurrahman Al A'raj] bahwa [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] berkata; Telah bersabda Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam: "Barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga ikut menyolatkannya maka baginya pahala satu qirath, dan barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga ikut menguburkannya maka baginya pahala dua qirath". Ditanyakan kepada Beliau; "Apa yang dimaksud dengan dua qirath?" Beliau menjawab: "Seperti dua gunung yang besar".
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 4635, 6023, 6891, 7049, 7365, 7445, 8655, 8841, 9699, 9758, 10063, 10132, 10340, 11382, 16196, 19666, 21342, 21350, 21399, 21417, 21418
Imam Bukhari : 1240
Imam Muslim : 1570, 1571, 1572, 1575
Imam Abu Dawud : 2755
Imam Tirmidzi : 961
Imam Nasa'i : 1967, 1968
Imam Ibnu Majah : 1528, 1529, 1530