-
18 Akhlak Mulia
-
20 Pakaian
-
21 Makanan
-
22 Minuman
-
23 Rumah Tangga
-
27 Pergaulan
-
28 Pekerjaan
-
30 Ibadah
-
34 Perbudakan
-
41 Syaitan
-
42 Fitnah
- 1. Allah
- 1.1. Sifat Allah dalam Al-Qur’an
- 1.1.1. Sifat Allah dalam surat Al-fatihah
- 1.1.1.1. Allah adalah sang maha pengasih lagi maha penyayang
- 1.1.1.2. Allah adalah tuhan semesta alam, segala puji bagi-nya
- 1.1.1.3. Sekali lagi Allah adalah maha pengasih lagi maha penyayang
- 1.1.1.4. Allah yang menguasai hari pembalasan (kiamat)
- 1.1.1.5. Hanya Allah yang harus disembah, dan hanya kepada Allah harus meminta pertolongan
- 1.1.1.6. Allah yang menunjuki kita ke jalan yang lurus
- 1.1.1.7. Allah yang memberi petunjuk jalan kepada kaum yang diberi nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan yang sesat
- 1.1.2. Sifat Allah dalam surat Al-ikhlas
- 1.1.3. Sifat Allah dalam surat An-nas
- 1.1.4. Sifat Allah dalam surat Al-falaq
- 1.1.5. Sifat Allah dalam surat An-nasr
- 1.1.6. Sifat Allah dalma surat Al-kafirun
- 1.1.7. Sifat Allah dalam surat Al-kautsar
- 1.1.8. Apabila seseorang meninggal, maka akan diperlihatkan tempat duduknya kelak di hari kiamat setiap pagi dan sore
- 1.1.1. Sifat Allah dalam surat Al-fatihah
- 1.2. Sifat ketuhanan bagi Allah
- 1.2.1. Allah yang maha tunggal/esa dan tidak ada sekutu baginya
- 1.2.1.1. Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu
- 1.2.1.2. Laa ilaaha illallahu waahidan ahadan samadan
- 1.2.1.3. Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qodiir
- 1.2.1.4. Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qodiir
- 1.2.1.5. Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qodiir
- 1.2.2. Allah adalah tuhan pemelihara tujuh langit dan bumi dan tuhannya segala sesuatu
- 1.2.3. Allah adalah yang pertama, yang tidak ada sesuatu sebelum dia, dan Allah adalah yang terakhir yang tidak ada sesuatu setelah dia
- 1.2.4. Allah yang menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan yang menciptakan jiwa
- 1.2.5. Allah yang menciptakan janin dan menentukan takdirnya
- 1.2.6. Allah menciptakan langit dan bumi
- 1.2.7. Allah menciptakan bumi, gunung, besi, api, air dan angin dan sedekah anak adam
- 1.2.8. Allah yang maha pemberi rezeki, yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh
- 1.2.9. Allah yang menciptakan semua makhluk
- 1.2.10. Allah menciptakan tanah, gunung, pohon, mineral, cahaya, bintang, dan adam
- 1.2.11. Segala puji adalah milik Allah, sang pemelihara, cahaya dan penguasa seluruh langit dan bumi serta segenap makhluk yang ada padanya
- 1.2.12. Allah pada hakikatnya yang mencabut nyawa setiap makhluk, bukan malaikat, melainkan atas perintah-nya
- 1.2.13. Mustahil Nabi Muhammad melihat Allah di dunia
- 1.2.1. Allah yang maha tunggal/esa dan tidak ada sekutu baginya
- 1.3. Asma’ul husnaa
- 1.3.1. Ar Rahman
- 1.3.2. Ar Rahim
- 1.3.3. Al Malik
- 1.3.4. Al Quddus
- 1.3.5. As Salam
- 1.3.6. Al Mu'min
- 1.3.7. Al Muhaimin
- 1.3.8. Al Aziz
- 1.3.9. Al Jabbar
- 1.3.10. Al Mutakabbir
- 1.3.11. Al Khaliq
- 1.3.12. Al Bari'
- 1.3.13. Al Musawwir
- 1.3.14. Al Ghaffar
- 1.3.15. Al Qahhar
- 1.3.16. Al Wahhab
- 1.3.17. Ar Razzaq
- 1.3.18. Al Fattah
- 1.3.19. Al Alim
- 1.3.20. Al Qabidh
- 1.3.21. Al Basith
- 1.3.22. Al Khafidh
- 1.3.23. Ar Rafi'
- 1.3.24. Al Mu'izz
- 1.3.25. Al Mudzill
- 1.3.26. As Sami'
- 1.3.27. Al Bashir
- 1.3.28. Al Hakam
- 1.3.29. Al 'Adl
- 1.3.30. Al Latif
- 1.3.31. Al Khabir
- 1.3.32. Al Halim
- 1.3.33. Al 'Azim
- 1.3.34. Al Ghafur
- 1.3.35. Asy Syakur
- 1.3.36. Al 'aliyy
- 1.3.37. Al Kabir
- 1.3.38. Al Hafizh
- 1.3.39. Al Muqit
- 1.3.40. Al Hasib
- 1.3.41. Al Jalil
- 1.3.42. Al Karim
- 1.3.43. Ar Raqib
- 1.3.44. Al Mujib
- 1.3.45. Al Wasi'
- 1.3.46. Al Hakim
- 1.3.47. Al Wadud
- 1.3.48. Al Majid
- 1.3.49. Al Ba'its
- 1.3.50. Asy Syahid
- 1.3.51. Al Haqq
- 1.3.52. Al Wakil
- 1.3.53. Al Qawiyy
- 1.3.54. Al Matin
- 1.3.55. Al Waliyy
- 1.3.56. Al Hamid
- 1.3.57. Al Muhsi
- 1.3.58. Al Mubdi'
- 1.3.59. Al Mu'id
- 1.3.60. Al Muhyi
- 1.3.61. Al Mumit
- 1.3.62. Al Hayy
- 1.3.63. Al Qayyum
- 1.3.64. Al Wajid
- 1.3.65. Al Majid
- 1.3.66. Al Wahid
- 1.3.67. Al Ahad
- 1.3.68. Ash Shamad
- 1.3.69. Al Qadir
- 1.3.70. Al Muqtadir
- 1.3.71. Al Muqaddim
- 1.3.72. Al Mu'akhkhir
- 1.3.73. Al Awwal
- 1.3.74. Al Akhir
- 1.3.75. Azh Zhahir
- 1.3.76. Al Bathin
- 1.3.77. Al Wali
- 1.3.78. Al Muta'ali
- 1.3.79. Al Barr
- 1.3.80. At Tawwib
- 1.3.81. Al Muntaqim
- 1.3.82. Al 'Afuww
- 1.3.83. Ar Ra'uf
- 1.3.84. Malikuk Mulk
- 1.3.85. Dzul Jalali Wal Ikram
- 1.3.86. Al Muqsith
- 1.3.87. Al Jami'
- 1.3.88. Al Ghaniyy
- 1.3.89. Al Mughni
- 1.3.90. Al Mani'
- 1.3.91. Adh Dharr
- 1.3.92. An Nafi'
- 1.3.93. An Nur
- 1.3.94. Al Hadi
- 1.3.95. Al Badi'
- 1.3.96. Al Baqi
- 1.3.97. Al Warits
- 1.3.98. Ar Rasyid
- 1.3.99. Ash Shabur
- 1.3.100. Allah yang maha suci dan segala puji bagi Allah
- 1.3.101. Hanya Allah yang bisa menjaga dari fitnah kubur dan siksa neraka, maha menepati janji dan kebenaran, maha pengampun dan maha penyayang
- 1.3.102. Allah adalah maha indah dan menyukai keindahan
- 1.3.103. Allah adalah maha adil dan sekaligus Allah maha pemaaf tergantung kehendak-nya
- 1.3.104. Lima hal ghaib yang hanya diketahui oleh Allah saja
- 1.3.105. Sesungguhnya Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, siapa menghitungnya dan menghafalnya maka dia akan masuk surga
- 1.4. Hak Allah atas penyembahan
- 1.4.1. Hak Allah atas hamba
- 1.4.1.1. Hak Allah atas hamba adalah menyembah-nya tanpa menyekutukan-nya, dan hak hamba atas Allah adalah tidak disiksa jika tidak menyekutukan-nya
- 1.4.1.2. Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah selain allah dan aku adalah utusan allah, maka sekali-kali ia tidak akan dimakan oleh neraka
- 1.4.1.3. Mati dalam keadaan tidak beriman dengan apa yang aku telah diutus dengannya
- 1.4.2. Keutamaan tauhid
- 1.4.3. Bahaya syirik
- 1.4.1. Hak Allah atas hamba
- 1.5. Sifat zat Allah
- 1.5.1. Sifat tangan bagi Allah
- 1.5.2. Sifat telapak bagi Allah
- 1.5.3. Sifat genggaman bagi Allah
- 1.5.4. Sifat tangan kanan bagi Allah
- 1.5.5. Sifat jari-jari bagi Allah
- 1.5.6. Sifat mata dan penglihatan bagi Allah
- 1.5.7. Sifat kaki bagi Allah
- 1.5.8. Sifat pinggang bagi Allah
- 1.5.9. Sifat betis bagi Allah
- 1.5.10. Sifat di atas bagi Allah
- 1.5.11. Sifat turun bagi Allah
- 1.5.12. Sifat terjaga bagi Allah (tidak tidur) dan tidak terlihat bagi Allah di dunia
- 1.5.13. Sifat cemburu bagi Allah
- 1.5.14. Sifat Allah menyukai pujian
- 1.5.15. Sifat masa bagi Allah
- 1.5.16. Sifat ridha bagi Allah
- 1.5.17. Sifat cinta bagi Allah
- 1.5.17.1. Allah mencintai hambanya yang ingin bertemu dengannya
- 1.5.17.2. Allah mencintai orang yang bermurah hati dalam jual beli
- 1.5.17.3. Apabila Allah mencintai seorang hamba
- 1.5.17.4. Allah mencintai orang yang mencintai karena-nya
- 1.5.17.5. Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan
- 1.5.17.6. Allah mencintai hamba yang menyegerakan berbuka puasa
- 1.5.17.7. Allah mencintai kelembutan
- 1.5.18. Sifat kasih sayang bagi Allah
- 1.5.19. Sifat benci bagi Allah
- 1.5.19.1. Allah membenci sifat dusta
- 1.5.19.2. Allah membenci orang yang berlebihan dalam berbicara (bersilat lidah)
- 1.5.19.3. Allah membenci orang yang keras kepala dan suka membantah
- 1.5.19.4. Allah membenci tiga hal: banyak bertanya, menyia-nyiakan harta, dan durhaka
- 1.5.19.5. Allah membenci kesombongan dan orang yang isbal
- 1.5.19.6. Allah membenci perbuatan keji dan orang yang berbuat keji
- 1.5.19.7. Allah membenci dua laki-laki masuk ke wc sambil membuka aurat dan berbincang
- 1.5.20. Sifat gembira bagi Allah
- 1.5.21. Sifat tersakiti bagi Allah
- 1.5.22. Sifat tertawa bagi Allah
- 1.5.23. Sifat tersenyum bagi Allah
- 1.5.24. Sifat sabar bagi Allah
- 1.6. Adab kepada Allah
- 1.6.1. Jangan sekali-kali kalian mengatakan Khabutsat nafsi (diriku sangat buruk), akan tetapi hendaknya ia mengatakan laqishat nafsi (diriku ada kekurangan)
- 1.6.2. Jangan memanggil pembantu abdi, yang punya abdi hanya Allah
- 1.6.3. Jangan menyebut tuan untuk seorang munafik, sebab jika ia jadi tuan, berarti kalian telah membuat Rabb kalian 'azza wajalla murka
- 1.1. Sifat Allah dalam Al-Qur’an
- 2. Malaikat
- 2.1. Makhluq-makhluq yang pertama kali diciptakan selain Malaikat
- 2.2. Dzat & Sifat Malaikat
- 2.2.1. Malaikat diciptakan dari cahaya
- 2.2.2. Malaikat mempunyai sayap
- 2.2.3. Malaikat membantu dalam perang
- 2.2.4. Pencatat amal perbuatan
- 2.2.5. Malaikat penyiksa kubur
- 2.2.6. Malaikat penjaga surga
- 2.2.7. Malaikat penjaga neraka
- 2.2.8. Malaikat diutus kepada janin
- 2.2.9. Malaikat menyertai dalam ibadah
- 2.2.9.1. Malaikat shalat menjadi makmum kalau ada orang shalat dan juga apabila adzan dan iqamat para malaikat shalat di belakangnya seperti gunung
- 2.2.9.2. Para malaikat selalu mendo'akan selama kalian masih di tempat kalian shalat dan belum berhadats
- 2.2.9.3. Barangsiapa yang ucapannya berbarengan dengan malaikat: Allahumma rabbana wa lakal hamdu, maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni
- 2.2.9.4. Malaikat mengucapkan aamiin dalam shalat berjamaah: barangsiapa bacaan aammiin bersamaan dengan malaikat maka dosanya yang telah lalu akan dihapuskan untuknya
- 2.2.9.5. Malaikat berjaga diwaktu malam dan siang bergantian dalam menjaga kalian ketika shalat subuh dan ashar
- 2.2.9.6. Malaikat selalu membentangkan sayapnya bagi orang yang pada waktu pagi mencari ilmu
- 2.2.9.7. Tidak ada seorang pun dari kalian kecuali telah disertai dengan satu qarin dari jin dan satu qarin dari malaikat
- 2.2.9.8. Orang yang membaca al-quran sedang ia pandai dalam membacanya maka dia didoakan dan bersama para malaikat utusan yang mulia
- 2.2.9.9. Barangsiapa dipaksa untuk menjadi hakim maka seorang malaikat akan turun untuk membantunya
- 2.2.10. Malaikat penjaga madinah
- 2.2.11. Malaikat memberi salam dan bershalawat
- 2.2.11.1. Malaikat meminta izin rabbnya agar dapat mengucapkan salam kepada Nabi
- 2.2.11.2. Allah memiliki malaikat di bumi yang senantiasa berkeliling untuk menyampaikan kepadaku salam dari ummatku
- 2.2.11.3. Tiada satu hari pun (terlewati) kecuali turun seribu malaikat sehingga mengelilingi makam Nabi shallAllahu 'alaihi wasallam
- 2.2.11.4. Jika ada seseorang yang makan di sisinya (orang yang berpuasa), maka malaikat akan bershalawat kepadanya
- 2.2.12. Malaikat mengeluarkan manusia tertentu dari neraka
- 2.2.13. Malaikat berdoa kebaikan untuk kaum muslimin dan berdoa keburukan untuk sebagian yang lain
- 2.2.14. Malaikat bisa dilihat oleh hewan
- 2.3. Malaikat Jibril
- 2.3.1. Malaikat jibril memiliki sayap
- 2.3.2. Malaikat jibril membawa kebenaran
- 2.3.3. Jibril mempunyai singgasana
- 2.3.4. Malaikat jibril turun dan datang kepada Nabi
- 2.3.4.1. Jibril alaihis salam turun kepada Rasulullah dan membelah dada hingga perutnya
- 2.3.4.2. Turunnya malaikat jibril untuk menyampaikan wahyu dan kebiasaan Nabi menggerakkan lisan
- 2.3.4.3. Turunnya malaikat jibril untuk menyampaikan sunnah seperti Al-Qur'an
- 2.3.4.4. Rasulullah melihat malaikat jibril dalam wujud aslinya dua kali, tidak benar beliau melihat Allah
- 2.3.4.5. Malaikat jibril turun lalu mengimami Nabi shalat
- 2.3.4.6. Malaikat jibril datang berbincang dengan Rasulullah di hadapan ummu salamah, tetapi ummu salamah menyangka jibril sebagai dihyah
- 2.3.4.7. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat jibril mengenakan perhiasan dari permadani
- 2.3.4.8. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat jibril dalam bentuk asli hingga menutupi ufuk langit
- 2.3.4.9. Malaikat jibril turun membekam Nabi shalallahu alaihi wasallam pada bahu dan punggung
- 2.3.4.10. Do’a ruqyah malaikat jibril untuk Nabi
- 2.3.4.11. Malaikat jibril memberitahu kebahagiaan penduduk langit dengan islamnya umar
- 2.3.5. Malaikat jibril mengajarkan Al-Qur’an dan menjelaskan berbagai ilmu
- 2.3.5.1. Jibril mendatangi Rasulullah setiap malam di bulan ramadhan, dan mengajarkan al qur'an kepada beliau
- 2.3.5.2. Malaikat jibril mengajarkan tentang gaya bahasa Al-Qur’an
- 2.3.5.3. Malaikat jibril dan mikail telah datang kepada Rasulullah dan mereka berdua mengajarkan beliau tujuh dialek yang berbeda
- 2.3.5.4. Malaikat jibril bertadarrus dan mengecek bacaan Al-Qur’an Nabi setahun sekali akan tetapi pada tahun terakhir kenabian, malaikat jibril bertadarrus dan mengeceknya dua kali
- 2.3.5.5. Ambillah ilmu dari tsiqah yang mengambil dari Rasulullah, yang mengambilnya dari jibril, yang mengambilnya dari Allah
- 2.3.5.6. Malaikat jibril datang mengajarkan keutamaan tauhid pasti akan masuk surga
- 2.3.5.7. Malaikat jibril mengabarkan ada umat sebanyak 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab
- 2.3.5.8. Malaikat jibril datang untuk menjelaskan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang waktu-waktu shalat
- 2.3.5.9. Malaikat jibril datang kepada manusia untuk mengajarkan agama mereka yaitu iman, islam, ihsan, dan tanda-tanda kiamat
- 2.3.5.10. Turunnya malaikat jibril untuk menyampaikan sunnah seperti Al-Qur’an
- 2.3.5.11. Malaikat jibril memberitahu tentang saat malam lailatul qadar
- 2.3.5.12. Malaikat jibril mengabarkan bahwa durasi satu bulan adalah dua puluh sembilan hari
- 2.3.5.13. Jibril mengabarkan bahwa orang yang terbunuh di jalan Allah dosanya diampuni kecuali hutang
- 2.3.5.14. Malaikat jibril memberitahukan kepada Nabi bahwa di kedua sandal beliau ada najisnya, kemudian beliau melepasnya
- 2.3.6. Malaikat jibril sangat dimusuhi orang yahudi
- 2.3.7. Malaikat jibril mengerjakan semuanya dengan perintah Allah
- 2.3.7.1. Sebab turunnya surat maryam ayat 64: tidaklah kami (jibril) turun, kecuali dengan perintah tuhanmu) hingga akhir ayat) hingga akhir ayat
- 2.3.7.2. Malaikat jibril lama tidak datang karena memang belum diperintahkan Allah, kemudian turun surat adh-dhuha
- 2.3.7.3. Malaikat jibril mencintai seorang hamba karena Allah mencintainya
- 2.3.7.4. Peran malaikat jibril dalam peristiwa isra mi'raj
- 2.3.7.5. Malaikat jibril memperkenalkan Nabi harun kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam selama isra'
- 2.3.7.6. Malaikat jibril memperkenalkan Nabi yahya dan 'isa kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam selama isra'
- 2.3.8. Perintah dan wasiat dari malaikat jibril
- 2.3.8.1. Malaikat jibril memerintahkan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam meninggikan suara saat talbiyah
- 2.3.8.2. Wasiat malaikat jibril tentang berbuat baik kepada tetangga
- 2.3.8.3. Malaikat jibril selalu menasihati Rasulullah shalallahu alaihi wasallam untuk bersiwak
- 2.3.8.4. Malaikat jibril memerintahkan untuk memercikkan air pada kain yang terkena percikan air kencing setelah wudlu
- 2.3.8.5. Malaikat jibril memerintahkan Nabi memerangi bani quraizhah
- 2.3.9. Hal-hal yang tidak disukai malaikat jibril
- 2.3.9.1. Malaikat jibril melarang Nabi memakai kain dibaj (sejenis sutra)
- 2.3.9.2. Malaikat jibril tidak masuk ke rumah yang ada anjingnya dan ada gambarnya, dan juga patung
- 2.3.9.3. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menolak makan kubis karena tidak ingin menyakiti malaikat jibril
- 2.3.9.4. Para malaikat tidak bergabung dengan rombongan (kafilah) yang di dalamnya terdapat anjing ataupun lonceng
- 2.3.9.5. Malaikat terganggu oleh bau bawang seperti halnya manusia, maka jangan dekati masjid dengan bau tak sedap
- 2.3.9.6. Suami mengajak istri ke tempat tidur, istri menolak hingga suami marah semalam suntuk, maka malaikat melaknat hingga subuh
- 2.3.9.7. Beliau bersabda; lonceng adalah seruling setan
- 2.3.10. Malaikat jibril: lain-lain
- 2.3.10.1. Malaikat jibril memperlihatkan pintu surga kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
- 2.3.10.2. Malaikat jibril khawatir tidak ada seorang pun yang dapat memasuki surga dan juga khawatir tidak ada seorang pun yang dapat selamat dari neraka
- 2.3.10.3. Mimpi sumair bin abdur rahman tentang majelis malaikat jibril
- 2.3.10.4. Malaikat jibril menyampaikan salam kepada aisyah
- 2.3.10.5. Nabi berdoa agar hassan dibantu oleh malaikat jibril untuk melawan kafir
- 2.3.10.6. Larangan mengucapkan salam kepada malaikat jibril dan mikail dalam shalat
- 2.3.10.7. Mimpi Rasulullah tentang malaikat jibril dan mikail membawa beliau melihat siksaan di akhirat
- 2.3.10.8. Malaikat jibril memberitahu nikahnya utsman dengan ummu kultsum di surga
- 2.3.10.9. Berita malaikat jibril tentang faludzaj sebagai nikmat umat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
- 2.3.10.10. Malaikat jibril mengabarkan bahwa utusan bani sulaim telah terbunuh dan Allah ridha kepada mereka dan Allah telah membahagiakan mereka
- 2.3.10.11. Partikel debu berkilauan merupakan tanda keterlibatan malaikat jibril dalam perang
- 2.3.10.12. Malaikat jibril mengabarkan ada pasukan badar yang dari kalangan malaikat
- 2.3.10.13. Malaikat jibril memegang kepala kuda Nabi pada saat perang dan malaikat jibril diperlengkapi dengan peralatan perang
- 2.3.10.14. Malaikat jibril menunjukkan keajaiban pohon yang dipanggil bisa mendatangi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan berdiri tegak di hadapan beliau
- 2.3.10.15. Pertanyaan waraqah tentang Nabi melihat namus, nama lain malaikat jibril pada saat awal mula turunnya wahyu
- 2.3.10.16. Salam dari Allah dan malaikat jibril untuk khadijah serta memberi kabar gembira bahwa dia akan mendapatkan rumah yang terbuat dari mutiara di surga
- 2.3.10.17. Dalam suatu hadits, Rasulullah shalallahu alaihiwasallam menyebutkan jibril dan mikail
- 2.3.10.18. Posisi malaikat jibril di sebelah kanan malaikat peniup sangkakala dan malaikat mikail di sebelah kirinya
- 2.3.10.19. Malaikat jibril memuji Allah karena Nabi memilih susu atas khamer pada saat isra'
- 2.3.10.20. Pada saat fir’aun tenggelam, malaikat jibril menyumpal mulutnya agar tidak mengucapkan laa ilaha illAllah agar tidak mendapat rahmat
- 2.3.10.21. Malaikat jibril mengurus keadaan laut
- 2.3.10.22. Malaikat jibril menjelaskan istana-istana surga milik ‘umar bin al-khaththab
- 2.3.10.23. Malaikat jibril menjelaskan bahwa telaga yang dikelilingi kubah mutiara berongga adalah al-kautsar
- 2.3.10.24. Jibril dan mika'il adalah kepercayaan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam di langit
- 2.3.10.25. Jibril dan mikail menjaga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di perang uhud
- 2.3.10.26. Malaikat jibril menunjukkan gambar aisyah dalam kain dan mengatakannya sebagai istri Nabi di dunia dan akhirat
- 2.3.10.27. Malaikat jibril menyampaikan perlindungan Allah terhadap Nabi dari ucapan kaumnya
- 2.3.10.28. Beliau membuka shalat malamnya dengan do'a: Allahumma rabba jibriila wa miikaa’iila wa israafiila
- 2.4. Malaikat mikail
- 2.5. Malaikat Isrofil
- 2.5.1. Mlaikat israfil, peniup sangkakala
- 2.5.2. Malaikat peniup sangkakala senantiasa siap
- 2.5.3. Apa itu terompet atau sangkakala?
- 2.6. Malaikat Maut Pencabut nyawa
- 2.6.1. Adanya malaikat maut pencabut nyawa
- 2.6.1.1. Akan datang kepada jenazah dua malaikat yang keduanya akan mendudukkannya dan bertanya
- 2.6.1.2. Para malaikat yang mencabut nyawa dan bertanya dalam kubur serta mengangkat ruh ke langit
- 2.6.1.3. Malaikat pencabut nyawa akan bertanya: apakah kamu pernah beramal kebaikan?
- 2.6.1.4. Sesungguhnya Allah 'azza wajalla menugaskan kepada malaikat maut untuk mencabut arwah-arwah, kecuali orang yang syahid di lautan
- 2.6.2. Kedatangan malaikat maut pencabut nyawa kepada para Nabi
- 2.6.2.1. Malaikat maut datang kepada Nabi adam lebih awal 40 tahun karena umurnya sudah diberikan kepada Nabi daud
- 2.6.2.2. Musa menampar muka malaikat maut dan mencongkel matanya, sehinggga malaikat tersebut kembali menghadap Allah 'azza wajalla
- 2.6.2.3. Malaikat pencabut nyawa datang kepada Nabi dawud
- 2.6.2.4. Malaikat maut datang kepada Nabi saat sakitnya, dan Nabi memilih bertemu kekasih tertinggi: Allah ‘azza wajalla 'azza wajalla
- 2.6.2.5. Saat malaikat pencabut nyawa akan datang kepada Nabi, beliau meninggalkan Al-Qur’an dan keluarganya sebagai pedoman bagi umat
- 2.6.1. Adanya malaikat maut pencabut nyawa
- 2.7. Malaikat Malik
- 3. Kitab-kitab
- 3.1. Lembaran-lembaran (Shuhuf)
- 3.2. Kitab Zabur
- 3.3. Kitab Taurat
- 3.3.1. Pembuka Taurat adalah surat Al An'am dan penutupnya adalah surat Hud
- 3.3.2. Dalam Taurat, disebutkan Taurat yang baru yaitu Al Qur’an
- 3.3.3. Larangan mengikuti kitab taurat dan cukup Al-Qur’an setelah di utusnya Rasulullah
- 3.3.4. Ceritakan kepadaku apa yang engkau dengar dari Rasulullah, jangan engkau ceritakan dari taurat dan injil
- 3.3.5. Kitab Taurat diturunkan pada hari keenam dari Ramadhan
- 3.3.6. Larangan untuk mempercayai ahli Kitab (meskipun berbahasa Arab) dan larangan mendustakannya
- 3.3.7. Ada yang terbuang dalam lembaran Taurat, tidak seperti Qur’an yang lengkap
- 3.3.8. Makanan yang diharamkan israil atas dirinya sebelum taurat
- 3.3.9. Rahasia Taurat diketahui Nabi Muhammad adalah bukti kebenaran Islam
- 3.3.10. Hubungan barokah makanan dengan berwudhu tertera dalam Taurat
- 3.3.11. Rasulullah bersumpah kepada seorang ulama yahudi dengan dzat yang menurunkan taurat kepada musa
- 3.3.12. Pengkhianatan bani israil adalah menulis kitab dan mengikutinya tetapi meninggalkan taurat
- 3.3.13. Kisah Bani Israil yang berubah menjadi tikus ada di dalam Taurat
- 3.3.14. Hukuman rajam untuk zina tertera dalam kitab Taurat
- 3.3.15. Sifat-sifat Rasulullah sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan dalam Al-Qur'an dan taurat
- 3.3.16. Di dalam taurat mengenai sifat Muhammad dan Isa bin maryam, bahwa (isa) akan dikubur bersamanya atau disampingnya
- 3.3.17. Doa Nabi Daud yang sama dengan doa Nabi Muhammad tertera juga dalam Taurat
- 3.3.18. Keutamaan dan saat mustajabah pada hari Jum’at juga tertera di Taurat
- 3.4. Kitab Injil
- 3.4.1. Raja-raja setelah Nabi Isa bin Maryam 'Alaihi Ash Shalatu was Salam mengubah Kitab Taurat dan Injil
- 3.4.2. Waroqoh bin Naufal menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah
- 3.4.3. Larangan menertawakan Kalamullah meskipun kitab Injil
- 3.4.4. Salman seorang yang menguasai dua kitab, Injil dan Al-Qur’an
- 3.4.5. Umar bin khattab tertulis dalam injil sebagai benteng besi yang sangat kuat
- 3.4.6. Najasyi bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah, dialah orang yang kami dapatkan ciri-cirinya dalam Injil yang diberitakan Isa bin Maryam
- 3.4.7. Kitab Injil diturunkan pada hari ke-tigabelas dari Ramadhan
- 3.4.8. Orang-orang Yahudi dan Nashrani membaca Taurat dan Injil, akan tetapi tidak bermanfaat sedikitpun bagi mereka
- 4. Qur'an
- 4.1. Kitab Al-Qur’an
- 4.1.1. Allah telah menulis kitab Al Qur`an sejak dua ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi
- 4.1.2. Keutamaan Al-Qur'an sebagai petunjuk dan jalan keluar dari fitnah
- 4.1.3. Al Furqan diturunkan pada hari ke-dua puluh empat bulan Ramadhan
- 4.1.4. Diberi Al-Qur’an dan kalian mengamalkannya sampai terbenamnya matahari, lalu kalian diberi ganjaran masing masing dua qirath
- 4.1.5. Al-Qur'an sebagai pengganti taurat, zabur, dan injil
- 4.1.6. Keutamaan ummul Qur'an: tidak diturunkan semisalnya baik dalam taurot, injil, zabur dan tidak juga dalam al furqan, dia adalah as sab'ul matsani
- 4.1.7. Tiga surat yang telah diturunkan dalam taurat, injil, zabur dan Al furqan al azhim yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas
- 4.1.8. Ilmu akan hilang apabila tidak diamalkan seperti pada Taurat dan Injil, meskipun membaca Al-Qur’an
- 4.1.9. Turunnya semua kitab suci pada bulan Ramadhan
- 4.1.12. Telah turun kepadaku malam ini satu surah yang lebih aku cintai dari apa yang disinari oleh matahari
- 4.1.14. Pemimpin Al-Qur'an adalah surat Al-Baqarah, dan inti Al-Qur'an adalah Al-Mufashshal
- 4.1.15. Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Al-Qur'an
- 4.2. Membaca Al-Qur'an
- 4.2.1. Sesungguhnya Al Qur'an diturunkan dengan tujuh huruf (dialek), maka mana saja yang dibaca maka itu berpahala
- 4.2.2. Barangsiapa suka untuk membaca Al Qur'an dengan benar sebagaimana diturunkan, hendaknya membacanya seperti bacaan ibnu mas’ud
- 4.2.2. Al-Qur'an diturunkan dari satu huruf hingga dengan tujuh huruf (dialek)
- 4.2.3. Barang siapa yang disibukkan membaca Al-Qur'an, maka Aku akan memberikan kepadanya sebaik-baik pahala
- 4.2.4. Pelajarilah surat Al Baqarah dan Ali 'Imran karena keduanya adalah dua bunga yang menaungi pemiliknya pada hari kiamat
- 4.2.5. Amalan yang paling cintai adalah membaca Al-Qur’an dari awal sampai akhir (mengkhatamkan), lalu mengulanginya lagi
- 4.2.6. Membaca surat al kahfi: sakinah (ketenangan) yang turun saat Al Qur`an dibaca atau as sakinah itu memang turun untuk Al Qur`an
- 4.2.7. Pembaca Al Qur'an dan yang mempelajari Al Qur'an akan didoakan oleh para malaikat hingga mereka menyelesaikan satu surat
- 4.2.8. Doa Nabi rahmat Allah untuk orang yang membaca Qur’an di masjid
- 4.2.9. Barangsiapa yang membaca surat Ali Imran pada hari Jum'at, maka para malaikat mendo'akan untuknya sampai tiba malam hari
- 4.2.10. Dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah yang diwahyukan di bawah naungan arsy
- 4.2.11. Barangsiapa yang membaca dua ayat dari akhir surat al baqarah pada waktu malam, itu telah cukup untuk melindunginya dari kejahatan yang dibenci
- 4.2.12. Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya syetan itu akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al Baqarah
- 4.2.13. Barangsiapa yang membaca surat Al Baqarah, maka ia akan diberi mahkota kelak di dalam surga
- 4.2.14. Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari surat al baqarah ketika hendak tidur, maka ia tidak akan lupa Al Qur'an
- 4.2.15. Perumpamaan orang membaca al-qur`an seperti buah utrujah, harum dan rasanya enak
- 4.2.16. Bacaan al-qur'an seorang sahabat mengingatkan Rasulullah kepada ayat yang terlupa
- 4.2.17. Sesuatu yang diijinkan oleh Allah kepada Nabi-Nya adalah melagukan Al Qur'an
- 4.2.18. Pandai dalam membaca Al-Qur'an maka dia bersama para malaikat utusan yang mulia, sedangkan orang yang membacanya dengan sulit maka ia mendapat dua pahala
- 4.2.19. Rasulullah membaca Surah Al-Fath di atas kendaraannya dan mengulang-ulang bacaannya
- 4.2.20. Rasulullah senang mendengarkan bacaan Al-Qur'an dari orang lain
- 4.2.21. Membaca Al-Qur'an sesuai bacaan yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
- 4.2.22. Tiga ayat yang dibaca dalam shalat lebih baik daripada tiga tulang besar yang banyak dagingnya
- 4.2.23. Keutamaan membaca Surah Al-Fatihah dan penutup Surah Al-Baqarah
- 4.2.24. Penegasan bacaan MUDDAKIR, bukan MUDZDZAKIR
- 4.2.25. Abu Darda' membenarkan bacaan Al-Qur'an Ibnu Mas'ud
- 4.2.26. Anjuran untuk membaca Al-Qur'an dengan hati-hati (tartil & tidak tergesa-gesa)
- 4.3. Mengajarkan Al-Qur’an
- 4.3.1. Jibril senantiasa menemui Rasulullah untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada belian pada bulan ramadhan
- 4.3.2. Sebaik baik orang adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkan nya
- 4.3.3. Larangan menerima hadiah sebagai upah mengajarkan Al-Qur’an
- 4.3.4. Beliau bersabda: belajarlah Al Qur`an dari empat orang: Abdullah bin mas'ud, Salim pelayan Abu hudzaifah, Mu`adz bin jabbal dan dari Ubai bin ka'ab
- 4.4. Sebab turunnya ayat (Asbabun Nuzul)
- 4.4.1. Surat Abasa turun berkenaan dengan Abdullah bin Ummi Maktum
- 4.4.2. Turunnya Al Lahab(111): 1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa
- 4.4.3. Doa Rasulullah terhadap tokoh quraisy menjadi sebab turunnya Qs. Ali 'imran ayat 128
- 4.4.4. Turunnya peringatan dari Qs. Al-kahfi ayat 54 karena Manusia adalah makhluq yang paling banyak membantah
- 4.4.5. Ayat takhyir: Nabi menawarkan pilihan kepada istri-istrinya antara dunia atau Allah dan Rasul-Nya, dan Aisyah memilih Allah dan Rasul-Nya
- 4.4.6. Nabi tetap meminta kerelaan istrinya sebelum mendahulukan yang lain, meski ayat sudah membebaskan beliau dari pembagian giliran
- 4.4.7. Turunnya ayat faraidh berkenaan dengan pertanyaan Jabir bin Abdullah tentang warisan kalalah saat ia sakit
- 4.4.8. Turunnya QS. Ali 'Imran: 128 setelah Nabi bersabda "Bagaimana suatu kaum akan beruntung bila memperlakukan Nabinya seperti ini" ketika gigi dan keningnya terluka di Uhud
- 4.4.9. Turunnya QS. Al-Hujurat: 10 setelah perselisihan dua kelompok kaum Muslimin dalam peristiwa kunjungan Nabi kepada Abdullah bin Ubay
- 4.4.10. Turunnya QS. Al-Fath: 24 setelah delapan puluh orang Makkah turun dari Tan'im hendak menyerang Nabi, akhirnya mereka menyerah dan beliau membiarkan mereka hidup
- 4.4.11. Turunnya tambahan lafazh "ghairu ulidh-dharar" pada QS. An-Nisa': 95 setelah Ibnu Ummi Maktum mengadukan kebutaannya
- 4.4.12. Turunnya QS. Al-Ahzab: 23 berkenaan dengan sahabat yang menepati tekadnya untuk berperang setelah tidak ikut Badar, lalu gugur di Uhud
- 4.4.13. Turunnya QS. An-Nisa': 65 berkenaan dengan perselisihan Zubair dan seorang Anshar tentang pengairan kebun
- 4.4.14. Turunnya QS. Al-Ma'idah: 101 setelah para sahabat bertanya apakah haji wajib setiap tahun, dan setelah seseorang menanyakan siapa ayahnya
- 4.4.15. Turunnya QS. Al-An’aam: 52 setelah orang-orang musyrik berkata kepada Rasulullah, usirlah orang-orang yang tidak akan berani melawan kami!
- 4.4.16. Turunnya QS. Al-Baqarah: 125, Ayat Hijab, dan QS. At-Tahrim: 5 berkenaan dengan ucapan Umar bin Khaththab
- 4.4.17. Turunnya QS. At-Taubah: 84 mengenai larangan menshalati jenazah orang-orang munafik (peristiwa wafatnya Abdullah bin Ubay)
- 4.4.18. Telah turun kepadaku empat ayat (Sebab turunnya QS. Al-Anfal: 1, Al-Ma'idah: 90, Luqman: 15, dan hukum wasiat sepertiga harta berkenaan dengan Sa'd bin Abi Waqqash)
- 4.5. Larangan terkait Al-Qur'an
- 4.5.1. Mengkhatamkannya maksimum dalam 3 hari, tidak boleh lebih cepat dari itu
- 4.5.2. Mengkhatamkannya maksimum dalam 7 hari, tidak boleh lebih cepat dari itu
- 4.5.3. Wanita haid dan orang yang junub tidak boleh membaca sesuatu pun dari Al-Qur’an
- 4.5.4. Larangan membaca Al-Qur’an bagi orang yang junub
- 4.5.5. Rasulullah bersabda umat sebelum kalian dahulu celaka karena mereka berselisih tentang isi kitab
- 4.5.6. Apabila kalian melihat orang-orang yang mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat, maka mereka itulah adalah orang orang yang disebutkan oleh Allah, Maka Waspadalah kalian terhadap mereka
- 4.5.7. Peringatan terhadap orang-orang yang mengikuti ayat-ayat Mutasyaabihaat
- 4.6. Menjaga Hafalan Al-Qur'an
- 4.7. Keutamaan surat dalam Al-Qur'an
- 4.7.1. Tidak ada ciptaan di langit dan bumi yang melebihi ayat kursi
- 4.7.2. Allah membaca surat Thaha dan surat Yasin seribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi
- 4.7.3. Pelajarilah surat Al Baqarah karena mengambilnya berkah dan meninggalkannya rugi, tidak mampu dikalahkan oleh tukang-tukang sihir
- 4.7.4. Surat Al-Ikhlas, ayat Kursi, dan ayat penutup surat Al Baqarah adalah yang paling agung
- 4.7.5. Ayat Kursi adalah ayat yang paling agung dalam Al-Qur'an
- 4.7.6. Surat Al Ikhlas adalah sepertiga dari Al-Qur'an
- 4.7.7. Keutamaan mencintai Surah Al-Ikhlas
- 4.7.8. Al-Falaq dan An-Nas merupakan bacaan terbaik untuk memohon perlindungan
- 4.8. Nasikh & mansukh dalam Al-Qur'an
- 4.1. Kitab Al-Qur’an
- 5. Nabi-nabi
- 5.1. Nabi Adam
- 5.1.1. Penciptaan manusia pertama yaitu Adam
- 5.1.2. Adam yang Allah ciptakan dengan tangan-Nya
- 5.1.3. Kisah kejadian yang menyebabkan Adam dan Hawa keluar dari surga
- 5.1.4. Tinggi Nabi Adam dan berkurangnya tinggi manusia sekarang
- 5.1.5. Adam menyangkal telah memberikan umurnya untuk Nabi Dawud
- 5.1.6. Wanita mengkhianati suaminya adalah karena Hawa
- 5.1.7. Para Malaikat mencabut nyawa Nabi Adam, memandikan, mengkafani, membuatkannya lubang dan lahat untuknya, serta menshalatinya
- 5.1.8. Kematian Nabi Adam dan sunnah pertama menimbun jenazah dengan tanah
- 5.1.9. Siapa terbunuh, anak adam ikut dosa dialah yang mencontohkan pembunuhan
- 5.1.10. Penciptaan Nabi Adam: "Tatkala Allah mencipta Adam... Iblis datang mengitarinya dan mengerti bahwa Adam adalah makhluk yang memiliki rongga dan tidak bisa mengendalikan diri"
- 5.2. Nabi Nuh
- 5.2.1. Saksi Nabi Nuh atas risalahnya adalah Nabi Muhammad dan ummat nya dalam Al-Baqarah 143
- 5.2.2. Salah satu wasiat Nabi Nuh adalah Laa ilaha illallaah
- 5.2.3. Nabi Nuh berpuasa sepanjang masa kecuali pada hari Iedul Fitri dan Iedul Adha
- 5.2.4. Asal mula berhala pada kaum Nuh 'alaihi salam
- 5.2.5. Pelepah kurma sepertiga adalah milik Nabi Nuh dan dua pertiga adalah milik setan
- 5.2.6. Nabi Nuh juga mengingatkan kaumnya akan Dajjal
- 5.2.7. Ular pernah berjanji pada Nabi Nuh dan Sulaiman agar tidak mengganggu. Usirlah, kalau kembali baru bunuhlah
- 5.3. Nabi Daud
- 5.3.1. Tasbih Nabi Daud
- 5.3.2. Puasa Nabi Daud adalah puasa yang terbaik, tidak ada lagi di atas itu
- 5.3.3. Nabi Daud tidak kabur bertemu musuh
- 5.3.4. Shalat yang paling Allah cintai adalah shalatnya Nabi Daud
- 5.3.5. Nabi Daud tidak memakan makanan kecuali hasil usahanya sendiri
- 5.3.6. Umur Nabi Dawud pada awalnya 40 tahun, lalu menjadi 100 tahun diambilkan dari umur Nabi Adam
- 5.3.7. Doa mohon kecintaan kepada Allah yang dipanjatkan Nabi Daud
- 5.3.8. Doa Nabi Daud ALLAHUMMA ASHLIHLI DIINI …
- 5.3.9. Suara Nabi Daud sangat merdu
- 5.3.10. Puasa & shalat paling dicintai Allah yaitu cara Nabi Daud 'alaihisalam
- 5.4. Nabi Sulaiman
- 5.4.1. Nabi Sulaiman bertekad tanpa mengucapkan insya Allah tidak berhasil
- 5.4.2. Nabi Sulaiman melarang debat
- 5.4.3. Setan yang pernah tunduk kepada Nabi Sulaiman 'alaihissalam dapat menampakkan diri
- 5.4.4. Pesan ibu nabi Sulaiman agar tidak memperbanyak tidur di malam hari
- 5.4.5. Tiga permintaan Nabi Sulaiman kepada allah setelah membangun baitul Maqdis
- 5.4.6. Nabi Sulaiman memutuskan siapa ibu pemilik anak sebenarnya dengan benar
- 5.4.7. Karena teringat doa Nabi Sulaiman, Nabi melepaskan jin Ifrit
- 5.4.8. Kelak ada binatang melata yang memukul / menstempel hidung orang kafir dengan cincin Nabi Sulaiman
- 5.5. Nabi Idris
- 5.6. Nabi Musa dan Nabi Harun
- 5.6.1. Kisah datangnya ajal kepada Nabi Musa
- 5.6.2. Kedudukan Ali seperti Nabi Harun di sisi Nabi Musa
- 5.6.3. Nabi Muhammad melihat Nabi Harun selama Isra’
- 5.6.4. Masuklah ke dalam pintu gerbang sambil bersujud dan bebaskan dari dosa
- 5.6.5. Allah Membersihkan Nabi Musa 'Alaihissalam dari Tuduhan Bani Israil
- 5.6.6. Kisah perjalanan nabi musa 'alaihissalam menuntut ilmu dan pertemuannya dengan nabi khidr 'alaihissalam
- 5.6.7. Bacaan dan penjelasan Nabi terkait teguran Musa kepada Khidhir dalam QS. Al-Kahfi: 77
- 5.7. Nabi Ibrahim
- 5.7.1. Agama Nabi Ibrahim adalah agama yang lurus dan hanif
- 5.7.2. Allah menjadikan nabi Ibrahim kekasih-Nya karena selalu mengucapkan Subhanallah pagi dan petang
- 5.7.3. Wasiat agar jangan mati kecuali dalam keadaan Islam adalah wasiat Nabi Ibrahim
- 5.7.4. Akan senantiasa ada hijrah ke Mekkah, tempat Nabi Ibrahim dulu sampai hari Kiamat
- 5.7.5. Pembangunan Ka’bah seharusnya sesuai aturan Nabi Ibrahim, Nabi menundanya karena umatnya belum siap
- 5.7.6. Nabi Ibrahim orang yang pertama kali memuliakan tamu, berkhitan, memendekkan kumis dan memelihara uban
- 5.7.7. Tempat warisan Nabi Ibrahim ada di salah satu lokasi wuquf
- 5.7.8. Pembalasan umat Muhammad atas cicak yang menghembuskan udara agar api berkobar atas Ibrahim
- 5.7.9. Nabi Ibrahim pernah bohong kepada raja, namun Allah mengabulkan doa Sarah untuk menjaganya
- 5.7.10. Nabi Ibrahim tidak pernah berbohong kecuali tiga kali
- 5.7.11. Larangan meminta ampun di dunia untuk ayah Nabi Ibrahim yang kafir
- 5.7.12. Nabi Ibrahim memohon ampun untuk ayahnya Azar pada hari Kiamat, lalu Allah menggantinya dengan anjing kotor untuk dibuang ke neraka
- 5.7.13. Nabi Ibrahim sangat tinggi
- 5.7.14. Nabi Ibrahim mirip dengan Nabi Muhammad
- 5.7.15. Nabi Ibrahim dikhitan pada umur 80 tahun dengan kapak yang ringan
- 5.7.16. Nabi Muhammad bermimpi pada hari kiamat Nabi Ibrahim adalah seorang yang tua yang berada di bawah pohon dengan anak-anak di sekitarnya
- 5.7.17. Nabi Muhammad bertemu Nabi Ibrahim pada waktu Isra’ mi’raj dalam keadaan bersandar di baitul Makmur
- 5.7.18. Nabi Muhammad menyuruh mengeluarkan patung Nabi Ibrahim yang memegang panah
- 5.7.19. Nabi Ibrahim mengharamkan Makkah dan berdoa untuknya sedangkan Nabi Muhammad mengharamkan Madinah dan berdoa untuknya
- 5.7.20. Nabi Ibrahim menerima Hajar sebagai hadiah hamba sahaya
- 5.7.21. Nabi Ibrahim adalah orang yang pertama kali diberikan pakaian di hari Kiamat
- 5.7.22. Nabi Ibrahim meminta agar Allah menghidupkan mahluq yang sudah mati agar tambah yakin
- 5.7.23. Nabi Muhammad berdoa untuk ummatnya, semua mahluk mengharapkannya termasuk Nabi Ibrahim
- 5.8. Nabi Luth
- 5.9. Nabi Ismail
- 5.9.1. Nabi Ismail beserta anak keturunannya adalah para pemanah atau melempar jumrah
- 5.9.2. Kisah air Zam-zam dan Nabi Ismail
- 5.9.3. Nabi Ismail berperan membawakan batu untuk dipasang oleh Nabi Ibrahim sambil mereka terus berdoa
- 5.9.4. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tidak pernah mengundi nasib dengan anak panah
- 5.9.5. Rasulullah adalah pilihan Allah dari jalur Ismail
- 5.9.6. Bani Tamim adalah keturunan Ismail
- 5.10. Nabi Isa
- 5.10.1. Berkulit sawo matang, tampan, berambut ikal dan basah
- 5.10.3. Nabi Isa 'alaihissalam berwajah dan berperawakan sedang, berkulit merah
- 5.10.4. Membiasakan berkata lembut meskipun pada babi
- 5.10.5. Nabi Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu membunuhnya
- 5.10.6. Nabi Isa akan memerangi manusia hingga mereka masuk ke dalam Islam, ia memecahkan salib, membunuh babi dan membebaskan jizyah
- 5.10.7. Jawaban Nabi Isa kepada Allah dalam Al-Maidah 116
- 5.10.8. Nabi Isa mendustakan matanya, apabila pencuri bersaksi atas nama Allah bahwa tidak mencuri
- 5.10.9. Dajjal akan meleleh sebagaimana garam yang mencair di dalam air bila melihat Nabi Isa
- 5.10.10. Masa fatrah antara Nabi 'Isa 'alaihis salam dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah enam ratus tahun
- 5.10.11. Nabi Isa dan Nabi Muhammad
- 5.10.12. Sungguh putra Maryam akan bertalbiyah dari jalan Rauha' untuk haji dan umrah atau untuk keduanya
- 5.10.13. Barangsiapa dari kalian bertemu dengan Nabi Isa sampaikanlah salam Nabi kepadanya
- 5.10.14. Setan menusuk setiap anak adam kecuali nabi Isa alaihissalam
- 5.10.15. Ibnu maryam turun sebagai hakim adil, hancurkan salib dan babi
- 5.10.16. Bayi yang dapat berbicara dalam buaian (Kisah Juraij ahli ibadah, Isa bin Maryam, dan bayi penggendong)
- 5.11. Nabi Ayyub
- 5.12. Nabi Yunus
- 5.13. Nabi Zakaria
- 5.14. Adab terhadap Para Nabi
- 5.14.1. Janganlah kalian membanding-bandingkan diantara sesama nabi-nabi Allah
- 5.14.2. Perumpamaanku dan nabi lainnya seperti memasang satu labinah
- 5.14.3. Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras
- 5.14.4. Sangatlah besar murka Allah 'azza wajalla terhadap kaum yang melukai Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam
- 5.14.5. Tidak sepantasnya seseorang mengatakan aku lebih baik dari Yunus bin Matta
- 5.15. Sungguh anak yang dibunuh nabi khidhir alaihissalam. ditakdirkan kafir, jika hidup akan menyesatkan orang tuanya
- 5.1. Nabi Adam
- 6. Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam
- 6.1. Kelahiran dan masa kecil Nabi Muhammad
- 6.1.1. Tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW
- 6.1.2. Setelah Aminah ibu Nabi wafat, dipelihara Ummu Aiman hingga dewasa
- 6.1.3. Nasab Nabi Muhammad SAW dari Abdul Muthalib
- 6.1.4. Kejadian dibelahnya dada Nabi Muhammad SAW
- 6.1.5. Hari Senin, hari nabi dilahirkan, dan hari wahyu diturunkan
- 6.1.6. Allah memilih Kinanah, Quraisy, Bani Hasyim, dan Nabi dari Nani Hasyim
- 6.2. Akhlak dan kemuliaan Sebelum menjadi Nabi
- 6.3. Sifat fisik Nabi
- 6.3.1. Tanda atau stempel kenabian
- 6.3.2. Tinggi beliau tidak melebihi batas tinggi ideal, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek
- 6.3.3. Beliau berambut ikal, tidak lurus dan tidak pula terlalu keriting
- 6.3.4. Beliau putih, rupawan dan sederhana
- 6.3.5. Telapak kaki dan tangan beliau besar dan beliau bermuka ganteng
- 6.3.6. Suara Nabi sangat merdu dalam membaca Al-Qur’an
- 6.3.7. Manusia yang paling tampan wajahnya, paling baik akhlaknya
- 6.3.8. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengurai rambutnya dan juga membelah menjadi dua
- 6.3.9. Rambut uban Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam hanya sekitar dua puluh helai
- 6.3.10. Seorang laki-laki yang berperawakan sedang tidak tinggi dan tidak pendek
- 6.3.11. Dada bidang, jarak bahu agak panjang, rambut menjuntai dekat bahunya
- 6.3.12. Rambut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam panjangnya melebihi daun telinga tetapi belum sampai kedua pundaknya
- 6.3.12. Datang ke makkah, dan saat itu beliau mempunyai empat kepangan
- 6.3.13. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paling baik, paling berani dan paling dermawan
- 6.3.14. Telapak tangan beliau lebih halus dari khazz atau sutra
- 6.3.15. Keharuman keringat Nabi yang dijadikan wewangian oleh Ummu Sulaim
- 6.3.16. Beliau memakai pakaian merah, dan tidak ada yang lebih tampan dari beliau
- 6.3.17. Panjang rambut Rasulullah SAW sampai pertengahan telinganya
- 6.3.18. Rasulullah bermata putih kemerahan dan tumitnya halus
- 6.3.19. Allah tidak menjelekkan beliau dengan uban
- 6.4. Diangkat menjadi Nabi dan turunnya wahyu
- 6.4.1. Sebelumnya dikenal jujur belum pernah berdusta
- 6.4.2. Bukti tanda kenabian yang diminta penduduk Makkah ialah membelah bulan
- 6.4.4. Nabi menyepi di Gua Hira dan didatangi Jibril menerima wahyu pertama
- 6.4.5. Wahyu turun di pagi yang dingin dan dahi beliau berkeringat
- 6.4.6. Suara Wahyu seperti Gemerincing Lonceng
- 6.4.7. Terkadang Nabi terlihat kesusahan
- 6.4.8. Suara Wahyu Seperti Dengungan Lebah
- 6.4.9. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk membaca Al-Quran Karena hendak cepat-cepat menguasai nya
- 6.4.12. Malaikat Jibril Lama Tidak Datang Hingga Turun Surat Adh-Dhuha
- 6.4.13. Turunnya wahyu kepada Rasulullah didalam gua di mina yaitu surat Al-Mursalat
- 6.4.14. Rasulullah menundukkan kepala, karena turunnya surat Al-Kautsar
- 6.4.15. Berdakwah dengan sembunyi-sembunyi
- 6.4.16. Kemudian wahyu berhenti turun kepadaku pada masa tertentu
- 6.4.17. Permulaan wahyu yang datang kepada rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dengan mimpi yang benar dalam tidur
- 6.4.18. Ayat Al Quran pertama yang diturunkan
- 6.4.19. Awal wahyu kepada Rasulullah SAW adalah berupa mimpi yang baik
- 6.4.20. Dakwah Rasulullah kepada Jin
- 6.5. Periode Kenabian
- 6.5.1. Wahyu turun saat usia nabi 40 tahun, dan diwafatkan di usia 60 tahun
- 6.5.2. Wahyu turun saat usia nabi 40 tahun, dan diwafatkan di usia 63 tahun
- 6.5.3. Rasulullah, Abu Bakar dan Umar meninggal pada usia 63 tahun
- 6.5.4. Rasulullah wafat pada usia 65 tahun
- 6.5.6. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meninggal dunia usia enam puluh tiga tahun.
- 6.5.7. Diutus pada umur 40, tinggal di Makkah dan Madinah sepuluh tahun
- 6.5.8. Beliau berumur 43 tahun, tinggal di Makkah dan Madinah sepuluh tahun
- 6.6. Akhlak dan suri tauladan Nabi
- 6.6.1. Surat Rasulullah dan kesaksian Abu Sufyan di depan Heraclius
- 6.6.2. Doa nabi agar celaan dan laknatnya menjadi rahmat
- 6.6.3. Rasulullah dibangkitkan pertama kali di hari Kiamat, pemimpin anak adam dan pemberi syafaat
- 6.6.4. Beliau adalah orang yang paling lembut atau dermawan dalam segala kebaikan
- 6.6.5. Beliau adalah orang yang paling mampu mengendalikan nafsunya
- 6.6.6. Beliau memilih yang paling mudah atau ringan dari kedua pilihan selama tidak termasuk dosa
- 6.6.8. Beliau adalah orang yang paling membenci atau memusuhi hal yang menodai kehormatan Allah
- 6.6.9. Terhadap hadits, beliau adalah orang yang paling mengembirakan dan yang paling mendapat petunjuk dan yang paling bertakwa
- 6.6.10. Rasulullah menyukai bau wangi
- 6.6.11. Rasulullah mengadakan perjanjian damai dengan penduduk Hudaibiyah dan bersedia menghapus kata ‘Muhammad Rasulullah’
- 6.6.12. Rasulullah dalam membaiat wanita tidak pernah menyentuh mereka dan hanya dengan ucapan
- 6.6.13. Nabi gelisah melihat awan, takut akan adzab
- 6.6.14. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam itu suri teladan
- 6.6.15. Sesungguhnya yang paling taqwa dan paling mengerti tentang Allah diantara kalian adalah aku
- 6.6.16. Tidak meninggalkan benda kuning (emas) atau putih (perak) kecuali aku membagikannya
- 6.6.17. Bepergian itu merupakan bagian dari adzab yang dapat menghalangi salah seorang di antara kalian dari makan, minum dan tidur
- 6.6.18. Rasulullah Mendoakan kabilah daus agar diberi petunjuk
- 6.6.19. Kesabaran Rasulullah menghadapi gangguan kaum quraisy ketika sedang shalat
- 6.6.20. Kami menganggap kemenganan itu bermula saat bai'atur ridlwan pada peristiwa hudaibiyyah
- 6.6.21. Allah berfirman sesungguhnya kami telah memberi kepadamu kemenangan yang nyata
- 6.6.22. Perumpamaanmu dengan ummatmu seperti seorang raja
- 6.6.23. Perumpamaanku; pemberi peringatan awas ada pasukan selamatkanlah kalian
- 6.6.24. Perumpamaanku seseorang yang menyalakan api lalu kupu-kupu dan hewan-hewan masuk ke dalam api tersebut
- 6.6.25. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang paling baik ahlaqnya, paling pemberani, paling dermawan
- 6.6.26. Suatu urusan dariku terimalah demi Allah, sungguh aku adalah orang yang lebih mengenal Allah daripada mereka dan aku adalah orang yang paling takut kepadanya
- 6.6.27. Mereka mencela mudzammam namun aku adalah muhammad (orang yang terpuji), dan mereka melaknat mudzammam padahal aku adalah muhammad
- 6.6.28. Amalan Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dilakukan secara terus-menerus
- 6.6.29. Rasulullah merasa khawatir ketika melihat awan dan angin karena takut menjadi azab Allah
- 6.6.30. Kesabaran nabi menghadapi orang yang meminta dengan kasar
- 6.6.31. Nabi ikut mengangkat tanah bersama para sahabat saat menggali parit di Perang Khandaq hingga debu menutupi perut beliau
- 6.6.32. Kelembutan kasih sayang Nabi yang memegang pinggang umatnya agar tidak terperosok ke dalam api neraka
- 6.6.33. Keberanian luar biasa Rasulullah yang langsung menunggangi kuda Abu Thalhah tanpa pelana untuk memeriksa kegaduhan suara di luar kota Madinah
- 6.6.34. Kesaksian Anas bin Malik RA mengenai kelembutan dan kesabaran Nabi selama sepuluh tahun mengabdi
- 6.6.35. Rasulullah tidak pernah menolak permintaan, walau hanya sekali
- 6.6.36. Pengaruh dakwah dan kedermawanan Nabi dalam melembutkan hati para tokoh Quraisy (seperti Shafwan bin Umayyah) dengan pembagian ternak hasil ghanimah Hunain
- 6.6.37. Beliau paling pemalu, dan kami dapat mengetahuinya dari rautnya
- 6.6.38. Kelembutan dan kesabaran Nabi mendengar keluhan orang
- 6.6.39. Beliau tidak pernah memukul kecuali saat berjihad di jalan Allah
- 6.6.40. Kesiapsiagaan Sa'd bin Abi Waqqash dalam mengawal dan menjaga keselamatan Rasulullah di malam hari
- 6.6.41. Beliau tidak pernah menghalangi diriku untuk menemuinya semenjak aku masuk islam, dan tidak pula beliau melihatku kecuali beliau menebarkan senyum
- 6.7. Isra’ Mi’raj
- 6.7.1. Perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, naik ke langit, dan menerima perintah shalat lima waktu
- 6.7.2. Nabi Melihat Kaum yang Disiksa karena Memerintahkan Kebaikan namun Melupakan Diri Sendiri dalam perjalanan Isra’ Mi’raj
- 6.7.3. Rasulullah melihat Nabi Musa 'alaihissalam dan Nabi Isa 'alaihissalam ketika dalam perjalanan isra’ mi’raj
- 6.7.4. Rasulullah memilih susu daripada khamer saat isra’ mi’raj
- 6.7.5. Anjuran berbekam dari malaikat pada malam isra’ mi’raj
- 6.7.6. Pertolongan Allah memperlihatkan Baitul maqdis agar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dapat menjawab keraguan kaum quraisy
- 6.7.7. Diberi tiga hal, yaitu shalat lima waktu, akhir-akhir surat al baqarah, dan orang yang mati dari umatku diampuni, asalkan tidak menyekutukan Allah
- 6.8. Mukjizat Nabi
- 6.8.1. Nabi diperlihatkan surga dan neraka pada saat shalat gerhana
- 6.8.2. Nabi dapat menangkap Jin Ifrit dan hendak mengikatnya di tiang masjid
- 6.8.3. Nabi dapat melihat apa yang ada di belakang, dari balik punggung beliau
- 6.8.4. Terbelahnya bulan menjadi dua
- 6.8.5. Jari-jemari Nabi memancarkan air
- 6.8.6. Nabi berdoa kantung susu kambing langsung menjadi penuh
- 6.8.7. Makanan bertasbih saat dimakan Nabi dan para sahabat
- 6.8.8. Nabi shalat memohon hujan, langsung turun hujan
- 6.8.9. Doa Nabi selalu dikabulkan saat meminta hujan turun, menghentikan atau memindahnya di tempat lain
- 6.8.10. Pohon kurma merintih atau menangis dan kemudian Nabi menenangkannya
- 6.8.11. Makanan sedikit barokah untuk orang banyak
- 6.8.12. Berbelasungkawa atas kematian Zaid, Ja’far dan ibnu Rawahah sebelum berita sampai khalayak pada perang Dzi Qarad
- 6.8.13. Ali sedang sakit mata lalu diludahi Nabi langsung sembuh pada perang Khaibar
- 6.8.14. Ada bekas pukulan (pedang) pada betis Salamah yang sakit tatkala perang Khaibar, lalu diludahi Rasulullah kemudian sembuh
- 6.8.15. Unta mengadu kepada Nabi bahwa pemiliknya menyakitinya dan membuatnya lelah
- 6.8.16. Batu di Mekkah memberi salam kepada Nabi
- 6.8.17. Rasulullah diutus dengan jawami'ul kalim, ditolong dengan rasa ketakutan dan Aku diberi kunci-kunci perbendaharaan bumi
- 6.8.18. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: aku diberi lima hal yang tidak pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku
- 6.8.19. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda Aku diberi keutamaan atas para nabi dengan enam perkara
- 6.8.20. Tidak ada seorang nabi pun melainkan ia telah diberi tanda-tanda (mukjizat)
- 6.8.21. Mukjizat Rasulullah: memberkahi sisa perbekalan menjadi berlimpah bagi seluruh pasukan yang kelaparan
- 6.8.22. Nabi diberi enam keutamaan; 1. Jawami' al-kalim, 2. rasa takut musuh. 3. ghanimah halal. 4. bumi suci. 5. keseluruh mahluk. 6. nabi penutup
- 6.8.23. Kami diberi keutamaan atas manusia lainnya dengan tiga hal: seperti shaf malaikat, bumi sebagai masjid, debunya suci untuk tayamum.
- 6.8.24. Mukjizat bertambahnya bekal kaum muslimin melalui doa Rasulullah
- 6.8.25. Mujizat 114 orang, kenyang semua, mengisi kantong
- 6.8.26. Nabi melemparkan kerikil ke arah pasukan musuh di Hunain seraya menyatakan mereka akan kalah, lalu kekuatan mereka melemah dan mundur
- 6.8.27. Nabi menunjukkan tempat-tempat terbunuhnya para tokoh Quraisy sebelum Perang Badar, dan mereka terbunuh tepat di tempat yang beliau tunjukkan
- 6.8.28. Nabi mendoakan kebinasaan para pemuka Quraisy, dan Ibnu Mas'ud menyaksikan mereka semua terbunuh di Perang Badar
- 6.8.29. Nabi mengabarkan akan ada umatnya yang berperang menyeberangi lautan bagaikan raja-raja di atas singgasana, dan Ummu Haram binti Milhan termasuk di antara mereka
- 6.8.30. Mujizat Rasulullah SAW ketika membuat Khondak
- 6.8.31. Nabi mengabarkan bahwa kelak kaum muslimin akan memiliki permadani, padahal saat itu mereka tidak memilikinya
- 6.8.32. Keberkahan kantong/wadah makanan yang tidak habis selama tidak ditakar atau dibuka ikatannya
- 6.8.33. Keberkahan persediaan makanan di rumah Aisyah RA yang terus mencukupi selama tidak ditimbang secara sengaja
- 6.8.34. Hampir saja hai Mu'adz, kalau umurmu panjang, air akan memenuhi taman
- 6.8.35. Siapa menghalangiku dari membunuhmu. beliau bersabda; Allah
- 6.9. Nabi juga manusia biasa
- 6.9.1. Nabi disihir oleh Labid bin Al-A'sham
- 6.9.2. Rasulullah diracun oleh wanita Yahudi
- 6.9.3. Wajah Nabi berlumuran darah serta gigi geraham beliau pecah
- 6.9.4. Jari beliau mengeluarkan darah
- 6.9.5. Nabi tidak lebih mengetahui urusan dunia daripada sahabat
- 6.9.6. Nabi tidak melihat Allah
- 6.9.7. Nabi manusia biasa yang bisa lupa seperti para sahabat
- 6.9.8. Nabi juga pernah bermuka masam tetapi ditegur oleh Allah
- 6.9.9. Nabi pernah menggunakan pendapat Abu Bakar, ternyata pendapat Umar yang dibenarkan Allah mengenai tawanan perang Badar
- 6.9.10. Nabi mengharamkan madu, akhirnya turun ayat: Wahai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu?
- 6.9.11. Nabi tidak tahu apa yang terjadi dengan Aisyah pada peristiwa fitnah bohong, sampai turun ayat membelanya
- 6.9.12. Nabi tidak tahu kejadian suatu perkara, dan hanya menghukumi berdasarkan dzahirnya
- 6.9.13. Nabi mungkin pernah melaknat seseorang, dan berdoa agar hal itu menjadi shalawat rahmat dan ibadah bagi mereka
- 6.9.14. Nabi telah melihatnya dengan mata hatinya
- 6.10. Orang tua Nabi
- 6.11. Istri-istri Nabi
- 6.11.1. Wanita terbaik di jamannya adalah Maryam dan Khadijah
- 6.11.2. Salam dari Allah untuk Khadijah
- 6.11.3. Sesungguhnya aku benar-benar telah dianugerahi cinta Khadijah
- 6.11.4. Nabi selalu mengatasnamakan Khadijah dalam sedekah penyembelihan kambing
- 6.11.5. Kecemburuan 'Aisyah terhadap Khadijah karena pujian Nabi
- 6.11.6. Rumah di surga berupa mutiara atau emas atau permata untuk Khadijah
- 6.11.7. Keistimewaan Aisyah ra
- 6.11.8. Rasulullah menikahi Aisyah di Mekah ketika berumur enam tahun, kemudian beliau mulai menggauli ketika berumur sembilan tahun di Madinah
- 6.11.9. Shafiyah tergelincir dari tunggangan Rasulullah SAW
- 6.11.10. Yang imannya sempurna Asiyah istri fir'aun dan Maryam binti imran dan keutamaan Aisyah laksana bubur diantara makanan yang lain
- 6.11.11. Beliau tidak pernah menikah lagi dengan wanita lain untuk memadu Khadijah, kecuali setelah Khadijah meninggal dunia
- 6.11.12. Sepertinya beliau mengenali suaranya (Halah binti khuwailid, adik Khadijah) yang mirip dengan suara Khadijah, hingga beliau merasa senang
- 6.11.13. Nabi mengenali ridha/marahnya Aisyah dari sumpahnya: demi tuhan Muhammad saat ridha, demi tuhan Ibrahim saat marah
- 6.11.14. Saat itu teman-teman mendatangi saya akan tetapi, sepertinya mereka enggan mendekat kepada saya karena malu kepada Rasulullah, Akhirnya Rasulullah pun mempersilahkan mereka
- 6.11.15. Orang-orang memilih barang terbaik sebagai hadiah pernikahan Aisyah dengan Rasulullah, mengharap ridha beliau
- 6.11.16. Fathimah berkata; istri-istrimu mengutusku kepadamu untuk menuntut keadilan kepadamu mengenai Aisyah
- 6.11.17. Ternyata setelah di ukur-ukur Zainablah yang paling panjang di antara kami, karena ia sering beramal dan bersedekah dengan tangannya
- 6.11.18. Keutamaan Aisyah atas para wanita seperti keutamaan tsarid atas semua makanan
- 6.11.19. Apabila Rasulullah ingin berpergian, beliau mengundi para istri-istrinya siapa diantara mereka yang undiannya keluar, maka dia keluar bersamanya
- 6.12. Anak-anak Nabi
- 6.12.1. Anak Nabi bernama Ibrahim meninggal di masa persusuan, maka dilanjutkan persusuannya di surga
- 6.12.2. Anak Nabi bernama Qasim, persusuannya akan dilanjutkan di surga
- 6.12.3. Sabda Nabi tentang kesedihan atas kepergian Ibrahim
- 6.12.4. Bersabda: sungguh Fatimah bagian dari darah dagingku, siapa menyakitinya telah menyakitiku dan siapa memusuhinya berarti dia memusuhiku
- 6.13. Sahabat Nabi
- 6.13.1. Sepuluh sahabat yang dijamin surga
- 6.13.2. Tidak akan masuk neraka orang yang ikut berbaiat (Ridhwan) di bawah pohon
- 6.13.3. Peserta Baiatur Ridhwan berjumlah 1400 orang termasuk Nabi
- 6.13.4. Seandainya aku diperbolehkan dari ummat ini mengambil seseorang sebagai kekasih, pasti aku mengambil Abu Bakr
- 6.13.5. Penduduk langit telah berbahagia dengan keIslaman Umar
- 6.13.6. Keutamaan Umar bin Al Khaththab
- 6.13.7. Pembunuhan Umar
- 6.13.8. Penjelasan tentang ketidakhadiran Utsman di beberapa peristiwa dan tangan Utsman diwakili oleh tangan Nabi Muhammad
- 6.13.9. Utsman membeli sumur ruumah dan menggratiskan untuk fakir dan ibnu sabil
- 6.13.10. Ali
- 6.13.11. Abu Hurairah selalu menyimak bacaan Nabi saat shalat dan menjawab saat orang lain tidak tahu
- 6.13.12. Abu Hurairah selalu menghafal hadits pada majelis Rasulullah
- 6.13.13. Abbas bin Abdul Muthalib paling dermawan dan paling menjaga hubungan
- 6.13.14. Amr bin Abasah adalah orang keempat masuk Islam
- 6.13.15. Abdullah bin Abbas
- 6.13.16. Abdullah bin Umar
- 6.13.17. Abdullah bin Mas’ud
- 6.13.18. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendaki bukit Uhud bersama Abu Bakar, Umar dan Utsman lalu bukit itu bergetar
- 6.13.19. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berada di gua hira’ bersama Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah dan Zubair, tiba-tiba batu besar (yang mereka injak) bergetar
- 6.13.20. Sesungguhnya setiap Nabi memiliki Hawariy (pembela yang setia), dan hawariyku adalah Az Zubair
- 6.13.21. Utsman memberikan infak pasukan, memperluas masjid dan membeli sumur
- 6.13.22. Pohon (bai'atur ridlwan), lama aku tidak mendatanginya, tidak mengenal lagi
- 6.13.23. Sebaik-baik kalian adalah yang hidup pada zamanku (generasiku) kemudian orang-orang yang datang setelah mereka kemudian orang-orang yang datang setelah mereka
- 6.13.24. Iman berada di tempat bintang di langit, tentu orang persia akan mencapainya
- 6.13.25. Waliku adalah Allah dan orang shalih
- 6.13.26. Allah memerintahkan Rasulullah membacakan Al-Qur'an kepada ubai bin ka'ab dan menyebut namanya
- 6.13.27. Pujian Nabi kepada peserta Hudaibiyah sebagai "makhluk terbaik di bumi"
- 6.13.28. Nabi menjawab senandung kaum Anshar dengan doa: Ya Allah, ampunilah kaum Anshar dan Muhajirin
- 6.13.29. Salamah bin Al-Akwa' berbaiat dua kali di Hudaibiyah, dan Nabi menjelaskan bahwa isinya adalah baiat untuk menyongsong kematian
- 6.13.30. Salamah bin Al-Akwa' berperang bersama Nabi sebanyak tujuh kali, di antaranya Hudaibiyah, Hunain, Dzi Qarad, dan Khaibar
- 6.13.31. Jabir bin Abdullah berperang bersama Nabi sembilan belas kali, dan tidak pernah absen dari peperangan setelah ayahnya gugur di Uhud
- 6.13.32. Isi Bai'at Hudaibiyah (janji untuk tidak melarikan diri dari medan perang)
- 6.13.33. 114 sahabat baiat di hudaibiyyah
- 6.13.34. 1500 orang sahabat baiat di bawah pohon, jika ratusan ribu, cukup
- 6.13.35. Penegasan lokasi bai'at (bukan di Dzul Khulaifah melainkan di bawah pohon Hudaibiyah)
- 6.13.36. 1300 orang baiat di bawah pohon, Suku Aslam seperdelapan Muhajirin
- 6.13.37. 114 orang baiat di bawah pohon, janji tidak lari dari peperangan
- 6.13.38. Sahabat tidak tahu posisi pohon
- 6.13.39. Pohon Bai'atur Ridhwan tidak dikenal lagi setelah beberapa lama
- 6.13.40. Salamah bin Al-Akwa' mengucilkan diri ke Rabdzah setelah Utsman terbunuh
- 6.13.41. Umar bin Abdul Aziz meminta mangkuk itu beberapa tahun kemudian
- 6.13.42. Awal Hijrah Rasulullah SAW bersama Abu Bakar
- 6.13.43. Rumah terbaik kaum anshar adalah rumah Bani An-Najjar dan yang lain
- 6.13.44. Dialog keteladanan Abu Bakar ash-Shiddiq RA terkait kedermawanan dan pemenuhan hak orang lain
- 6.13.45. Mereka tidak ingin rambut beliau jatuh kecuali dalam genggaman mereka
- 6.13.46. Al-Hasan bin 'Ali adalah yang wajahnya paling mirip dengan Rasulullah
- 6.13.47. Apakah engkau ingat saat beliau menemui saya, kamu dan Ibnu abbas, dia menjawab; ya beliau membawa kami dan meninggalkanmu
- 6.13.48. Sanjungan Nabi SAW terhadap kabilah Al-Asy'ariyin
- 6.13.49. Abu Sufyan meminta tiga permintaan kepada Rasulullah
- 6.13.50. Keutamaan rombongan kapal (Ahlus Safinah) seperti Ja'far bin Abi Thalib dan Abu Musa Al-Asy'ari yang mendapat pahala dua kali hijrah
- 6.13.51. Rasulullah peringatkan Abu Bakar tentang marah
- 6.13.52. Doa Rasulullah; ya Allah ampunilah anshar dan keturunan mereka
- 6.13.53. Kedudukan kaum Anshar sebagai teman dekat dan pemegang rahasia ('Aibah) Rasulullah SAW
- 6.13.54. Sebaik-baik rumah kaum anshar menurut Rasulullah SAW
- 6.13.55. Keutamaan kabilah penolong Islam (Quraisy, Anshar, Aslam, Ghifar, dll.)
- 6.13.56. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya
- 6.13.57. Nabi menyuruh seorang wanita menemui Abu Bakar jika ia tidak mendapati beliau
- 6.13.58. Sedekah Bani Thayyi' yang membuat wajah Rasulullah SAW berseri
- 6.13.59. Bersabda sungguh Usamah ini adalah orang yang paling saya cintai sepeninggal bapaknya
- 6.13.59. Doa Rasulullah SAW untuk kaum daus
- 6.13.60. Keutamaan bani tamim dalam melawan ad-dajjal
- 6.13.61. Sebaik-baik wanita quraisy menurut Rasulullah SAW
- 6.13.62. Keutamaan Abu Ubaidah dan ikrar persaudaraan (Mu'akhat) Muhajirin-Anshar di rumah Anas bin Malik
- 6.13.63. Orang yang mendapat ilham (muhaddats) di antara umat ini adalah Umar bin Khaththab
- 6.13.64. Peran sahabat sebagai benteng keselamatan umat
- 6.13.65. Tidak malukah kamu kepada orang yang para Malaikat pun malu kepadanya? (Keutamaan Sifat Pemalu Utsman bin Affan)
- 6.13.66. Kabar gembira surga untuk Abu Bakar, Umar, dan Utsman di tepi kolam serta isyarat ujian bagi Utsman
- 6.13.67. Pemberian bendera Perang Khaibar kepada Ali bin Abi Thalib yang mencintai Allah dan Rasul-Nya
- 6.13.68. Pemberian julukan "Abu Turab" oleh Nabi kepada Ali bin Abi Thalib saat tidur di masjid
- 6.13.69. Lemparlah wahai Sa'd, tebusanmu adalah bapak dan ibuku" (Keutamaan Sa'd bin Abi Waqqash pada Perang Uhud)
- 6.13.70. Nabi tidak pernah memasuki rumah di Madinah selain rumah Ummu sulaim kecuali rumah istri-istri beliau
- 6.13.71. Beliau bersabda: aku masuk surga, dengar suara gemerincing, kutanya: apa ini?, mereka menjawab; Ghumaisha` binti milhan, Ibu anas bin malik
- 6.13.72. Keutamaan Uwais Al-Qarni dari generasi tabi'in
- 6.13.73. Nabi menenangkan Abu Bakar di dalam gua: "apa sangkaanmu terhadap dua orang yang Allah adalah yang ketiga dari keduanya"
- 6.13.74. Abu musa: ketika datang dari yaman, kami tidak melihat Ibnu mas'ud dan ibunya kecuali bersama keluarga Rasulullah, karena seringnya mereka berada di rumah beliau
- 6.13.75. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidaklah meninggalkan orang yang lebih paham dan mengerti tentang Al Qur'an daripada Abdullah bin mas'ud setelah beliau wafat
- 6.13.76. Pada masa Rasulullah ada empat orang sahabat yang bertugas menghimpun Al Qur'an, yaitu; Mu'adz bin jabal, Ubay bin ka'ab, Zaid bin tsabit dan Abu zaid
- 6.13.77. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: Arsy bergoncang karena kematian Sa'd bin Mu'adz
- 6.13.78. Keterangan Ibnu Abbas bahwa Mu'awiyah adalah juru tulis Nabi
- 6.13.79. Mendo'akan untuk saya tiga hal, yang dua telah saya capai di dunia dan yang ketiga saya mengharapkannya di akhirat kelak
- 6.13.80. Aku tidak pernah mendengar Rasulullah berkata kepada manusia yang masih hidup bahwa dia berada di surga, kecuali kepada Abdullah bin salam
- 6.13.81. Islamnya ibu Abu hurairah setelah didoakan Nabi : sesungguhnya aku bersaksi bahwasanya tidak ada ilah selain Allah dan Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-nya
- 6.13.82. Aisyah mengomentari gaya bercerita Abu hurairah yang berbeda dari Rasulullah, Rasulullah belum pernah menceritakan hadits seperti cara kamu bercerita
- 6.14. Berbagai kejadian menjelang wafatnya Nabi SAW
- 6.14.1. Nabi mengulang tiga kali, Doa Beliau Memilih Ar-Rafiq al-A‘la
- 6.14.2. Beliau memberikan wasiat agar umat menjaga shalat dan berbuat baik kepada budak
- 6.14.3. Beliau meminta Abu Bakar ash-Shiddiq untuk menjadi imam shalat menggantikannya
- 6.14.4. Nabi memperingatkan agar tidak menjadikan kubur nya sebagai masjid
- 6.14.5. Menurunkan wahyu terus ke Rasulullah SAW. setelah sempurna, wafatlah
- 6.14.6. Kemudian hamba tersebut memilih apa yang ada di sisi Allah
- 6.14.7. Aisyah ingin agar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melimpahkan (kursi kepemimpinan) itu kepada Abu Bakar
- 6.14.8. Nabi tidak wafat hingga beliau diberi pilihan untuk memilih antara dunia dan akhirat, beliau bersabda bersama orang-orang yang telah Allah beri nikmat kepada mereka…
- 6.14.9. Beliau berbisik kepadaku (Fatimah) dan memberitahuku akan kematiannya saya menangis, beliau berbisik memberitahuku saya yang pertama kali mengikutinya saya tersenyum
- 6.14.10. Batasan usia hidup 100 tahun pasca-sabda nabi
- 6.15. Sakitnya Nabi Muhammad SAW
- 6.15.1. Nabi semakin berat sakitnya sehingga Umar mengatakan cukup Kitabullah, karena Rasulullah memaksakan diri membuat surat
- 6.15.2. Ketika penyakit Rasulullah semakin keras, beliau meminta izin kepada para istri-istrinya untuk dirawat di rumahku
- 6.15.3. Nabi pernah menderita sakit hingga Beliau tidak mendirikan shalat malam selama satu atau dua malam
- 6.15.4. 'Aisyah menunjukkan dua helai kain kasar buatan Yaman yang dikenakan Nabi ketika beliau wafat
- 6.15.5. Nabi melarang dimasukkan obat (ladud) ke mulutnya, lalu memerintahkan semua yang hadir diminumi obat sebagai hukuman
- 6.15.6. Rasa sakit dan demam yang dialami Rasulullah SAW dua kali lipat lebih berat dibanding manusia biasa
- 6.16. Doa, harapan dan pesan Nabi
- 6.17. Kematian Nabi Muhammad SAW
- 6.17.1. Rasulullah wafat di hari Senin
- 6.17.2. Rasulullah Wafat di Rumah Aisyah radhiyallahu ‘anha, Kepala Beliau Berada di Pangkuannya Saat Ruh Dicabut
- 6.17.3. Umat Islam mengalami kesedihan yang amat mendalam hingga Umar bin Khattab tidak percaya bahwa beliau wafat
- 6.17.4. Nabi dimandikan oleh keluarga dekatnya, di antaranya Ali bin Abi Thalib, Abbas, dan putra-putranya
- 6.17.5. Jenazah Nabi dishalatkan oleh kaum Muslimin secara bergelombang tanpa imam dan dimakamkan di tempat beliau wafat
- 6.17.6. Ummu aiman menangis karena dengan wafatnya beliau berarti wahyu dari langit telah terputus
- 6.18. Nama-nama Nabi Muhammad
- 6.19. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Perumpamaan menyempurnakan dan memperindah bangunan kecuali ada satu labinah
- 6.20. cucu-cucu nabi
- 6.20.1. Bersabda untuk Hasan, ya Allah, sesungguhnya aku menyayanginya, maka sayangilah ia dan sayangi orang-orang yang sayang kepadanya
- 6.20.2. Aku menuntun bighal Nabi, berambut putih dan hitam sedang ditunggangi oleh beliau, Hasan dan Husain, aku memasukkan mereka ke kamar
- 6.20.3. Maka kami bertiga (Nabi , Abdullah bin ja'far, dan salah satu dari Hasan atau Husain) memasuki kota Madinah dengan menaiki satu kendaraan
- 6.1. Kelahiran dan masa kecil Nabi Muhammad
- 7. Takdir
- 7.1. Keutamaan beriman kepada Takdir
- 7.1.1. Seseorang tidak dikatakan beriman sehingga ia beriman dengan takdir
- 7.1.2. Berinfaq emas sebesar gunung Uhud tidak akan diterima hingga engkau beriman kepada takdir
- 7.1.3. Beriman kepada takdir adalah salah satu dari tiga dasar keimanan
- 7.1.4. Beriman kepada takdir adalah salah satu dari empat hal yang harus diimani
- 7.1.5. Mendustakan takdir adalah salah satu dari tiga hal yang Nabi khawatirkan pada ummatnya
- 7.1.6. Termasuk kebahagiaan: rasa ridha terhadap apa yang telah Allah tetapkan baginya
- 7.1.7. Kebinasaan akan terjadi pada yang mengingkari takdir
- 7.1.8. Sabar menghadapi tha’un mengetahui takdir, maka akan mendapatkan pahala mati syahid
- 7.1.9. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda barangsiapa meninggal tidak di atas keyakinan seperti ini maka ia bukan dari golonganku
- 7.2. Penciptaan makhluk
- 7.2.1. Penciptaan makhluk dan cahaya Allah
- 7.2.2. Matahari berhenti di bawah Arsy, lalu sujud
- 7.2.3. Allah mengusap punggung Adam 'alaihi salam adalah penentuan takdir
- 7.2.4. Nama-nama penghuni surga dan neraka telah dicatat
- 7.2.5. Apapun yang ditulis Qalam (pena) adalah takdir
- 7.2.6. Takdir ditetapkan ketika seseorang berumur 40 hari di rahim atau perut ibunya
- 7.2.7. Tidak seorang pun dari kalian, kecuali telah ditulis tempat duduknya, neraka ataukah surga
- 7.2.8. Allah menetapkan takdir 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi
- 7.2.9. Sengsara atau bahagia, bagaimana rezekinya, kapan ajalnya telah ditentukan sejak dalam rahim
- 7.2.10. barangsiapa terkena cahaya-Nya, ia akan mendapat petunjuk dan barangsiapa tidak mendapat cahaya-Nya maka ia akan tersesat
- 7.2.11. Lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain
- 7.2.12. Setiap orang dimudahkan beramal sesuai dengan tujuan diciptakannya
- 7.2.13. Ketika berada diperut ibumu, agar tidak menyekutukan allah , namun tetap berbuat syrik
- 7.2.14. Malaikat akan mendatangi nuthfah dalam rahim selama 40 atau 45 malam
- 7.2.15. Matahari terbenam di bawah arsy
- 7.3. Apa saja yang termasuk takdir Allah?
- 7.3.1. Ruqyah, obat, dan pelindung termasuk takdir Allah
- 7.3.2. Tidak ada penyakit yang menular tanpa takdir Allah
- 7.3.3. Semua itu adalah takdir, (jika bukan) lalu siapakah yang menulari unta yang pertama?
- 7.3.4. Turunnya ayat tentang takdir sebagai jawaban bagi kaum musyrikin
- 7.3.5. Segala sesuatu itu terjadi sesuai takdir, hingga malas dan semangat juga takdir
- 7.3.6. Segala sesuatu terjadi dengan takdir hingga kebodohan dan kecerdasan juga takdir
- 7.3.7. Ka’ab berkata: akhirnya saya ditakdirkan untuk tidak ikut serta ke medan perang
- 7.3.8. Allah yang menciptakan dan mengetahui nasib anak musyrikin
- 7.3.9. Tidak ada suatu perkara pun yang menimpa Anda, kecuali Allah menciptakan jalan keluar pula bagi Anda
- 7.3.10. Allah telah menciptakan surga dan neraka serta menciptakan penghuninya, dan mereka berada dalam tulang punggung ayah-ayah mereka
- 7.3.11. Setiap orang dimudahkan beramal sesuai dengan tujuan diciptakannya
- 7.3.12. Mengamalkan amalan ahli surga, akhir hidupnya dengan amalan ahli neraka, amalan ahli neraka akhir hidupnya dengan amalan ahli surga
- 7.3.13. Adam 'alaihi salam dan Musa 'alaihi salam berdebat tentang perkara yang telah ditakdirkan
- 7.3.14. Anak yang dibunuh Nabi Khidr 'alaihi salam telah ditetapkan menjadi kafir, bila ia hidup pasti akan menganiaya kedua orang tuanya
- 7.3.15. Ini adalah jalan-Ku yang lurus, ikutilah dia
- 7.4. Usaha manusia
- 7.4.1. Larangan 'azal (mengeluarkan sperma di luar rahim) karena mengurangi keimanan terhadap takdir
- 7.4.2. Untuk apa kita beramal? Beramallah! Semuanya akan dimudahkan menuju apa akan menjadi takdir dia diciptakan
- 7.4.3. Ahlus Sa'adah (orang yang berbahagia) maka dia akan beramal untuk kebahagiaan, sedangkan orang yang termasuk ahlus Syaqa' (orang yang celaka) maka dia akan beramal untuk kecelakaan
- 7.4.4. Tempuhlah jalan yang lurus, karena penghuni surga amalannya akan ditutup dengan amalan penghuni surga meski sebelumnya banyak melakukan kesalahan
- 7.4.5. Burung terbang dengan sebuah taqdir akan tetapi Rasulullah senang dengan optimisme yang baik
- 7.4.6. Janganlah kalian menuju ke daerah wabah, namun apabila terlanjur di dalamnya, maka janganlah kalian keluar darinya
- 7.4.7. Ikatlah untamu kemudian bertawakallah
- 7.4.8. Nabi menjawab pertanyaan seorang lelaki Juhainah: Allah menyiapkan setiap orang untuk mengerjakan apa yang ia diciptakan untuknya
- 7.5. Do’a Manusia
- 7.6. Pandangan terhadap Takdir
- 7.6.1. Rasulullah marah: Jangan berdebat pada masalah takdir
- 7.6.2. Janganlah kalian duduk dengan orang yang tidak percaya dengan takdir
- 7.6.3. Nadzar tidak dapat mengubah atau menolak takdir
- 7.6.4. Nabi Adam mengalahkan Nabi Musa dalam perdebatan takdir
- 7.6.5. Wahai Abu Hurairah, kamu mengebiri, atau tidak adalah takdir
- 7.6.6. Larangan wanita meminta cerai untuk nafkah yang lebih banyak, karena itu takdir
- 7.6.7. Barangsiapa memperbincangkan sesuatu tentang takdir, maka pada hari kiamat ia akan dimintai pertanggung jawaban
- 7.6.8. Larangan menjenguk sakitnya, melayat mayatnya dan mengucapkan salam kepada orang yang mendustakan takdir
- 7.1. Keutamaan beriman kepada Takdir
- 8. Iman, Tauhid dan Syahadat
- 8.1. Iman
- 8.1.1. Penjelasan tentang iman, Islam dan ihsan
- 8.1.2. Akan keluar dari neraka yang mempunyai iman sebesar biji sawi
- 8.1.3. Amalan yang paling utama adalah iman
- 8.1.4. Yang dimaksud dengan iman kepada Allah adalah 4 pilar Islam
- 8.1.5. Kesempurnaan iman adalah kesempurnaan akhlak
- 8.1.6. Kesempurnaan iman dengan lebih mencintai Nabi daripada semuanya
- 8.1.7. Kesempurnaan iman dengan menghormati tamu, menjaga tetangga, bicara baik dan mencintai saudara
- 8.1.8. Mengerjakan apapun karena Allah berarti sempurnalah keimanannya
- 8.1.9. Di pagi hari seseorang beriman dan di sore hari menjadi kafir
- 8.1.10. Tingkatan iman yang tertinggi adalah LAA ILAHA ILLALLAH
- 8.1.11. Mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur’an
- 8.1.12. Perumpamaan orang yang diberi iman dan Al-Qur'an
- 8.1.13. Tanda keimanan mencintai kaum Anshar
- 8.1.14. Tanda keimanan adalah selalu mendatangi masjid
- 8.1.15. Malu adalah sebagian dari iman
- 8.1.16. Iman akan terus berkembang hingga sempurna
- 8.1.17. Akan merasakan manisnya iman: Orang yang ridha dengan Allah sebagai Rabb-nya
- 8.1.18. Hujan turun karunia dan rahmat-nya, iman kepada-ku dan kafir ke bintang
- 8.1.19. Manisnya iman: dijadikannya Allah dan Rasul-nya lebih dicintainya dari selain keduanya, jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah
- 8.1.20. Janganlah kalian kembali menjadi kafir, sehingga kalian saling membunuh satu sama lain
- 8.1.21. Perumpamaan mu'min seperti tanaman, tertimpa musibah
- 8.1.22. Perumpamaan mu'min seperti pohon kurma
- 8.1.23. Katakanlah, saya beriman kepada Allah, lalu beristiqomahlah
- 8.1.24. Memberi makan miskin tak bermanfaat tanpa doa ampunan (Ibn Jad'an)
- 8.1.25. Akan datang suatu masa ketika seseorang lebih mencintai dapat melihat Nabi daripada keluarga dan hartanya
- 8.1.26. Seseorang di hari kiamat akan bersama orang yang dicintainya
- 8.2. Tauhid
- 8.2.1. Orang yang bertauhid mempunyai jaminan masuk jannah
- 8.2.2. Tauhid mengampuni dosa yang telah lalu
- 8.2.3. Ahli tauhid akan dikeluarkan dari neraka dan masuk surga
- 8.2.4. Abu ahli tauhid setelah diadzab di neraka, disiram air kemudian akan tumbuh
- 8.2.5. Barangsiapa mengamalkan tauhid semurni-murninya, pasti masuk surga tanpa hisab
- 8.2.6. Orang yang tidak pernah melakukan kebaikan kecuali tauhid akan diampuni
- 8.2.7. Tali Al-'urwatul wutsqa adalah tauhid
- 8.2.8. Orang yang tidak syirik maka dia pasti masuk surga, meskipun berzina dan mencuri
- 8.2.9. Jadikanlah materi dakwah pertamamu adalah mentauhidkan Allah
- 8.2.10. Barang siapa yang mengucapkan ini ketika sedang sakit, kemudian ia meninggal maka Neraka tidak akan memakannya
- 8.2.11. Kalimat talbiyah termasuk kalimat tauhid
- 8.2.12. Doa di bukit Shafa termasuk kalimat tauhid
- 8.2.13. Barangsiapa yang mentauhidkan Allah maka telah haram harta dan darahnya
- 8.2.14. Urusan najih(keberhasilan), pada yang fasih
- 8.2.15. Tingginya iman seorang ibu atas kematian putranya
- 8.2.16. Mati tidak syirik pasti kesurga walau berzina dan mencuri
- 8.2.17. Kalimah syahadat, Allah memasukkan orang itu ke dalam surga betapapun amalnya
- 8.2.18. Celakalah kalian, cukuplah ucapan itu dan jangan diteruskan, tapi mereka meneruskan ucapan mereka; illaa syariikan huwa laka tamlikuhu wamaa malaka
- 8.3. Syahadat
- 8.1. Iman
- 9. Syirik
- 9.1. Bahaya kesyirikan
- 9.1.1. Syirik termasuk dosa besar yang paling besar
- 9.1.2. Syirik menghapus seluruh amal
- 9.1.3. Beramal untuk selain Allah termasuk syirik
- 9.1.4. Jauhilah hal-hal yang membinasakan yaitu menyekutukan Allah dan sihir
- 9.1.5. Orang-orang yang paling merugi perbuatannya adalah kaum Yahudi dan Nasrani
- 9.1.6. Larangan kuburan orang shaleh jadi masjid, dia itu seburuk makhluk disisi Allah
- 9.1.7. Jangan mencampur adukkan iman dengan kezaliman (syirik)
- 9.1.8. Termasuk dari dosa besar, Menyekutukan Allah dan mendurhakai kedua orang tua, Perkataan dusta dan kesaksian palsu
- 9.1.9. Dosa besar siapa mati menyeru selain Allah sebagai tandingan dia masuk neraka
- 9.1.10. Janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar
- 9.2. Perintah meratakan kubur
- 9.2.1. Meratakan kuburan yang ditinggikan
- 9.2.2. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang mengapur kuburan, duduk dan membuat bangunan di atasnya
- 9.2.3. Jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api, lalu terbakar baju dan kulitnya adalah lebih baik baginya daripada ia harus duduk di atas kuburan
- 9.3. Tawassul
- 9.3.1. Para sahabat tidak bertawassul dengan Nabi setelah meninggalnya
- 9.3.2. Janganlah kalian mengkultuskan aku sebagaimana orang-orang Nasrani mengkultuskan Isa Bin Maryam
- 9.3.3. Binasa karena Nabi, orang yang cinta tapi berlebihan dalam menyanjungku sampai pada hal-hal yang tidak aku miliki
- 9.3.4. Membuka batu penutup gua, dengan tawasul kebaikan yang pernah dilakukan
- 9.4. Orang mati tidak bisa mendengar
- 9.5. Dukun (Kahin)
- 9.5.1. Malaikat menurunkan berita dan setan menyelipkan 100 kedustaan untuk diberitakan kepada dukun
- 9.5.2. Barangsiapa mendatangi dukun lalu membenarkan perkataannya, maka ia telah kufur
- 9.5.3. Tidak akan diterima shalat seseorang selama 40 malam jika ia mendatangi tukang ramal
- 9.5.4. Tauhid larangan minta tolong - dukun - setan-setan mencuri pendengaran hingga mereka dapat mendengarnya
- 9.5.5. Larangan mendatangi dukun, mempercayai suara burung (tathayyur)
- 9.5.6. Bintang (meteor) itu tidak jatuh karena meninggalnya seseorang dan tidak pula karena lahirnya seseorang
- 9.6. Sihir dan Ramalan
- 9.6.1. Nabi bersabda: Jauhilah tujuh dosa besar yang membinasakan, salah satunya adalah sihir
- 9.6.2. Orang yang melakukan sihir termasuk golongan orang musyrik
- 9.6.3. Hukuman bagi tukang sihir di masa sahabat adalah dibunuh karena dianggap merusak akidah dan masyarakat
- 9.6.4. Nabi menjelaskan bahwa ramalan bintang (astrologi) termasuk bagian dari sihir
- 9.7. Riya dan Sum’ah
- 9.7.1. Nabi bersabda: Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya
- 9.7.2. Allah tidak menerima amal kecuali yang murni karena-Nya
- 9.7.3. Orang yang beramal karena ingin didengar (sum’ah) akan dipermalukan di hadapan anusia pada hari kiamat
- 9.7.4. Walimah melebihi dari dua hari adalah riya dan sum’ah
- 9.8. Khufarat
- 9.8.1. Pemeluk islam tidak sepantasnya melakukan saibah, karena jahiliyah melakukannya
- 9.8.2. Tauhid tidak ada adwa, tidak ada shafar dan tidak ada hammah
- 9.8.3. Tidak ada fara' dan atirah
- 9.8.4. Tidak ada thiyarah dan tidak ada alfa`lu
- 9.8.5. Tidak ada kesialan dan keberkahan itu ada pada rumah, istri dan kendaraan
- 9.8.6. Orang musyrik kebingungan mencari tuhan
- 9.9. Jimat
- 9.10. Lafzhi atau ucapan
- 9.1. Bahaya kesyirikan
- 10. Islam
- 10.1. Keutamaan Islam
- 10.1.1. Terampuninya dan terhapusnya dosa yang telah lalu
- 10.1.2. Kebaikan sebelum Islam tetap berpahala
- 10.1.3. Mempunyai jaminan masuk Jannah
- 10.1.4. Suatu saat akan bebas dari neraka
- 10.1.5. Agama yang hanif adalah agama Ibrahim, bukan Yahudi dan bukan Nasrani
- 10.1.6. Islam membawa keselamatan bagi pemeluknya di dunia dan akhirat
- 10.1.7. Orang yang istiqamah dalam Islam akan dijaga dari kesesatan
- 10.1.8. Islam adalah nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada manusia
- 10.1.9. Amal-amal sunnah menjadi pelengkap kekurangan dalam rukun Islam
- 10.1.10. Lima hal diperintah Allah; Mendengar, Taat, Jihad, Hijrah, Jamaah
- 10.1.11. Agama itu adalah nasihat
- 10.2. Rukun Islam, Iman dan Ihsan
- 10.2.1. Malaikat jibril mengajar tentang enam dasar iman, lima dasar islam, dan ihsan
- 10.2.2. Islam diatas lima (landasan): syahadad, shalat, zakat, haji dan puasa Ramadlan
- 10.2.3. Rukun Islam saja sudah cukup, apabila benar-benar dilaksanakan, tidak ditambah dan tidak dikurangi sedikitpun akan memasukkan pelakunya ke dalam surga
- 10.2.4. Iman memiliki cabang-cabang, tertinggi adalah syahadat, dan terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan
- 10.2.5. Allah menciptakan langit bumi gunung mewajibkan melaksanakan rukun islam
- 10.3. Masuk ke dalam Islam
- 10.3.1. Syahadat dan keutamaannya
- 10.3.2. Mandi masuk Islam
- 10.3.3. Mencukur rambut dan berkhitan
- 10.3.4. Islam membatalkan segala kesalahan dan kekufuran yang lalu
- 10.3.5. Siapa yang masuk Islam lalu baik keislamannya, akan dicatat pahala dari setiap amal baiknya
- 10.3.6. Dlimad bersumpah setia memeluk islam
- 10.3.7. Seorang lelaki menyatakan syahadat di hadapan Nabi lalu langsung berjihad hingga gugur
- 10.4. Agama (islam) akan kembali bersarang ke hijaz sebagaimana ular yang keluar dan lalu masuk kedalam lubangnya untuk memperbaiki salah satu dari sunnahku yang telah dirusak oleh orang-orang setelahku
- 10.5. Sesungguhnya orang muslim itu adalah siapa yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya
- 10.1. Keutamaan Islam
- 11. Thaharah
- 11.1. Keutamaan Bersuci
- 11.2. Air
- 11.2.1. Air tidak bisa menjadi najis kecuali bila merubah bau, rasa dan warnanya
- 11.2.2. Air itu suci, tidak ada sesuatu pun yang dapat menajiskannya
- 11.2.3. Sumur budla’ah, yaitu sumur tempat pembuangan bangkai anjing, bekas kotoran haid, dan kotoran manusia, sesungguhnya air itu suci
- 11.2.4. Apabila air itu mencapai dua qulah maka tidak akan mengandung kotoran
- 11.2.5. Janganlah sekali-kali kalian kencing di air yang tidak mengalir kemudian mandi atau berwudhu di situ
- 11.2.6. Ya allah, sucikanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku dengan air salju dan air embun, sucikanlah hatiku dari kotoran kotoran
- 11.2.7. Lautan itu suci airnya dan halal bangkainnya (untuk dimakan)
- 11.2.8. Sesungguhnya kucing tidaklah najis, ia binatang yang selalu mengelilingi kalian
- 11.2.9. Jika ada seekor lalat yang terjatuh pada minuman kalian maka tenggelamkan kemudian angkatlah, karena terdapat penyakit dan penawarnya, karena terdapat penyakit dan penawarnya
- 11.2.10. Rasulullah berwudhu menggunakan air nabidz, beliau berkata air tesebut dapat diminum dan mensucikan
- 11.3. Bejana
- 11.3.1. Rasululllah memiliki bejana dari pelepah kurma di bawah ranjangnya, yang digunakan untuk buang air kecil di malam hari
- 11.3.2. Rasulullah meminta sebuah baskom yang beliau pergunakan untuk buang air kecil
- 11.3.3. Sucinya bejana yang dijilat anjing yaitu dengan mencuci tujuh kali, dan dilumuri dengan tanah
- 11.3.4. Bolehnya memakai bejana Ahli Kitab setelah dicuci bila tidak ada bejana lain
- 11.3.5. Beliau memasukkan tangannya ke bejana saat subuh
- 11.4. Najis
- 11.4.1. Tata cara membersihkan darah haid yang terkena pakaian
- 11.4.2. Jauhilah la’anaini, yaitu orang yang buang hajat di jalan manusia atau di tempat berteduh
- 11.4.3. Orang badui kencing di masjid, rasulullah bersabda: biarkanlah dia, dan guyur kencingnya dengan seember air
- 11.4.4. Aisyah pernah menggaruk atau mencuci pakaian Rasulullah yang terkena air mani
- 11.4.5. Pakaian yang telah digunakan sehabis menggauli istri, boleh digunakan untuk shalat jika tidak melihat kotoran (najis) padanya
- 11.4.6. Air kencing bayi laki-laki dan perempuan: yang dicuci hanya kencing anak perempuan, sedangkan kencing anak laki-laki, hanya di perciki
- 11.4.7. Rasulullah memerintahkan mereka untuk mendatangi unta dan meminum air seni dan susunya
- 11.4.8. Carikan untukku batu untuk aku gunakan beristinja’ dan jangan bawakan tulang atau kotoran hewan
- 11.4.9. Cara membasuh darah haid yang terkena pakaian dengan air ludah
- 11.4.10. Anjing-anjing kencing mondar mandir dalam masjid
- 11.4.11. Janganlah kalian mengambil manfaat dari bangkai yang belum disamak dan juga tulang
- 11.5. Tidak menajiskan
- 11.6. Fitrah Kebersihan
- 11.6.1. Lima perkara fitrah: memotong kumis, memotong kuku, mencabuti bulu ketiak, memotong bulu kemaluan, dan berkhitan
- 11.6.2. Sepuluh perkara fitrah: mencukur kumis, memanjangkan jenggot, bersiwak, beristinsyaq, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan beristinja’ dengan air
- 11.6.3. Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya, hendaklah ia berwudhu dan beristinsyar, karena setan bermalam di batang hidungnya
- 11.6.4. Jangka waktu untuk mencukur kumis, memotong kuku dan mencukur rambut kemaluan adalah empat puluh hari sekali
- 11.6.5. Rasulullah bersabda: potonglah kumis kalian dan biarkanlah jenggot kalian
- 11.6.6. Semua malaikat menyuruh nabi untuk memerintahkan ummatnya berbekam
- 11.6.7. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: barangsiapa tidak mencukur kumisnya, maka dia bukan termasuk golonganku
- 11.6.8. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak mewakilkan bersucinya kepada seseorang dan juga tidak dengan sedekahnya
- 11.7. Bersiwak
- 11.7.1. Cara bersiwak: ketika sedang bersiwak, beliau meletakkan ujung siwak pada mulutnya, lalu menggosoknya hingga mengenai langit-langit mulutnya
- 11.7.2. Rasulullah menganjurkan untuk sering bersiwak
- 11.7.3. Bersiwak itu membersihkan mulut, mendatangkan bau harum dan mendatangkan keridhaan Allah
- 11.7.4. Bersiwak saat bangun malam: Rasulullah bangun di malam hari, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak
- 11.7.5. Seandainya tidak akan memberatkan pada ummatku, niscaya aku perintahkan kepada mereka agar bersiwak setiap kali melaksanakan shalat
- 11.7.6. Sekiranya tidak memberatkan umatku sungguh akan aku perintahkan kepada mereka untuk bersiwak pada setiap wudhu
- 11.7.7. Bersiwak tidak membatalkan puasa, bolehnya bersiwak di pagi, siang atau sore hari
- 11.7.8. Rasulullah bila memulai masuk rumahnya dengan bersiwak
- 11.7.9. Anjuran Bersiwak yang Membersihkan Mulut, Mendatangkan Keridaan Allah, dan Dilakukan pada Waktu-Waktu Tertentu
- 11.8. Buang hajat dan Istinja
- 11.8.1. Rasulullah ketika ingin buang hajat, beliau menjauh
- 11.8.2. Satir atau penutup yang paling disukai Rasulullah ketika buang hajat, yaitu menjadikan tempat tinggi, tembok atau pohon kurma
- 11.8.3. Rasulullah masuk ke dalam kamar mandi atau wc, maka beliau berdo’a: allahumma inni a’uudzu bika minal khubutsi wal khba'its
- 11.8.4. Rasulullah apabila keluar dari wc, beliau mengucapkan: ghufraanaka (aku mohon ampunanmu)
- 11.8.5. Rasulullah jika keluar untuk buang hajat, ada yang membawakan seember air
- 11.8.6. Rasulullah duduk (buang hajat) di atas dua batu bata menghadap baitul maqdis
- 11.8.7. Jika masuk ke wc untuk buang hajat, janganlah menghadap ke arah kiblat atau membelakanginya
- 11.8.8. Janganlah dia menyentuh kemaluannya dengan tangan kanan nya dan jangan membersihkan dengan tangan kanannya
- 11.8.9. Rasulullah mendatangi tempat pembuangan sampah suatu kaum, beliau lalu kencing sambil berdiri
- 11.8.10. Rasulullah tidak buang air kecil kecuali sambil duduk
- 11.8.11. Salah seorang di antara mereka disiksa karena suka mengadu-domba, tidak memasang satir saat kencing, tidak menjaga diri dari air kencing
- 11.8.12. Larangan buang air kecil di air yang menggenang (tidak mengalir)
- 11.8.13. Rasulullah telah melarang seseorang kencing di tempat mandinya, karena kabanyakan was-was berasal darinya situ
- 11.8.14. Rasulullah sedang buang air kecil, lalu dia mengucapkan salam, tapi beliau tidak menjawab
- 11.8.15. Rasulullah sedang buang air kecil, lalu dia mengucapkan salam, beliau menjawab setelah berwudhu
- 11.8.16. Rasulullah melarang beristinja’ dengan tangan kanan, kotoran hewan serta tulang
- 11.8.17. Jika salah satu dari kalian pergi untuk membuang hajatnya maka gunakanlah tiga batu
- 11.8.18. Janganlah dua orang yang sedang buang hajat bercakap cakap
- 11.8.19. Rasulullah buang hajat kemudian beristinja` dengan air, setelah itu beliau mengusapkan tangannya ke tanah
- 11.8.20. Rasulullah buang air kecil, kemudian beliau berwudhu dan memercikkan air kepada kemaluannya
- 11.8.21. Jika buang air kecil, maka hendaklah dia mencari tempat yang bertanah lunak
- 11.8.22. Disiksa didalam kubur, karena setelah kencing tidak bersuci
- 11.8.23. Beliau mengucapkan 'bismillah' ketika ingin masuk ke kamar mandi
- 11.8.24. Beliau apabila hendak masuk wc, beliau menanggalkan cincinnya
- 11.8.25. Menjawab salam makruh bila sedang buang air besar atau kencing
- 11.8.26. Rasulullah melarang kencing di lubang, bahwa ia adalah tempat tinggal jin
- 11.8.27. Bahwa Rasulullah menutupi tempat kencing ketika kencing sebagaimana tertutupnya sebuah rumah
- 11.8.28. Apabila buang air kecil, beliau kemudian berwudhu dan juga membasuh kemaluannya dengan air
- 11.8.29. Jika salah seorang dari kalian kencing hendaklah mengurut kemaluannya tiga kali
- 11.8.30. Perintahkan suami-suami kalian bersuci dengan air
- 11.8.31. Mencuci bagian bawah tubuhnya (pantat) sebanyak tiga kali
- 11.8.32. Rasulullah mengucapkan Bismillah ketika ingin masuk ke kamar mandi
- 11.8.33. Jika salah seorang dari kalian bersuci dengan menggunakan batu hendaklah dengan bilangan ganjil
- 11.8.34. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang untuk mengusap (saat bersuci) beristinja' dengan tulang atau kotoran hewan
- 11.8.35. Menjauhi arah kiblat saat buang hajat dan memohon ampunan kepada Allah
- 11.8.36. Melarang kami untuk menghadap kedua kiblat (ka'bah dan baitul maqdis) saat buang air kecil atau buang air besar
- 11.8.37. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah buang hajat dengan menghadap ke Syam dan membelakangi kiblat
- 11.9. Wudhu
- 11.9.1. Tidak akan diterima shalat orang yang berhadats hingga ia berwudhu
- 11.9.2. Keutamaan berwudhu: mereka bersinar wajahnya dan bercahaya karena bekas wudhu
- 11.9.3. Wudhu dengan air laut: lautan itu airnya suci dan halal bangkainya
- 11.9.4. Rasulullah mandi dengan satu sha’ air (empat mud), dan bersuci (wudhu) dengan satu mud
- 11.9.5. Dimasa Rasulullah saw, laki-laki dan perempuan wudhu satu bejana
- 11.9.6. Rasulullah bersabda: siapa yang berwudhu seperti wudhuku, lalu shalat dua rakaat tanpa berbicara, dosanya yang lalu diampuni
- 11.9.7. Do’a wudhu bismillah - tidak sah wudhunya yang tidak menyebut asma Allah
- 11.9.8. Rasulullah berwudhu sekali sekali
- 11.9.9. Rasulullah berwudhu dua kali dua kali
- 11.9.10. Rasulullah berwudhu tiga kali tiga kali
- 11.9.11. Beristintsarlah (membersihkan hidung dengan air dalam wudlu) dua kali secara sempurna atau tiga kali
- 11.9.12. Tata cara wudhu Rasulullah: membasuh wajah, lengan, tiga kali kemudian mengusap kepala
- 11.9.13. Rasulullah berwudhu lalu menyelah-nyelah jenggotnya
- 11.9.14. Rasulullah berwudhu, beliau memasukkan dua jarinya pada lubang kedua telinganya
- 11.9.15. Rasulullah apabila berwudhu, beliau menggosok jari-jari kedua kakinya dengan jari kelingkingnya
- 11.9.16. Rasulullah mengusap bagian atas khuff (sepatunya)
- 11.9.17. Rasulullah menjadikan waktu tiga hari tiga malam bagi musafir dan sehari semalam bagi orang yang muqim untuk mengusap khuf
- 11.9.18. Rasulullah berwudhu untuk setiap kali akan mengerjakan shalat
- 11.9.19. Barangsiapa berwudhu dengan sempurna, lalu shalat dua raka’at dengan khusyu’, berhak mendapatkan surga
- 11.9.20. Rasulullah memerintah kan kami untuk menyempurnakan wudhu
- 11.9.21. Jika menyetubuhi isterinya dan ingin mengulanginya, hendaklah berwudhu
- 11.9.22. Rasulullah suka memulai dari sebelah kanan saat bersuci (wudhu)
- 11.9.23. Barangsiapa berwudhu dengan baik, lalu mendapati shalat telah usai, mendapat pahala seperti yang shalat
- 11.9.24. Membaguskan wudhu dan berdoa, dibukakan delapan pintu surga, dia boleh masuk dari pintu mana saja yang dia inginkan
- 11.9.25. Ukuran perhiasan seorang mukmin (di akhirat) menurut kesempurnaan wudhu nya
- 11.9.26. Larangan berlebihan dalam berwudhu
- 11.9.27. Sempurnakan wudhu, celakalah bagi tumit-tumit yang tidak basah akan masuk neraka
- 11.9.28. Tidak sah wudhunya yang tidak menyebut asma Allah
- 11.9.29. Ada setan yang namanya walhan, maka jauhilah was-was dalam air wudhu
- 11.9.30. Batalnya wudhu: barangsiapa yang menyentuh kemaluannya, maka hendaklah dia berwudhu
- 11.9.31. Batalnya wudhu: janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan dan bersuci dengan tangan kanan
- 11.9.32. Batalnya wudhu: keluar sesuatu dari kubul (kemaluan) atau dubur (anus) - karena hadats atau kentut
- 11.9.33. Batalnya wudhu: tali pantat adalah kedua mata, maka barangsiapa yang tidur, hendaklah dia berwudhu
- 11.9.34. Batalnya wudhu: karena muntah dan darah mimisan
- 11.9.35. Batalnya wudhu: kedua mata adalah pengikat kesadaran, apabila mata itu tertidur pudarlah tali pengikat itu
- 11.9.36. Rasulullah memerintahkan untuk berwudhu karena makan daging unta, dan tidak berwudhu karena makan daging kambing
- 11.9.37. Rasulullah memerintahkan berwudhu untuk setiap makanan yang tersentuh oleh api
- 11.9.38. Batalnya wudhu: ciuman dan rabaan tangan laki-laki pada istrinya termasuk mulamasah. Barangsiapa yang mencium istrinya atau merabanya, wajib baginya berwudhu
- 11.9.39. Batalnya wudhu: sering keluar madzi hendaklah dia mencuci dzakarnya kemudian berwudhu
- 11.9.40. Tidak membatalkan wudhu: Tidur dalam posisi duduk yang tetap dan tidak berubah
- 11.9.41. Tidak membatalkan wudhu: beliau berbaring dan tidur hingga mendengkur. Kemudian adzan shalat telah tiba, beliau lalu pergi dan shalat tanpa berwudlu lagi
- 11.9.42. Tidak membatalkan wudhu: tidur dengan berdiri tidak harus berwudhu
- 11.9.43. Tidak membatalkan wudhu: mimisan, darah keluar dari hidungnya, hingga tangannya berlumuran darah yang keluar dari hidungnya, namun dia tetap shalat dan tidak berwudhu
- 11.9.44. Tidak membatalkan wudhu: janganlah kamu pergi hingga engkau mendengar suara atau mencium bau yang keluar dari duburnya
- 11.9.45. Tidak membatalkan wudhu: Rasulullah pernah mencium diantara istri, namun beliau tidak berwudhu
- 11.9.46. Tidak membatalkan wudhu: Rasulullah makan paha kambing kemudian shalat dan tidak berwudhu lagi
- 11.9.47. Tidak membatalkan wudhu: kemaluan bagian dari tubuh seseorang, kalau terpegang tanpa harus wudhu
- 11.9.48. Tidak membatalkan wudhu: memegang daging mentah yang dikuliti
- 11.9.49. Hanya berkumur saja ketika setelah memakan sawiq
- 11.9.50. Rasulullah meminum susu, lalu beliau berkumur-kumur. Beliau bersabda: sesungguhnya susu itu mengandung lemak
- 11.9.51. Kunci surga adalah shalat, sedang kunci shalat adalah wudlu., dimulai dengan takbir dan diakhiri salam
- 11.9.52. Rasulullah SAW selalu suci - selalu mempunyai wudlu, setiap mau shalat berwudlu lagi - keutamaan
- 11.9.53. Aku tidak diperintahkan setiap kali selesai buang air kencing untuk berwudlu, jika dilakukan itu adalah sunnah
- 11.9.54. Bila kalian bangun tidur tangannya basuh tiga kali., karena tidak tahu tangannya menginap
- 11.9.55. Ali RA berkata; seandainya agama (islam) itu berdasarkan hasil pikiran, bagian bawah sepatu lebih pantas
- 11.9.56. Amalan penghapus dosa, menyempurnakan wudhu, banyak berjalan ke masjid, dan menunggu shalat berikutnya
- 11.9.57. Berwudlu untuk shalat, kemudian meninggalkan sebesar kuku di atas telapak kakinya, Kembalilah dan sempurnakan wudlumu
- 11.9.58. Berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, maka dosa dosanya akan keluar dari tubuhnya sampai keluar dari bawah kuku kukunya
- 11.9.59. Barangsiapa menyempurnakan wudlu sebagaimana yang Allah perintahkan, maka shalat wajib dengan shalat wajib yang lain adalah sebagai penghapus dosa
- 11.9.60. Iqamah dikumandangkan, Nabi masih berbicara hingga sahabat tidur, lalu shalat.
- 11.9.61. Bilal mengambilkan air wudlu untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan aku lihat orang-orang saling berebut air tersebut
- 11.10. Tanah dan Tayamum
- 11.10.1. Tanah itu suci dan tidak najis tanah dapat dipakai sujud dan untuk bersuci atau tayamum
- 11.10.2. Rasulullah tetap mengerjakan shalat ketika di ujung hidung beliau ada air bercampur tanah
- 11.10.3. Jalan yang kotor sebelumnya disucikan oleh tanah jalanan setelahnya yang mensucikannya
- 11.10.4. Rasulullah bangun di waktu subuh dalam keadaan tidak memiliki air. Allah ta’ala kemudian menurunkan ayat tayamum
- 11.10.5. Tata cara tayamum
- 11.10.6. Menunda menjawab salam hingga selesai bertayamum
- 11.10.7. Tanah itu suci dan tidak najis tanah bisa dipakai untuk tayamum, dan dapat menyucikan junub
- 11.10.8. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sujud di atas air dan lumpur hingga tampak sisa tanah becek pada dahi beliau
- 11.10.9. Keringanan tayamum bagi orang yang terluka atau sakit agar tidak membahayakan nyawanya
- 11.11. Pemandian, Mandi besar (ghusl) dan Junub
- 11.11.1. Hukum mandi besar: jika seseorang duduk di antara empat anggota badan istrinya, maka wajib baginya mandi
- 11.11.2. Malaikat tidak akan memasuki rumah yang ada orang yang sedang junub
- 11.11.3. Hukum menyentuh dan membawa Al-Qur’an bagi orang junub: tidak ada yang boleh menyentuh al qur'an kecuali yang telah bersuci
- 11.11.4. Keadaan junub menjadi imam, karena lupa, diperintahkan menunggu
- 11.11.5. Disyariatkannya mandi: masuk islam, Rasulullah memerintahkan untuk mandi dengan air dan daun bidara
- 11.11.6. Disyariatkannya mandi: jika hendak berangkat shalat jum’at maka hendaklah mandi
- 11.11.7. Disyariatkannya mandi: wanita jika bermimpi sebagaimana mimpi laki-laki, yaitu sampai keluarnya mani, maka mandilah
- 11.11.8. Disyariatkannya mandi: disyariatkannya mandi: harus mandi karena memandikan jenazah
- 11.11.9. Disyariatkannya mandi: setelah menguburkan mayat hendaklah untuk mandi
- 11.11.10. Tidak wajib mandi: jika seorang laki-laki berhubungan badan dengan isterinya namun tidak keluar air mani, hendaknya ia berwudhu dan membasuh kemaluannya
- 11.11.11. Tidak wajib mandi: sering keluar madzi hendaklah dia mencuci dzakarnya kemudian berwudhu
- 11.11.12. Rasulullah mandi dengan satu sha’ air (empat mud), dan bersuci (wudhu) dengan satu mud
- 11.11.13. Jika seorang dari kalian akan mandi hendaklah ia menutupi dirinya dengan sesuatu
- 11.11.14. Mandi janabat, mulai dengan mencuci kedua telapak tangan, berwudhu kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya sebanyak tiga kali, kemudian mengalirkan air ke seluruh kulitnya
- 11.11.15. Beliau menuangkan air dengan telapak kanannya ke tangan kirinya lalu mencucinya sebanyak tujuh kali sebelum memasukkannya ke dalam bejana
- 11.11.16. Rasulullah ingin mandi besar, maka beliau berwudhu dengan wudhu seperti shalat
- 11.11.17. Beliau mengguyur dimulai dari sebelah kanan lalu sebelah kiri, kemudian mengguyur dengan keduanya pada bagian tengan kepala
- 11.11.18. Rasulullah melumuri wewangian (sabun) dimulai dari kemaluan atau aurat dulu
- 11.11.19. Rasulullah menyela-menyela akar rambutnya, dan bila beliau merasa telah merata semua maka beliau menyiram seluruh kepalanya tiga kali
- 11.11.20. Rasulullah menuangkan dengan tangannya di atas kepalanya sebanyak tiga kali
- 11.11.21. Setelah selesai beliau berpindah dari tempat sebelumnya dan membasuh kedua kakinya
- 11.11.22. Rasulullah tidak berwudhu lagi setelah mandi junub
- 11.11.23. Beliau diberi handuk, tapi beliau tidak mengeringkan badannya dengan handuk tersebut
- 11.11.24. Rasulullah mandi janabah pada awal malam atau akhir malam
- 11.11.25. Rasulullah melarang wanita mandi dengan sisa air laki-laki dan melarang laki laki wudhu dengan sisa air wanita
- 11.11.26. Rasulullah pernah mandi dengan sisa air mandi maimunah
- 11.11.27. Wanita junub kemudian haid, ia harus mandi karena junub
- 11.11.28. Beliau bersabda apabila kemaluan bertemu kemaluan, maka telah wajib mandi
- 11.11.29. Hendak tidur saat kondisi junub, maka Rasulullah membasuh kemaluannya dan berwudhu
- 11.11.30. Apabila hendak makan tetapi dalam keadaan junub, Rasulullah mencuci kedua tangannya dahulu
- 11.11.31. Rasulullah pernah tidur sedang beliau dalam keadaan junub, tanpa menyentuh air
- 11.11.32. Rasulullah memandikannya dengan satu sha' air karena junub dan mewudhukannya dengan satu mud air
- 11.11.33. Rasulullah mandi dengan lima cangkir, dan berwudhu dengan satu cangkir
- 11.11.34. Membuncah syahwatnya, hendaknya ia segera mencuci kemaluannya
- 11.11.35. Rasulullah pernah mandi dengan istrinya dalam satu bejana
- 11.11.36. Aisyah pernah mandi junub bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam satu bejana
- 11.11.37. Fatimah Menutupi Rasulullah dengan Kain Ketika Beliau Mandi
- 11.11.38. Cukup menyiram kepala tiga kali saat mandi junub tanpa melepas gelungan rambut
- 11.11.39. Diwajibkan mandi karena keluar mani
- 11.12. Haid, Istihadhah, Nifas
- 11.12.1. Dan mereka bertanya tentang haid, katakanlah haid itu adalah kotoran, maka jauhilah isteri kalian di saat haid dan janganlah kalian dekati mereka hingga mereka suci
- 11.12.2. Dan janganlah kalian dekati mereka (wanita yang sedang haid) hingga ia suci atau mandi
- 11.12.3. Masa haid terpendek adalah tiga hari
- 11.12.4. Haid itu tujuh, sepuluh, sampai lima belas hari’ apabila lebih dari itu adalah (darah) istihadhah
- 11.12.5. Wanita yang haidnya tidak teratur, harus ber'iddah beberapa quru (sesuai kebiasaannya berapa lama ia mengalami haid)
- 11.12.6. Perawan pertama kali mengalami haid ia harus menahan (tidak mengerjakan) shalat seperti wanita dewasa melakukannya
- 11.12.7. Tata cara bersuci setelah haid
- 11.12.8. Darah istihadhah, ini adalah peluh dan bukan haid, maka mandi dan shalatlah lalu (ummu habibah) mandi setiap kali mau shalat
- 11.12.9. Kami tidak menganggap bercak kekuning-kuningan dan warna keruh kehitam-hitaman sebagai sesuatu apapun (bukan darah haid)
- 11.12.10. Tentang seorang yang hamil dan melihat darah (keluar dari kemaluannya), aisyah berkata: hal itu tidak menghalanginya shalat
- 11.12.11. Seorang wanita yang sedang mengalami istihadhah, suaminya tidak boleh menggaulinya, ia tidak boleh berpuasa dan tidak boleh menyentuh mushaf (Al-Qur'an)
- 11.12.12. Waktu (suci) para wanita yang mengalami nifas, adalah empat puluh hari
- 11.12.13. Wanita mengalami suci atau haid saat shalat
- 11.12.14. Wanita menunda-nunda shalatnya hingga ia haid, harus mengulangi shalatnya
- 11.12.15. Seorang hamil dan melihat darah (dari kemaluannya), harus meninggalkan shalat
- 11.12.16. Tidak diterima shalat orang yang sudah haid kecuali dengan mengenakan mukenah
- 11.12.17. Wanita haid mendengar ayat sajdah dan ia tidak perlu sujud
- 11.12.18. Bacaan junub dan haid subhanallahu, alhamdu lillahi, lailaaha illa allah, dan allahu akbar
- 11.12.19. Haidnya sudah berhenti tapi ia meninggalkan mandi dua atau beberapa hari hendaknya ia segera diminta untuk bertaubat
- 11.12.20. Ulama Hijaz Al Aqra adalah kesucian, Ulama Irak Al Aqra adalah haid
- 11.12.21. Apa yang dibolehkan bagi seorang suami terhadap istrinya yang sedang haid, boleh apa yang ada di atas kain (selain jima'), namun menahan diri dari hal tersebut adalah lebih utama
- 11.12.22. Istri yang sedang haid boleh membantu melayani kebutuhan suami
- 11.12.23. Menjamak antara shalat zhuhur dengan ashar dan antara shalat maghrib dan shalat isya dengan satu kali mandi, dan satu kali mandi untuk shalat shubuh
- 11.12.24. Nikah tidak boleh ketika ia sedang haid
- 11.12.25. Menggauli istrinya dalam keadaan haid, bersedekah dengan satu dinar atau setengah dinar
- 11.12.26. Rabi'ah tidak berpendapat wanita mustahadlah harus berwudlu setiap shalat
- 11.12.27. Aisyah berkata lagi, saya melihat baskom besarnya penuh dengan darah
- 11.12.28. Istihadlah darah penyakit dan bukan darah haid, haidmu datang tinggalkanlah shalat
- 11.12.29. Menggauli istrinya sedang haid, segeralah ia meminta ampun kepada Allah subhanallahu wa ta'ala dan hendaknya pula ia bertaubat serta tidak mengulanginya kembali
- 11.12.30. Aisyah haid, laksanakanlah hajimu semoga Allah subhanahu wata'ala memberikan pahala
- 11.12.31. Anjuran wanita haid berwudhu setiap waktu shalat, dan berdzikir
- 11.12.32. Menopause melihat darah hendaknya ia berwudhu dan shalat tanpa harus mandi
- 11.12.33. Istihadhah ia tidak mandi padahal ia mampu, ia harus mengqadha shalatnya itu
- 11.12.33. Istihadhah ia tidak mandi padahal ia mampu, ia harus mengqadha shalatnya itu
- 11.12.34. Peluh wanita haid tidak najis, Rasulullah pernah mengerjakan shalat dan terkena kain selendang
- 11.12.35. Wanita haid tidak diperintahkan untuk mengganti shalat
- 11.12.36. Ketika sedang beri'tikaf, beliau menjulurkan kepala beliau ke padaku dari masjid lalu aku membasuhinya padahal saat itu aku haid
- 11.12.37. Sesungguhnya aku sedang haid, beliau pun bersabda: sesungguhnya haidmu tidak terletak pada tanganmu
- 11.12.38. Berada di masjid bertetanggaan lalu beliau menjulurkan kepalanya kepadaku dan saya menyisirinya sedang aku dalam keadaan haid
- 12. Shalat Wajib dan Sunnah
- 12.1. Tujuan diciptakan manusia adalah beribadah kepada Allah
- 12.2. Keutamaan shalat dan perintah shalat
- 12.2.1. Perintah shalat yaitu rukun islam ke-dua: islam - syahadat, (menegakkan shalat), zakat, puasa, haji
- 12.2.2. Allah telah mewajibkan kepada mereka lima kali shalat setiap hari dan malam
- 12.2.3. Pokok perkara adalah islam, sedangkan tiangnya adalah shalat
- 12.2.4. Rasulullah perintahkan seseorang untuk mendatangi orang-orang yang tidak ikut shalat jama’ah lalu membakar rumah-rumah mereka dengan kayu bakar
- 12.2.5. Penjelasan waktu-waktu shalat: zhuhur, ashar, maghrib, isya, dan subuh
- 12.2.6. Rasulullah mengakhirkan shalat isya sampai tengah malam
- 12.2.7. Sekiranya tidak memberatkan umatku, sungguh akan aku perintahkan mereka untuk mengakhirkan shalat isya hingga sepertiga atau pertengahan malam
- 12.2.8. Shalat Rasulullah di siang hari yang tidak akan mampu di kerjakan orang lain
- 12.2.9. Keutamaan menjaga shalat: Allah Ta’ala berfirman - sesungguhnya aku mewajibkan umatmu shalat lima waktu, dan aku berjanji, barangsiapa yang menjaga waktu-waktunya pasti aku akan memasukkannya ke dalam surga
- 12.2.10. Tidak akan masuk neraka orang yang mengerjakan shalat sebelum matahari terbit (subuh) dan sebelum matahari terbenam (ashar)
- 12.2.11. Perbedaan antara seorang hamba dengan kekafiran atau kesyirikan adalah meninggalkan shalat
- 12.2.12. Shalat dua rakaat setelah wudhu, akan mendapatkan surga
- 12.2.13. Seorang hamba paling dekat dengan rabbnya yaitu ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa
- 12.2.14. Shalat lima waktu menggugurkan dosa seperti rontoknya daun-daun kering
- 12.2.15. Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah, beliau menjawab shalat pada waktunya, berbakti ke orangtua, jihad
- 12.2.16. Amalan yang paling utama adalah shalat di awal waktu
- 12.2.17. Nanti datang penguasa mengakhirkan shalat maka shalatlah tepat waktunya
- 12.2.19. Siapa mengerjakan shalat pada dua waktu dingin, maka dia akan masuk surga
- 12.2.20. Amalan kalian yang paling utama adalah shalat, dan tidak ada yang menjaga wudlu kecuali orang mukmin
- 12.2.21. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda dua rakaat fajar lebih baik daripada dunia seisinya
- 12.2.22. Aisyah radliallahu 'anha berkata: tidak ada shalat sunnat yang lebih Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tekuni daripada dua raka'at fajar
- 12.2.23. Amalan apakah yang paling utama, beliau menjawab: lama berdiri (dalam shalat)
- 12.2.24. Siapa melangkah shalat wajib ia dapat pahala haji yang berihram, berjalan shalat dhuha mendapatkan pahala umroh
- 12.2.25. Siapa duduk di tempat shalatnya ketika shalat subuh sampai waktu dhuha, dosanya diampuni meskipun buih di lautan
- 12.2.26. Rabb: cukupkanlah kepada-Ku pada awal hari dengan (shalat) empat rakaat, niscaya Aku akan mencukupimu dengannya di akhir harimu
- 12.2.27. Seorang muslim shalat sunnah dalam sehari dua belas raka'at melainkan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga
- 12.2.28. Mendapat rumah di surga bagi orang yang menjaga shalat sunnah rawatib dua belas rakaat
- 12.2.29. Dua belas rakaat Allah membangunkan rumah di surga, ditambah dua rakaat sebelum ashar
- 12.2.30. Perumpamaan shalat lima waktu sehari semalam seperti mandi lima kali sehari semalam
- 12.2.31. Shalat setelah matahari mulai condong yaitu waktu sebelum dluhur sebanyak empat raka'at, dibukanya pintu-pintu surga dan diangkatnya amal shalih
- 12.2.32. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan dua rakaat setelah ashar
- 12.2.33. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melaksanakan shalat 'Ashar saat matahari masih meninggi
- 12.2.34. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat 'Ashar sedangkan matahari belum berlalu dari kamarnya (rumah 'Aisyah)
- 12.2.35. Jagalah shalat-shalat kalian dan Shalatul Wushtha
- 12.2.36. Seorang hamba akan selalu dihitung shalat selama ia di masjid menunggu shalat dan tidak berhadats
- 12.2.37. Dihitung shalat selama yang menghalanginya pulang hanya shalat
- 12.2.38. Badui menyebut Maghrib dengan 'Isya
- 12.2.39. Memimpin shalat 'Isya pada waktu orang menyebut 'Atamah
- 12.2.40. Laksanakanlah shubuh ketika pagi telah tiba, itu lebih besar pahalanya atau lebih agung
- 12.2.41. Anas bin Malik Melaksanakan Shalat Ashar Sebagaimana Rasulullah Melaksanakannya
- 12.2.42. Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang yang paling menyegerakan shalat zhuhur daripada kalian, sementara kalian lebih menyegerakan shalat Ashar daripada beliau
- 12.2.43. Rasulullah Melaksanakan Shalat Ashar pada Awal Waktunya Sehingga Masih Menjumpai Orang Lain Sedang Shalat Ashar
- 12.2.44. Shalat Ashar dan Maghrib Dilaksanakan pada Awal Waktunya
- 12.2.45. Kebiasaan Rasulullah dalam melaksanakan shalat lima waktu
- 12.2.46. Memanjangkan bacaan dalam shalat subuh
- 12.2.47. Perkiraan panjang bacaan Rasulullah dalam shalat dhuhur dan ashar
- 12.2.48. Memanjangkan dua rakaat pertama dan meringankan dua rakaat terakhir
- 12.2.49. Menunaikan shalat pada waktunya
- 12.2.50. Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah, Allah akan mengangkatmu satu derajat dengannya, dan menghapuskan dosa
- 12.2.51. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memanjangkan rakaat pertama shalat zhuhur
- 12.2.52. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat ashar sedang matahari berwarna putih bundar
- 12.2.53. Waktu shalat subuh berada di antara terbit fajar dan isfar
- 12.2.54. Kami pernah shalat maghrib bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika matahari sudah tenggelam tidak terlihat
- 12.2.55. Kami pernah shalat maghrib bersama Rasulullah, lalu salah seorang diantara kami pulang dan masih bisa melihat tempat anak panahnya
- 12.2.56. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: jangan sekali-kali orang-orang arab badui mengalahkan kalian dari shalat kalian, ketahuilah bahwa shalat itu adalah shalat isya
- 12.2.57. Shalat ashar memiliki pahala dua kali lipat, tanpa shalat setelahnya hingga syahid terlihat
- 12.2.58. Barangsiapa melaksanakan shalat shubuh (dengan berjamaah), ia berada dalam perlindungan Allah, maka janganlah kalian mengingkari perlindungan Allah
- 12.2.59. Dua rakaat yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam (sebelum shubuh & setelah ashar)
- 12.2.60. Shalat 12 raka'at: sebelum & setelah zhuhur, maghrib, isya, fajar, dan selepas Jum'at
- 12.3. Syarat sahnya shalat
- 12.3.1. Tidak akan diterima shalat orang yang berhadats hingga ia berwudhu
- 12.3.2. Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak akan menerima shalat tanpa bersuci terlebih dahulu
- 12.3.3. Telah turun ayat kepada Rasulullah, beliau diperintahkan untuk menghadap ke arah ka’bah
- 12.3.4. Menutup aurat meskipun hanya satu kain: Rasulullah shalat dengan mengenakan satu pakaian yang menyelimutinya
- 12.3.5. Kewajiban menutup aurat bagi wanita yang sudah haid (baligh) dalam shalat
- 12.3.6. Rasulullah memerintahkan thuma’ninah jika melaksanakan shalat
- 12.3.7. Barangsiapa meminum khamer, maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari
- 12.3.8. Mendatangi dukun lalu membenarkan apa yang dikatakan, tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari
- 12.3.9. Apakah setiap orang dari kalian memiliki dua baju
- 12.3.10. Beliau bersabda jika kain lebar ikatkan pundak, bila sempit sebatas untuk menutup aurat
- 12.3.11. Pakaian wanita shalat menggunakan jilbab panjang dan gamis menutupi telapak kakinya
- 12.3.12. Aisyah berkata: tidak biasa mengerjakan shalat memakai pakaian atau selimut kami
- 12.3.13. Tidak sah shalat yang tidak meluruskan tulang punggung
- 12.4. Rukun dan Gerakan shalat beserta bacaannya
- 12.4.1. Tuntunan urutan dan ketertiban gerakan shalat sesuai sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam
- 12.4.2. Niat Shalat: Setiap Kali Menunaikan Shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh, Allah Mengampuni Dosa-Dosa yang Terjadi Hingga Datang Waktu Shalat Berikutnya
- 12.4.3. Rukun shalat: shalatlah dengan berdiri, jika tidak sanggup maka dengan duduk dan jika tidak sanggup juga maka dengan tiduran atau berbaring
- 12.4.4. Rukun shalat: pembuka shalat adalah bersuci, mulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam
- 12.4.5. Rasulullah apabila bertakbir maka beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya
- 12.4.6. Rasulullah apabila bertakbir maka beliau mengangkat tangannya sejajar dengan pundaknya
- 12.4.7. Rasulullah meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya dalam shalat
- 12.4.8. Sunnah membaca Doa Iftitah - 1: ALLAAHU AKBAR KABIIRAA WAL HAMDU LILLAAHI KATSIRAA …
- 12.4.9. Sunnah membaca Doa Iftitah - 2: ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALHAMDULILLAHI HAMDAN KATSIIRAN, ALHAMDULILLAHI HAMDAN KATSIIRAN …
- 12.4.10. Sunnah membaca Doa Iftitah - 3: ALLAAHUMMA BAA'ID BAINII WABAINA KHATHAYAAYA …
- 12.4.11. Sunnah membaca Doa Iftitah - 4: SUBHANAKALLAHUMMA WA BIHAMDIKA TABAARAKASMUKA WA TA'ALA JADDUKA …
- 12.4.12. Sunnah membaca Doa Iftitah - 5: ALLOOHUMMA ROBBA JIBRIILA WAMIIKAALA WA ISROOFIILA FAATHIROSSAMAWAATI WAL ARDHI …
- 12.4.13. Sunnah membaca Doa Iftitah - 6: ALLAAHUMMA LAKAL HAMDU ANTA QAYYIMUS SAMAAWAATI WAL ARDLI WA MAN FII HINNA …
- 12.4.14. Sunnah membaca Doa Iftitah - 7: WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL-ARDHA HANIIFAN MUSLIMAN
- 12.4.15. Keutamaan Al-Fatihah: Ummul Qur’an (Al-Fatihah) adalah Assab’u al matsaani dan Al-Qur’an yang agung
- 12.4.16. Tidak ada shalat bagi yang tidak membaca faatihatul kitab (Al-Fatihah), karena dia kurang dan tidak sempurna
- 12.4.17. Rasulullah, Abu bakar, Umar dan Utsman, mereka memulai shalat dengan membaca: ALHAMDU LILLAHI RABBIL AALAMIIN
- 12.4.18. Ubay bin ka'ab membaca surat Al-Fatihah, dimulai dengan "ALHAMDULILLAHI RABBIL 'AALAMIIN" hingga selesai saat memulai shalat
- 12.4.19. Larangan membaca bismillah dengan keras dalam shalat
- 12.4.20. Jika kalian tidak tambah selain Al-Fatihah, maka itu sudah cukup. Namun bila kalian tambah setelahnya, itu lebih baik
- 12.4.21. Pada setiap rakaat membaca Ummul Qur'an dan salah satu surat dari Al-Qur'an
- 12.4.22. Pada dua rakaat yang terakhir membaca surat Al-Fatihah saja
- 12.4.23. Doa ruku' - 1: SUBHAANAKA WA BIHAMDIKA LA ILAHA ILLA ANTA
- 12.4.24. Doa ruku' - 2: SUBHAANAKA ALLAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLII
- 12.4.25. Doa ruku' - 3: SUBHAANA RABBIYAL ADZHIIM 3x
- 12.4.26. Doa ruku' - 4: SUBBUUHUN QUDUUS RABBUL MALAAIKATI WAR RUUH
- 12.4.27. Doa ruku' - 5: SUBHAANA DZIL JABARUUTI WAL MALAKUUTI WAL KIBRIYAA-I WAL 'ADZAMAH
- 12.4.28. Doa ruku' - 6: ALLAHUMMA LAKA ROKAKTU WA BIKA AMANTU WALAKA ASLAMTU KHOSYA'A LAKA SAM'IY WA BASHORI WA MUKHI WA IDZOMI WA ASHOBI
- 12.4.29. Doa I'tidal - 1: SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH ... ALLAHUMMA RABBANA LAKAL HAMDU
- 12.4.30. Doa I'tidal - 2: ALLAHUMMA RABBANA WALAKAL HAMDU HAMDAN KATSIIRA THAYYIBA MUBAARAKAN FIIH
- 12.4.31. Doa I'tidal - 3: SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAHU, ALLAHUMMA RABBANA LAKA AL-HAMDU MIL’U AS-SAMAWATI WA MIL’U AL-ARDH WA MIL’U MA SYI’TA MIN SYA’IN BA’DU
- 12.4.32. Doa I'tidal - 4: ALLAHUMMA RABBANA LAKAL HAMDU MIL`AS SAMAWATI WA MIL`AL ARDLI ... sampai ...LAA YANFA'U DZAL JADDI MINKAL JADD
- 12.4.33. Doa sujud - 1: SUBHAANAKA WA BIHAMDIKA LA ILAHA ILLA ANTA
- 12.4.34. Doa sujud - 2: SUBHAANAKA ALLAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLII
- 12.4.35. Doa sujud - 3: SUBHAANA RABBIYAL A'LAA 3x
- 12.4.36. Doa sujud - 4: SUBBUUHUN QUDUUSUN RABBUL MALAAIKATI WAR RUUH
- 12.4.37. Doa sujud - 5: SUBHAANA DZIL JABARUUTI WAL MALAKUUTI WAL KIBRIYAA-I WAL 'ADZAMAH
- 12.4.38. Doa sujud - 6: ALLAAHUMMA LAKA SAJADTU WA BIKA AAMANTU ...
- 12.4.39. Doa sujud - 7: ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIRIDHAKA MIN SAKHATIKA WA BIMU'AFAATIKA MIN 'UQUUBATIKA ...
- 12.4.40. Doa sujud - 8: ALLAHUMMAJ'AL FII QALBII NUURAN ...
- 12.4.41. Doa sujud - 9: SUBHANAKA RABBANA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLI YATA AWALUL QUR'AN
- 12.4.42. Doa sujud - 10: ALLAHUMMAGHFIRLI DZANBI KULLAHU DIQQAHU WAJULLAHU
- 12.4.43. Rasulullah melarang mematuk seperti burung gagak, dan membentangkan tangan seperti binatang buas, saat sujud
- 12.4.44. Jika sujud meletakkan kedua lututnya lebih dahulu sebelum kedua tangannya
- 12.4.45. Jika sujud, hendaknya ia meletakkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya
- 12.4.46. Rasulullah diperintahkan untuk melaksanakan sujud dengan tujuh anggota sujud
- 12.4.47. Ketika sujud, kedua tangannya sejajar dengan kedua telinganya
- 12.4.48. Rasulullah apabila sujud, beliau merenggangkan kedua lengan hingga terlihat kedua ketiak
- 12.4.49. Seimbanglah dalam sujud dan janganlah seseorang meletakkan tangannya seperti anjing
- 12.4.50. Doa duduk di antara dua sujud - 1: RABBIGHFIRLI
- 12.4.51. Doa duduk di antara dua sujud - 2: RABBIGHFIRLI WAR HAMNI WAR FA’NI WAR ZUQNI WAH DINI
- 12.4.52. Rasulullah melaksanakan shalat, jika sampai pada rakaat ganjil, beliau tidak bangkit berdiri hingga duduk sejenak
- 12.4.53. Mengeraskan bacaan takbirnya ketika mengangkat kepala dari sujud, ketika mau sujud, ketika mengangkat (kepala dari sujud) dan ketika bangkit berdiri dari rakaat kedua
- 12.4.54. Tata cara duduk tasyahud akhir
- 12.4.55. Doa at tahiyyat, salam, syahadat - 1: ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAATUTH THAYYIBAATU LILAHI …
- 12.4.56. Doa at tahiyyat, salam, syahadat - 2: ATTAHIYYATU LILLAAH WASH SHALAAWATU WATH THAYYIBAAT …
- 12.4.57. Shalawat Ibrahimiyah - 1: ALLAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMAD AN-NABIYIL UMI …
- 12.4.58. Shalawat Ibrahimiyah - 2: ALLAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMADIN ABDIKA WA RASUULIKA …
- 12.4.59. Shalawat Ibrahimiyah - 3: ALLAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMADIN WA AZAWAAJIHI WA DZURRIYATIHI …
- 12.4.60. Shalawat Ibrahimiyah - 4: ALLAHUMMA SHALLI 'ALAA MUHAMMADIN WA 'ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA SHOLLAITA 'ALAA IBRAHIIM WA 'ALAA AALI IBRAHIM ...
- 12.4.61. Shalawat Ibrahimiyah - 5: ALLAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMADIN WA 'ALA `ALI MUHAMMAD, KAMA SHALLAITA 'ALA IBRAHIM INNAKA HAMIIDUN MAJIID ...
- 12.4.62. Shalawat Ibrahimiyah - 6: ALLOOHUMMA SHOLLI 'ALAA MUHAMMAD WA'ALAA AALI MUHAMMAD, KAMAA SHOLLAITA 'ALAA AALI IBROOHIIMA WABAARIK 'ALAA MUHAMMAD ...
- 12.4.63. Doa dalam tahiyyat - 1: YAA MUQALLIBAL QULUUB TSABBIT QALBII 'ALAA DIINIK
- 12.4.64. Doa dalam tahiyyat - 2: ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN 'ADZAABIL QABRI …
- 12.4.65. Doa dalam tahiyyat - 3: ALLAHUMMA BI'ILMIKAL GHAIBA WA QUDRATIKA 'ALAL KHALQI …
- 12.4.66. Doa dalam tahiyyat - 4: ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA BIANNA LAKAL HAMDU LAA ILAAHA ILLAA ANTA, Al MANNAANU …
- 12.4.67. Doa dalam tahiyyat - 5: ALLAAHUMMAGHFIRLII MAA QADDAMTU WA MAA AKHKHARTU …
- 12.4.68. Doa dalam tahiyyat - 6: ALLAHUMMA INNI A'UDZU BIKA MIN 'ADZABIL QABRI WA FITNATIL QABRI
- 12.4.69. Doa dalam tahiyyat - 7: ALLAHUMMA INNI A'UDZU BIKA MINAL KASALI, WA MINAL HARAMI, WA MINAL MA'TSAMI WAL MAGHRAMI ...
- 12.4.70. Doa dalam tahiyyat - 8: ALLAHUMMA INNI A'UUDZUBIKA MINAL KUFRI WAL FAQRI WA 'ADZAABIL QABRI
- 12.4.71. Doa dalam tahiyyat - 9: ALLAHUMMA INNI A'UDZUBIKA MINAL BUKHLI WA A'UDZUBIKA MINAL JUBNI ...
- 12.4.72. Doa dalam tahiyyat - 10: ALLAHUMMA A'IDZHU MIN 'ADZAABILQABRI
- 12.4.73. Rasulullah memberi salam ke arah kanan dan kiri hingga terlihat pipinya yang putih
- 12.4.74. Perintah mengulangi shalat bagi yang tidak tuma'ninah
- 12.4.75. Tidaklah tersembunyi dariku khusyu' dan rukuk kalian kecuali aku pasti melihat kalian dari balik punggungku
- 12.4.76. Nabi mengangkat kedua tangannya ketika masuk shalat, yaitu bertakbir
- 12.4.77. Tangan kanan memegang tangan kiri di atas/di bawah pusar (hadits lemah)
- 12.4.78. Kedua tangan wajib bersujud sebagaimana wajah juga ikut sujud
- 12.4.79. Apabila mengangkat kepalanya dari rukuk atau sujud, maka beliau bertakbir mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya
- 12.4.80. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bertakbir pada setiap turun, naik, bangun, duduk
- 12.4.81. Menyampaikan yang diperdengarkan dan menyembunyikan yang disembunyikan
- 12.4.82. Apabila kalian sujud maka letakkanlah kedua telapak tanganmu dan angakatlah kedua sikumu
- 12.4.83. Melihat Amirul mukminin atau seseorang salam dua kali
- 12.4.84. Pahala shalat duduk mendapat separuh pahala berdiri
- 12.4.85. Shalat berdiri maka ruku' berdiri, shalat duduk maka ruku' duduk
- 12.5. Bacaan Al-Qur’an dan Doa-doa dalam Shalat
- 12.5.1. Rasulullah membaca surat qaaf pada saat shalat subuh
- 12.5.2. Rasulullah membaca surat at-takwir pada saat shalat subuh
- 12.5.3. Rasulullah membaca surat as-sajdah dan al-insaan pada shalat subuh di hari jum'at
- 12.5.4. Rasulullah membaca surat al-mukminin sampai pada penyebutan musa dan harun atau 'isa pada saat subuh
- 12.5.5. Abu bakar membaca surat al baqarah dalam dua rakaat subuh
- 12.5.6. Umar bin khattab membaca surat yusuf dan surat al haj pada shalat subuh
- 12.5.7. Utsman bin affan sering membaca surat yusuf pada shalat subuh
- 12.5.8. Rasulullah membaca surat Mu'awidzatain dalam shalat subuh
- 12.5.9. Rasulullah membaca surat at-kafirun dan al-ikhlas pada saat shalat sunnah fajar
- 12.5.10. Rasulullah pada shalat dhuhur dan ashar membaca surat ath thariq dan surat al buruj
- 12.5.11. Rasulullah membaca surat al-lail pada saat shalat dhuhur
- 12.5.12. Rasulullah membaca surat al-a'la pada saat shalat dhuhur
- 12.5.13. Rasulullah membaca surat al-buruuj dan ath-thaariq pada saat shalat ashar
- 12.5.14. Rasulullah membaca surat ath thur dalam shalat maghrib
- 12.5.15. Surat terakhir yang dibaca Rasulullah pada shalat maghrib adalah al-mursalat
- 12.5.16. Rasulullah membaca surat al-a'raf dalam shalat maghrib
- 12.5.17. Rasulullah membaca surat ad-dukhan dalam shalat maghrib
- 12.5.18. Rasulullah membaca surat al-kafirun dan al-ikhlas dalam shalat maghrib
- 12.5.20. Mu'adz pernah dengan memulai membaca surat Al baqarah dalam shalat maghrib
- 12.5.21. Ayahnya (Urwah) biasa membaca surat Al adiyat dalam shalat maghrib
- 12.5.22. Abdul Malik, membaca surat AI Ikhlash dan Al Kautsar saat shalat Maghrib
- 12.5.23. Rasulullah membaca surat asy-syamsy dalam shalat isya
- 12.5.24. Rasulullah membaca surat al-insyiqaq dalam shalat isya
- 12.5.25. Rasulullah membaca surat at-tiin dalam shalat isya
- 12.5.26. Bacalah al-a'laa, atau asy-syams atau al-lail dalam shalat isya
- 12.5.27. Bacaan shalat Rasulullah di hari jum'at adalah surat al-jumu'ah dan al-ghasyiyah
- 12.5.28. Rasulullah membaca surat al jumu'ah dan al munafiqun pada saat shalat jum'at
- 12.5.29. Rasulullah membaca surat al-a'laa dan al-ghosyiyah pada saat shalat jum'at
- 12.5.30. Rasulullah membaca surat al-a'laa dan al-ghosyiyah pada saat shalat jum'at, dan dua hari raya
- 12.5.31. Bacaan saat shalat idul fitri dan idul adha adalah surat qaaf dan al-qamar
- 12.5.32. Rasulullah membaca surat al-a'laa dan al-kaafiruun serta al-ikhlas pada saat shalat witir
- 12.5.33. Apabila shalat sendirian, bisa membaca al-quran pada semua rakaat yang empat dan membaca dua atau tiga surat dalam satu rakaat
- 12.5.34. Abdullah bin umar membaca sepuluh surat yang pertama dari kelompok surat al-mufashshal
- 12.5.35. Sunnahnya membaca dua surat dalam satu rakaat apabila terlalu pendek
- 12.5.36. Rasulullah membaca surat al-kafirun dan al-ikhlas dalam shalat dua rakaat sebelum Fajar dan dua rakaat sesudah Maghrib
- 12.5.37. Rasulullah membaca surat Qaf dan Al qamar dalam shalat Iedul Adha dan Iedul Fitri
- 12.5.38. Rasulullah membaca doa qunut ketika shalat witir
- 12.5.39. Rasulullah membaca doa qunut nazilah ketika bangun dari ruku
- 12.5.40. Rasulullah membaca ayat-ayat Al-Baqarah/Ali Imran dalam shalat fajar
- 12.6. Qiyamul Lail dan Witir
- 12.6.1. Rasulullah memerintahkan Abu Dzar dan Abu Hurairah untuk shalat witir sebelum tidur
- 12.6.2. Rasulullah berdiri shalat malam hingga kedua telapak kakinya bengkak
- 12.6.3. Rasulullah tidak melebihi sebelas rakaat baik di bulan ramadlon atau yang lain
- 12.6.4. Seorang yang membiasakan diri shalat malam kemudian tertidur (di malam harinya), kecuali Allah akan menulis pahala shalat untuknya dan tidurnya sebagai shadaqah
- 12.6.5. Shalat paling utama setelah shalat wajib adalah shalat diakhir malam
- 12.6.6. Keutamaan shalat malam bersama istri: Allah menyayangi seorang lelaki yang bangun malam lalu shalat, kemudian membangunkan istrinya untuk shalat
- 12.6.7. Umar bin khatthab shalat malam dalam jumlah yang banyak, hingga ketika menjelang akhir malam dia membangunkan keluarganya untuk shalat
- 12.6.8. Sesungguhnya shalat malam mendekatkan kepada Allah, serta menghalangi dari dosa, menghapus kesalahan, dan menolak penyakit dari badan
- 12.6.9. Shalatlah di saat manusia sedang tertidur, niscaya kalian akan masuk surga dalam keadaan selamat
- 12.6.10. Laki-laki yang paling beruntung adalah abdullah, jikalau dia mau shalat malam
- 12.6.11. Mendapat kamar di surga bagi orang yang shalat di malam hari saat orang-orang lain tertidur
- 12.6.12. Waktu yang paling dekat antara rab dengan seorang hamba adalah pada tengah malam terakhir
- 12.6.13. Rabb tabaraka wa ta'ala turun ke langit dunia di sepertiga malam dan yang berdo’a pasti kukabulkan
- 12.6.14. Nabi dawud tidur setengah malamnya, bangun sepertiganya dan tidur seperenamnya
- 12.6.15. Rasulullah tidak pernah shalat saat safar kecuali dua rakaat, hanya saja beliau shalat tahajjud pada malam hari
- 12.6.16. Barangsiapa yakin tidak bisa bangun di akhir malam, maka berwitirlah di awal malam
- 12.6.17. Rasulullah bila bangun shalat malam, beliau menggosok-gosok gigi dengan siwak
- 12.6.18. Abu bakar membaca terlalu pelan dan umar terlalu keras, sebaiknya di antaranya
- 12.6.19. Anjuran tidak memanjangkan bacaan shalat supaya tidak menimbulkan fitnah
- 12.6.20. Barangsiapa bangun (shalat malam) dan membaca sepuluh ayat, maka dia tidak akan di catat sebagai orang-orang yang lalai
- 12.6.21. Rasulullah shalat malam sebelas rakaat pada shalat tersebut nabi sujud seperti lamanya membaca sekitar lima puluh ayat
- 12.6.22. Shalat pada malam dan siang hari itu adalah dua rakaat-dua rakat, dan bertasyahud setiap dua rakaat
- 12.6.23. Shalat witir tidak wajib, shalat witir adalah sunnah yang disunnahkan Rasulullah
- 12.6.24. Shalat witir adalah hak, barang siapa yang tidak melakukan shalat witir maka bukan dari golongan kami
- 12.6.25. Ada tiga hal yang ketiganya wajib bagiku dan sunnah bagi kalian, antara lain shalat witir
- 12.6.26. Diperintahkan kepadaku dua shalat yaitu dhuha dan witir namun tidak diwajibkan
- 12.6.27. Jadikan shalat witir sebagai penutup shalat malam
- 12.6.28. Sa'ad bin abu waqqash shalat witir satu rakaat setelah isya
- 12.6.29. Apabila khawatir masuk waktu subuh, maka shalatlah witir satu rakat
- 12.6.30. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat witir tiga rakaat
- 12.6.31. Rasulullah pernah shalat witir lima rakaat dan beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada rakaat terakhir
- 12.6.32. Rasulullah melakukan witir dengan lima atau tujuh raka'at, di antara raka'at tersebut tidak terpisahkan oleh perkataan, dan tidak pula salam
- 12.6.33. Rasulullah shalat malam sebanyak sembilan raka'at
- 12.6.34. Rasulullah tidak melebihi sebelas rakaat ramadhan atau bukan, shalat empat rakaat, empat rakaat, tiga rakaat
- 12.6.35. Rasulullah shalat dua raka'at lagi selain dua raka'at sebelumnya, sesudah itu beliau shalat witir, hingga semua raka'atnya adalah tiga belas raka'at
- 12.6.36. Rasulullah shalat dua rakaat ringan, lalu dua rakaat panjang, lalu dua rakaat demi dua rakaat dengan cara berbeda-beda, dan diakhiri witir
- 12.6.37. Jika salah seorang dari kalian bangun untuk tahajjud, hendaklah ia membukanya dengan dua rakaat yang ringan
- 12.6.38. Rasulullah shalat malam, seusai shalat beliau berbaring di atas lambung kanan atau miring ke kanan
- 12.6.39. Dzikir dan doa ketika terbangun di malam hari
- 12.6.40. Doa apakah yang paling di dengar? Doa di tengah malam terakhir
- 12.6.41. Doa shalat malam - 1: membaca ali imran:190 sebelum berwudhu dan shalat sebelas rakat
- 12.6.42. Doa shalat malam - 2: ALLAHUMMA LAKAL HAMDU ANTA NURUS SAMAWATI WAL ARDLI WAMAN FI HINNA WA LAKAL HAMDU ...
- 12.6.43. Doa pembuka shalat malam - 3: ALLAHUMMA RABBA JIBRIILA WA MIIKAAIILA WA ISRAAFIILAALLAHUMMA RABBA JABRAA`IIL WA MIIKAA`IIL WA ISRAAFIIL FAATHIRAS SAMAAWAATI WAL ...
- 12.6.44. Doa akan keluar untuk shalat subuh: ALLAAHUMMAJ'AL FII QALBII NUURAN …ALLAHUMMAJ’AL FI QALBI NURAN WA FI SAM’I NURAN WA FI BASHARI NURAN WA ‘AN YAMINI NURAN ...
- 12.6.45. Rasulullah tidak keluar pada hari ketiga atau keempat karena khawatir shalat malam ramadan diwajibkan
- 12.6.46. Rasulullah memindahkan posisi makmum yang berada di samping kiri, di pindahkan ke samping kanan, ketika shalat malam
- 12.6.47. Isyarat Rasulullah kepada aisyah untuk menggeser kaki ketika beliau shalat malam
- 12.6.48. Rasulullah selesai shalat malam beliau tidur, kemudian terdengar adzan dan shalat tanpa berwudhu lagi
- 12.6.49. Rasulullah mulai shalat malam sambil duduk di usia tua, lalu berdiri saat tersisa 30–40 ayat sebelum ruku
- 12.6.50. Rasulullah shalat sunah pada suatu malam dalam perjalanan diatas kendaraannya kearah manasaja kendaraan itu menghadap
- 12.6.51. Rasulullah sangat menganjurkan shalat malam hingga beliau mengatakan: walaupun hanya satu rakaat
- 12.6.52. Terlewat tidak shalat malam karena ketiduran atau sakit, diganti dua belas rakaat disiang harinya
- 12.6.53. Keringanan dalam shalat malam setelah turunnya ayat terakhir surat al-muzzammil
- 12.6.54. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berwasiat puasa tiga hari dalam satu bulan, shalat dhuha dan tidak tidur sebelum aku shalat witir
- 12.6.55. Rasulullah mengerjakan Shalat witir di permulaan malam, di pertengahan malam dan di akhir malam
- 12.6.56. Do'a Nabi dalam witirnya: ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIRIDHAAKA MIN SAKHATHIKA WA BIMU'AAFAATIK, MIN 'UQUUBATIK….
- 12.6.57. Nabi Shallallahu 'alaihi wasalam pernah shalat malam dengan membaca surat Al baqarah, Ali imran, An nisa
- 12.6.58. Rasulullah memanjangkan berdiri dalam shalat malam hingga ibnu mas'ud merasa berat
- 12.6.59. Beliau melaksanakan shalat malam lalu beliau buang hajat, kemudian beliau membasuh wajah dan kedua tangannya setelah itu beliau tidur
- 12.6.60. Rasulullah shalat malam, dan shalat witir, witirlah wahai 'Aisyah!
- 12.6.61. Rasulullah shalat malam delapan raka'at, witir tiga raka'at dan shalat dua raka'at, setelah tua shalat sembilan dan enam dan tiga raka'at
- 12.6.62. Janganlah kamu seperti fulan yang meninggalkan shalat malam
- 12.7. Shalat Dhuha
- 12.7.1. Rasulullah berwasiat kepada abu dzar agar melakukan shalat dhuha
- 12.7.2. Rasulullah berwasiat kepada abu hurairah agar melakukan shalat dhuha
- 12.7.3. Rasulullah shalat dhuha delapan rakaat saat penaklukan kota makkah di rumah ummu hani, salam pada setiap dua rakaat
- 12.7.4. Rasulullah pernah melakukan shalat dhuha sebanyak empat rakaat, dan terkadang beliau menambah sekehendak Allah
- 12.7.5. Aisyah berkata: Rasulullah tidak pernah melakukan shalat sunnah dhuha, baik ketika berpergian atau pun bermukim, sedangkan aisyah melakukan
- 12.7.6. Kontroversi hukum shalat dhuha dalam pandangan sahabat
- 12.7.7. Sikap ibnu umar terhadap shalat dhuha: antara keteladanan dan kehati-hatian
- 12.7.8. Rasulullah tidak pernah shalat sunnah dhuha sama sekali, karena beliau khawatir bila manusia menjadikan hal yang sunnah menjadi wajib atas mereka
- 12.7.9. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat dhuha hanya sekali
- 12.7.10. Rasulullah jika shalat dhuha, kami beranggapan bahwa beliau tidak akan meninggalkannya, dan jika beliau meninggalkannya, kami beranggapan bahwa beliau tidak akan shalat dluha lagi
- 12.7.11. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa melaksanakan shalat Dhuha
- 12.7.12. Ada tiga hal yang ketiganya wajib bagiku antara lain shalat Dhuha
- 12.7.13. Diperintahkan kepadaku dua shalat dhuha, witir dan berkurban namun tidak diwajibkan
- 12.7.14. Rasulullah melakukan shalat dhuha dua rakaat ketika diberi kabar mengenai kemenangan
- 12.7.15. Rasulullah tidak rutin shalat Dhuha kecuali setelah pulang perjalanan (safar)
- 12.7.16. Rasulullah mengerjakan shalat sunnah Dhuha delapan rakaat saat safar
- 12.7.17. Kecintaan Aisyah terhadap shalat dhuha: sekiranya orang tuaku hidup kembali, aku tak akan meninggalkannya
- 12.7.18. Barangsiapa shalat dhuha dua belas raka'at, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah istana dari emas
- 12.7.19. Barangsiapa berjalan untuk shalat dhuha maka ia seolah mendapatkan pahala orang umroh
- 12.7.20. Barangsiapa menjaga shalat Dhuha maka dosa-dosanya akan diampuni walaupun seperti buih di lautan
- 12.7.21. Keutamaan shalat Dhuha di masjid seperti berperang cepat dan membawa ghanimah
- 12.7.22. Setiap ruas yang dimiliki oleh anak Adam terdapat sedekahnya, cukuplah dengan dua rakaat shalat Dhuha
- 12.7.23. Ibnu 'umar melakukan shalat dhuha hanya pada dua kesempatan yaitu di makkah dan di masjid quba
- 12.7.24. Shalat Awwabiin (orang-orang yang bertaubat) adalah apabila matahari telah terang (panas)
- 12.7.25. Rasulullah shalat Dhuha saat posisi matahari di timur tetapi seperti waktu ashar
- 12.7.26. Shalat pada malam dan siang hari itu adalah dua rakaat-dua rakat, dan bertasyahud setiap dua rakaat
- 12.7.27. Larangan shalat Dhuha saat matahari terbit
- 12.8. Tarawih
- 12.9. Kiblat
- 12.9.1. Rasulullah shalat menghadap ke baitul maqdis bersama para sahabatnya selama enam belas bulan, kemudian terjadi peralihan arah kiblat ke ka’bah setelah itu
- 12.9.2. Antara timur dan barat adalah arah kiblat
- 12.9.3. Telah turun ayat kepada Rasulullah, beliau diperintahkan untuk menghadap ke arah ka’bah
- 12.9.4. Keringanan shalat sunnah di atas kendaraan saat safar, kemanapun kendaraan menghadap, meskipun tidak menghadap kiblat
- 12.9.5. Larangan menghadap kiblat atau membelakanginya saat buang hajat
- 12.9.6. Penegasan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan shalat menghadap baitul maqdis sebelum peralihan kiblat
- 12.9.7. Tidur di kiblat orang yang sedang shalat: Rasulullah melaksanakan shalat malam, sementara aisyah berbaring diantara beliau dan kiblat
- 12.9.8. Kemanapun menghadap disitulah wajah Allah: keringanan shalat saat arah kiblat tidak diketahui karena mendung dalam perjalanan
- 12.9.9. Perintah untuk menghadap ka'bah
- 12.10. Hukum, Syariat serta sunnah shalat yang lain
- 12.10.1. Pembatal shalat dan pemutus shaf: shalat laki-laki terputus oleh keledai, anjing hitam, dan wanita jika tanpa pembatas seperti belakang pelana
- 12.10.2. Sifat shalat Rasulullah, lama beliau ruku’, mengangkat kepala dari ruku’, hingga diantara dua sujud, lama kesemuanya hampir-hampir sama
- 12.10.3. Jika imam membaca ‘amiin’, maka bacalah ‘amiin’, barangsiapa bacaan ‘amiin’ nya bersamaan dengan malaikat, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni
- 12.10.4. Rasulullah pernah ditanya mengenai pembatas seseorang yang sedang shalat, beliau menjawab: seperti kayu yang digunakan untuk bersandar oleh penunggang unta
- 12.10.5. Tempat yang diperbolehkan untuk shalat: shalatlah kalian di kandang kambing dan jangan kalian shalat di tempat menderumnya unta
- 12.10.6. Tempat yang dilarang untuk shalat
- 12.10.7. Beliau sedang shalat, Aku memberi salam, maka beliau hanya memberi isyarat
- 12.10.8. Sesungguhnya dalam shalat ada kesibukan
- 12.10.9. Shalat sunnah diatas tunggangannya menghadap kemana saja, jika shalat fardlu, beliau turun dam shalat menghadap kiblat
- 12.10.10. Beliau batuk, lalu berhenti membaca, kemudian ruku'
- 12.10.11. Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selesai dari menunaikan shalat, Beliau menghadapkan wajahnya ke arah kami
- 12.10.12. Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam menghadap ke sebelah kanan bakda shalat
- 12.10.13. Kebanyakan aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beranjak pergi dari shalat dari sebelah kanannya
- 12.10.14. Dari Abdullah bahwa tidak boleh seseorang beranjak pergi kecuali dari sebelah kanannya, dan aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sering beranjak pergi dari sebelah kirinya
- 12.10.15. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengimami kami, dan Beliau berlalu pergi dari sisi kanan dan sisi kiri
- 12.10.16. Nabi shalat dengan pendek dan sempurna
- 12.10.17. Bilal meminta kesempatan untuk mengucapkan amin bersama Rasulullah
- 12.10.18. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: tidak sah shalat seorang laki-laki yang tidak menegakkan tulang punggungnya ketika rukuk dan sujud
- 12.10.19. Hukum duduk di atas kedua tumit (duduk iq`a'), dia menjawab, hukumnya sunnah
- 12.10.20. Dari Abdullah dia berkata diantara sunnah dalam shalat adalah mengucapkan tasyahhud dengan samar (pelan)
- 12.10.21. Isyarat tangan saat tasyahud: gunakan satu jari, gunakan satu jari!
- 12.10.22. Isyarat tangan saat tasyahud: berisyarat dengan jari terlunjuk dan meletakkan telapak tangan kirinya di atas paha kiri
- 12.10.23. Isyarat tangan saat tasyahud: mengangkat jarinya dan aku melihat beliau Shallallahu'alaihi wasallam menggerak-gerakkannya dan berdoa dengannya
- 12.10.24. Isyarat tangan saat tasyahud: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memberi isyarat dengan jarinya ketika berdo'a, tanpa menggerakkannya
- 12.10.25. Isyarat tangan saat tasyahud: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat jari telunjuknya dengan sedikit melengkung
- 12.10.26. Isyarat tangan saat tasyahud: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lingkarkan jarinya sehingga membentuk angka lima puluh tiga, lalu beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk
- 12.10.27. Kami diperintahkan untuk meletakkan tangan kami pada lutut-lutut kami
- 12.10.28. Larangan mengangkat tangan ketika mengucapkan salam dalam shalat
- 12.10.29. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam salam dalam shalatnya pernah hanya sekali salam ke arah mukanya sedikit condong ke sebelah kanan
- 12.10.30. Memendekkan salam adalah sunnah
- 12.10.31. Mengusap kerikil di masjid (ketika sedang shalat), jika memang harus melakukannya, cukuplah sekali
- 12.10.32. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam jika ingin mendoakan keselamatan kepada seseorang beliau selalu qunut setelah rukuk
- 12.10.33. Imam menghadap makmum setelah selesai shalat
- 12.10.34. Ibnu abbas mengetahui selesainya shalat rasulullah dari suara takbir
- 12.10.35. Seorang berbuat dosa kemudian dia berwudhu dan membaguskan wudhunya, shalat dua rakaat dan memohon ampun kepada Allah kecuali pasti Allah akan mengampuni dosanya
- 12.10.36. Nabi shallallahu'alaihiwasallam dahulu menjadikan unta kendaraannya sebagai penghalang (sutrah), dan beliau shalat menghadapnya
- 12.10.37. Nabi shallallahu'alaihiwasallam apabila sujud, lalu seekor anak kambing bermaksud lewat (di bawah) antara dua tangannya niscaya ia bisa lewat
- 12.10.38. Rasulullah berdiri lama setelah rukuk dan duduk lama di antara dua sujud, sampai para sahabat menyangka beliau lupa
- 12.10.39. Ketika berdiri memasuki rakaat kedua, Rasulullah langsung membuka bacaan dengan Alhamdu lillahi rabbil 'alamin
- 12.10.40. Menyapu tempat sujud ketika shalat, jika memang harus melakukannya, cukup sekali saja
- 12.10.41. Shalat hanya untuk Allah (Tasbih, Takbir, Baca Al-Qur'an)
- 12.10.42. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah melaksanakan shalat 'isya ketika malam telah masuk sepertiga akhir malam ('atamah)
- 12.10.43. Beliau melihat kami shalat sesudah asar, namun tidak memerintahkan/melarang
- 12.11. Adzan dan Iqamah
- 12.11.1. Asal muasal lafadz adzan dan iqamah: abdullah bin zaid diperlihatkan tentang kalimat kalimat adzan dalam mimpi
- 12.11.2. Disyariatkannya adzan: bilal diperintahkan untuk mengumandangkan kalimat adzan dengan genap dan mengganjilkan iqamat
- 12.11.3. Keutamaan muadzin: mengeraskan suara ketika adzan, kesaksian makhluk terhadap suara muadzin pada hari kiamat
- 12.11.4. Keutamaan muadzin: Panjang leher pada hari kiamat
- 12.11.5. Tidak akan tertolak doa antara adzan dan iqamah
- 12.11.6. Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang muadzin ucapkan
- 12.11.7. Doa ketika mendengar adzan: ‘WA ANA ASYHADU ALLA ILA HA ILLALLAAHU WAHDAHU LA SYARIKA LAHU WA ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA RASULUHU ...
- 12.11.8. Doa setelah adzan: ALLAHUMMA RABBA HAADZIHID DA’WATIT TAMMAH WASHSHALAATIL QAA’IMAH ATI MUHAMMADANIL WASILATA WAL FADHIILAH ...
- 12.11.9. Iqamah: ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR, ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH ...
- 12.11.10. Lafadz Adzan tatkala hujan: SHALLUU FIRRIHAAL (Hendaklah kalian shalat dirumah masing-masing)
- 12.11.11. Panggilan untuk shalat. ada yang mengusulkan lonceng seperti loncengnya kaum nashrani dan sebagian lain mengusulkan untuk meniup terompet sebagaimana kaum yahudi
- 12.11.12. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan kepadanya adzan ini
- 12.11.13. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda Jika mu'adzin mengucapkan: HAYYA 'ALASH SHALAH, dia menjawab: LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH
- 12.11.14. Qad qamatishshalah, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda aqamahallahu waadamaha
- 12.11.15. Seandainya manusia mengetahui apa (kebaikan) yang terdapat pada adzan dan shaf awal lalu mereka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan cara mengundi
- 12.11.16. Rasulullah dahulu mempunyai dua mu'adzdzin, Bilal dan Ibnu ummi maktum yang buta
- 12.11.17. Jika adzan dikumandangkan maka setan akan lari sambil mengeluarkan kentut
- 12.11.18. Bila iqamah telah dikumandangkan, tidak ada shalat kecuali shalat wajib
- 12.11.19. Mengumandangkan adzan setelah habis waktu shalat, karena terlambat bangun
- 12.11.20. Bersabda jika shalat sudah ditegakkan (iqamahnya) datangilah dengan berjalan tenang
- 12.11.21. Wahai Bilal, berdirilah dan serulah manusia untuk shalat
- 12.11.22. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menirukan ucapan mu'adzin dari tempat ini
- 12.11.23. Muadzin menunggu Rasulullah keluar sebelum mengumandangkan iqamah
- 12.11.24. Teguran shalat sunnah saat iqamah (Subuh 4 rakaat?)
- 12.12. Masjid dan Jama'ah
- 12.12.1. Seluruh hamparan bumi adalah masjid: dijadikan bumi bagiku sebagai masjid (tempat sujud) dan tempat yang suci
- 12.12.2. Keutamaan masjid quba: barang siapa keluar dan datang ke masjid quba lalu shalat di dalamnya, maka menyamai pahala umrah
- 12.12.3. Keutamaan masjidil haram dan masjid nabawi: shalat di masjidku ini (nabawi) nilainya seribu kali lebih baik dibandingkan pada masjid lain kecuali pada masjidil haram
- 12.12.4. Keutamaan masjidil aqsha: masjid yang pertama di bangun di muka bumi yaitu masjidil haram, kemudian masjidil aqsha, selang waktu antara keduanya, empat puluh tahun
- 12.12.5. Masjid adalah Tempat paling dicintai Allah di muka bumi
- 12.12.6. Larangan Menjadikan Kuburan Sebagai Tempat Ibadah (Masjid)
- 12.12.7. Barangsiapa membangun masjid karena Allah, dan digunakan untuk shalat, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah yang semisalnya di surga
- 12.12.8. Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah dari rumah-rumah Allah, untuk membaca Al-Quran dan berdzikir
- 12.12.9. Doa masuk dan keluar masjid
- 12.12.10. Jika salah seorang dari kalian masuk ke dalam masjid hendaklah ia melihat sandalnya, jika ia melihat ada kotoran, hendaklah ia menggosoknya
- 12.12.11. Shalat sunnah tahiyyatul masjid: jika kalian masuk masjid hendaklah shalat dua rakaat sebelum duduk
- 12.12.12. Larangan memakan atau membawa sesuatu yang tidak sedap baunya ke masjid
- 12.12.13. Apabila wanita hendak menghadiri shalat isya terakhir di masjid maka janganlah kalian memakai wangi-wangian
- 12.12.14. Larangan masuknya laki-laki melalui pintu yang dikhususkan untuk wanita di masjid
- 12.12.15. Meludah di dalam masjid adalah suatu dosa, maka kafarahnya (tebusannya) adalah menguburnya
- 12.12.16. Larangan lewat di depan orang shalat
- 12.12.17. Larangan melakukan transaksi atau jual beli di masjid
- 12.12.18. Larangan mencari atau mengumumkan barang hilang di masjid
- 12.12.19. Keutamaan Shalat Berjama'ah 25 derajat
- 12.12.20. Keutamaan Shalat Berjama'ah 27 derajat
- 12.12.21. Apabila dia mengerjakannya di tanah lapang, lalu dia menyempurnakan ruku dan sujudnya, maka shalatnya sampai lima puluh kali pahala shalat
- 12.12.22. Rasulullah bersabda: aku berkeinginan untuk memerintahkan kepada manusia yang tidak shalat bersama kami, lalu kami bakar rumah-rumah mereka
- 12.12.23. Shalat isya’ berjama’ah, seolah shalat malam selama separuh malam, dan shalat shubuh berjamaah, seolah telah shalat seluruh malamnya
- 12.12.24. Ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat Isya' berjama'ah di masjid
- 12.12.25. Paling banyak mendapat pahala shalat adalah yang paling jauh perjalanan ke masjid, dan yang menunggu shalat hingga berjamaah dengan imam lebih besar pahalanya
- 12.12.26. Allah dan para Malaikat-Nya mengucapkan shalawat kepada orang-orang yang berada dalam shaf awal, berada di shaf kanan dan yang menyambung barisan shalat
- 12.12.27. Meluruskan dan merapatkan barisan dalam shalat karena sesungguhnya lurusnya barisan termasuk kesempurnaan shalat
- 12.12.28. Perintah Rasulullah untuk membuat barisan shalat sebagaimana barisannya para malaikat di hadapan rabbnya
- 12.12.29. Yang berhak menjadi imam adalah yang paling baik bacaan terhadap al-qur’an, lalu yang paling tahu sunnah, paling dahulu hijrah, dan paling dulu masuk islam
- 12.12.30. Posisi imam dan makmum: ibnu abbas pernah shalat bersama nabi dan berdiri di sebelah kirinya, lalu beliau memindah ibnu abbas ke sebelah kanannya
- 12.12.31. Posisi imam dan makmum: Apabila makmum lelaki lebih dari satu
- 12.12.32. Posisi imam dan makmum: Apabila makmum Wanita
- 12.12.33. Posisi yang dekat dengan imam: hendaklah yang tepat di belakangku adalah orang dewasa yang cerdas dan berakal, lalu yang setara
- 12.12.34. Larangan meninggalkan shalat berjamaah tanpa alasan syar’i: Rasulullah memerintahkan seorang buta yang mendengar adzan untuk tetap ke masjid
- 12.12.35. Shalat berjama'ah di rumah ketika ada udzur: Rasulullah pernah memerintahkan muadzin menyerukan 'shalatlah di rumah-rumah kalian', di suatu malam yang dingin dan turun hujan
- 12.12.36. Shalat berjama'ah di masjid untuk wanita: Rasulullah memerintahkan agar wanita diberi izin shalat di masjid pada malam hari
- 12.12.37. Jika mengimami orang-orang shalat ringankanlah, karena ada orang sakit, orang lemah dan orang yang punya keperluan
- 12.12.38. Para malaikat malam dan malaikat siang silih berganti mendatangi kalian, dan mereka berkumpul saat shalat subuh dan ashar
- 12.12.39. Sesungguhnya imam dijadikan untuk diikuti, apabila dia rukuk maka rukuklah, bila dia mengangkat kepalanya maka angkatlah kepala
- 12.12.40. Mengikuti imam dalam keadaan makmum yang masbuk (terlambat): shalatlah dan apa-apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah
- 12.12.41. Larangan mendahului gerakan imam dalam shalat, bahwa Allah akan mengganti kepalanya dengan kepala himar
- 12.12.42. Tidak sahnya shalat sendirian di belakang shaf dan perintah untuk mengulanginya
- 12.12.43. Perintah Rasulullah untuk meluruskan shaf supaya tidak menimbulkan permusuhan antara satu dengan lainnya
- 12.12.44. Larangan membaca keras bebarengan dengan imam: Rasulullah tidak ingin ada yang menyelisihi bacaan beliau dalam shalat berjamaah
- 12.12.45. Mengeraskan bacaan 'aamiin' secara bersamaan: jika imam membaca ghairil maghdluubi ‘alaihim waladl dlaalliin, maka ucapkanlah ‘amiin’
- 12.12.46. Rasulullah tetap berdiam diri sejenak setelah shalat untuk memberi kesempatan wanita keluar
- 12.12.47. Larangan meninggalkan masjid apabila mendengar adzan
- 12.12.48. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memintakan ampun bagi orang-orang yang ada di barisan pertama tiga kali dan barisan kedua satu kali
- 12.12.50. Barangsiapa memakmurkan bagian kiri masjid maka akan ditulis baginya dua pahala
- 12.12.51. Sebaik baik shaf wanita adalah yang paling akhir dan sebaik baik shaf laki-laki adalah yang paling depan
- 12.12.52. Beliau melarang membuat shaf antara tiang tiang, maka kamipun meninggalkannya
- 12.12.53. Kaum wanita janganlah mengangkat kepala hingga laki-laki telah duduk
- 12.12.54. Umat Nabi Muhammad selalu shalat berjama'ah
- 12.12.55. Shalat yang paling berat bagi kaum munafiqin adalah shalat isya dan shalat subuh
- 12.12.56. Siapa datang ke masjid di pagi dan sore, Allah menyediakan tempat tinggal di surga
- 12.12.57. Shalat Fajar wanita mu'minat tertutup kerudung, kembali ke rumah
- 12.12.58. Mendapatkan satu rakaat berarti telah mendapatkan shalat
- 12.12.59. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: luruskanlah shaf, baguskan ruku' dan sujud kalian, sesungguhnya aku dapat melihat kalian dari balik punggungku
- 12.12.60. Anas bin Malik Menegur Kebiasaan Tidak Meluruskan Shaf dalam Shalat
- 12.12.61. Mantan budak pun berhak menjadi imam jika memiliki ilmu Al-Qur'an yang lebih baik
- 12.12.62. Seorang imam itu adalah perisai, jika ia shalat dengan duduk maka shalatlah kalian dengan duduk
- 12.12.63. Para imam memimpin shalat, jika imam benar, maka imam dan makmum mendapatkan bagian pahalanya. Namun bila imam salah, makmum tetap mendapatkan pahala dan imam mendapatkan dosa
- 12.12.64. Jika imam salah, cukup mengingatkan dengan mengucapkan tasbih untuk kaum lelaki dan bertepuk tangan bagi kaum wanita
- 12.12.65. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam adalah orang yang paling ringan shalatnya dan paling sempurna
- 12.12.66. Tata cara shalat berjamaah apabila hanya terdiri dari tiga orang
- 12.12.67. Rasulullah memenuhi undangan makan kemudian mengimami shalat dua rakaat di rumah tuan rumah
- 12.12.68. Rasulullah mengimami shalat sunnah bersama anas dan keluarganya di rumah
- 12.12.69. Perempuan memakai minyak wangi keluar ke masjid, tidak diterima shalatnya hingga mandi
- 12.12.70. Sutra - tongkat tanda batas shalat dimuka imam dan makmum
- 12.12.71. Jika seorang hendak lewat dihadapan orang shalat maka hendaklah dicegah. jika dia tidak mau maka perangilah (bunuh) dia, karena dia setan
- 12.12.72. Kewajiban Mengikuti Imam dan Larangan Mengubah Bacaan
- 12.12.73. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Bermakmumlah kalian kepadaku, niscaya orang-orang setelah kalian akan bermakmum kepada kalian
- 12.12.74. Jika isteri salah seorang dari kalian meminta izin shalat di masjid, janganlah ia melarangnya
- 12.12.75. Seandainya Rasulullah melihat keadaan kaum Wanita sekarang, niscaya beliau akan melarang mereka pergi ke masjid
- 12.12.76. Lalu aku masuk kembali di tengah shaf dan tidak ada orang yang menyalahkanku
- 12.12.77. Jarak antara tempat shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan dinding (pembatas) adalah selebar untuk jalan kambing
- 12.12.78. Mu'adz bin jabal mengimami kaumnya setelah shalat isya bersama Rasulullah
- 12.12.79. Nabi shallallahu'alaihiwasallam memilih shalat menghadap tiang yang dekat dengan tempat muhshaf
- 12.12.80. Makmum tidak bersujud hingga Rasulullah bersujud
- 12.12.81. Para sahabat segera membentuk shaf ketika iqamah dikumandangkan sebelum Rasulullah berdiri di tempat imam
- 12.12.82. Jika ada tiga orang, hendaknya salah seorang menjadi imam, dan yang paling paham al-qur'an lebih berhak menjadi imam
- 12.12.83. hendaklah yang mengimami shalat kalian adalah yang paling tua di antara kalian
- 12.12.84. Tidak hadir di masjid, atau rumahnya, berarti telah kalian tinggalkan sunnah Nabi kalian, sekiranya kalian tinggalkan sunnah Nabi kalian, sungguh kalian akan sesat
- 12.12.85. Manusia sudah selesai melaksanakan shalat lalu mereka tidur. dan kalian akan senantiasa dalam hitungan shalat selagi kalian menunggu pelaksanaannya
- 12.13. Hari Jum'at dan Shalat Jum’at
- 12.13.1. Keutamaan hari jum'at: sebaik-baik hari adalah hari jumat, karena pada hari itu adam 'alaihi salam diciptakan, dimasukkan ke surga, dan dikeluarkan darinya
- 12.13.2. Keutamaan shalat jum'at: waktu mustajab pada shalat jum’at yaitu waktunya ialah antara imam duduk (di mimbar) hingga selesai shalat jum'at
- 12.13.3. Barangsiapa meninggalkan jum'at tanpa ada udzur (syar'i) hendaknya ia bersedekah satu dinar, apabila ia tidak mendapati maka dengan setengah dinar
- 12.13.4. Barangsiapa yang membaca surat al kahfi pada malam jum'at maka ia akan diterangi oleh cahaya yang terangnya mencapai jarak antara dirinya dan baitul 'atiq
- 12.13.5. Rasulullah setiap kali shalat subuh pada hari jum'at membaca surah as sajadah dan surah al insaan
- 12.13.6. Hari yang paling utama adalah hari jumat perbanyaklah pada hari itu dengan shalawat terhadapku. Sesungguhnya shalawat kalian sampai kepadaku
- 12.13.7. Anjuran bersedekah pada hari jumat dalam khutbah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
- 12.13.8. Turunnya ayat al-jumu’ah karena jamaah meninggalkan Rasulullah saat berkhutbah untuk menyambut kafilah dagang
- 12.13.9. Disyariatkannya mandi jumat: dianjurkan mandi ketika hendak berangkat melaksanakan shalat jum’at
- 12.13.10. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tidaklah seorang laki-laki mandi pada hari jum'at lalu bersuci semaksimal mungkin, memakai wewangian, kecuali dia akan diampuni dosanya
- 12.13.12. Pada hari jum’at para malaikat hadir di pintu masjid mencatat siapa orang yang datang paling awal dan seterusnya
- 12.13.13. Mendekat imam dan diam, mendengarkan khutbah, maka setiap langkahnya akan mendapat pahala seperti qiyamullail dan berpuasa selama setahun
- 12.13.14. Sunnahnya berada di sebelah kanan imam: apabila kami shalat bersama Rasulullah, maka kami sangat senang untuk berdiri shalat di samping kanannya
- 12.13.15. Larangan berbicara saat khutbah: dua orang laki-laki yang mengobrol dilempar dengan kerikil agar mereka berdua diam
- 12.13.16. Ketika memberikan khutbah jum’at imam boleh menegur jamaah agar shalat tahiyatul masjid
- 12.13.17. Larangan melangkahi pundak orang lain pada khutbah hari jum'at, maka ia telah mengambil jembatan menuju neraka jahannam
- 12.13.18. Pada hari jumat ada satu waktu, di mana seorang muslim yang berdoa memohon kebaikan akan dikabulkan oleh Allah
- 12.13.19. Jika berkata diam pada temanmu pada hari jum’at ketika imam berkhutbah, maka telah kehilangan pahala shalat jum’atnya
- 12.13.20. Tata cara khutbah jum'at: Rasulullah telah mengajarkan khutbah hajah, yaitu: innal hamda lillaah, nahmaduhu
- 12.13.21. Shalat sunnah dua rakaat setelah shalat jum'at
- 12.13.22. Larangan khutbah dengan sajak puitis (yang sulit dimengerti) dan anjuran menyampaikan nasihat secara ringkas
- 12.13.23. Bersabda mendatangi shalat jum'at hukumnya wajib bagi muslim yang sudah baligh
- 12.13.24. Menyempurnakan wudlu'nya, shalat jum'at, mendengarkan khutbah, dosanya akan di ampuni
- 12.13.25. Kami pagi-pagi dan awal waktu mengerjakan shalat jum'at, dan tidur siang setelahnya
- 12.13.26. Shalat (jum'at) dan mengistirahatkan ternak kami, saat tergelincirnya matahari
- 12.13.27. Shalat jum'at, seusai shalat kami pergi. tidak ada bayangan dinding untuk berteduh
- 12.13.28. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat jum'at ketika matahari sudah tergelincir
- 12.13.29. Jika hari terasa sejuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyegerakan pelaksanaan shalat, dan bila udara panas Beliau mengakhirkannya, yakni shalat jum'at
- 12.13.30. Adzan panggilan shalat jum'at pada mulanya dilakukan ketika imam sudah duduk di atas mimbar
- 12.13.31. Barangsiapa yang kedua kakinya berdebu di jalan Allah, maka Allah mengharamkan orang itu untuk masuk neraka
- 12.13.33. Barangsiapa meninggalkan jum'at tiga kali karena meremehkannya, Allah menutup pintu hatinya
- 12.13.34. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat empat rakaat sebelum jum'at secara bersambung
- 12.13.35. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa melakukan shalat dua rakaat di rumahnya bila Beliau telah menunaikan shalat Jum'at
- 12.13.36. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: jika salah seorang dari kalian telah menunaikan shalat jum'at, maka hendaklah ia shalat empat rakaat setelahnya
- 12.13.37. Jika kalian ingin shalat (sunah) setelah menunaikan shalat Jum'at, maka shalatlah empat rakaat, jika kamu terburu-buru (karena suatu keperluan), maka shalatlah dua rakaat di Masjid dan dua rakaat di rumah
- 12.13.38. Janganlah suatu shalat disambung dengan shalat lain, kecuali setelah kita mengucapkan kata-kata atau keluar dari masjid
- 12.13.39. Hendaklah orang yang suka meninggalkan shalat Jum'at menghentikan perbuatannya, ataukah mereka ingin Allah membutakan hati mereka, dan sesudah itu mereka benar-benar menjadi orang yang lalai
- 12.13.40. Sesungguhnya shalat jum'at yang pertama kali dilaksanakan setelah shalat Jum'at di Masjid Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah di Masjid 'Abdul Qais di kampung Juwatsa, negeri Bahrain
- 12.13.41. Keutamaan hari jum'at: waktu mustajab pada hari jum’at yaitu waktunya ialah antara setelah ashar sampai tenggelamnya matahari
- 12.13.42. Pada hari jum'at itu ada satu saat, tidaklah seorang hamba muslim mengerjakan shalat lalu dia berdo'a tepat pada saat tersebut melainkan Allah akan mengabulkan do'anya tersebut, kemudian Beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya
- 12.13.43. Shalat (jum'at) bersama beliau, shalat dan khutbah beliau adalah pertengahan
- 12.13.44. Beliau mengajari khuthbah shalat dan khuthbah hajat
- 12.13.45. Lamanya shalat dan pendeknya khutbah menunjukkan pemahaman agamanya
- 12.13.46. Menghafal surat qaaf dari beliau ketika membacanya setiap kali khutbah jum'at
- 12.13.47. Seburuk-buruk khathib: Khatib yang berkata barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-nya, maka ia telah mendapat petunjuk, dan siapa yang bermaksiat kepada keduanya maka ia telah tersesat
- 12.13.48. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhuthbah sambil berdiri, kemudian duduk lalu berdiri kembali seperti yang kalian lakukan di zaman sekarang ini
- 12.13.49. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jika berkhutbah dalam peperangan, beliau berpegangan tombak dan jika khutbah di hari jum'at beliau berpegangan tongkat
- 12.13.50. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau di atas mimbar, (berdo'a) tidak lebih dari memberi isyarat dengan ini. yaitu jari telunjuk dekat ibu jari
- 12.13.51. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami untuk mempersingkat khutbah
- 12.13.52. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: hadirilah peringatan (khutbah) dan mendekatlah kepada imam, karena seseorang yang selalu menjauh darinya hingga ia akan diakhirkan masuk surga, meskipun ia memasukinya
- 12.13.53. Beliau membaca di atas mimbar 'WA NAADAW YAA MAALIK'
- 12.13.54. Rasulullah khutbah di atas mimbar, tiba-tiba Hasan dan Husain radliallahu ‘anhuma datang, lalu terjatuh, maka Rasulullah turun dari mimbar, lalu menggendong keduanya
- 12.13.55. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang duduk bertekuk lutut ketika imam berkhutbah pada hari jum'at
- 12.13.56. Dari Ya'la bin syaddad bin aus dia berkata aku melihat kebanyakan jama'ah yang ada di masjid adalah para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, aku melihat mereka duduk bertekuk lutut ketika imam sedang berkhutbah
- 12.13.57. Tiga golongan menghadiri shalat jum'at, yaitu; seseorang menghadiri shalat jum'at sambil bicara, sambil memanjatkan do’a dan orang yang menghadiri shalat Jum'at dengan sikap diam dan tenang
- 12.13.58. Lihatlah orang ini yang sedang khutbah sambil duduk!
- 12.13.59. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: barangsiapa mandi pada hari jum'at sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju masjid, maka dia seolah berkurban seekor unta
- 12.13.60. Rasulullah Shallahualahiwasalam memutuskan khutbah untuk jawab pertanyaan
- 12.13.61. Jangan sambung jum'at dengan shalat lain (jeda)
- 12.13.62. Larangan menyuruh berdiri saudaranya pada hari Jum'at lalu menempati tempatnya, dan perintah meminta dilapangkan
- 12.14. Shalat Khauf (Waktu Perang)
- 12.15. Dua Hari Raya dan Shalat Ied
- 12.15.1. Keutamaan dua hari raya: idulfitri dan iduladha, dua hari raya yang diberikan Allah untuk umat islam
- 12.15.2. Dianjurkan Wanita menghadiri dan menyaksikan shalat Ied
- 12.15.3. Jumlah takbir dalam shalat ied: takbir dalam shalat dua hari raya adalah tujuh kali sebelum membaca surat dan lima kali setelah membaca surat
- 12.15.4. Waktu shalat ied: pelaksanaan shalat ied di waktu dhuha
- 12.15.5. Imam yang terlambat: berangkat pada hari raya iedul fitri, atau iedul adlha, ia mencela keterlambatan imam seraya mengatakan, seharusnya kita telah selesai pada saat ini, dan itu tatkala tasbih
- 12.15.6. Rasulullah memerintahkan (untuk menunaikan) zakat fithri sebelum orang-orang keluar untuk shalat ied
- 12.15.7. Bacaan saat shalat iedul fitri dan iedul adha adalah surat qaaf dan al-qamar
- 12.15.8. Saat shalat iedul fitri dan iedul adha pergi dan pulang melewati satu jalan
- 12.15.9. Rasulullah melaksanakan shalat dua hari raya (fitri dan adha) dan pulang dengan jalan yang berlainan
- 12.15.10. Perintah bagi remaja, wanita pingitan, dan wanita haid untuk menyaksikan kebaikan serta doa kaum muslimin
- 12.15.11. Khutbah dilaksanakan setelah shalat Ied
- 12.15.12. Shalat Ied dilaksanakan tanpa adzan dan iqamah
- 12.15.13. Rasulullah melaksanakan shalat Id dua rakaat kemudian berdiri menyampaikan khutbah
- 12.15.14. Rasulullah tidak melaksanakan shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat Ied
- 12.15.15. Setiap kaum memiliki hari raya, dan hari raya kaum muslimin adalah Idul Fitri dan Idul Adha
- 12.16. Shalat Gerhana
- 12.16.1. Rasulullah shalat ketika terjadi gerhana matahari dengan empat sampai delapan kali ruku' dan empat kali sujud
- 12.16.2. Rasulullah mengeraskan bacaan dalam shalat khusuf, shalat dua rakaat dengan empat ruku’ dan empat sujud
- 12.16.3. Tata cara shalat kusuf (gerhana matahari) shalat gerhana dan penjelasan tentang gerhana
- 12.16.4. Rasululllah memerintahkan shalat dua rakaat berjama'ah ketika terjadi gerhana matahari
- 12.16.5. Rasulullah shalat gerhana dengan memanjagkan berdiri, ruku, dan sujudnya
- 12.16.6. Rasulullah melaksanakan shalat gerhana matahari dan setelahnya berkhutbah memperingatkan tentang surga, neraka, dan fitnah kubur
- 12.16.7. Rasulullah segera melaksanakan shalat gerhana dengan berdiri sangat panjang ketika terjadi gerhana matahari
- 12.16.8. Rasulullah segera melaksanakan shalat gerhana dan memerintahkan memperbanyak doa serta istighfar ketika terjadi gerhana
- 12.16.9. Ketika terjadi gerhana matahari, Rasulullah memperbanyak tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan doa hingga matahari kembali terlihat, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat
- 12.17. Keringanan dalam masalah shalat
- 12.17.1. Mengqashar shalat adalah sedekah yang Allah berikan kepada kalian, oleh karena itu, terimalah sedekah-nya
- 12.17.2. Shalat ketika ingat: barangsiapa lupa shalat, hendaklah tunaikan ketika ingat, tidak ada kaffarat atas shalatnya selain menunaikanya
- 12.17.3. Jika panas nampak menyengat maka tunggu sampai dingin untuk melaksanakan shalat, karena sesungguhnya panas yang menyengat itu dari hembusan neraka jahannam
- 12.17.4. Perintah shalat di rumah ketika hujan atau cuaca buruk
- 12.17.5. Bepergian selama sepuluh sampai sembilan belas hari dengan mengqashar (meringkas), dengan shalat dua rakaat
- 12.17.6. Rasulullah menjama’ dua shalat saat sedang dalam perjalanan, antara maghrib dengan isya’ dan dzuhur dengan ashar
- 12.17.7. Bertolak dari arafah, dan setelah sampai di jama' (muzdalifah), Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjamak antara shalat maghrib dan isya
- 12.17.8. Sujud sahwi: sujud dua kali sebelum atau setelah salam, ketika lupa rakaat shalat
- 12.17.9. Rasulullah lupa tasyahud awal dalam shalat zuhur, lalu sujud dua kali sebelum salam sambil bertakbir
- 12.17.10. Jika shalat menghadap ke arah sutrah (pembatas) maka mendekatlah kepadanya, agar setan tidak memutus shalatnya
- 12.17.11. Menggendong anak kecil: Rasulullah pernah shalat dengan menggendong umamah, putri beliau
- 12.17.12. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah shalat dengan memakai sandal
- 12.17.13. Rasulullah shalat di atas mimbar, beliau maju untuk ruku’ dan mundur ke tanah untuk sujud
- 12.17.14. Shalat zhuhur bersama beliau di madinah empat raka'at di dzul hulaifah dua raka'at
- 12.17.15. Allah mewajibkan jumlah rakaat shalat yang berbeda bagi orang mukim, musafir, dan orang yang berada dalam keadaan takut
- 12.17.16. Jika perjalanan mendesak, menangguhkan shalat maghrib dan menggabungkan dengan isya
- 12.17.17. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat zhuhur ketika matahari telah condong dari tengah langit ke sebelah barat
- 12.17.19. Tidak Disyariatkannya Shalat Sunnah Rawatib Sebelum dan Sesudah Shalat Fardu Saat Safar
- 12.17.20. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan shalat ketika berada di Madinah bukan dalam keadaan safar sebanyak tujuh raka'at dan delapan raka'at
- 12.17.21. Ketentuan menjama' shalat dzuhur dan 'ashar saat safar: mengakhirkan zhuhur sebelum matahari condong atau melaksanakannya jika berangkat setelah matahari condong
- 12.17.22. Janganlah kalian sengaja shalat ketika matahari terbit dan atau ketika saat terbenam
- 12.17.23. Rasulullah menjamak Shalat zhuhur dan ashar ketika bersinggah dalam perjalanan
- 12.17.24. Berkeluh kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam perihal shalat diatas kerikil yang sangat panas, namun beliau tidak menggubris
- 12.17.25. Menghamparkan Kain untuk Sujud karena Panas yang Menyengat
- 12.17.26. Rasulullah Mengqadha Shalat Ashar yang Tertunda Karena Perang Khandaq Sebelum Shalat Maghrib
- 12.17.27. Dua rakaat setelah dzuhur, dikerjakan setelah ashar
- 12.17.28. Mendapatkan sujud 'ashar sebelum terbenam sempurnakanlah, dan juga sujud subuh
- 12.17.29. Rasulullah Mengqadha Shalat Wustha (Shalat Ashar) Setelah Disibukkan oleh Perang Ahzab
- 12.17.30. Rasulullah meringankan shalat karena mendengar tangisan anak kecil
- 12.17.31. Rasulullah memerintahkan mengqadha shalat yang terlupa ketika telah ingat
- 12.17.32. Rasulullah berpindah tempat sebelum mengqadha shalat subuh yang terlewat karena tertidur
- 12.17.33. Menjamak shalat saat Perang Tabuk
- 12.17.34. Shalat dua raka'at ketika safar pada perjalanan sejauh tiga mil
- 12.17.35. Shalat dua raka'at ketika safar pada perjalanan sejauh delapan belas mil
- 12.17.36. Rasulullah, abu bakar, dan umar shalat dua rakaat di mina
- 12.17.37. Rasulullah shalat dua rakaat di mina pada haji wada
- 12.17.38. Hendaklah salah seorang dari kalian shalat dalam kondisi semangat, namun jika ia lelah atau malas hendaklah ia duduk
- 12.17.39. Rasulullah memerintahkan beristirahat ketika mengantuk saat shalat
- 12.17.40. Jika kamu tidak sempat mendapati shalat di masjid, berapa raka'at kamu shalat di bathha, dua raka'at
- 12.17.41. Mengakhirkan dhuhur & maghrib, menyegerakan ashar & isya saat safar
- 12.18. Larangan dalam masalah shalat
- 12.18.1. Rasulullah bersabda: jika iqamah telah dikumandangkan maka janganlah berdiri hingga kalian melihat aku
- 12.18.2. Larangan isbal dalam shalat: tidak diterimanya shalat karena isbal (memanjangkan kain atau sarungnya sampai dibawah mata kaki)
- 12.18.3. Larangan sadh dalam shalat: Rasulullah melarang sadh (menutupkan kain ke tubuh dan memasukan tangan ke dalam kain)
- 12.18.4. Larangan sadl dalam shalat: Rasulullah melarang malakukan sadl yaitu menurunkan kain hingga menyentuh bumi
- 12.18.5. Jika sedang shalat, janganlah sekali-kali meludah di depan atau di sebelah kanannya, namun hendaklah ia meludah di sebelah kiri atau di bawah kakinya
- 12.18.6. Larangan mengimami shalat dengan bacaan surat yang panjang supaya tidak terjadi fitnah
- 12.18.7. Apabila makan malam sudah dihidangkan sedangkan shalat telah didirikan, maka dahulukanlah makan, setelah itu baru mendirikan shalat
- 12.18.8. Larangan bicara saat shalat: hingga turunlah ayat - dan berdirilah (shalatlah) kalian menghadap Allah dengan khusyu’ (QS. Al-Baqarah: 238)
- 12.18.9. Larangan shalat dalam keadaan mabuk
- 12.18.10. Larangan berpaling atau menoleh dalam shalat: menoleh dalam shalat adalah sambaran cepat setan, Allah senantiasa menghadap hamba selama ia tidak menoleh
- 12.18.11. Larangan mendirikan shalat dengan menahan kencing, buang air besar, atau kentut
- 12.18.12. Larangan shalat dengan pakaian yang tidak menutupi aurat: Allah tidak menerima shalat wanita yang telah haid (baligh, dewasa) kecuali dengan mengenakan kerudung
- 12.18.13. Larangan shalat dengan mengenakan satu helai baju yang tidak menutupi pundak
- 12.18.14. Larangan shalat dengan pakaian bergambar: memakai pakaian bergambar dapat mengganggu kekhusyukan ketika shalat
- 12.18.15. Larangan membaca Al-Qur'an dalam shalat secara cepat: teguran ibnu mas’ud atas bacaan al-qur’an yang cepat dalam shalat seperti membaca syair
- 12.18.16. Larangan shalat di kamar mandi dan di kuburan: semua tempat di bumi ini adalah masjid, kecuali kamar mandi dan kuburan
- 12.18.17. Larangan shalat menghadap kubur: janganlah kalian duduk di atas kuburan, dan jangan pula kalian shalat dengan menghadap ke arahnya
- 12.18.18. Larangan shalat di tujuh tempat: pembuangan sampah, tempat pemotongan hewan, pemakaman, tengah jalan, pemandian umum, tempat menderumnya unta dan di atas ka'bah
- 12.18.19. Larangan Shalat setelah ashar kecuali jika matahari masih tinggi
- 12.18.20. Larangan shalat di dua waktu: Rasulullah melarang shalat setelah shubuh hingga matahari terbit, dan setelah ‘ashar sampai matahari terbenam
- 12.18.21. Larangan tidak tuma'ninah: ulangi shalat jika tidak tuma’ninah
- 12.18.22. Larangan mengangkat mata mereka ke langit dalam shalat, atau benar-benar Allah akan menyambar mata mereka
- 12.18.23. Larangan membaca Al-Qur'an saat ruku' dan sujud, serta anjuran memperbanyak doa dalam sujud
- 12.18.24. Larangan duduk iq’a (seperti duduknya anjing, meletakkan bokong di lantai) di antara dua sujud
- 12.18.25. Larangan duduk bersandar pada tangan kiri
- 12.18.26. Menyempurnakan wudlunya, kemudian shalat, janganlah menganyam kedua jari-jari
- 12.18.27. Beliau bersabda: Ulangilah shalatmu, sebab tidak ada shalat bagi orang yang shalat sendirian di belakang shaf
- 12.18.28. Janganlah kalian sengaja shalat ketika matahari terbit dan atau ketika saat terbenam
- 12.18.29. Melarang menjulurkan pakaian shalat (sadl) dan menutupi mulut
- 12.18.30. Abu rafi' berkata; saya mendengar beliau saw bersabda itu adalah tempat duduk setan
- 12.18.31. Ancaman bagi orang yang tertinggal shalat ashar seperti orang yang kehilangan keluarga dan hartanya
- 12.18.32. Ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat ashar, sungguh telah hapuslah amalnya
- 12.18.33. Nabi ingin memanjangkan shalat, namun mendengar tangisan bayi, maka beliau memendekkan shalat karena khawatir akan memberatkan ibunya
- 12.18.34. Mu'adz mengimami shalat di kaumnya (dengan bacaan panjang)
- 12.18.35. Ketika melaksanakan shalat dilarang rambutnya disanggul
- 12.18.36. Larangan bertolak pinggang
- 12.18.37. Nabi shallallahu'alaihi wa sallam selalu berpaling dari kiblat ketika membuang ingus, air ludah, atau dahak
- 12.18.38. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam meludah, lalu dia menggosok-gosoknya dengan sandalnya
- 12.18.39. Tunda shalat saat sebagian matahari terbit dan terbenam hingga benar-benar sempurna
- 12.19. Shalat Tasbih
- 12.20. Shalat Istisqa (meminta hujan)
- 12.20.1. Tata cara shalat istisqa': Menghadap kiblat dan membalik selendang kemudian shalat dua rakaat
- 12.20.2. Tata cara shalat istisqa': mengangkat tangan ketika berdo’a, hingga terlihat putih kedua ketiaknya
- 12.20.3. Tata cara shalat istisqa': memberi isyarat ke langit dengan punggung kedua telapak tangannya
- 12.20.4. Minta hujan berwasilah paman nabi, 'abbas bin 'abdul muththalib, setelah nabi wafat
- 12.20.5. Rasulullah melaksanakan shalat Istisqa dan mengangkat kedua tangan untuk memohon hujan, kemudian berdoa: Ya Allah, turunkanlah hujan ini di sekitar kami dan jangan sampai menghancurkan kami
- 12.21. Shalat Jenazah
- 12.21.1. Keutamaan shalat jenazah: barangsiapa menshalatkan jenazah, baginya satu qirath dan barangsiapa menguburkannya, baginya dua qirath
- 12.21.2. Rasulullah jika menshalati jenazah, beliau berdoa: ALLAHUMMAGHFIR LIHAYYINAA WA MAYYITINAA WA SYAAHIDINAA
- 12.21.3. Posisi imam ketika shalat pada jenazah laki-laki: anas bin malik menshalati jenazah laki-laki. Lalu berdiri di sisi kepalanya
- 12.21.4. Posisi imam ketika shalat pada jenazah wanita: Rasulullah menshalatinya dan beliau berdiri di bagian tengah (jenazah) nya
- 12.21.5. Sunnahnya membaca Al-Fatihah pada saat shalat jenazah
- 12.21.6. Rasulullah mengumumkan kematian an najasyi pada hari kematiannya kemudian beliau keluar menuju tempat shalat lalu beliau membariskan shaf kemudian takbir empat kali
- 12.21.7. Rasulullah membiarkan tubuhnya terkena air hujan yang baru diturunkan Allah
- 12.21.8. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menshalati orang yang sudah meninggal setelah dikuburkan
- 12.21.9. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam untuk jenazah, beliau takbir lima kali
- 12.21.10. Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menshalatkan Suhail bin baidla` di masjid
- 12.22. Shalat istikharah
- 12.23. Ramadhan dan Qiyamul Lail
- 12.23.1. Lailatul qadar 10 malam ganjil terakhir: carilah lailatul qadar pada malam yang ganjil dalam sepuluh malam yang akhir dari ramadhan
- 12.23.2. Lailatul qadar malam ke-21: carilah lailatul qadar pada sembilan hari terakhir dari ramadhan
- 12.23.3. Lailatul qadar malam ke-23: carilah lailatul qadar pada malam tujuh hari terakhir dari ramadhan
- 12.23.4. Lailatul qadar malam ke-27: carilah lailatul qadar pada malam ke dua puluh tujuh di bulan ramadhan
- 12.24. Shalat Sunnah di rumah
- 12.25. Anas berkata aku tidak pernah mengenal sesuatu pun di zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seperti apa yang terjadi sekarang (melalaikan shalat)
- 13. Dzikir & Doa
- 13.1. Keutamaan Dzikir kepada Allah
- 13.1.1. Dzikir kepada Allah lebih baik dari sedekah emas dan uang
- 13.1.2. Ucapan anak adam itu akan kembali dengan membawa bencana untuknya dan tidak membawa keberuntungan baginya, kecuali berdzikir kepada Allah
- 13.1.3. Ucapan dzikir subhanallahi wa bihamdihi pilihan Allah bagi malaikat- dan hamba-nya
- 13.1.4. Rasulullah Shallallahualaihiwasallam selalu mengingat Allah Azzawajalla dalam setiap waktunya
- 13.1.5. Rumah yang selalu disebut nama Allah seperti orang yang hidup
- 13.1.6. Barangsiapa tertinggal sesuatu dari wiridnya kemudian dia membacanya diantara shalat fajar sampai dzuhur, maka seakan akan dia membacanya di malam harinya
- 13.1.7. Sesungguhnya do'a seorang muslim untuk saudaranya yang jauh dariya akan terkabulkan, karena Malaikat bertengger di atas kepalanya
- 13.1.8. Al-Mufarridun adalah orang-orang yang disibukkan oleh dzikir kepada Allah
- 13.2. Dzikir setelah shalat subuh
- 13.2.1. Beristighfar tiga kali dan membaca ALLAHUMMA ANTAS SALAAM…
- 13.2.2. Bertaubat dan beristighfar tujuh puluh kali sampai seratus kali setiap hari
- 13.2.3. Membaca 3x ASTAGHFIRULLAH ALLADZI LAA ILAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUM WA ATUUBU ILAIH
- 13.2.4. Membaca subhanallah 100x, ditulis 1000 kebaikan dan dihapus 1000 kesalahan
- 13.2.5. Membaca subhanallah wa bihamdihi 100x, dosanya dihapus meskipun sebanyak buih di lautan
- 13.2.6. Subhanallah adada khalqihi 3x, subhanallah ridha nafsihi 3x, subhanallah ziinata arsyihi 3x, subhanallah midaada kalimatihi 3x
- 13.2.7. Membaca 100x LAA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ALAA KULII SYAI'IN QADIIR
- 13.2.8. Membaca SUBHANALLAH 100x, ALHAMDULILLAH 100x, ALLAHU AKBAR 100x, LAILLAHA ILLALLAH 100x
- 13.2.9. Membaca 200x LAA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ALAA KULII SYAI'IN QADIIR
- 13.2.10. Shalawat Ibrahimiyyah: ALLAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMADIN WA 'ALA `ALI MUHAMMAD, KAMA SHALLAITA 'ALA IBRAHIM …
- 13.3. Kelanjutan dzikir pagi
- 13.3.1. Membaca ayat kursi: barangsiapa membaca ayat kursi pada waktu pagi, maka ia akan di jaga hingga tiba waktu sore
- 13.3.2. Membaca: al ikhlas, al falaq, an naas ketika sore dan pagi tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan mencukupkanmu dari segala keburukan
- 13.3.3. Membaca: ALLAHUMMA BIKA ASHBAHNA WA BIKA AMSAINA WA BIKA NAHYAA WA BIKA NAMUUTU WA ILAIKAN NUSYUR
- 13.3.4. Membaca: 'ALLAAHUMMA ANTA RABBII, LA ILAHA ILLA ANTA … - barangsiapa membaca ketika waktu pagi dan sore lalu ia meninggal pada hari itu atau pada malamnya, maka ia akan masuk surga
- 13.3.5. Membaca: ALLAHUMMA INNI ASHBAHTU USYHIDUKA ...4x - barangsiapa membacanya sebanyak empat kali maka Allah akan membebaskan semua anggota badannya dari neraka
- 13.3.6. Membaca: ALLAHUMMA MAA ASHBAHA BII MIN NI'MATIN FAMINKA WAHDAKA … - barangsiapa mengucapkannya pada waktu sore maka ia telah berbuat sukur kepada-Nya untuk waktu malamnya
- 13.3.7. Membaca: 'ALLAHUMMA 'AFINI FIE BADANII, ALLAHUMMA 'AFINI FIE SAM'II ... 3x
- 13.3.8. Membaca: ASHBAHNAA WA ASHBAHAL MULKU IILLAH, WALHAMDU LILLAAHI, LAA-ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHUU LAA SYARIIKA LAHU
- 13.3.9. Membaca sekali, LAA ILAAHA ILLAALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA 'ALA KULLU SYAI`IN QADIIR
- 13.3.10. Membaca sepuluh kali, LAA ILAAHA ILIALLAAHU WAHDAH, IAA SYARIIKALAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI'IN QADIIR
- 13.3.11. Membaca: HASBIYALLAAH LAA ILAAHA ILLA HUWA 'ALAIHI TAWAKKALTU WAHUWA RABBUL 'ARSYIL 'AZHIIM 7x - Allah akan menyelamatkannya dari kesusahan-kesusahan yang membelitnya
- 13.3.12. Membaca: ALLAHUMMA INNII AS`ALUKAL 'AAFIYATA FIDDUNYAA WAL AAKHIRAH...
- 13.3.13. Membaca: ALLAHUMMA FAATIRAS SAMAWAATI WAL ARDLI AALIMAL GHAIBI WASY SYAHAHDAH…
- 13.3.14. Membaca: BISMILLAHILLADZI LAA YADLURRU MA'ASMIHI SYAI`UN FIL ARDLI … 3x - maka ia tidak akan tertimpa musibah yang datang dengan tiba-tiba
- 13.3.15. Membaca: RADLIINA BILLAHI RABBAN WA BIL ISLAAMI DIINAN WA BIMUHAMMADDIN RASUULAN - kecuali telah wajib bagi Allah untuk meridhainya
- 13.3.16. Membaca: ASHBAHNAA WA ASHBAHAL MULKU LILLAHI RABBIL 'AALAMIIN ALLAHUMMA INNII AS`ALUKA KHAIRA …
- 13.3.17. Membaca: ASHBAHNAA 'ALAA FITHRATIL ISLAAM WAKALIMATIL IKHLAASH WA SUNNATI NABIYYINAA MUHAMMADIN …
- 13.3.18. Membaca: ALLHUMMA AJIRNII MINANNAR 7x - jika kamu baca doa itu kemudian kamu meninggal pada malam atau hari itu juga, maka akan terbebas dari neraka
- 13.3.19. Membaca: LAA ILAAHA ILLAALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH… - mendapatkan pahala senilai memerdekakan seorang budak, dituliskan sepuluh kebaikan, dihapus sepuluh dosa, dinaikkan sepuluh derajat. dijaga dari setan sampai sore atau pagi
- 13.4. Kelanjutan dzikir sore
- 13.4.1. Membaca ayat kursi: barangsiapa membaca ayat kursi pada waktu sore, maka ia akan di jaga hingga tiba waktu pagi
- 13.4.2. Membaca: al ikhlas, al falaq, an naas ketika sore dan pagi tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan mencukupkanmu dari segala keburukan
- 13.4.3. Membaca: ALLAHUMMA BIKA AMSAINA WABIKA ASHBAHNYA WABIKA NAHYA WABIKA NAMUT WA ILAIKAL MASHIR
- 13.4.4. Membaca: AMSAINAA WA AMSAL MULKU LILLAAH, WALHAMDU LILLAAHI, LAA-ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHUU LAA SYARIIKA LAHU
- 13.4.5. Membaca: 'ALLAAHUMMA ANTA RABBII, LA ILAHA ILLA ANTA … - barangsiapa membaca ketika waktu pagi dan sore lalu ia meninggal pada hari itu atau pada malamnya, maka ia akan masuk surga
- 13.4.6. Membaca: ALLAHUMMA INNI ASHBAHTU USYHIDUKA ...4x - barangsiapa membacanya sebanyak empat kali maka Allah akan membebaskan semua anggota badannya dari neraka
- 13.4.7. Membaca: ALLAHUMMA MAA ASHBAHA BII MIN NI'MATIN FAMINKA WAHDAKA … - barangsiapa mengucapkannya pada waktu sore maka ia telah berbuat sukur kepada-Nya untuk waktu malamnya
- 13.4.8. Membaca: 'ALLAHUMMA 'AFINI FIE BADANII, ALLAHUMMA 'AFINI FIE SAM'II ... 3x
- 13.4.9. Membaca: HASBIYALLAAH LAA ILAAHA ILLA HUWA 'ALAIHI TAWAKKALTU WAHUWA RABBUL 'ARSYIL 'AZHIIM 7x - Allah akan menyelamatkannya dari kesusahan-kesusahan yang membelitnya
- 13.4.10. Membaca: ALLAHUMMA INNII AS`ALUKAL 'AAFIYATA FIDDUNYAA WAL AAKHIRAH...
- 13.4.11. Membaca: ALLAHUMMA FAATIRAS SAMAWAATI WAL ARDLI AALIMAL GHAIBI WASY SYAHAHDAH…
- 13.4.12. Membaca: BISMILLAHILLADZI LAA YADLURRU MA'ASMIHI SYAI`UN FIL ARDLI … 3x - maka ia tidak akan tertimpa musibah yang datang dengan tiba-tiba
- 13.4.13. Membaca: RADLIINA BILLAHI RABBAN WA BIL ISLAAMI DIINAN WA BIMUHAMMADDIN RASUULAN - kecuali telah wajib bagi Allah untuk meridhainya
- 13.4.14. Membaca: ASHBAHNAA WA ASHBAHAL MULKU LILLAHI RABBIL 'AALAMIIN ALLAHUMMA INNII AS`ALUKA KHAIRA …
- 13.4.15. Membaca: ASHBAHNAA 'ALAA FITHRATIL ISLAAM WAKALIMATIL IKHLAASH WA SUNNATI NABIYYINAA MUHAMMADIN …
- 13.4.16. Membaca: ALLHUMMA AJIRNII MINANNAR 7x - jika kamu baca doa itu kemudian kamu meninggal pada malam atau hari itu juga, maka akan terbebas dari neraka
- 13.4.17. Membaca: LAA ILAAHA ILLAALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH… - mendapatkan pahala senilai memerdekakan seorang budak, dituliskan sepuluh kebaikan, dihapus sepuluh dosa, dinaikkan sepuluh derajat. dijaga dari setan sampai sore atau pagi
- 13.5. Dzikir umum setiap shalat wajib selain pagi hari
- 13.5.1. Beristighfar tiga kali dan membaca ALLAHUMMA ANTAS SALAAM…
- 13.5.2. Membaca: LAA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH
- 13.5.3. Membaca: ALLAAHUMMA LAA MAANI'A LIMAA A'THAITA WALAA MU'THIYA LIMAA MANA'TA WALAA YANFA'U DZAL JADDI MINKAL JADD
- 13.5.4. Menbaca: LAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH ...sampai ...WALAU KARIHAL KAAFIRUUNA
- 13.5.5. Membaca: Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas
- 13.5.6. Membaca: ALLAHUMMA AJIRNII MINAN NAAR 7x
- 13.5.7. Membaca: ALLAAHUMMA A'INNII 'ALAA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI 'IBAADATIK'
- 13.5.8. Tasbih, Tahmid, dan Takbir masing-masing 10 kali setelah shalat wajib
- 13.5.9. Tasbih, Tahmid, dan Takbir masing-masing 33 kali setelah shalat wajib ditutup dengan, LAA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH ...
- 13.5.10. Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil masing-masing 25 kali setelah shalat wajib
- 13.6. Doa dan Dzikir menjelang tidur
- 13.6.1. Beranjak tidur membaca ayat kursi: niscaya Allah akan senantiasa menjagamu dan syetan tidak akan mendekatimu hingga pagi
- 13.6.2. Doa menjelang tidur: ALLAHUMMA ASLAMTU ALLAHUMMA ASALAMTU NAFSII ILAIKA ...
- 13.6.3. Doa menjelang tidur: ALLAAHUMMA BISMIKA AHYAA WA BISMIKA AMUUTU
- 13.6.4. Doa menjelang tidur: BISMIKA RABBII WADHA'TU JANBII WABIKA ARFA'UHU ...
- 13.6.5. Doa menjelang tidur: ALLAHUMMA INNAKA KHALAQTA NAFSI WA ANTA TAWAFFAAHAA LAKA MAMATUHA …
- 13.6.6. Doa menjelang tidur: ALHAMDULILLAAHIL LADZII ATH`AMANAA WAKAFAANAA WA AAWAANAA ...
- 13.6.7. Doa menjelang tidur: ALLAHUMMA RABBAS SAMAWATIS SAB'I WA RABBAL ARDLI WA RABBANA …
- 13.6.8. Doa menjelang tidur: ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIWAJHIKAL KARIM …
- 13.6.9. Doa menjelang tidur: BISMILLAHI WADLA'TU JANBII ALLAHUMMAGHFIRLI DZANBII …
- 13.6.10. Doa menjelang tidur: ALHAMDULILLAHILLADZI KAFAANII WA AAWAANII …
- 13.6.11. Doa menjelang tidur: MEMBACA SURAT-SURAT AL MUSABBIHAAT
- 13.6.12. Doa menjelang tidur: MEMBACA AL IKHAS, AL FALAQ DAN AN NAAS
- 13.6.13. Doa menjelang tidur: MEMBACA SURAH AL KAFIRUN
- 13.6.14. Doa menjelang tidur: MEMBACA TASBIH 33x, TAHMID 33x, TAKBIR 34x
- 13.6.15. Meletakkan tangan di bawah kepala dan berdoa sebelum tidur
- 13.6.16. Membaca sepuluh ayat penghabisan dari surat ali imran
- 13.7. Doa dan Dzikir bangun tidur
- 13.7.1. Doa bangun dari tidur: 'AL HAMDULILLAAHIL LADZII AHYAANAA BA'DA MAA AMAATANAA WA ILAIHIN NUSYUUR
- 13.7.2. Bangun malam lalu membaca: LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH... Lalu berdoa: RABBI IGHFIR LI, doanya dikabulkan, jika wudhu dan shalat, shalatnya diterima
- 13.7.3. Membaca sekali, ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU ILAAHAN WAAHIDAN SHAMADAN LAM YATTAKHIDZ SHAAHIBATAN WA LAM YAKUN LAHU KUFUWAN AHAD
- 13.7.4. Amal yang utama, bersuci (berwudhu') pada suatu kesempatan malam ataupun siang melainkan aku selalu shalat dengan wudhu
- 13.8. Doa dan Dzikir umum
- 13.8.1. Membaca: YA RABBI LAKAL HAMDU KAMA YAMBAGHI LIJALAALIKA WAJHIKA WA LI ADZIMI SULTHAANIKA
- 13.8.2. Membaca sekali di pasar, LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYII WA YUMIITU LAA YAMUUTU BIYADIHIL KHAIRU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR
- 13.8.3. Sebaik-baik perkataan adalah SUBHANALLAH WAL HAMDULILAH LA ILAHA ILLALLAHU ALLAHU AKBAR
- 13.8.4. Mohon keselamatan pada Allah, sebab itu karunia terbaik
- 13.9. Kumpulan doa sehari-hari
- 13.9.1. Doa sebelum makan: apabila salah seorang di antara kalian makan, maka sebutlah nama allah. Maka bacalah: BISMILLAHI FII AWWALIHI WA AKHIRI
- 13.9.2. Doa setelah makan: ALHAMDULILLAHIL LADZII ATH'AMANAA WA SAQAANAA WA JA'ALANAA MUSLIMIIN
- 13.9.3. Doa ketika sore hari: 'AMSAINAA WA AMSAL MULKU LILLAAH, WALHAMDU LILLAAHI …
- 13.9.4. Doa ketika dalam musibah: LAA ILAAHA ILLALLAHUL ADHIMUL HALIM LAA ILAAHA ILLALLAH …
- 13.9.5. Doa ketika menshalati jenazah: ALLAHUMMAGHFIR LAHU WARHAMHU WA'FU 'ANHU WA AKRIM NUZULAHU ...
- 13.9.6. Doa ketika ziarah kubur: ASSALAMU ‘ALAA AHLID DIYAAR MINAL MUKMININ WAL MUSLIMIN WA YARHAMULLAHU ALMUSTAQDIMIIN MINNA WAL MUSTA`KHIRIIN …
- 13.9.7. Doa selesai majelis: SUBHANAKA ALLAHUMMA WABIHAMDIKA ASYHADU ALLA ILAAHA ILLA ANTA ASTAGHFIRUKA WAATUBU ILAIKA
- 13.9.8. Dua malaikat yang menjaga orang berdoa saat keluar rumah
- 13.9.9. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar menuju sebuah kuburan kemudian mengucapkan : ASSALAAMU 'ALAIKUM DAARA QAUMIN MUKMINIIN, WA INNAA INSYAA ALLAAHU BIKUM LAAHIQUUN
- 13.9.10. Doa jika terkena musibah: INNA LILLAHI WAINNA ILAIHI ROJI'UN ALLAHUMMA 'INDAKA AHTASIBU MUSIBATI ...
- 13.9.11. Anjuran mengucapkan doa yang baik ketika menjenguk orang sakit atau orang yang meninggal: ALLAHUMMAGHFIR LII WA LAHU WA`A'QIBNII MINHU UQBAA HASANAH
- 13.9.12. Doa setelah makan: ALLAHUMMAGHFIR LAHUM, WARHAMHUM, WA BARIK LAHUM
- 13.9.13. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendoakan keberkahan setelah mencuci tangan dan wajahnya
- 13.9.14. Doa memohon kebaikan di dunia dan akhirat: ALLAAHUMMA RABBANAA AATINAA FID DUNYA HASANAH WA FIL AAKHIRATI HASANAH WAQINAA ADZAABANNAAR
- 13.10. Adab berdoa
- 13.10.1. Rasulullah bersabda: sesungguhnya do'a itu adalah ibadah
- 13.10.2. Sesungguhnya doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa
- 13.10.3. Berdoalah kepada tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas
- 13.10.4. Perintah memuji allah dan membaca shalawat sebelum berdoa
- 13.10.5. Rendahkan diri tidak menyeru ke dzat yang tuli dan bukan dzat yang jauh
- 13.10.6. Memohon pada Allah agar menyelamatkanmu dari siksa neraka dan siksa kubur
- 13.10.7. Bersabda semua perkara penting yang tidak dimulai dengan hamdalah adalah sia-sia
- 13.10.8. Makanan, pakaian haram, apa mungkin doanya dikabulkan
- 13.10.9. Berdoalah dengan penuh keyakinan, tanpa mengaturnya dengan kalimat "Jika Engkau menghendaki"
- 13.10.10. Peristiwa teguran bagi yang berdoa: "Ya Allah, gantikanlah azab akhiratku di dunia saja"
- 13.11. Kumpulan doa-doa insidental
- 13.11.1. Doa masuk kamar mandi atau wc: ALLAAHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHABAA`ITSI
- 13.11.2. Doa keluar dari wc: GHUFRAANAKA (AKU MOHON AMPUNANMU)
- 13.11.3. Doa nabi meminta hujan: ALLAHUMMA HAWAALAINAA WA LAA 'ALAINAA
- 13.11.4. Doa rasulullah saat hujan terlalu deras dan menyebabkan kerusakan: ALLAHUMMA SHOYYIBAN NAFI’AN. ALLAHUMMA HAWAA ALAINAA
- 13.11.5. Rasulullah mengendarai kendaraannya beliau bertakbir tiga kali kemudian berdoa: SUBHANALLADZI SAKHKHARA LANA HADZA ...
- 13.11.6. Rasulullah serta para pasukannya apabila menaiki tempat yang tinggi mereka bertakbir dan apabila turun mereka bertasbih
- 13.11.7. Doa ketika mendengar suara petir: SUBHANA ALLADZI YUSABBIHU RA'DU BI HAMDIHI WA AL MALAIKATU MIN KHIFATIHI
- 13.11.8. Doa ketika angin kencang: ALLAHUMMA INNII ASALUKA KHAIRAHAA WA KHAIRA MAA FIIHAA WA KHAIRA MAA URSILAT BIHI ...
- 13.11.9. Doa ketika turun hujan: ALLAHUMMA SHAIBAN NAAFI'A (YA ALLAH JADIKANLAH CURAHAN YANG PENUH KEBERKAHAN)
- 13.11.10. Doa khusus Rasulullah saat menghadapi pasukan sekutu (Perang Ahzab)
- 13.11.11. Doa Nabi di Qubbah (kemah); memohon janji dan perjanjian Allah
- 13.11.12. Doa Nabi ketika melakukan perjalanan: ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MIN WA'TSAA`IS SAFAR…
- 13.11.13. Doa Nabi ketika kembali dari perjalanan: AAYIBUUN TAA`IBUUN 'AABIDUUN LIRABBINAA HAAMIDUUN
- 13.12. Sujud-sujud lain
- 13.12.1. Rasulullah ketika mendapatkan kabar gembira maka beliau melakukan sujud syukur
- 13.12.2. Sujud tilawah bersama rasulullah saat membaca surat as-sajdah hingga penuh sesak
- 13.12.3. Bagi yang tidak melakukan sujud tilawah tidak ada dosa baginya, Allah tidak mewajibkannya
- 13.12.4. Dua sujud tilawah dalam surat an-najm dan orang yang menolak sujud (karena sombong) terbunuh sebagai orang kafir
- 13.12.5. Zaid bin tsabit pernah membacakan surat an najm di hadapan Rasulullah dan beliau tidak sujud
- 13.12.6. Ada sujud tilawah dalam surat al-Insyiqaq
- 13.12.7. Ada sujud tilawah dalam surat al-Alaq
- 13.12.8. Ada dua sujud tilawah dalam surat al-Hajj
- 13.12.9. Ibnu abbas melihat rasulullah sujud pada surat shad
- 13.12.10. Umar bin khaththab membaca an-nahl dari mimbar, lalu turun untuk sujud tilawah
- 13.13. Doa-doa lain
- 13.13.1. Berdoa: ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MIN SYARRI MAA 'AMILATHU NAFSII
- 13.13.2. Berdoa: ALLAHUMMA LAKA ASLAMTU WABIKA AAMANTU WA'ALAIKA TAWAKKALTU WAILAIKA ANABTU WABIKA KHASHAMTU ...
- 13.13.3. Menjelang Fajar, berdoa: SAMI'A SAAMI'UN BIHAMDILLAAHI WAHUSNI BALAA'IHI 'ALAINAA ...
- 13.13.4. Berdoa: ALLAHUMMA AUDZU BI KALIMATILLAHIT TAAMMAAT MIN SYARRI MA KHALAQ
- 13.13.5. Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam selalu meminta perlindungan dari cobaan yang memayahkan, kesengsaraan yang menderitakan, takdir yang buruk dan cacian musuh
- 13.13.6. Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam memperbanyak pertakataan, SUBHAANALLOOH WABIHAMDIHI ASTAGHFIRULLAH WA ATUUBU ILAIHI
- 13.13.7. Doa Rasulullah untuk kabilah aslam dan ghifar
- 13.13.8. Doa Rasulullah untuk Anas bin malik: keberkahan harta dan kelimpahan keturunan
- 13.13.9. Doa Rasulullah: ALLAAHUMMAJ'AL RIZQA AALI MUHAMMADIN QUUTAN (Ya Allah jadikanlah rizki keluarga Muhammad dari bahan makanan pokok)
- 13.13.10. Doa Nabi saat wabah melanda Madinah: ALLAHUMMA HABBIB ILAINAA ALMADINAH KAMAA HABBABTA ILAINAA MAKKATA…
- 13.13.11. Doa ampunan khusus dari Nabi SAW untuk Abu 'Amir Al-Asy'ari yang gugur dalam medan perang
- 13.13.12. Beliau bersabda: LAA ILAAHA ILLA ALLAHU WAHDAH A'AZZA JUNDAHU WA NASHARAN 'ABDAHU…
- 13.13.13. Do'a mohon petunjuk : ALLAHUMMAHDINI WA SADDIDNI WADZKUR BIL HUDA HIDAYATAKA AT THARIQ WA ADZKUR BI SADDADI TASDIDAKA AS SAHMA
- 13.13.14. Doa Rasulullah : ALLOOHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI'MATIKA…
- 13.1. Keutamaan Dzikir kepada Allah
- 14. Puasa Ramadhan dan Puasa Sunnah
- 14.1. Keutamaan Puasa
- 14.1.1. Setiap amal anak adam dilipat gandakan kecuali puasa
- 14.1.2. Puasa adalah perisai dari api neraka
- 14.1.3. Puasa adalah untuk Allah dan Allah sendiri yang membalasnya
- 14.1.4. Hendaklah kalian berpuasa, karena tidak ada ibadah yang sebanding dengannya
- 14.1.5. Puasa menjauhkan dari neraka selama 70 musim
- 14.1.6. Puasa paling utama adalah puasa Nabi Daud, sehari puasa sehari berbuka
- 14.1.7. Shaum itu benteng, jangan berbuat keji atau bodoh saat berpuasa
- 14.1.8. Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: ketika berbuka dan ketika berjumpa dengan Rabbnya
- 14.1.9. Harumnya bau mulut orang yang berpuasa
- 14.1.10. Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat
- 14.1.11. Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosa yang telah lalu
- 14.1.12. Pintu Ar-Rayyan, Hari Qiyamat Masuk Surga Lewat Pintu Para Shaimun
- 14.1.13. Puasa Dan Shalat Paling Dicintai Allah ; Puasa Dan Shalatnya Nabi Daud As
- 14.1.14. Rahmat allah membebaskan setengah shalat dan puasa bagi musafir
- 14.1.15. Hari senin dan kamis semua amalan dinaikkan kepada Allah Ta'ala
- 14.1.16. Nabi SAW tidak terlalu mempersoalkan pada hari apa saja beliau berpuasa
- 14.2. Sahur
- 14.2.1. Adzan Bilal pada waktu sahur, memanggil siapa dari kalian yang bertahajud agar kembali
- 14.2.2. Waktu sahur
- 14.2.3. Ada keberkahan di dalam sahur
- 14.2.4. Jarak waktu sahur dengan shalat subuh
- 14.2.5. Bersahurlah walau hanya dengan seteguk air
- 14.2.6. Umat Islam dibedakan dari Ahlul Kitab dengan adanya makan sahur
- 14.2.7. Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur
- 14.2.8. Tidaklah saya mendapatkannya di akhir waktu sahur melainkan dia dalam keadaan tidur di sampingku
- 14.2.9. Batas akhir sahur dan munculnya cahaya putih di ufuk (Fajar)
- 14.2.10. Makan dan minum hingga ibnu ummi maktum mengumandangkan adzan subuh
- 14.3. Larangan-larangan Puasa
- 14.3.1. Kafarat berhubungan pada saat puasa adalah membebaskan satu budak, berpuasa 2 bulan berturut-turut dan memberikan nafkah 60 fakir miskin
- 14.3.2. Nabi melarang puasa wishal – puasa terus-menerus tanpa berbuka
- 14.3.3. Tidak boleh puasa pada dua hari raya: Idul Fitri dan Idul Adha
- 14.3.4. Hari-hari Tasyriq tidak boleh berpuasa
- 14.3.5. Nabi melarang puasa hari Jumat, kecuali disertai puasa sehari sebelumnya atau sesudahnya
- 14.3.6. Nabi melarang mengkhususkan malam Jumat untuk qiyamul lail atau siang harinya untuk puasa
- 14.3.7. Tidak termasuk kebajikan berpuasa dalam perjalanan jika memberatkan
- 14.3.8. Tidak boleh mendahului Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali yang biasa berpuasa sunnah
- 14.3.9. Tidak boleh berpuasa khusus pada hari Sabtu kecuali yang diwajibkan
- 14.3.10. Wanita haid, dilarang shalat dan puasa
- 14.3.11. Allah tidak menerima pelaku bid'ah; puasa, shalat, sedekah, haji, dia keluar dari islam
- 14.3.12. Janganlah Wanita Puasa Padahal Suaminya Sedang Ada, Kecuali Dengan Seizinnya
- 14.3.13. Haidl, setelah suci, menyuruh mengganti puasa dan tidak mengqadla shalat
- 14.3.14. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda barangsiapa berpuasa terus menerus, maka tidak ada puasa dan berbuka baginya
- 14.4. Puasa 3 hari setiap bulan
- 14.4.1. Puasa satu hari berpuasa sepuluh hari, pahalanya menurun setiap puasanya bertambah
- 14.4.2. Puasa 3 hari setiap bulan seperti berpuasa sepanjang tahun
- 14.4.3. Puasa 3 hari tiap bulan: ayamul bidh
- 14.4.4. Wasiat Rasulullah SAW: jangan tinggalkan puasa 3 hari setiap bulan
- 14.4.5. Wasiat witir sebelum tidur, puasa tiga hari setiap bulan dan mandi dihari jum'at
- 14.4.6. Puasa Dawud, Tiga Hari Setiap Bulan, Puasa Ramadlan, Arafah, 'Asyura`
- 14.5. Puasa di bulan Sya’ban
- 14.5.1. Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal kepada Allah
- 14.5.2. Nabi SAW berpuasa hampir sebulan penuh di bulan Sya’ban
- 14.5.3. Malam pertengahan Sya’ban: shalat malamnya dan berpuasa siangnya
- 14.5.4. Aku hanya dapat mengqadha puasa Ramadhan pada bulan Sya’ban
- 14.5.5. Nabi SAW tidak berpuasa lebih banyak pada bulan lain selain Sya’ban
- 14.5.6. Nabi SAW tidak pernah puasa sebulan penuh, hanya beberapa hari saja
- 14.5.7. Rasulullah SAW pernah berpuasa sebulan tanpa henti, dan juga pernah tidak berpuasa sebulan
- 14.5.8. Berbukalah pertengahan sya'ban, puasalah dua hari sebagai ganti
- 14.6. Puasa Syawwal
- 14.7. Puasa di bulan Dzulhijjah
- 14.8. Puasa Arafah
- 14.8.1. Nabi SAW tidak berpuasa pada hari Arafah namun tidak melarang
- 14.8.2. Keutamaan puasa Arafah: menghapus dosa setahun lalu dan setahun mendatang
- 14.8.3. Nabi SAW membatalkan puasanya di Arafah ketika haji agar umat tahu itu tidak diwajibkan
- 14.8.4. Rasulullah saw melaksanakan puasa pada tanggal sembilan dzul hijah, hari asyura, tiga hari pada tiap bulan dan hari senin dan kamis tiap awal bulan
- 14.8.5. Empat wasiat puasa asyura, arafah, tiga hari sebulan, dua raka'at sebelum shubuh
- 14.9. Puasa Muharram
- 14.10. Puasa Asyura
- 14.10.1. Nabi SAW menganjurkan berpuasa pada hari 'Asyura
- 14.10.2. Nabi menyarankan menyempurnakan puasa 'Asyura dengan berpuasa pada tanggal 9
- 14.10.3. Puasa 'Asyura tidak wajib, tapi sangat dianjurkan
- 14.10.4. Nabi SAW bergembira melihat umatnya berpuasa 'Asyura karena menyelisihi Yahudi
- 14.10.5. Puasa pada hari 'asyura`, aku memohon kepada allah agar puasa tersebut bisa menghapus dosa setahun sebelumnya
- 14.10.6. Puasa 'asyura tidak berpuasa harus menggantinya, yang sudah berpuasa dilanjut
- 14.10.7. Empat wasiat puasa asyura, arafah, tiga hari sebulan, dua raka'at sebelum shubuh
- 14.11. Awal dan akhir puasa ramadhan
- 14.11.1. Mulailah puasa ketika melihat hilal Ramadhan
- 14.11.2. Jangan mendahului Ramadhan dengan puasa kecuali yang biasa berpuasa sunnah
- 14.11.3. Jika tertutup awan, sempurnakan bulan Sya’ban menjadi 30 hari
- 14.11.4. Tidak boleh berpuasa pada hari syak (30 Sya‘ban) tanpa dalil kuat
- 14.11.5. Menentukan awal ramadan dan idul fitri dengan melihat hilal
- 14.11.6. Satu bulan hijriah terkadang berjumlah dua puluh sembilan hari
- 14.11.7. Satu bulan hijriah terkadang 29 hari dan terkadang 30 hari
- 14.11.8. Dua bulan ibadah yang tidak berkurang: ramadan dan dzulhijjah
- 14.12. Niat dan yang membatalkan puasa
- 14.12.1. Tidak ada puasa bagi yang tidak berniat sejak malam hari
- 14.12.2. Bila lupa makan saat puasa, lanjutkan, itu adalah karunia Allah
- 14.12.3. Jika tidak ada makanan Rasulullah berpuasa namun jika ada makanan beliau membatalkan puasanya
- 14.12.4. Orang yang muntah dengan sengaja batal puasanya, namun bila tidak sengaja maka tidak batal
- 14.12.5. Orang yang junub sebelum fajar tetap sah puasanya
- 14.12.6. Mengalami istihadhah berpuasa dan shalat, dan boleh suaminya menggaulinya
- 14.12.7. Istihadhah, suaminya tidak boleh menggaulinya, tak berpuasa dan menyentuh al qur`an
- 14.13. Berbuka puasa
- 14.13.1. Manusia tetap dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka
- 14.13.2. Nabi menyegerakan berbuka dan shalat
- 14.13.3. Berbuka saat matahari terbenam
- 14.13.4. Diundang makan ketika sedang puasa, cukup katakan “Saya sedang berpuasa”
- 14.13.5. Nabi berbuka dengan kurma segar, jika tidak ada maka dengan kurma kering, jika tidak ada maka dengan seteguk air
- 14.13.6. Doa berbuka: Dzahaba azh-zhama’ wabtallatil-‘urûq wa tsabatal-ajru insyaAllah
- 14.14. Puasa saat safar (Perjalanan)
- 14.14.1. Nabi terkadang berpuasa saat safar dan kadang berbuka
- 14.14.2. Nabi membolehkan puasa atau berbuka saat safar, tergantung kondisi
- 14.14.3. Tidak termasuk kebajikan berpuasa dalam safar jika memberatkan
- 14.14.4. Yang berbuka dalam safar tetap dapat pahala
- 14.14.5. Sahabat mendapati Nabi berbuka dalam perjalanan, maka mereka pun mengikuti beliau
- 14.14.6. Nabi pernah memerintahkan sahabat berbuka saat perang agar kuat menghadapi musuh
- 14.14.7. Dalam suatu perjalanan, panasnya terik matahari dan tak seorangpun yang berpuasa diantara kami kecuali Rasullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abdullah bin rawahah
- 14.15. Qadha, Fidiah, & Nadzar dalam puasa
- 14.15.1. Batal karena sakit atau safar wajib mengqadha, yang tidak mampu puasa wajib fidyah yaitu memberi makan fakir miskin
- 14.15.2. Puasa yang ditinggalkan karena wafat bisa digantikan walinya
- 14.15.3. Nadzar puasa dan belum sempat ditunaikan maka digantikan oleh ahli waris
- 14.15.4. Wanita haid di masa Nabi diperintahkan qadha puasa, tidak qadha shalat
- 14.15.5. Allah telah memerintahkan untuk menunaikan nadzar dan melarang berpuasa pada hari raya ini
- 14.15.6. Wajib ganti puasa bagi yang sakit atau perjalanan, dan fidyah
- 14.15.7. Dan kini ibuku telah meninggal. bayarlah puasanya dan menghajikannya
- 14.16. Ibadah diakhir ramadhan
- 14.16.1. Rasulullah beri’tikaf pada 10 malam terakhir Ramadhan
- 14.16.2. Nabi memperbanyak ibadah dan membangunkan keluarga di akhir Ramadhan
- 14.16.3. Rasulullah bersungguh menegakkan malam dengan ibadah di akhir Ramadhan daripada bulan yang lain
- 14.16.4. Sahabat mendapati Nabi lebih dermawan di bulan Ramadhan, terutama 10 hari terakhir
- 14.16.5. Nabi mengencangkan sarung (menjauhi istri) ketika memasuki 10 malam terakhir Ramadhan
- 14.17. Lailatul Qadr
- 14.17.1. Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di 10 malam terakhir Ramadhan
- 14.17.2. Tanda Lailatul Qadar: matahari terbit tanpa cahaya menyengat
- 14.17.3. Bulan di malam Lailatul Qadar tampak seperti separuh pelupuk mata
- 14.17.4. Doa yang diajarkan kepada Aisyah RA: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘anni
- 14.17.5. Nabi bersabda: Siapa yang beribadah di malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosanya yang telah lalu
- 14.18. Adab ketika berpuasa
- 14.1. Keutamaan Puasa
- 15. Zakat dan Sedekah
- 15.1. Fitnah Harta
- 15.1.1. Fitnah umatku adalah harta
- 15.1.2. Harta diperlukan dalam kehidupan
- 15.1.3. Orang-orang yang menimbun hartanya akan diseterikakan kepadanya batu panas di neraka
- 15.1.4. Larangan menumpuk dan bergelimang harta serta larangan menyedekahkan semua harta
- 15.1.5. Dua wanita yang belum membayar zakat emasnya diperingatkan Nabi
- 15.1.6. Allah membenci perbuatan menyia-nyiakan harta
- 15.1.7. Demi Allah, aku tak khawatir syirik, aku khawatirkan rebutan (kekayaan)
- 15.1.8. Harta yang dimiliki seseorang adalah yang telah ia gunakan
- 15.1.9. Barangsiapa mengambil harta dengan haknya ia diberkahi, dan yang tidak sesuai haknya seperti orang makan yang tidak pernah kenyang
- 15.2. Perintah Zakat
- 15.2.1. Kewajiban atas harta zakat, infaq, sedekah dan membelanjakan harta di jalan Allah
- 15.2.2. Perintah Nabi untuk berzakat setelah shalat yang mengutus Mu’adz ke Yaman
- 15.2.3. Perintah memerangi manusia hingga mereka berzakat
- 15.2.4. Semua ketentuan zakat telah diatur oleh Rasulullah dan diberikan kepada Utsman
- 15.2.5. Anjuran melayani petugas zakat dengan baik agar menunaikan tugas dengan senang hati
- 15.2.6. Rasulullah Mendoakan orang yang menunaikan zakat
- 15.2.7. Anjuran melayani petugas zakat dengan baik agar menunaikan tugas dengan senang hati
- 15.3. Zakat fitrah
- 15.3.1. Kewajiban Zakat Fitrah bagi orang merdeka, budak, orang dewasa, anak kecil, laki-laki dan perempuan muslim dan Jenis Makanan yang Dikeluarkan
- 15.3.2. Waktu zakat fitrah dua atau tiga hari sebelum Idul Fitri
- 15.3.3. Batas waktu menunaikan zakat fitrah adalah sebelum shalat Ied
- 15.3.4. Tatkala gandum sudah banyak, maka boleh zakat hanya dengan setengah sha’
- 15.3.5. Tidak makan pagi sebelum zakat fitrah beredar
- 15.3.6. Petugas karyawan zakat ('amil) mendapatkan hadiah itu korupsi
- 15.4. Zakat mal
- 15.4.1. Syarat - syarat menunaikan zakat: memenuhi nishab
- 15.4.2. Tidak ada zakat bagi yang tidak memenuhi nisab
- 15.4.3. Zakat emas dari setiap empat puluh dinar sebanyak satu dinar emas
- 15.4.4. Nishab emas dan perak adalah lima uqiyah: Pada setiap lima uqiyah perak terdapat zakat lima dirham, jika ada lebih maka pada setiap empat puluh dirham adalah satu dirham
- 15.4.5. Zakat pertanian: Gandum dan kurma
- 15.4.6. Zakat peternakan: Unta, sapi dan kambing
- 15.4.7. Nishab binatang ternak adalah lima ekor
- 15.4.8. Zakat harta temuan (rikaz)
- 15.4.9. Ketentuan zakat unta dan kambing
- 15.4.10. Pada setiap empat puluh ekor kambing hingga mencapai seratus dua puluh terdapat zakat satu ekor kambing
- 15.4.11. Zakat bintu makhadh namun yang ada dimilikinya hanya bintu labun, maka diterima dengan pengembalian dua ekor kambing
- 15.4.12. Apabila zakatnya jadza'ah yang ada dia miliki hanya hiqqah, maka boleh hiqqah ditambah dua ekor kambing, namun apabila zakatnya hiqqah, tapi yang ada dimilikinya hanya jadza'ah, maka boleh jadza’ah dengan pengembalian dua ekor kambing
- 15.4.13. Janganlah menggabungkan atau memisahkan ternak untuk mengurangi besarnya zakat
- 15.4.14. Dua orang yang ternaknya berkumpul hendaklah bersekutu dalam menanggung beban zakat yang sama
- 15.4.15. Tidak wajib mengeluarkan sedekah (zakat) atas kuda dan juga hamba sahaya
- 15.4.16. Tidak ada kewajiban bagi Seorang budak mengeluarkan sedekah kecuali sedekah fitri (zakat fitrah)
- 15.4.17. Ancaman bagi orang yang tidak menunaikan zakat harta, hartanya akan menjadi siksa yang membebaninya
- 15.4.18. Kecelakaan kerja/tambang bebas ganti rugi, dan zakat rikaz (harta karun) seperlima
- 15.4.19. Penggelap zakat memikul unta di hari kiamat
- 15.4.20. Larangan gratifikasi jabatan bagi petugas zakat (Kisah Ibnu Al-Lutbiyyah)
- 15.5. Penerima Zakat
- 15.5.1. Keluarga Nabi Muhammad tidak menerima zakat
- 15.5.2. Tidak halal sedekah bagi orang kaya dan orang sehat yang kuat
- 15.5.3. Nabi SAW memerintahkan agar zakat harta diberikan kepada fakir miskin di negeri tempat harta itu dikumpulkan
- 15.5.4. Sedekah kepada kerabat lebih utama karena mengandung dua pahala: pahala sedekah dan pahala silaturahmi
- 15.5.5. Miskin tidak memiliki kecukupan namun dia malu untuk tidak meminta-minta
- 15.6. Infaq & Shadaqah
- 15.6.1. Shadaqah menghindarkan murka Allah
- 15.6.2. Setiap ruas tulang pada manusia wajib atasnya shadaqah
- 15.6.3. Jauhilah sifat pelit, karena sesungguhnya yang membinasakan orang sebelum kalian adalah sifat pelit
- 15.6.4. Hindarilah oleh kalian api neraka, meskipun hanya dengan bersedekah setengah biji kurma
- 15.6.5. Jibril tidak mendapati seorang pun yang lebih banyak berinfak daripada Rasulullah
- 15.6.6. Bersedekah dengan yang lebih baik
- 15.6.7. Celakalah orang yang banyak harta, kecuali orang yang berinfak ke kanan, kiri, depan dan belakang
- 15.6.8. Barangsiapa menginfaqkan hartanya yang utama di jalan Allah, maka baginya pahala tujuh ratus kali lipat
- 15.6.9. Wahai bani Adam, berinfaklah niscaya Aku akan memberi nafkah kepadamu
- 15.6.10. Janganlah kamu tahan tanganmu dari berinfaq karena takut miskin, Allah akan menyempitkan rizqimu
- 15.6.11. Berinfaklah dan janganlah kamu menahan pemberian, nanti Allah akan menahan pemberian-Nya kepadamu
- 15.6.12. Janganlah kamu perhitungan dalam infaq karena nanti Allah akan berhitung kepadamu
- 15.6.13. Lihat dan contohlah bagaimana Allah selalu memberikan nafkah semenjak Dia menciptakan langit dan bumi
- 15.6.14. Harta yang kita infaqkan adalah harta milik kita
- 15.6.15. Larangan mencela sedekah baik sedikit ataupun banyak
- 15.6.16. Tingkatan rezeki dan shadaqah dulu dan sekarang
- 15.6.17. Bersedekah untuk orang yang telah meninggal
- 15.6.18. Bersedekah dengan yang halal, maka Allah akan memeliharanya sampai sebesar gunung
- 15.6.19. Jagalah kalian dari neraka sekalipun dengan bersedekah setengah atau sebutir kurma
- 15.6.20. Bershadaqah satu atau setengah dinar bagi suami yang menggauli istri saat haid
- 15.6.21. Shadaqah yang paling besar pahalanya adalah ketika sehat dan kikir
- 15.6.22. Yang dimaksud Nabi dengan panjang lengan adalah yang paling gemar bershadaqah
- 15.6.23. Shadaqah bermanfaat meskipun jatuh kepada pencuri, pezina, dan orang kaya
- 15.6.24. Shadaqah yang tidak tepat sasaran tetap dihargai niatnya
- 15.6.25. Ketergesaan nabi untuk menyalurkan shadaqah
- 15.6.26. Nabi menganjurkan sahabiyah untuk bersedekah pada hari Ied, mereka langsung memberikan gelang dan antingnya
- 15.6.27. Perumpamaan bakhil dan orang yang bershadaqah dalam hal baju besi
- 15.6.28. Shadaqah dapat mencegah fitnah
- 15.6.29. Cara shadaqah bagi yang tidak mampu
- 15.6.30. Senyum adalah sedekah
- 15.6.31. Mendamaikan orang yang bertikai termasuk sedekah
- 15.6.32. Memberi nafkah kepada keluarga termasuk sedekah
- 15.6.33. Setiap kebaikan adalah shadaqah
- 15.6.34. Shadaqah sampai kepada tujuannya meski dikirim dan tidak bertemu pemberi sedekah
- 15.6.35. Ada larangan wanita tidak boleh memberi infak tanpa izin suami
- 15.6.36. Shadaqah dapat menggantikan hijrah, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan amalmu sedikitpun
- 15.6.37. Keutamaan menginfakkan sepasang harta di jalan Allah atau secara berpasangan
- 15.6.38. Shadaqah dari harta yang dicintai sehingga Abu Thalhah bersedekah sumur Bairuha’
- 15.6.39. Shadaqah dari harta yang dicintai sehingga Umar menyerahkan hasil dari tanah Khaibar untuk shadaqah
- 15.6.40. Shadaqah dari harta yang dicintai sehingga Utsman membeli sumur Ruumah untuk disedekahkan airnya
- 15.6.41. Larangan mengambil kembali shadaqah, meskipun membelinya, meskipun ditelantarkan
- 15.6.42. Shadaqah meskipun tidak disengaja tetap berpahala sedekah
- 15.6.43. Sedekah terbaik adalah dari orang yang berkecukupan dan mulailah dari orang yang berada dalam tanggungan
- 15.6.44. Tidak ada yang lebih besar pahalanya daripada seorang yang membelanjakan hartanya untuk keluarganya
- 15.6.45. Keutamaan infak untuk keluarga, kendaraan/kuda, dan sahabat di jalan Allah
- 15.6.46. Bolehnya hasad pada orang kaya yang menginfakkan hartanya malam dan siang
- 15.6.47. Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah
- 15.6.48. Suamimu dan anak-anakmu lebih berhak kamu berikan shadaqah dari pada mustahiq
- 15.6.49. Sedekah kepada kerabat memperoleh dua pahala, pahala kekerabatan dan pahala sedekah
- 15.6.50. Kebun yang dishadaqahkan kembali kepada pemilik semula setelah penerima wafat
- 15.6.51. Bolehnya bershadaqah atas nama orang tua yang telah meninggal
- 15.6.52. Larangan bershadaqah atas nama orang tua dari harta mereka tanpa perintah mereka
- 15.6.53. Sedekah memberi makan enam orang miskin dapat menggantikan denda larangan ihram
- 15.6.54. Ketentuan zakat untuk Khalid, Ibnu Jamii, dan 'Abbas
- 15.6.55. Ukuran maksimum bersedekah adalah sepertiga harta
- 15.6.56. Meninggalkan keturunanmu dalam keadaan berkecukupan itu lebih baik daripada dalam keadaan miskin
- 15.6.57. Infaqkan lah harta tanpa menjatuhkan diri kedalam kebinasaan
- 15.6.58. Fatimah menyedekahkan perak seberat rambut anak-anaknya
- 15.6.59. Bersedekah dapat menjauhkan para wanita dari neraka
- 15.6.60. Seorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi termasuk 7 golongan yang mendapat naungan Allah
- 15.6.61. Allah tidak menerima sedekah dari harta yang tidak halal
- 15.6.62. Berinfaq kepada anak-anak yatim berpahala sekalipun anak-anak mereka sendiri
- 15.6.63. Nabi membagikan keuntungan kepada para janda Bani Muthalib
- 15.6.64. Kemurahan Rasulullah kepada kerabat tatkala turun ayat
- 15.6.65. Keutamaan Shadaqah yang Ikhlas
- 15.6.66. Keutamaan shadaqah dari hasil yang baik
- 15.6.67. Setiap persendian ada sedekahnya, tasbih, tahmid, tahlil,takbir sedekah, tercukupi dua rakaat dhuha
- 15.6.68. Tidak diterima shalat tanpa bersuci, dan tidak diterima sedekah dari harta curian
- 15.6.69. Tidak mewakilkan bersucinya kepada seseorang dan juga tidak dengan sedekahnya
- 15.6.70. Bershadakalah kambing terbagus, yang menerimanya sekedar mencukupi
- 15.6.71. Kebajikan yang sempurna, menafkahkan harta yang kamu cintai
- 15.6.72. Memberi janda dan orang miskin, seperti mujahid atau qiyamullail, berpuasa
- 15.6.73. Beruntunglah seorang muslim yang dengan hartanya dia memberi orang orang miskin, anak yatim dan ibnu sabil (musafir yang kehabisan bekal)
- 15.6.74. Jagalah kalian dari neraka sekalipun dengan (bershadaqah) sebutir kurma
- 15.6.75. Umar belum pernah mendapatkan harta yang lebih ia cintai dari seratus saham yang ia dapat di Khaibar. Dan aku berkeinginan untuk bersedekah dengannya
- 15.6.76. Dengan membawa sedekah, beliau lalu mendo'akannya ALLAHUMMA SHALLI 'ALAIHIM
- 15.6.77. Memberi sesuatu sementara tidak memberi fulan sedikitpun padahal dia adalah seorang mukmin
- 15.6.78. Larangan menimbun harta dan anjuran bersedekah, karena orang yang kaya akan menjadi miskin pada hari kiamat
- 15.6.79. Anjuran menginfakkan harta kepada diri sendiri, keluarga, kerabat, dan orang lain sesuai urutan kebutuhan
- 15.6.80. Memberi kepada bibi lebih besar pahalanya daripada membebaskan budak
- 15.6.81. Pada setiap tasbih, tahmid, tahlil ada sedekah, dan menyuruh kebaikan, melarang dari kemungkaran, mendatangi (mensetubuhi) isteri adalah sedekah
- 15.6.82. Bertakwalah kepada Allah dan perhatikan amalan untuk akhirat (An-Nisa 1, Al-Hasyr 18)
- 15.6.83. Bendahara muslim yang amanah termasuk salah satu dari dua orang yang bersedekah
- 15.6.84. Wanita bersedekah dari makanan suaminya, keduanya berpahala
- 15.6.85. Budak boleh menyedekahkan harta majikan, pahala dibagi rata
- 15.6.86. Harta itu manis, yang diambil dengan kelapangan jiwa akan diberkahi
- 15.6.87. Sedikitkan harta yang kamu simpan, sebab sedekah lebih baik bagimu
- 15.6.88. Larangan membeli kembali barang yang telah disedekahkan meski melalui pasar dan dengan harga yang layak
- 15.6.89. Tiga amal yang tidak terputus setelah kematian: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan
- 15.6.90. Wakaf tanah Umar di Khaibar: pokoknya ditahan tidak dijual, tidak dihibahkan, dan tidak diwariskan, sedangkan hasilnya disedekahkan
- 15.6.91. Amalkanlah kebaikan meski dari balik lautan
- 15.6.92. Di kiamat, kamu akan dapat 700 unta beserta talinya
- 15.6.93. Keutamaan sahabat Rasulullah SAW dalam berinfaq
- 15.7. Hadiah
- 15.7.1. Nabi tidak menerima sedekah namun beliau berkenan memakan hadiah
- 15.7.2. Daging sebagai shadaqah seseorang dan juga sebagai hadiah bagi orang lain
- 15.7.3. Rasulullah SAW menerima hadiah dan membalasnya
- 15.7.4. Jangan menolak hadiah walau sedikit, meski berupa kaki kambing
- 15.7.5. Rasulullah menerima hadiah dan memberikan hadiah nya kepada sahabat dan makhramah
- 15.7.6. Rasulullah makan dari harta yang dahulu berasal dari sedekah setelah sampai kepada yang berhak
- 15.8. Qurban dan udiyah
- 15.8.1. Syariat berkurban
- 15.8.2. Syarat hewan kurban
- 15.8.3. Waktu menyembelih
- 15.8.4. Nabi pernah menyembelih dua domba yang dikebiri sebagai qurban untuk umatnya
- 15.8.5. Tidak sah berkurban dengan hewan yang cacat, pincang, sakit, atau kurus
- 15.8.6. Anjuran untuk mengecek hewan qurban terlebih dahulu, sebelum melakukan penyembelihan
- 15.8.7. Disunnahkan menyembelih kurban sendiri bagi yang mampu, sebagaimana Nabi menyembelih dengan tangannya
- 15.8.8. Nabi SAW membolehkan memakan daging kurban lebih dari tiga hari sebagai bekal
- 15.8.9. Kurban unta atau sapi boleh untuk tujuh orang
- 15.8.10. Nabi berkurban dengan seekor kambing
- 15.8.11. Sembelih hewan kurban yang dewasa, jika sulit, boleh jadz'ah
- 15.8.12. Nabi SAW memberi kambing untuk dibagikan kepada sahabat
- 15.8.13. Nabi SAW melarang memakan daging kurban setelah tiga hari
- 15.8.14. Nabi SAW menjelaskan tentang fara' dan atirah yang dilarang
- 15.8.15. Hamzah memotong unta dan mengambil hatinya atas perintah Nabi SAW
- 15.9. Memberi makan
- 15.10. Jizyah
- 15.11. Pemberian (hibah)
- 15.11.1. Adil dalam pemberian hibah kepada anak-anak, jangan berat sebelah
- 15.11.2. Hibah tidak boleh ditarik kembali kecuali oleh orang tua kepada anaknya
- 15.11.3. Menerima Hibah yang Diberikan Tanpa Meminta
- 15.11.4. Meminjamkan unta untuk diperah pagi & petang (al-manihah)
- 15.11.5. Pemberian umra dan ruqba menjadi milik penerimanya, baik semasa hidup maupun setelah wafatnya, dan tidak kembali kepada pemberi
- 15.11.6. Nabi memutuskan bahwa umra menjadi hak waris bagi ahli waris penerimanya
- 15.11.7. Rasulullah menetapkan bahwa umra adalah akad pemberian yang sah dan dibolehkan
- 15.12. Waqaf (al-waqf)
- 15.13. Larangan meminta-minta (Al-Mas’alah)
- 15.13.1. Fakir yang menjaga diri dan tidak meminta dengan mendesak, dan apa yang kalian infakkan Allah mengetahuinya
- 15.13.2. Orang yang terus meminta-minta akan datang pada hari kiamat tanpa sekerat daging di wajahnya
- 15.13.3. Barangsiapa meminta-minta untuk memperbanyak harta, sungguh ia sedang meminta bara api
- 15.13.4. Memikul seikat kayu bakar di punggung lebih baik daripada meminta kepada orang lain
- 15.13.5. Meminta-minta hanya halal bagi tiga golongan: penanggung beban diyat, tertimpa musibah yang menghabiskan harta, dan orang fakir yang disaksikan tiga orang bijak
- 15.1. Fitnah Harta
- 16. Haji dan Umrah
- 16.1. Perintah dan keutamaan Haji
- 16.1.1. Perintah melaksanakan haji bagi yang mampu
- 16.1.2. Haji mabrur tiada balasan kecuali surga
- 16.1.3. Umroh ke umroh sebagai penghapus dosa antara keduanya
- 16.1.4. Haji menghapus dosa seperti bayi yang baru lahir
- 16.1.5. Perempuan boleh berhaji tanpa jihad, karena haji adalah jihad mereka
- 16.1.6. Haji hanya wajib sekali seumur hidup, jika lebih maka itu amalan sunnah
- 16.1.7. Terdapat keringanan, disunnahkan berniat Haji dengan Syarat bagi orang yang Sakit atau khawatir Terhalang
- 16.1.8. Amal terbaik beriman kepada Allah Berjihad di jalan Allah, Haji mabrur
- 16.1.9. Jangan ikut perang dulu berangkatlah haji (wajib) bersama isterimu
- 16.1.10. Tidak, namun sebaik-baik jihad bagi kalian (para wanita) adalah haji mabrur
- 16.1.11. Mengiringkan haji dengan umrah menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pandai besi membersihkan karat
- 16.1.12. Tata cara haji wada' Rasulullah
- 16.1.13. Rasulullah melaksanakan umrah empat kali: dari Hudaibiyah, umrah Qadha pada Dzulqa'dah tahun berikutnya, dari Ji'ranah, dan umrah yang menyertai hajinya
- 16.1.14. Aisyah meluruskan bahwa Rasulullah tidak pernah berumrah pada bulan Rajab
- 16.1.15. Umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala haji
- 16.1.16. Thawaf, sa'i, dan melempar jumrah disyariatkan untuk menegakkan dzikir kepada Allah
- 16.1.17. Lakukan haji kalian, sebab aku mungkin tidak berhaji lagi
- 16.1.18. Menghajikan orang tua yang lanjut usia (Haji Badal)
- 16.1.19. Sahnya haji anak kecil
- 16.2. Miqat Zamani & Makani
- 16.3. Jenis Niat Ihram (Ifrad, Tamattu', Qiran) dan Hadyu
- 16.3.1. Haji qiran bagi orang yang membawa hadyu dan larangan tahallul sebelum haji dan umrah selesai
- 16.3.2. Perbedaan ketentuan tahallul bagi orang yang membawa dan tidak membawa hadyu
- 16.3.3. Perubahan niat umrah menjadi haji bagi jamaah yang terhalang
- 16.3.4. Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melaksanakan haji ifrad
- 16.3.5. Perbedaan Tahallul berdasarkan jenis niat Haji dan Umrah
- 16.3.6. Umrah setelah haji bagi jamaah yang tidak melaksanakan umrah sebelumnya
- 16.3.7. Perintah tahallul bagi yang tidak membawa hadyu dan tetap ihram bagi yang membawa hadyu
- 16.3.8. Pengaruh Hadyu terhadap status Ihram dan Tahallul
- 16.3.9. Umrah setelah haji bagi jamaah yang menggabungkan haji dan umrah
- 16.3.10. Abu Musa berihram dengan niat sebagaimana Nabi, lalu diperintahkan thawaf, sa'i, dan tahallul karena tidak membawa hadyu
- 16.3.11. Ijtihad Sahabat tentang Haji Tamattu'
- 16.3.12. Rasulullah bertalbiyah untuk haji dan umrah sekaligus: LABBAIKA 'UMRATAN WA HAJJAN
- 16.3.13. Ayat tamattu' tidak dimansukh dan tetap diamalkan bersama Nabi hingga beliau wafat
- 16.3.14. Sa'd bin Abu Waqqash menegaskan para sahabat mengamalkan haji tamattu' meski sebagian penguasa mengingkarinya
- 16.3.15. Kesaksian Imran bin Hushain bahwa ayat tamattu' tidak dimansukh hingga Nabi wafat
- 16.3.16. Rasulullah menghimpun haji dan umrah dalam satu ihram (qiran) dan tidak pernah melarangnya hingga wafat
- 16.3.17. Tata cara haji Nabi pada Haji Wada' dan ketentuan hadyu bagi jamaah
- 16.3.18. Nabi tidak bertahallul karena telah men-talbid rambut dan mengikat hadyu, sementara para istri beliau diperintahkan bertahallul
- 16.3.19. Yang terhalang mencapai Baitullah setelah berihram meneladani perbuatan Nabi di Hudaibiyah
- 16.3.20. Ibnu Umar berihram umrah lalu memasukkan haji ke dalamnya di Baida', dan mencukupkan satu thawaf serta satu sa'i untuk keduanya
- 16.3.21. Asma' binti Abu Bakar bersama Aisyah dan Zubair berumrah, bertahallul setelah mengusap Baitullah, lalu berihram untuk haji di siang harinya
- 16.3.22. Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menunggang hewan tunggangannya di Dzul hulaifah kemudian beliau bertalbiyah (memulai niat haji) ketika tunggangannya itu berdiri tegak
- 16.3.23. Perintah Nabi agar yang tidak membawa hadyu mengubah niat hajinya menjadi umrah, lalu berihram kembali untuk haji pada hari tarwiyah
- 16.3.24. Umrah telah masuk ke dalam haji sampai hari kiamat, maka yang tidak membawa hadyu hendaklah bertahallul
- 16.3.25. Sabda Nabi kepada Ali sepulang dari Yaman: seandainya aku tidak membawa hadyu, niscaya aku bertahallul
- 16.4. Masjidil Haram
- 16.4.1. Keutamaan kota Mekkah: Negeri ini telah Allah haramkan semenjak Dia menciptakan langit dan bumi
- 16.4.2. Keutamaan masjidil Haram
- 16.4.3. Larangan menumpahkan darah di tanah haram, memotong tumbuhan ataupun memburu hewan
- 16.4.4. Ancaman bagi pelaku pelanggaran di tanah haram, pelaku jahiliyah, dan pembunuh tanpa hak
- 16.4.5. Rasulullah memasuki Makkah dari bukit yang tinggi dan keluar dari bukit yang rendah
- 16.4.6. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memasuki kota Makkah pada siang hari
- 16.4.7. Rasulullah singgah dan bermalam di Dzu Thuwa, lalu shalat Subuh di sana sebelum memasuki Makkah
- 16.4.8. Sesungguhnya Allah telah membebaskan Makkah dari pembunuhan, atau pasukan gajah
- 16.5. Ka’bah
- 16.5.1. Ka’bah adalah kiblat bagi seluruh umat Islam
- 16.5.2. Nabi Ibrahim dan Ismail membangun Ka’bah dengan dasar tauhid
- 16.5.3. Tawaf di Ka’bah seperti shalat, hanya saja boleh berbicara
- 16.5.4. Pahala besar bagi orang yang thawaf dengan ikhlas
- 16.5.5. Nabi SAW masuk ka'bah bersama Usamah, Bilal, dan Usamah bin Thalhah
- 16.5.6. Berdoa di setiap pojok ka'bah, shalat dua raka'at di depannya
- 16.5.7. Nabi SAW masuk ka'bah, berdiri di setiap tiang tanpa shalat
- 16.5.8. Nabi SAW tidak masuk Baitullah (Ka’bah) saat umrah
- 16.5.9. Ibnu Zubair merobohkan dan membangun kembali ka'bah, memasukkan hijir isma'il
- 16.5.10. Ibnu Hajjaj membongkar dan mengembalikan ka'bah seperti semula
- 16.5.11. Nabi SAW tidak mengembalikan ka'bah karena baru meninggalkan kesyirikan
- 16.6. Hajar Aswad
- 16.6.1. Hajar Aswad berubah hitam karena dosa anak adam
- 16.6.2. Disunnahkan mencium Hajar Aswad atau mengisyaratkan padanya
- 16.6.3. Hajar Aswad akan menjadi saksi bagi yang menyentuhnya dengan ikhlas
- 16.6.4. Hajar al aswad, hanya batu tak mendatangkan mudharat maupun manfaat
- 16.6.5. Umar Mencium Hajar Aswad karena Mengikuti Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
- 16.6.6. Mencium hajar aswad dan berlari-lari kecil pada tiga putaran thawaf
- 16.6.7. Meng-istilami Hajar Aswad kemudian mencium tangannya
- 16.7. Rukun selain Hajar Aswad
- 16.7.1. Disunnahkan menyentuh Rukun Yamani dam tidak disunnahkan menyentuh rukun lainnya
- 16.7.2. Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad terdapat doa khusus
- 16.7.3. Ibnu Abbas mengingkari istilam pada seluruh rukun, sedangkan Mu'awiyah berpendapat tidak ada bagian Baitullah yang ditinggalkan
- 16.7.4. Ibnu Umar tidak pernah meninggalkan istilam Rukun Yamani dan Hajar Aswad, baik dalam keadaan sesak maupun lapang
- 16.8. Pintu Ka’bah
- 16.9. Hateem / hijr ismail
- 16.10. Maqam Ibrahim
- 16.11. Air Zam-zam
- 16.12. Bukit Shafa & Marwah
- 16.12.1. Shafa dan Marwah termasuk syiar Allah
- 16.12.2. Nabi memulai sa’i dari bukit Shafa dan mengakhiri di Marwah
- 16.12.3. Nabi berdoa dan bertakbir di atas Shafa dan Marwah
- 16.12.4. Disunnahkan membaca “Innash-Shafaa wal-Marwata min Sya’aairillah” ketika memulai sa’i
- 16.12.5. Sa’i dilakukan tujuh kali perjalanan antara Shafa dan Marwah
- 16.12.6. Tidak boleh meninggalkan sa’i bagi yang berhaji atau berumroh
- 16.13. Tawaf Qudum (Selamat Datang)
- 16.13.1. Berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama
- 16.13.2. Raml dilakukan sepanjang putaran penuh, dari Hajar Aswad kembali ke Hajar Aswad
- 16.13.3. Mencium, menyentuh, atau memberi isyarat pada Hajar Aswad
- 16.13.4. Tawaf dilakukan dengan menampakkan pundak kanan (idltiba’)
- 16.13.5. Tidak boleh berbicara sia-sia saat thawaf
- 16.13.6. Rasulullah bertakbir setiap kali sejajar dengan Hajar Aswad
- 16.13.7. Nabi memulai thawaf dari Hajar Aswad dan mengakhiri di situ pula
- 16.13.8. Orang Arab jahiliyah thawaf dalam keadaan telanjang kecuali Al-Hums (orang quraisy dan turunannya)
- 16.13.9. Bolehnya thawaf di Baitullah sebelum wuquf di Arafah, sebagaimana yang Rasulullah lakukan
- 16.13.10. Sebab disyariatkannya raml: menampakkan kekuatan kaum muslimin di hadapan kaum musyrikin yang mengira mereka lemah karena demam
- 16.13.11. Rasulullah thawaf dengan mengendarai untanya dan beristilam Hajar Aswad dengan tongkatnya
- 16.13.12. Keringanan Thawaf bagi orang sakit dengan berkendaraan
- 16.14. Sa’i
- 16.14.1. Sa’i dilakukan setelah thawaf, antara Shafa dan Marwah
- 16.14.2. Disunnahkan berlari-lari kecil di tempat antara dua tanda hijau
- 16.14.3. Nabi melakukan sa’i sambil berdzikir dan berdoa
- 16.14.4. Sa’i mencerminkan ketabahan hajar dalam mencari air bagi ismail
- 16.14.5. Sa'i yang mencukupi untuk haji dan umrah
- 16.14.6. Tidak boleh menggauli istri setelah tahallul umrah hingga menyelesaikan sa'i antara Shafa dan Marwah
- 16.15. Haid pada saat Haji atau Umrah
- 16.15.1. Wanita haid atau nifas tetap berihram dan melakukan semua manasik kecuali thawaf, hingga kembali suci
- 16.15.2. Diperbolehkan nafar bagi wanita yang haid
- 16.15.3. Haid Tidak Menghalangi Wanita untuk Tetap Berihram dan Melanjutkan Manasik Haji
- 16.15.4. Nabi Memerintahkan Wanita Haid untuk Berumrah dari Tan‘im Setelah Selesai Haji
- 16.15.5. Menjadikan akhir dari perjalanan haji thawaf di ka’bah untuk para wanita haid
- 16.15.6. Wanita yang Baru Melahirkan Diperintahkan Mandi Janabah Sebelum Memulai Ihram
- 16.15.7. Keringanan tidak thawaf (Wada') bagi wanita haid
- 16.15.8. Aisyah haid beliau bersabda sisirlah dan berihramlah untuk haji dan tinggalkan 'umrah
- 16.15.9. Keringanan bagi Wanita Haid, Perintah Nabi untuk Menghentikan Umrah dan Berpindah ke Ihram Haji Menjelang Arafah
- 16.16. Ihram (tanggal 8 Dzulhijjah)
- 16.16.1. Shalatlah di Lembah al Aqiq yang penuh barakah
- 16.16.2. Bolehnya memakai minyak wangi sebelum berihram
- 16.16.3. Larangan memakai minyak wangi tatkala berihram
- 16.16.4. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meminyaki rambut beliau tatkala berihram
- 16.16.5. Ihlal
- 16.16.6. Dilarang menutupi wajah bagi perempuan saat ihram dengan niqab
- 16.16.7. Larangan memotong rambut atau kuku selama ihram
- 16.16.8. Disunnahkan talbiyah dengan suara keras bagi laki-laki
- 16.16.9. Talbiyah diucapkan terus hingga tiba saat melempar jumrah
- 16.16.10. Larangan meminang, menikah atau menikahkan ketika sedang berihram
- 16.16.11. Hewan yang boleh dibunuh oleh orang yang sedang berihram
- 16.16.12. Rasulullah pernah berbekam ketika ketika beliau berihram
- 16.16.13. Boleh memakai celak Ash Shobir (perasan air pepohonan) ketika berihram
- 16.16.14. Rasulullah pernah membasuh kepalanya pada saat berihram
- 16.16.15. Orang yang Meninggal dalam keadaan Ihram tidak boleh ditutup Kepalanya dan tidak diberi Wewangian
- 16.16.16. Tidak boleh memakai baju, imamah, celana panjang, mantel, atau pakaian yang diberi minyak wangi atau za'faran, jika tidak mendapatkan sandal, maka boleh mengenakan sepatu dengan memotongnya hingga di bawah mata kaki
- 16.16.17. Barangsiapa yang tidak memiliki sepasang sandal hendaklah dia memakai sepatunya, dan barangsiapa yang tidak memiliki kain sarung hendaklah dia memakai celana untuk ihram
- 16.16.18. Lepaslah jubahmu, cucilah dari sisa wewangian dan pewarna kuning dan kerjakan 'umrahmu seperti kamu mengerjakan haji
- 16.16.19. Saya pernah memberi minyak wangi dzarirah (sejenis minyak wangi) kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk tahallul dan ihramnya ketika haji wada
- 16.16.20. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika beliau hendak berihram memakai harum-haruman yang terbaik
- 16.16.21. Seakan aku melihat kilauan wewangian dari rambut Nabi shallallahu 'alaihi wasallam saat beliau sedang berihram
- 16.16.22. Menghadiahi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keledai liar ketika sedang ihram, lalu beliau menolaknya
- 16.16.23. Wahai Rasulullah, aku telah berburu keledai liar dan aku masih menyisakan dagingnya, maka beliau berkata, makanlah, padahal saat itu mereka sedang berihram
- 16.16.24. Dalam keadaan ihram, diberi hadiah daging burung di antara kami ada yang memakan dan ada yang menolaknya, Talhah berkata kami pernah memakannya bersama Rasulullah
- 16.16.25. Umar mengakui Nabi dan para sahabat berhaji tamattu', namun tidak menyukainya karena khawatir orang memperlakukan musim haji dengan ringan
- 16.16.26. Utsman melarang haji tamattu' sedang Ali membolehkannya, dan Ali berhujjah bahwa Rasulullah melakukannya
- 16.16.27. Apakah seorang dari kalian yang telah menyuruh atau memberinya petunjuk (isyarat) terhadap buruan tersebut? menjawab, tidak ada, kalau begitu, makanlah dagingnya yang masih tersisa
- 16.16.28. Wanita bepergian diizinkan dalam tandu
- 16.16.29. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menikahi Maimunah padahal beliau sedang ihram
- 16.16.30. Beliau pernah menyuruh orang yang sedang ihram membunuh seekor ular ketika di Mina
- 16.16.31. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam singgah di Bathha' di daerah Dzul hulaifah lalu beliau shalat disitu.
- 16.17. Mabit di Mina I (Tanggal 8 Dzulhijjah)
- 16.18. Wuquf di Arafah (Tanggal 9 Dzulhijjah)
- 16.18.1. Sunnahnya pergi di akhir siang ke Arafah, memendekkan khutbah dan mempercepat wuquf
- 16.18.2. Haji adalah Arafah, barangsiapa luput dari Arafah, hajinya batal
- 16.18.3. Nabi berwukuf di Namirah, lalu berkhutbah dan berdoa hingga terbenam matahari
- 16.18.4. Doa yang paling afdhal adalah doa pada hari Arafah
- 16.18.5. Wukuf dilakukan dengan berdzikir dan menghadap kiblat, bukan menghadap gunung
- 16.18.6. Pada Hari Arafah Malaikat menyaksikan hamba yang Berdoa dan Allah membebaskan banyak Hamba dari Neraka
- 16.18.7. Berangkat ke arafah ada yang mengucapkan talbiyah dan ada yang bertakbir
- 16.18.8. Ada yang mengucapkan talbiyah atau takbir dan Rasulullah tidak mengingkarinya
- 16.18.9. Perintah wukuf di arafah dan berangkat dari arafah bersama jamaah haji setelah kebiasaan quraisy di muzdalifah
- 16.18.10. Nabi wuquf di Arafah sebelum kenabian, menyelisihi adat Al-Hums yang tidak keluar dari tanah haram
- 16.19. Bukit Jabal Rahmah
- 16.20. Bertolak ke Muzdalifah (Tanggal 9 Dzulhijjah)
- 16.20.1. Tata cara Nabi Bertolak dari Arafah ke Muzdalifah, bermalam, berdzikir, dan memberi keringanan bagi orang lemah
- 16.20.2. Wanita dan Orang Lemah diperbolehkan meninggalkan Muzdalifah lebih awal untuk menghindari keramaian
- 16.20.3. Maghrib tidak dikerjakan di jalan antara Arafah dan Muzdalifah, sebagaimana sabda Nabi: Tempat shalat ada di depanmu
- 16.20.4. Kecepatan Nabi bertolak dari Arafah: berjalan cepat, dan mempercepat lagi bila menemukan celah bukit
- 16.20.5. Menjama' Maghrib dan Isya di Muzdalifah dengan satu iqamat, Maghrib tiga rakaat lalu salam, kemudian Isya dua rakaat
- 16.21. Masy’aril Haram
- 16.21.1. Masy’aril Haram termasuk tempat yang diberkahi dan dianjurkan untuk berdzikir setelah Arafah
- 16.21.2. Nabi berdzikir, bertakbir, dan berdoa di Masy’aril Haram sebelum fajar
- 16.21.3. Nabi wuquf di Arafah dan berhenti di bukit Quzah, dan bersabda bahwa seluruh Arafah adalah tempat wuquf dan seluruh Muzdalifah adalah tempat mabit
- 16.22. Mabit di Mina II (Tanggal 10-13 Dzulhijjah)
- 16.22.1. Pengumuman di Mina pada hari Nahar bahwa orang Musyrik tidak boleh berhaji setelah tahun ini
- 16.22.2. Pembacaan surat at Taubah pada hari raya dan Nafar Awwal oleh Ali
- 16.22.3. Nabi bermalam di Mina pada hari-hari Tasyriq merupakan hari makan, minum dan dzikir kepada Allah
- 16.22.4. Diperbolehkan bermalam dua malam saja (Nafar Awwal) bagi yang ingin cepat kembali
- 16.22.5. Nabi berkhutbah di Mina setelah Idul Adha, menasihati umat agar berpegang pada Al-Qur’an dan sunnah
- 16.22.6. Al-Abbas diizinkan bermalam di Makkah untuk melayani jamaah haji
- 16.23. Melempar Jumroh (Tanggal 10 Dzulhijjah)
- 16.23.1. Melempar jumrah Aqabah saja pada tanggal 10 Dzulhijjah
- 16.23.2. Nabi melempar jumrah Aqabah dengan tujuh batu kecil, masing-masing sambil bertakbir dan beliau tidak berhenti berdoa setelah melempar jumrah
- 16.23.3. Nabi melempar dari tengah lembah dengan posisi Mina di sebelah kanan dan Makkah di sebelah kiri
- 16.23.4. Melempar Jumrah pada Hari Nahr: Keringanan bagi anak-anak dan yang lemah dan larangan melempar sebelum waktunya
- 16.23.5. Setelah melempar jumrah Aqabah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih hewan kurban dan mencukur rambutnya
- 16.23.6. Nabi melempar jumrah dengan kerikil seperti biji kacang
- 16.23.7. Waktu melontar jumrah (Dhuha dan setelah tergelincir)
- 16.23.8. Di sisi jumrah ini tempat turunnya surah Al-Baqarah
- 16.24. Menyembelih (Tanggal 10 Dzulhijjah)
- 16.24.1. Tidaklah haram membawa sembelihan (hadyu) pada saat awal haji
- 16.24.2. Nabi menyembelih 63 ekor unta dengan tangannya sendiri, lalu Ali melanjutkan sisanya
- 16.24.3. Disunnahkan menyembelih di Mina pada hari Nahar
- 16.24.4. Menyembelih hewan kurban sebelum hari raya (sebelum shalat) tidak dianggap sah, menjadi daging biasa bukan daging qurban
- 16.24.5. Daging sembelihan dibagikan kepada fakir miskin dan tidak dijual atau diberikan ke penjagal (penyembelih) sebagai upah
- 16.24.6. Disunnahkan menghadapkan hewan ke arah kiblat dan membaca basmalah
- 16.24.7. Nabi menandai hadyu dengan menggores punuk kanannya hingga berdarah (isy'ar) dan mengalunginya dengan dua sandal (taqlid) di Dzul Hulaifah
- 16.24.8. Nabi menyembelih sapi untuk Aisyah
- 16.24.9. Menyembelih dalam keadaan berdiri dan terikat
- 16.24.10. Nabi SAW membawa hewan qurban dari Madinah tanpa menjauhi larangan ihram
- 16.24.11. Anjuran menunggangi hadyu
- 16.24.12. Larangan memakan hewan kurban yang disembelih karena hampir mati di jalan
- 16.25. Tahallul Awwal dan Tsani (Tanggal 10 Dzulhijjah)
- 16.25.1. Bolehnya memakai minyak wangi sebelum tawaf ifadhah
- 16.25.2. Nabi mencukur rambutnya dan mendoakan tiga kali lipat kebaikan bagi yang mencukur
- 16.25.3. Boleh memakai pakaian biasa dan wewangian setelah tahallul
- 16.25.4. Tahallul bagi jamaah yang tidak membawa Hadyu
- 16.25.5. Tidak Tahallul bagi jamaah yang membawa Hadyu
- 16.25.6. Ihram kembali setelah tahallul untuk melaksanakan manasik di mina
- 16.25.7. Orang yang berihram untuk haji tidak bertahallul dengan thawaf qudum, hingga selesai hajinya pada hari nahr
- 16.25.8. Ibnu Abbas berfatwa bahwa siapa yang thawaf di Baitullah maka ia telah bertahallul, dan menyebutnya sunnah Nabi
- 16.25.9. Mu'awiyah memendekkan rambut Rasulullah dengan gunting di atas Marwah
- 16.25.10. Mencukur rambut sebelum menyembelih, Nabi SAW memperbolehkannya
- 16.26. Thawaf Ifadhoh (Tanggal 10 Dzulhijjah)
- 16.26.1. Thawaf ifadhah dan melempar jumrah pada hari-hari tasyriq
- 16.26.2. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tidak berlari kecil dalam thawaf ifadhah
- 16.26.3. Jangan pergi pulang sebelum menjadikan akhir perjalanan haji deangan thawaf ke ka’bah baitullah
- 16.26.4. Thawaf ifadhah pada hari nahr dan shalat zhuhur di mina
- 16.26.5. Haid setelah thawaf ifadhah
- 16.26.6. Keringanan bagi wanita haid untuk nafar setelah melakukan thawaf ifadhad
- 16.26.7. Saudah dan Aisyah diizinkan Thawaf Ifadah sebelum Wuquf
- 16.26.8. Singgah di Abthah bukan bagian dari sunnah
- 16.26.9. At-Tahshib bukan bagian dari manasik haji
- 16.26.10. Tempat singgah Nabi SAW; peristirahatan bani kinanah
- 16.26.11. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kaum Muhajir boleh tinggal selama tiga malam sekembalinya mereka dari Mina (ketika berhajji)
- 16.27. Gua Hira
- 16.1. Perintah dan keutamaan Haji
- 17. Makkah, Madinah dan tempat bersejarahnya
- 17.1. Masjid
- 17.2. Masjid Nabawi
- 17.2.1. Shalat di Masjid Nabawi lebih utama dibandingkan seribu shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram
- 17.2.2. Antara rumah dan mimbar Nabi SAW terdapat taman dari taman-taman surga (Raudhah)
- 17.2.3. Nabi SAW bersabda: Tidak boleh melakukan perjalanan (dengan tujuan ibadah khusus) kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha
- 17.2.4. Bani Najjar, hargailah kebun kalian ini (lahan Masjid Nabawi)
- 17.2.5. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya tentang masjid yang dibangun di atas dasar takwa, beliau bersabda itu adalah masjidku (masjid Nabawi)
- 17.3. Masjid Quba
- 17.4. Bukit Uhud
- 17.5. Tanah haram Madinah
- 17.5.1. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tidak halal bagi seseorang membawa senjata di kota itu untuk berperang maksudnya dalam kota Madinah dan Makkah
- 17.5.2. Sa'ad merampas alat tebang budak yang melanggar larangan menebang pohon di tanah haram Madinah (Al-'aqiq)
- 17.5.3. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga telah menjadikan Madinah sebagai tanah haram, Yaitu dalam batas ini sampai ke sana
- 17.5.4. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdoa keberkahan untuk penduduk Madinah sebagaimana doa Nabi Ibrahim untuk Makkah
- 17.5.5. Tidaklah seseorang bersabar terhadap kesulitan hidup di Madinah lalu dia mati, melainkan aku akan menjadi penolongnya pada hari kiamat, jika orang tersebut adalah seorang muslim
- 17.5.6. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda sesungguhnya Madinah itu termasuk tanah haram yang aman
- 17.5.7. Pada pintu gerbang kota Madinah ada para malaikat (yang menjaganya) sehingga wabah penyakit dan dajjal tidak akan dapat memasukinya
- 17.5.8. Rasulullah bersabda: barangsiapa menginginkan kehancuran atau kejahat terhadap penduduk Madinah niscaya Allah akan melelehkannya sebagaimana larutnya garam di air
- 17.6. Tanah haram Makkah
- 18. Akhlak Mulia
- 18.1. Berperilaku baik dan menjauhi perilaku buruk
- 18.1.1. Seorang mukmin itu lebih mulia bagi Allah daripada sebagian dari malaikat
- 18.1.2. Memuliakan tetangga
- 18.1.3. Jangan mengganggu tetangga
- 18.1.4. Memuliakan tamu
- 18.1.5. Jangan membuat orang Arab marah, karena sama dengan membuat Nabi marah
- 18.1.6. Larangan memukul atau menampar wajah, meskipun sedang berkelahi
- 18.1.7. Jauhilah hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar
- 18.1.8. Janganlah kalian saling marah, saling hasad, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara
- 18.1.9. Janganlah mendiamkan sesama saudara muslim melebihi tiga hari
- 18.1.10. Larangan berprasangka buruk
- 18.1.11. Janganlah kamu mengimami seseorang di tempat yang menjadi wewenangnya dan janganlah duduk di atas tempat kemuliaannya kecuali seizinnya
- 18.1.12. Siapa memulai perbuatan baik di islam, akan dapat pahala yang mencontoh perbuatan itu, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun dan sebaliknya
- 18.1.13. Setiap hal yang baik adalah sedekah, termasuk dari kebaikan adalah kamu bertemu dengan saudaramu dengan wajah ceria
- 18.1.14. Menghormati tamu dalam keadaan kekurangan
- 18.1.15. Larangan mendiamkan saudaranya satu tahun, sama menumpahkan darahnya
- 18.1.16. Bukan golongan kami, tidak sayang anak kecil, tidak tahu hak orang lebih besar
- 18.1.17. Nabi menjawab; tunaikanlah hak mereka dan mintalah kepada allah hakmu!
- 18.1.18. Wasiat Rasulullah SAW jangan kamu marah sebanyak dua kali
- 18.1.19. Akhlak muslim, masuklah ke rumah dari pintu depan, bukan pintu belakang
- 18.1.20. Seburuk manusia di sisi allah ditinggalkan manusia takut akan kekejiannya
- 18.1.21. Orang yang paling buruk adalah yang bermuka dua
- 18.1.22. Manusia yang paling jelek adalah yang dimuliakan karena takut akan kejahatan/lisan buruknya
- 18.1.23. Hak jamuan bertamu adalah maksimal tiga hari
- 18.1.24. Tamu berhak mendapat jamuan, jika tidak diberi, ambil sebatas hak
- 18.1.25. Orang yang paling baik adalah mereka yang akhlaknya paling bagus
- 18.1.26. Sesungguhnya Allah menangguhkan siksaan bagi orang yang berbuat zalim
- 18.1.27. Barangsiapa yang tidak diberi kelemah-lembutan, maka ia telah telah terhalang dari kebaikan
- 18.1.28. Sesungguhnya Allah itu lembut dan menyukai lemah lembut, dan Allah akan memberi kepada yang lemah lembut apa yang tidak diberikan kepada yang kasar
- 18.1.29. Hendaklah kamu berbuat lembut, karena tidaklah sikap lembut ada pada sesuatu kecuali menghiasinya dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu kecuali akan menjadikannya buruk
- 18.1.30. Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, kecuali bagi orang yang saling mendengki/bermusuhan
- 18.2. Wara’ berhati-hati
- 18.2.1. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menolak memakan kurma yang jatuh karena khawatir harta sedekah
- 18.2.2. Mengeluarkan makanan yang syubhat dari mulut anak kecil untuk mendidiknya
- 18.2.3. Allah membenci perbuatan menyampaikan setiap hal yang didengar
- 18.2.4. Menjauhi perdebatan
- 18.2.5. Barangsiapa yang menjauhi diri dari yang syubhat berarti telah memelihara agamanya
- 18.2.6. Ambillah apa yang kalian ketahui benar dan jauhi apa yang kalian ingkari
- 18.2.7. Jauhilah olehmu angan-angan yang menyesatkan
- 18.2.8. Bolehnya mengambil perkataan orang Quraisy (Jahiliyyah), dan namun tinggalkanlah perbuatan mereka
- 18.2.9. Apabila kamu mendengar di suatu majelis membicarakan sesuatu yang kamu benci, maka tinggalkanlah majelis itu
- 18.2.10. Tinggalkanlah apa yang meragukanmu, menuju sesuatu yang tidak meragukanmu
- 18.2.11. Peringatan Rasulullah tentang orang-orang Zindik dan Qadariyah
- 18.2.12. Jangan menyampaikan salam kaum muslimin kepada ahli bid’ah
- 18.2.13. Seorang mukmin tidak boleh terjerumus dalam lobang yang sama sebanyak dua kali
- 18.2.14. Tidak tersesat kecuali orang yang senang berdebat
- 18.3. Berkorban untuk sesama Muslim
- 18.3.1. Perumpamaan kaum muslimin dalam saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi seperti satu tubuh: bila satu anggota sakit maka seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur
- 18.3.2. Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya bagaikan bangunan yang saling menguatkan, lalu Nabi SAW merapatkan jari-jemarinya
- 18.3.3. Beri kelebihan tempat kendaraan pada yang tidak memiliki
- 18.3.4. Keutamaan orang yang saling mencintai karena Allah (Malaikat menyampaikan cinta Allah)
- 18.4. Rukun dan bersatu
- 18.5. Bersyukur
- 18.5.1. Malaikat menguji tiga orang yang sakit dari bani Isra'il
- 18.5.2. Barang siapa tidak bersyukur kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah
- 18.5.3. Allah ridha kepada seorang hamba yang apabila makan ia bersyukur, dan apabila minum ia bersyukur
- 18.5.4. Telah meninggalkan perkara yang terang benderang, malam dan siangnya sama
- 18.6. Silaturrahmi
- 18.6.1. Apabila mengunjungi saudaranya, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya
- 18.6.2. Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturrahmi
- 18.6.3. Silaturahmi bukan membalas kunjungan, tapi menyambung hubungan ketika diputus
- 18.6.4. Jika ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi
- 18.6.5. Sedekah kepada kerabat bernilai dua: sedekah dan silaturahmi
- 18.6.6. Siapa mengunjungi orang sakit, maka dia senantiasa berada dalam sebuah taman surga sampai dia pulang kembali
- 18.6.7. Penyambung sejati bukan yg membalas, tapi menyambung
- 18.6.8. Rahim di 'arasy, yang menyambungkanku, allah akan menyambungkannya
- 18.6.9. Sesungguhnya kebajikan yang utama ialah apabila seorang anak melanjutkan hubungan (silaturrahim) dengan keluarga sahabat baik ayahnya
- 18.6.10. Berupaya menyambung silaturahim kemereka, pertolongan allah selalu
- 18.6.11. Menyambung dan memutuskan kerabat
- 18.6.12. Anjuran menyambung silaturahmi dengan kerabat/kerabat dekat yang dicintai oleh almarhum bapak
- 18.6.13. Keutamaan menjenguk saudara muslim dan memberi minum (mendekatkan ke surga)
- 18.7. Jujur & Amanah
- 18.7.1. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya
- 18.7.2. Abdurrahman bin 'Auf menepati janjinya melindungi keluarga Umayyah bin Khalaf sampai kakinya tersabet pedang
- 18.7.3. Nabi menetapkan sumpah wajib bagi siapa yang tertuduh
- 18.7.4. Hendaklah kalian jujur, sebab jujur menggiring kepada kebaikan, dan kebaikan akan menggiring kepada surga
- 18.7.5. Tinggalkanlah apa yang meragukanmu, sesungguhnya kejujuran itu membawa pada ketenangan dan kebohongan itu membawa pada keraguan
- 18.7.6. An-nisaa'(4) 65. tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap
- 18.7.7. Larangan mengaku memiliki sesuatu yang tidak diberikan kepadanya
- 18.7.8. Beliau pernah memberitahukan rahasia kepadaku, saya tidak pernah menceritakannya kepada seorangpun setelahnya
- 18.8. Dakwah
- 18.8.1. Berdakwah kepada kerabat, meskipun Nabi tidak bisa menolong kerabatnya
- 18.8.2. Wahai sekalian manusian, ucapkanlah, LAA ILAAHA ILLALLAH, niscaya kalian akan selamat
- 18.8.3. Rasulullah menulis surat kepada Qaishar: Masuklah kedalam Islam maka kamu akan selamat. Bila kamu enggan masuk Islam maka kamu menanggung dosa bangsa Al Arisiyyiin (Eropa)
- 18.8.4. Utusan yang membawa surat Rasulullah diusir dari majelis
- 18.8.5. Asy Syu'araa'(26): 214. Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat
- 18.8.6. Nabi tetap menyampaikan dakwah dan bersabar atas penolakan kasar Abdullah bin Ubay di majelis yang berisi muslim, musyrik, dan Yahudi
- 18.9. Prasangka Baik kepada Muslim
- 18.10. Amar ma’ruf nahi mungkar
- 18.10.1. Apabila mereka tidak meninggalkan khamr, maka perangilah mereka
- 18.10.2. Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman
- 18.10.3. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaklah kalian benar-benar menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, atau Allah hampir saja menurunkan azab kepada kalian, lalu kalian berdoa kepada-Nya namun tidak dikabulkan
- 18.10.4. Manusia paling baik adalah yang menerapkan amar ma’ruf nahi mungkar
- 18.10.5. Bani Israil binasa karena tidak mencegah kemungkaran, maka perintahkan kebaikan dan cegah kemungkaran
- 18.10.6. Siapa mengajak kebaikan, mendapat pahala yang mengikutinya dan sebaliknya
- 18.11. Berbakti kepada orang tua
- 18.11.1. Ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu
- 18.11.2. Celaka orang yang mendapati orang tuanya di masa tua, namun tidak masuk surga karena tidak berbakti
- 18.11.3. Termasuk dosa besar mencaci orang tua, baik secara langsung maupun tidak langsung
- 18.11.4. Beliau berkata kepada keduanyalah kamu berjihad (berbakti)
- 18.11.5. Jalinlah tali silaturahmi dengan ibumu meskipun dia masih musyrik
- 18.11.6. Anak tidak dapat membalas jasa ayahnya kecuali dengan membeli dan memerdekakannya bila mendapatinya sebagai budak
- 18.11.7. Ali RA. melaknat yang melaknat orang tuanya dan memindah batas tanah
- 18.11.8. Berjihad dengan merawat dan berbakti kepada orang tua yang masih hidup
- 18.12. Rendah Hati
- 18.12.1. Barangsiapa merendahkan diri karena Allah, Allah akan mengangkat derajatnya
- 18.12.2. Tidak masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi
- 18.12.3. Allah mewahyukan agar kalian saling merendahkan diri, tidak saling membanggakan dan menzhalimi
- 18.12.4. Allah tak meninggikan sesuatu kecuali merendahkannya
- 18.12.5. Harta tidak akan berkurang dengan sedekah, tidaklah Allah menambah pada orang yang memberi maaf kecuali kemuliaan, dan tidaklah seseorang bertawadhu' kecuali Allah mengangkat derajatnya
- 18.13. Tidak mengganggu orang
- 18.13.1. Jauhilah oleh kalian duduk-duduk di pinggir jalan dan laksanakanlah hak jalan
- 18.13.2. Orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya
- 18.13.3. Nabi memerintahkan orang yang menyedekahkan anak panah agar membawanya dengan memegang bagian mata panahnya
- 18.13.4. Barangsiapa melewati masjid atau pasar dengan membawa anak panah, hendaklah ia memegang mata panahnya agar tidak melukai seseorang
- 18.13.5. Janganlah salah seorang dari kalian berjalan kepada saudaranya dengan menghunus senjata, karena setan bisa merebutnya hingga ia jatuh ke neraka
- 18.14. Zuhud
- 18.14.1. Tidak pernah memakan roti empuk dan kambing bakar sama sekali
- 18.14.2. Ulama jaman dahulu menjauhi ahli dunia
- 18.14.3. Bukanlah kekayaan itu karena banyak harta, tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa
- 18.14.4. Barangsiapa Menjadikan Akhirat sebagai Tujuannya, Dunia Akan Mengikutinya
- 18.14.5. Zuhud terhadap dunia bukanlah mengharamkan yang halal dan menyia-nyiakan harta, tetapi zuhud adalah engkau lebih percaya pada apa yang ada di sisi Allah daripada apa yang ada di tanganmu
- 18.14.6. Kalian tahu yang aku tahu, niscaya sedikit tertawa dan banyak menangis
- 18.14.7. Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau orang dalam perjalanan, dan persiapkanlah dirimu untuk menghadapi kematian
- 18.14.8. Tempat tidur yang berlebihan menjadi bagian setan
- 18.14.9. Nabi tak menahan emas segunung uhud lebih dari tiga malam, kecuali untuk membayar hutang
- 18.14.10. Umar menangis melihat bekas tikar di lambung Nabi, dan sabda beliau: tidak ridhakah engkau bila mereka mendapat dunia dan kita mendapat akhirat
- 18.14.11. Kasur Nabi terbuat dari kulit dan bantalnya berisi serabut
- 18.15. Hijrah dan Uzlah
- 18.15.1. Hijrah yang paling utama yaitu engkau jauhi apa yang telah dibenci oleh Rabbmu
- 18.15.2. Beruntunglah orang-orang yang asing yang menjauhi kesesatan
- 18.15.3. Urusi lah perkaramu sendiri dan jauhilah urusan orang banyak
- 18.15.4. Jauhilah orang-orang yang bodoh atau awam
- 18.15.5. Menjauhi penguasa dan wanita
- 18.15.6. Mukmin terbaik (utama) adalah yang menyendiri di sebuah lembah agar manusia terhindar dari keburukannya
- 18.15.7. Janganlah duduk bersama orang-orang yang lalai atau tidak berdzikir pada Allah
- 18.15.8. Janganlah duduk bersama ahli nujum
- 18.15.9. Janganlah duduk di meja yang disediakan arak atau khamr
- 18.15.10. Pentingnya mengingatkan kaum muslimin agar jangan duduk bersama orang yang buruk
- 18.15.11. Janganlah kalian duduk bersama orang-orang yang menolak takdir
- 18.15.12. Janganlah kalian duduk-duduk bersama orang-orang yang mengumbar atau mengikuti hawa nafsunya
- 18.15.13. Janganlah kalian duduk-duduk bersama orang yang menyulut permusuhan
- 18.15.14. Allah melarang Nabi dan kaum muslimin menshalati orang munafik
- 18.15.15. Apabila Qadariyah sakit maka jangan kalian jenguk mereka, dan jika mati maka jangan kalian iringi jenazahnya
- 18.15.16. Keutamaan muhajirin penumpang perahu: kemuliaan mendapatkan pahala dua kali hijrah
- 18.15.17. Udzur (keringanan) hijrah bagi kaum yang tertindas
- 18.16. Ghibah dan Namimah
- 18.16.1. Rasulullah menjelaskan apa itu ghibah
- 18.16.2. Disiksa di neraka karena suka mengadu domba
- 18.16.3. Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba
- 18.16.4. Jauhilah oleh kalian perasangka dan janganlah kalian mencari-cari aib orang lain, jangan pula saling menebar kebencian
- 18.16.5. Tak masuk surga orang yang suka mengadu domba
- 18.17. Iri dan Dendam
- 18.17.1. Larangan untuk saling hasad
- 18.17.2. Hati-hatilah kalian dari hasad, karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar
- 18.17.3. Tidak boleh seorang mukmin membenci mukmin yang lain. Jika ia membenci satu sifatnya, maka ia akan ridha dengan sifat yang lain
- 18.17.4. Tiga hal yang tidak akan membuat hati seorang Muslim dengki
- 18.17.5. Tidak ada hasud (iri/dengki) kecuali pada dua hal: pada seseorang yang diberi harta oleh Allah dan seseorang yang dikaruniai hikmah oleh Allah
- 18.18. Sabar dan Qana'ah
- 18.18.1. Barangsiapa berusaha sabar, Allah akan menjadikannya sabar; dan tidaklah kalian diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran
- 18.18.2. Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah memberinya qana'ah atas apa yang diberikan kepadanya
- 18.18.3. Seorang Nabi dipukuli kaumnya hingga berdarah, namun ia mengusap darahnya sambil berdoa "Ya Allah, ampunilah kaumku karena mereka belum mengerti"
- 18.19. Kasih sayang terhadap Binatang
- 18.19.1. Seorang wanita diazab karena seekor kucing. Ia menahannya sampai mati, tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya makan serangga tanah
- 18.19.2. Ketika seorang laki-laki ia mendapati seekor anjing yang menjilat tanah karena sangat kehausan. lalu memberi minum anjing itu. Maka Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya
- 18.19.3. Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan pada segala sesuatu. Maka apabila kalian membunuh, bunuhlah dengan cara yang baik, dan apabila kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik
- 18.19.4. Membunuh burung pipit dengan sia-sia, maka burung itu akan mengadu kepada Allah pada hari kiamat
- 18.19.5. Barang siapa menyayangi, maka ia akan disayangi oleh Ar-Rahman. Sayangilah makhluk yang ada di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangi kalian
- 18.19.6. Seorang wanita pezina yang diampuni dosanya disebabkan (memberi minum seekor anjing)
- 18.19.7. Hak unta merumput dan percepat saat kemarau
- 18.19.8. Larangan memelihara anjing tanpa keperluan, kecuali untuk ladang atau ternak
- 18.19.9. Melarang memberi tanda dengan api di wajah dan memukul wajah
- 18.19.10. Kalung di leher unta harus diputus
- 18.19.11. Allah mewahyukan apakah hanya gara-gara seekor semut, kemudian semua semut engkau bakar dengan api
- 18.19.12. Wanita pezina melihat seekor anjing kehausan lalu memberinya minum, ia pun diampuni karenanya
- 18.19.13. Larangan mengutuk hewan tunggangan: "Turunkanlah beban di atas unta dan lepaskanlah unta tersebut, karena ia telah dikutuk"
- 18.20. Perintah membunuh hewan yang berbahaya
- 18.20.1. Perintah membunuh ular
- 18.20.2. Lima hewan yang boleh dibunuh walaupun di dalam atau di luar tanah haram
- 18.20.3. Jika kalian melihat dua ular yang pendek buntutnya dan dua garis putih di punggungnya, maka bunuhlah keduanya
- 18.20.4. Perintah Rasulullah SAW untuk membunuh anjing di seluruh kota
- 18.20.5. Perintah membunuh anjing hitam bertitik putih karena itu jelmaan setan
- 18.20.6. Siapa bunuh ular, tokek dan cicak baginya sepuluh kebaikan serta takut ular bukan termasuk golongan kami
- 18.20.7. Nabi melarang membunuh ular yang menghuni rumah-rumah (diduga jelmaan jin islam yang tinggal di rumah)
- 18.20.8. Ular masuk lubang saat belajar ayat al-qur'an dari mulut nabi, kamu diselamatkan dari kejahatannya, ia juga diselamatkan dari kejahatanmu
- 18.21. Kasih Sayang kepada Anak & Wanita
- 18.23. Orang mukmin tidak akan terperosok dua kali pada satu lobang
- 18.1. Berperilaku baik dan menjauhi perilaku buruk
- 19. Adab Sehari-hari
- 19.1. Menjaga rambut dalam keadaan rapi
- 19.1.1. Nabi sangat memperhatikan kerapian rambutnya dan menyisirnya dengan rapi
- 19.1.2. Barangsiapa memiliki rambut, hendaklah ia memuliakannya (merawatnya)
- 19.1.3. Saya menemui Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam sedangkan saya memiliki rambut (panjang), lalu beliau bersabda: lalat
- 19.1.4. Nabi SAW melarang Qaza' (mencukur sebagian dan membiarkan sebagian)
- 19.2. Membersihkan pakaian
- 19.3. Memakai minyak wangi
- 19.3.1. Meminyaki pakaian dengan Za'faran paling dicintai Rasulullah
- 19.3.2. Rasulullah melarang laki-laki untuk memakai minyak za'faran
- 19.3.3. Nabi menyukai minyak wangi dan tidak menolaknya jika diberikan
- 19.3.4. Minyak wangi adalah pemberian yang ringan bebannya namun besar nilainya
- 19.3.5. Rasulullah biasa mengenakan minyak wangi saat hendak shalat dan saat bertemu para sahabat
- 19.3.6. Kebiasaan beliau memakai al aluwwah (kayu wangi yang dibakar) tanpa campuran, terkadang juga dicampur dengan kapur
- 19.4. Bersiwak
- 19.4.1. Nabi bersabda: Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap hendak shalat
- 19.4.2. Beliau tidak pernah meninggalkan siwak saat bangun tidur
- 19.4.3. Rasulullah masuk rumah dengan bersiwak
- 19.4.4. Rasulullah jika bersiwak hingga mengenai langit-langit mulut
- 19.5. Meminyaki, mewarnai atau mencukur rambut
- 19.5.1. Makanlah Az Zaitun dan minyakilah (rambut kalian) dengannya
- 19.5.2. Warnailah rambut, namun jauhi warna hitam
- 19.5.3. Rasulullah mendorong umat Islam untuk berbeda dengan ahli kitab dengan cara mewarnai rambut beruban
- 19.5.4. Anjuran merubah warna uban, tetapi jauhilah warna hitam
- 19.5.5. Pewarna uban yang paling baik, yang dianjurkan rasulullah
- 19.5.6. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang kami untuk menyisir rambut setiap hari
- 19.5.7. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang dari qaza' (mencukur sebagian kepala dan membiarkan sebagian yang lain)
- 19.5.8. Shufrah (sejenis tumbuhan yang baunya wangi dan berwarna kuning), beliau bersabda ini lebih baik dari semuanya
- 19.5.9. Melumuri jenggot dengan inai (hinna)
- 19.5.10. Mewarnai jenggot dengan khaluq (kunyit dan wangi)
- 19.5.11. Janganlah kalian mencabut uban, karena sesungguhnya ia adalah cahaya bagi seorang muslim
- 19.5.12. Melarang mencabuti rambut uban, sesungguhnya uban itu cahaya bagi seorang muslim
- 19.5.13. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam suka memulai dari sebelah kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci dan selainnya
- 19.5.14. Makruh seorang laki-laki mencabut uban di kepala dan di jenggotnya
- 19.6. Bertamu
- 19.6.1. Janganlah berdiri di depan pintu apabila bertamu, dan jagalah pandangan
- 19.6.2. Rasulullah jika datang ke rumah seseorang, beliau memberi salam tiga kali, lalu pergi bila tidak dijawab
- 19.6.3. Pahala menyempurnakan salam
- 19.6.4. Larangan berlama-lama di rumah orang setelah selesai makan, dan perintah segera pulang setelah undangan usai
- 19.6.5. Barangsiapa meminta izin masuk tiga kali dan tidak diizinkan, hendaklah ia pulang
- 19.6.6. Nabi tidak menyukai jawaban "saya" ketika menanyakan siapa yang mengetuk pintu
- 19.6.7. Nabi memberi izin kepada Ibnu Mas'ud untuk mengangkat tirai dan mendengar pembicaraannya sampai beliau melarangnya
- 19.7. Adab lisan atau perkataan
- 19.7.1. Janganlah kalian mengistilahkan anggur dengan istilah karm, karena Al karm adalah hati seorang mu'min
- 19.7.2. Manusia paling besar fitnahnya, adalah orang mencaci orang, dia membalas mencaci
- 19.7.3. Tidak berbicara kepada orang banyak kecuali orang yang berhak
- 19.7.4. Nabi memanggil Anas bin Malik dengan sapaan "wahai anakku"
- 19.7.5. Nabi menghibur Abu 'Umair yang bersedih karena burung kecilnya mati, dengan bercanda menanyakan keadaan burung itu
- 19.7.6. Dua orang yang saling mencela, maka dosanya atas orang yang memulainya terlebih dahulu selama yang dizhalimi tidak membalasnya
- 19.7.7. Lelaki yang paling dibenci Allah adalah yang keras dan suka membantah (Al-Aladdul Khasim)
- 19.8. Permainan yang di larang
- 19.9. Adab menjelang malam
- 19.9.1. Tutuplah bejana, ikatlah tutup kendi, tutup pintu-pintu rumah dan jagalah anak-anak kecil kalian pada waktu 'isya'
- 19.9.2. Matikanlah lampu-lampu kalian apabila kalian hendak tidur, tutuplah pintu rumah, dan tutuplah wadah-wadah serta tutup pula tempat makan dan tempat minum
- 19.9.3. Malam sudah gelap, maka tahanlah bayi-bayi karena pada saat itu setan sedang berkeliaran
- 19.9.4. Jangan biarkan ternak dan anak-anak lepas berkeliaran ketika matahari terbenam sampai hilangnya cahaya senja
- 19.9.5. Ketika tidur di rumah, janganlah kalian meninggalkan api dalam keadaan menyala
- 19.9.6. Api ini adalah musuh, karena itu apabila hendak tidur, maka padamkan lebih dahulu
- 19.10. Adab Tidur
- 19.11. Adab Safar
- 19.11.1. Nabi memerintahkan memberi unta haknya saat melewati tanah subur, mempercepat perjalanan di tanah gersang, dan menjauh dari jalan bila beristirahat malam
- 19.11.2. Safar adalah sebagian dari azab yang menghalangi makan, minum, dan tidur, maka hendaklah seseorang bersegera pulang kepada keluarganya setelah selesai urusannya
- 19.11.3. Nabi melarang mendatangi keluarga di malam hari, dan beliau sendiri masuk menemui istri-istrinya pada waktu pagi atau sore
- 19.12. Adab mengucapkan salam
- 19.12.1. Aturan dan urutan memberi salam: yang muda kepada yang tua, yang berkendara/berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak
- 19.12.2. Pembeda ketentuan menjawab salam antara sesama muslim dan kepada non-muslim
- 19.12.3. Rasulullah pernah bertemu dengan beberapa orang anak kecil, lalu beliau memberi salam kepada mereka
- 19.13. Adab Bermajlis
- 19.1. Menjaga rambut dalam keadaan rapi
- 20. Pakaian
- 20.1. Isbal
- 20.2. Sutera
- 20.2.1. Pakaian sutera dan emas diharamkan bagi umatku yang laki-laki dan dihalalkan bagi yang perempuan
- 20.2.2. Larangan memakai sutra dan emas
- 20.2.3. Larangan memakai sutra bagi laki-laki dan balasan bagi yang mengenakan di dunia
- 20.2.4. Diperbolehkan memakai sutra dalam keadaan darurat atau penyakit
- 20.2.5. Rasulullah menolak pemakaian sutra dan menjelaskan bahwa pemberiannya bukan untuk dipakai, agar supaya dijual atau dimanfaatkan
- 20.2.6. Nabi memerintahkan Ali menyobek pakaian sutra hadiah Ukaidir Dumah untuk dijadikan kerudung bagi kaum wanita
- 20.2.7. Ali memakai mantel sutra pemberian Nabi, lalu membagikannya kepada saudari-saudarinya setelah melihat kemarahan di wajah beliau
- 20.2.8. Nabi memakai furruj sutra lalu meninggalkannya seusai shalat seraya bersabda: pakaian ini tidak layak bagi orang-orang yang bertakwa
- 20.2.9. Keringanan untuk mengenakan sutra karena penyakit gatal
- 20.3. Emas dan Cincin
- 20.3.1. Larangan memakai emas bagi laki-laki
- 20.3.2. Larangan memakai emas untuk selain suaminya
- 20.3.3. Diperbolehkan memakai emas hanya bagi perempuan saja
- 20.3.4. Penjelasan tentang cincin Rasulullah yang bukan dari emas
- 20.3.5. Larangan minum dan makan dari bejana emas dan perak
- 20.3.6. Nabi SAW bersabda: Demi Allah, saya tidak akan memakainya lagi selama-lamanya
- 20.3.7. Memakai cincin emas dengan batu cincin menuju telapak tangan
- 20.3.8. Rasulullah SAW melarang laki-laki memakai cincin di jari telunjuk atau sebelahnya
- 20.4. Jenis dan Warna Pakaian
- 20.4.1. Anjuran memakai pakaian berwarna putih
- 20.4.2. Larangan memakai pakaian yang menyerupai orang kafir
- 20.4.3. Para ahli ilmu, memakruhkan pakaian yang diwarnai kuning
- 20.4.4. Melarang mencelup dengan za'faran (warna kuning), yaitu bagi laki-laki dan yang sedang ihram
- 20.4.5. Menghadap beliau sementara aku penuh dengan za'faran, maka beliau pun tidak mengusapku karena alasan za'faran tersebut
- 20.4.6. Rasulullah berkhutbah dengan mengenakan imamah berwarna hitam
- 20.4.7. Larangan memakai pakaian kuning polos karena termasuk pakaian orang-orang kafir
- 20.4.8. Pakaian yang paling disukai Nabi adalah Al-Hibarah (pakaian yang terbuat dari kapas atau katun)
- 20.4.9. Nabi keluar pada suatu pagi mengenakan kain wol hitam bercorak pelana unta
- 20.5. Adab Berpakaian
- 20.5.1. Doa ketika mengenakan pakaian baru
- 20.5.2. Adab mengenakan pakaian dimulai dari sisi kanan
- 20.5.3. Larangan berlebih-lebihan dalam berpakaian
- 20.5.4. Larangan memakai baju dengan kesombongan
- 20.5.5. Pujian Allah terhadap hamba yang berpakaian sederhana karena tawadhu’
- 20.5.6. Larangan mengenakan pakaian ash shoma dan berihtiba dengan menggunakan satu kain
- 20.5.7. seorang laki-laki yang ketika dia melepas atau menjulurkan pakaiannya karena kesombongan, ia dibenamkan ke dasar bumi
- 20.5.8. Lelaki yang ta'jub dengan pakaiannya, ditelan bumi hingga kiamat
- 20.5.9. Jangan meletakkan satu kaki di atas kaki lain saat duduk atau telentang
- 20.5.10. Berbaring di masjid dengan menyilangkan kaki
- 20.6. Larangan Menyerupai Lawan Jenis
- 20.7. Sandal dan Alas Kaki
- 20.7.1. Adab memakai dan melepas sandal
- 20.7.2. Larangan berjalan dengan satu sandal
- 20.7.3. Anjuran memperhatikan kebersihan alas kaki ketika shalat
- 20.7.4. Jika duduk, sunnah untuk melepas dan meletakkan sandal di sebelahnya
- 20.7.5. Rasulullah terkadang shalat memakai sandal
- 20.7.6. Biasakanlah memakai terompah, karena terompah itu sama fungsinya dengan kendaraan
- 20.7.7. Bila tali sandal kalian terputus, maka janganlah kalian berjalan dengan sebelah sandal
- 20.7.8. Sandal rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mempunyai dua tali
- 20.7.9. Barangkali Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berjalan dengan satu sandal
- 20.7.10. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang seorang mengenakan sandal sambil berdiri
- 20.7.11. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam suka mendahulukan yang kanan salah satunya mendahulukan yang kanan ketika berjalan
- 21. Makanan
- 21.1. Halal, haramnya Makanan
- 21.1.1. Memakan ikan paus yang terdampar di laut
- 21.1.2. Air laut itu suci dan dihalalkan bangkai nya
- 21.1.3. Boleh memakan yang terdampar atau tersingkap oleh laut, dan larangan memakan yang mati mengapung
- 21.1.4. Larangan menggunakan lemak bangkai untuk penerangan atau dagangan
- 21.1.5. Larangan memakan hewan yang mati tanpa disembelih
- 21.1.6. Hukum hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah
- 21.1.7. Hukum tentang memakan hasil buruan anjing terlatih dan panah yang dilepaskan dengan menyebut nama Allah
- 21.1.8. Dihalalkan bagi kita dua bangkai dan dua darah: dua bangkai maksudnya ikan dan belalang, dua darah maksudnya hati dan limpa
- 21.1.9. Hukum memakan hewan buruan yang ditemukan keesokan harinya
- 21.1.10. Larangan memakan hewan buas bertaring dan burung bercakar
- 21.1.11. Larangan Memakan Daging Hewan Jalalah (pemakan kotoran)
- 21.1.12. Hukum memakan hewan buruan yang terkena anak panah tanpa mata (tumpul)
- 21.1.13. Nabi SAW pernah perang enam atau tujuh kali dan makan belalang
- 21.1.14. Kedua paha kelinci dikirimkan kepada Rasulullah SAW, dan beliau menerimanya
- 21.1.15. Larangan melempar: tidak mematikan buruan atau musuh, hanya melukai
- 21.1.16. Nabi melarang menjadikan binatang untuk dijadikan sasaran (latihan) tembak
- 21.1.17. Nabi SAW memerintahkan memakan kambing yang disembelih dengan marwah (batu tajam)
- 21.1.18. Halalnya hasil buruan anjing yang dilepas dengan menyebut nama Allah, meskipun anjing itu membunuh buruannya
- 21.1.19. Hewan buruan yang terkena panah lalu hilang selama tiga hari boleh dimakan bila ditemukan, selama belum membusuk
- 21.1.20. Larangan memakan setiap binatang buas yang bertaring dan setiap burung yang bercakar (tajam)
- 21.1.21. Para sahabat memakan daging kuda dan keledai liar pada Perang Khaibar, sedangkan Nabi melarang keledai jinak
- 21.1.22. Nabi tidak mengharamkan daging biawak (dhabb), beliau hanya merasa jijik memakannya
- 21.2. Makanan sunnah
- 21.2.1. Keutamaan labu untuk memperbanyak makanan
- 21.2.2. Rasulullah menyukai labu dan memakannya bersama kuah
- 21.2.3. Anjuran makan kurma, terutama saat berbuka puasa
- 21.2.4. Keutamaan madu sebagai obat dan makanan yang diberkahi
- 21.2.5. Keutamaan susu sebagai makanan alami yang suci
- 21.2.6. Anjuran makan tujuh butir kurma ajwah setiap pagi
- 21.2.7. Keutamaan Al-Kam’ah dan Kurma Ajwah yang berkhasiat dan berkah
- 21.2.8. Rasulullah makan dengan tiga jari dan menjilatinya setelah makan
- 21.2.9. Tidak akan lapar penghuni rumah yang memiliki kurma
- 21.2.10. Rumah yang tidak memiliki kurma maka keluarganya akan kelaparan
- 21.2.11. Anjuran makan tujuh butir kurma ajwah setiap pagi
- 21.2.12. Sebaik-baik lauk adalah cuka
- 21.3. Hal Hal baik dari makanan
- 21.3.1. Rasulullah tidak pernah mencela makanan, jika suka beliau makan, jika tidak, beliau tinggalkan
- 21.3.2. Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minum, sepertiga untuk napas
- 21.3.3. Anjuran berwudhu sebelum dan sesudah makan
- 21.3.4. Keutamaan makanan halal yang membawa keberkahan
- 21.3.5. Sebaik baik lauk adalah cuka
- 21.4. Adab Makan
- 21.4.1. Adab makan: menyebut nama Allah, makan dengan tangan kanan dan makan dari yang terdekat
- 21.4.2. Larangan makan atau minum dengan tangan kiri
- 21.4.3. Larangan berlebihan dalam makan dan minum
- 21.4.4. Adab duduk saat makan dan minum
- 21.4.5. Jangan makan sambil bersandar
- 21.4.6. Rasulullah makan kurma dengan duduk diatas pantatnya dan menekuk kedua lututnya
- 21.4.7. Rasulullah pernah makan kurma dengan cepat, karena sedang lapar
- 21.4.8. Rasulullah melarang memakan kurma dua dua sekaligus, kecuali seizin temannya
- 21.4.9. Menolak makan dengan tangan kanan
- 21.4.10. Barangsiapa memiliki makanan cukup untuk dua orang hendaklah mengajak orang ketiga, dan yang cukup untuk empat hendaklah mengajak orang kelima atau keenam
- 21.4.11. Seorang mukmin makan dengan satu usus, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh usus
- 21.4.12. Nabi SAW menyuruh makan dengan tangan kanan, dan bersabda "Kamu tidak akan bisa"
- 21.4.13. Hendaknya dimulai dari sebelah kanan dahulu dan seterusnya
- 21.4.14. Nabi SAW menyuruh menjilati tangan setelah makan
- 21.4.15. Nabi SAW menyuruh menjilati jari-jari karena tidak tahu dimana berkahnya
- 21.4.16. Makanan yang jatuh, membuang bagian kotor, dan memakan yang bersih
- 21.4.17. Nabi SAW menyuruh minta ijin jika ada teman yang tidak diundang makan
- 21.5. Keberkahan dan Doa atas Makanan
- 21.6. Makanan Rasulullah
- 21.1. Halal, haramnya Makanan
- 22. Minuman
- 22.1. Haramnya khamr
- 22.1.1. Pengharaman khamer dan jenis bahan yang menjadikannya memabukkan
- 22.1.2. Jauhilah segala macam minuman yang telah berfermentasi
- 22.1.3. Jauhilah dan janganlah sekali-kali kamu meminum sesuatu yang memabukkan
- 22.1.4. Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamr adalah haram
- 22.1.5. Larangan keras terhadap peminum khamr, penjual, pembawa, dan yang menyuguhkannya
- 22.1.6. Khamr adalah induk dari segala kejahatan
- 22.1.7. Allah melaknat sepuluh golongan yang berhubungan dengan khamr (pembuat, peminum, penjual, pembeli, pembawa, dst.)
- 22.1.8. Ancaman keras bagi peminum khamr yang tidak bertaubat, tidak akan diberi minum dari telaga Nabi di akhirat
- 22.1.9. Diharamkan segala bentuk minuman yang memabukkan, baik sedikit maupun banyak
- 22.1.10. Larangan menamai khamr dengan nama lain untuk menghalalkannya
- 22.1.11. Pecandu khamar apabila mati, maka ia akan berjumpa dengan Allah seperti penyembah berhala
- 22.1.12. Nabi SAW haramkan perdagangan khamer setelah membacakan ayat
- 22.1.13. Tidak ada dosa bagi yang beriman memakan makanan yang telah dulu dimakan
- 22.1.14. Arak telah diharamkan, lalu Anas menumpahkannya
- 22.1.15. Nabi SAW melarang mengubah khamer menjadi cuka
- 22.1.16. Nabi SAW menyebut khamer terbuat dari kurma dan anggur
- 22.2. Adab Minum
- 22.2.1. Larangan minum sambil berdiri kecuali dalam keadaan tertentu
- 22.2.2. Larangan meniup pada makanan atau minuman panas
- 22.2.3. Larangan minum langsung dari mulut kendi atau wadah
- 22.2.4. Anjuran minum dengan tiga kali tegukan
- 22.2.5. Rasulullah biasa bernafas tiga kali saat minum
- 22.2.6. Larangan minum dengan tangan kiri, karena setan makan dan minum dengan tangan kiri
- 22.2.7. Melihat Nabi SAW minum sambil berdiri dan duduk
- 22.2.8. Ali RA mengambil dan meminum dg berdiri
- 22.2.9. Rasulullah SAW meletakkan minuman itu di tangannya
- 22.3. Jenis Minuman Halal dan Sunnah
- 22.3.1. Keutamaan air zamzam, diminum sesuai niat dan doa
- 22.3.2. Anjuran minum susu karena membawa berkah dan kekuatan
- 22.3.3. Rasulullah kadang minum nabidz (perasan kurma) yang belum memabukkan
- 22.3.4. Minuman yang paling baik dan disukai Rasulullah adalah minuman manis dan dingin
- 22.3.5. Nabi SAW meminum rendaman kurma hingga hari ketiga, lalu menyuruh menumpahkannya
- 22.3.6. Rasulullah SAW minum dengan gelasku ini, yaitu madu, air dan susu
- 22.4. Larangan Terkait Minuman
- 22.4.1. Larangan mencampur bahan yang bisa menimbulkan khamr (kurma dan anggur bersamaan)
- 22.4.2. Larangan minum dari bejana emas dan perak
- 22.4.3. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang ad dubbaa`, al hantam, al muzaffaat dan an naqir
- 22.4.4. Jika salah seorang dari kalian minum, maka janganlah ia bernafas dalam benjana
- 22.4.5. Melarang dari air anggur dalam Al Jarr dan Ad Dubbaa’
- 22.4.6. Nabi SAW membolehkan minum dengan guci yang tidak dicat
- 22.1. Haramnya khamr
- 23. Rumah Tangga
- 23.1. Hak istri
- 23.1.1. Hak istri terhadap suami
- 23.1.2. Wasiat Rasulullah agar berbuat baik kepada para istri
- 23.1.3. Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya
- 23.1.4. Hak istri untuk diberi nafkah dan pakaian dengan cara yang ma’ruf
- 23.1.5. Hak istri untuk mendapatkan waktu giliran yang adil bagi suami yang berpoligami
- 23.1.6. Larangan memukul istri kecuali dengan pukulan yang tidak menyakiti dan hanya sebagai teguran
- 23.1.7. Perintah menunaikan hak istri meski dalam kesempitan rezeki
- 23.1.8. Suami yang menanggung nafkah istri dengan ikhlas akan mendapatkan pahala sedekah
- 23.1.9. Nabi menetap 3 hari saat menikahi Ummu Salamah
- 23.1.10. Jatah bermukim 7 hari untuk gadis dan 3 hari untuk janda
- 23.1.11. Hadiah hari giliran Saudah untuk Aisyah
- 23.2. Hak Suami
- 23.2.1. Tidaklah seorang wanita menjauhi ranjang suaminya kecuali para malaikat Allah 'azza wajalla melaknatnya
- 23.2.2. Istri wajib menaati suaminya selama tidak dalam maksiat kepada Allah
- 23.2.3. Apabila seorang wanita menjaga shalatnya, puasanya, dan ketaatannya kepada suami, maka ia akan masuk surga dari pintu mana pun yang ia kehendaki
- 23.2.4. Tidak boleh seorang istri berpuasa sunnah tanpa izin suaminya
- 23.2.5. Istri tidak boleh mengizinkan seseorang masuk rumah suaminya tanpa izin
- 23.2.6. Ketaatan istri kepada suami termasuk sebab turunnya rahmat Allah
- 23.2.7. Hak suami atas istri lebih besar daripada hak orang tua atas anak perempuan
- 23.2.8. Istri yang menjaga kehormatan dan harta suaminya termasuk wanita terbaik
- 23.3. Mu'asyarah (Pergaulan baik suami dan istri)
- 23.3.1. Nabi berdiri lama menutupi Aisyah dengan kainnya agar dapat menonton permainan Habasyah, hingga Aisyah sendiri yang beranjak
- 23.3.2. Yang paling jelek di sisi Allah adalah yang menyebarkan rahasia istrinya
- 23.3.3. Janganlah seorang mukmin membenci istrinya secara keseluruhan, karena bila ia tidak menyukai satu perangainya, ia akan ridha dengan perangainya yang lain
- 23.3.4. Beliau tidak mau diundang kecuali bersama Aisyah, akhirnya diundang
- 23.3.5. Asma' binti Abu Bakar mengurus kuda dan keperluan Zubair, serta memikul biji kurma dari kebun sejauh tiga mil
- 23.3.6. Kisah 11 wanita berjanji tidak menyembunyikan sifat suami masing-masing, Nabi bersabda kepada Aisyah: terhadapmu aku seperti Abu zar'in terhadap Ummu zar'in
- 23.4. Perceraian (thalaq) dan iddah
- 23.4.1. Perceraian adalah perkara halal yang paling dibenci Allah
- 23.4.2. Larangan menjatuhkan thalaq dalam keadaan haid
- 23.4.3. Iddah perempuan yang ditalak adalah tiga kali suci
- 23.4.4. Iddah perempuan yang ditinggal mati suami adalah empat bulan sepuluh hari
- 23.4.5. Larangan menjatuhkan thalaq tiga sekaligus dalam satu waktu
- 23.4.6. Hak rujuk bagi suami selama dalam masa iddah
- 23.4.7. Istri yang hamil, iddahnya sampai melahirkan
- 23.4.8. Anjuran memberi nafkah dan tempat tinggal kepada istri yang ditalak selama masa iddah
- 23.4.9. Syarat kehalalan wanita yang ditalak tiga untuk menikah kembali dengan suami pertama
- 23.4.10. Perintah Nabi agar Ibnu Umar merujuk istrinya, lalu mentalaknya pada masa suci bila tetap ingin bercerai
- 23.4.11. Talak tiga sekaligus dihitung satu pada masa Nabi, Abu Bakar, dan dua tahun awal kekhalifahan Umar, lalu Umar memberlakukannya sebagai tiga
- 23.4.12. Nabi memberi pilihan kepada istri-istrinya dan mereka memilih beliau, dan itu tidak dianggap sebagai perceraian
- 23.4.13. Wanita yang ditalak tiga menjalani iddah di rumah selain rumah suaminya, dan Nabi memilihkan rumah yang menjaga kehormatannya
- 23.4.14. Seorang wanita yang dicerai suami tiga kali, dia tidak berhak atas tempat tinggal dan nafkah
- 23.4.15. Bolehnya wanita yang sedang menjalani iddah keluar rumah pada siang hari untuk keperluan yang dibutuhkan
- 23.4.16. Wanita hamil yang ditinggal mati suaminya, iddahnya berakhir dengan melahirkan meski belum empat bulan sepuluh hari
- 23.5. Cerai tebus (khulu’)
- 23.5.1. Diperbolehkan bagi istri meminta khulu’ jika tidak mampu lagi hidup dengan suami
- 23.5.2. Seorang wanita boleh menebus dirinya dari suami dengan mengembalikan mahar
- 23.5.3. Nabi memerintahkan untuk menerima khulu’ jika tidak ada kesesuaian antara suami dan istri
- 23.5.4. Tidak boleh suami mengambil lebih dari mahar yang telah diberikannya
- 23.5.5. Khulu’ dihitung sebagai satu kali thalaq bain (tidak bisa rujuk tanpa akad baru)
- 23.6. Nafkah
- 23.6.1. Nafkah yang dikeluarkan untuk keluarga bernilai sedekah
- 23.6.2. Istri boleh mengambil bagian dari harta suami untuk kebutuhan rumah tangga tanpa izin jika suami pelit, secukupnya saja
- 23.6.3. Larangan menelantarkan keluarga tanpa nafkah
- 23.6.4. Nafkah terbaik adalah yang diberikan kepada keluarganya sendiri
- 23.6.5. Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa orang-orang yang menahan makan (upah dan sebagainya) orang yang menjadi tanggungannya
- 23.7. Sumpah zihiar
- 23.7.1. Zihar adalah menyamakan istri dengan ibu kandung, perbuatan jahiliyah yang diharamkan
- 23.7.2. Kafarat bagi orang yang melakukan zihar: memerdekakan budak, atau puasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan enam puluh orang miskin
- 23.7.3. Penjelasan bahwa zihar tidak menyebabkan perceraian, namun berdosa hingga membayar kafarat
- 23.7.4. Allah menurunkan ayat khusus tentang zihar (QS. al-Mujadilah) karena peristiwa Khaulah binti Tsa’labah
- 23.8. Sumpah menjauhi istri
- 23.8.1. Suami yang bersumpah tidak akan mendekati istrinya diberi tenggang waktu empat bulan
- 23.8.2. Jika setelah itu tidak rujuk, maka wajib memilih antara kembali atau menceraikan
- 23.8.3. Allah memberi kelonggaran bagi yang mencabut sumpahnya dengan membayar kafarat
- 23.8.4. Ila’ tidak boleh dijadikan alat menyakiti atau menelantarkan istri
- 23.8.5. Contoh kebijakan Rasulullah dalam menangani kasus sumpah terhadap istri
- 23.8.6. Nabi tidak menceraikan istri-istrinya, melainkan bersumpah menjauhi mereka selama satu bulan
- 23.9. Li'an (sumpah suami istri atas tuduhan zina)
- 23.9.1. Turunnya ketentuan li'an atas pertanyaan seorang suami yang mendapati laki-laki lain bersama istrinya
- 23.9.2. Setelah li'an, hisab keduanya diserahkan kepada Allah, suami tidak berhak lagi atas istrinya dan tidak berhak menuntut kembali maharnya
- 23.9.3. Nabi menawarkan taubat kepada dua orang yang berli'an sebelum memisahkan keduanya
- 23.9.4. Peristiwa li'an al-'ajlani: ketentuan hukum sumpah suami istri, status nasab anak li'an, dan batasan hukum rajam tanpa bukti
- 23.9.5. Turunnya ketentuan li'an atas pertanyaan seorang suami yang mendapati laki-laki lain bersama istrinya
- 23.9.6. Kewajiban mendatangkan empat saksi bagi suami yang mendapati istrinya bersama lelaki lain
- 23.9.7. Larangan membunuh lelaki yang didapati bersama istri, dan kewajiban menempuh jalan yang ditetapkan syariat
- 23.9.8. Kemiripan ciri anak dengan lelaki yang dituduhkan tidak membatalkan li'an dan tidak menjatuhkan hukum rajam
- 23.10. Anak
- 23.10.1. Anak adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban
- 23.10.2. Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah
- 23.10.3. Orang tua wajib mendidik dan menanamkan tauhid sejak dini
- 23.10.4. Kewajiban menafkahi anak hingga mandiri
- 23.10.5. Larangan membeda-bedakan kasih sayang antara anak
- 23.10.6. Anak saleh yang mendoakan orang tuanya termasuk amal jariyah
- 23.10.7. Sunnah mentahnik bayi yang baru lahir: mengunyahkan kurma lalu menyuapkannya ke mulut bayi sambil mendoakan keberkahan
- 23.10.8. Tentang anak anak kaum musyrikin beliau lalu menjawab Allah lebih tahu
- 23.10.9. Tidaklah seorang laki-laki yang mengakui orang lain sebagai bapaknya, padahal ia telah mengetahuinya (bahwa dia bukan bapaknya), maka ia telah kafir
- 23.10.10. Janganlah kalian membenci bapak-bapak kalian, barangsiapa membenci bapaknya maka itu adalah sebuah kekufuran
- 23.10.11. Menisbatkan diri kepada selain ayahnya, atau walinya, tidak diterima ibadahnya
- 23.10.12. Larangan Mengingkari Anak (Menolak Nasab) hanya karena perbedaan warna kulit dan Faktor keturunan (Genetika) dari Nenek Moyang
- 23.10.13. Pembuktian keturunan dengan kemiripan fisik (Qiyafah)
- 23.11. Penamaan Anak
- 23.11.1. Pada hari kiamat kalian akan dipanggil dengan nama-nama kalian, maka baguskanlah nama kalian
- 23.11.2. Nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman
- 23.11.3. Larangan memberi nama yang bermakna buruk atau mengandung kesyirikan
- 23.11.4. Rasulullah mengganti nama-nama buruk menjadi nama yang baik
- 23.11.5. Penamaan anak sebaiknya dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran
- 23.11.6. Memberi nama dengan nama-nama para nabi mereka dan orang-orang shaleh
- 23.11.7. Rasulullah senang memberi nama Abdullah
- 23.11.8. Larangan memberi nama anakmu dengan nama rabah (beruntung), yasar (mudah), aflah (paling beruntung), dan nafi' (bermanfaat)
- 23.11.9. Dilarang memakai nama barrah, diganti juwairiyah atau nama zainab
- 23.11.10. Nama Ashiyah (durhaka), Maka kemudian diganti oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan nama jamilah (cantik)
- 23.11.11. Larangan memakai nama Al-Ajda' itu nama setan
- 23.11.12. Larangan memakai nama Al Qasim, diganti nama Abdurrahman
- 23.11.13. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi nama bayi dengan nama Al Mundzir
- 23.11.14. Nama yang paling jelek di hadapan Allah pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang menamakan dirinya dengan raja dari semua raja
- 23.11.15. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda berikanlah nama dengan namaku dan jangan dengan julukanku
- 23.11.16. Zaid bin haritsah biasa dipanggil Zaid bin muhammad hingga Allah menurunkan ayat panggillah dia dengan nama bapaknya, itu lebih adil di sisi Allah
- 23.12. Sunat
- 23.12.1. Khitan adalah fitrah bagi laki-laki dan perempuan
- 23.12.2. Lima perkara fitrah: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan memendekkan kumis
- 23.12.3. Rasulullah memerintahkan khitan bagi umatnya sebagai tanda kebersihan
- 23.12.4. Khitan dilakukan sejak masa kecil sebagai bentuk penjagaan diri
- 23.12.5. Orang yang masuk Islam disunnahkan untuk berkhitan
- 23.13. Pendidikan anak
- 23.13.1. Perintah mendidik anak dengan adab dan ilmu agama
- 23.13.2. Orang tua adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas keluarganya
- 23.13.3. Ajarkan anak shalat pada usia tujuh tahun dan pukullah dengan lembut jika meninggalkan pada usia sepuluh tahun
- 23.13.4. Didik anak dengan kasih sayang, bukan kekerasan
- 23.13.5. Contoh Rasulullah yang mencium dan menyayangi anak-anak
- 23.13.6. Anak yang berbakti akan menjadi penyebab pahala bagi orang tuanya setelah meninggal
- 23.14. Pengasuhan anak dan anak terlantar
- 23.14.1. Barang siapa memelihara anak yatim, maka ia bersama Nabi di surga
- 23.14.2. Larangan menelantarkan anak dan tanggungan keluarga
- 23.14.3. Anjuran memberi kasih sayang kepada anak yatim dan lemah
- 23.14.4. Keutamaan menanggung biaya anak yatim
- 23.14.5. Pahala besar bagi orang yang mengasuh anak terlantar dengan niat karena Allah
- 23.14.6. Mampu menahan diri tak makan harta anak yatim, kecuali miskin maka ia boleh makan harta itu menurut yang patut
- 23.15. Pembangkangan
- 23.15.1. Larangan nusyuz (pembangkangan) terhadap suami
- 23.15.2. Tata cara menasihati istri yang nusyuz: nasihat, pisah ranjang, lalu teguran ringan
- 23.15.3. Istri yang taat setelah dinasehati wajib diperlakukan dengan baik
- 23.15.4. Suami yang zalim terhadap istrinya termasuk dosa besar
- 23.15.5. Perintah menyelesaikan perselisihan rumah tangga dengan musyawarah dan hikmah
- 23.1. Hak istri
- 24. Wanita, Nikah dan Jima
- 24.1. Wanita
- 24.1.1. Wanita shalihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia
- 24.1.2. Surga berada di bawah telapak kaki ibu
- 24.1.3. Keutamaan Ibu: Orang yang paling berhak mendapatkan kebaikan anak
- 24.1.4. Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudian dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi benteng penghalang baginya dari neraka
- 24.1.5. Wahai para wanita! Bersedekahlah, bahwa kalian adalah yang paling banyak menghuni neraka
- 24.1.6. Tidak ada seorang dari kalian yang ditinggal mati oleh tiga orang atau dua orang dari anaknya kecuali mereka akan menjadi hijab (penghalang) baginya dari neraka
- 24.1.7. Barangsiapa memelihara tiga orang anak wanita, lalu ia mendidik dan menikahkan mereka, serta berbuat baik kepada mereka. maka ia akan mendapatkan surga
- 24.1.8. Larangan bercelak bagi wanita yang ditinggal mati suaminya hingga selesai empat bulan sepuluh hari
- 24.1.9. Allah mengizinkan para wanita keluar rumah untuk buang hajat, setelah Saudah ditegur Umar saat keluar malam
- 24.1.10. Nabi melarang seorang mukhannats (banci) masuk menemui para wanita setelah ternyata ia mengetahui sifat-sifat tubuh mereka
- 24.1.11. Beliau bersabda: sesungguhnya dunia itu hijau dan manis, maka takutlah kalian darinya dan dari wanita
- 24.1.12. Barang siapa dapat mengasuh dua orang anak perempuannya hingga dewasa, maka aku akan bersamanya di hari kiamat kelak
- 24.2. Nikah
- 24.2.1. Bolehnya menikah tanpa syahadat
- 24.2.2. Bolehnya mahar dengan mengajarkan hafalan Al-Qur’an
- 24.2.3. Jenis-jenis pernikahan jahiliyyah, hanya dibolehkan satu saja
- 24.2.4. Menikahlah dengan wanita yang penyayang dan subur karena aku akan berbangga dengan banyaknya umatku di hari kiamat
- 24.2.5. Tidak ada nikah tanpa adanya wali
- 24.2.6. Apabila datang seorang laki-laki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya maka nikahkanlah dia
- 24.2.7. Perempuan dinikahi karena empat hal, pilihlah karena agamanya niscaya engkau beruntung
- 24.2.8. Janganlah seorang wanita menikahkan wanita lain dan jangan pula wanita menikahkan dirinya sendiri
- 24.2.9. Nasehatilah wanita karena wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok
- 24.2.10. Janganlah seorang istri meminta suaminya menceraikan saudaranya (istri suaminya yang lain) demi untuk mencukupi periuknya
- 24.2.11. Larangan seorang wanita dipoligami bibinya dari fihak ayah maupun ibu
- 24.2.12. Tidak boleh seorang kakak wanita dinikahi sebagai madu adik wanitanya, dan adik wanita dinikahi sebagai madu kakak wanitanya
- 24.2.13. Tidak boleh menikahi nenek nenek dengan memadu gadis kecil atau sebaliknya
- 24.2.14. Khawatir tidak dapat menahan nafsu, halal bagi kalian menikahi empat wanita
- 24.2.15. Dahulu khawatir untuk menasehati dan memberi arahan pada isteri kami
- 24.2.16. Diharamkan kamu mengawini wanita bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki
- 24.2.17. Izin nikah mut'ah pada masa awal, kemudian diharamkan selamanya
- 24.2.18. Anjuran menikah bagi pemuda yang mampu karena lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, dan puasa sebagai perisai bagi yang belum mampu
- 24.2.19. Rasulullah menolak Utsman bin Mazh'un untuk membujang (tabattul)
- 24.2.20. Larangan Nabi terhadap para sahabat yang hendak mengebiri diri saat berperang tanpa istri
- 24.2.21. Rasulullah melarang nikah secara mut'ah
- 24.2.22. Rasulullah melarang nikah mut'ah dan daging keledai jinak pada Perang Khaibar
- 24.2.23. Al Ahzab(33); 53. Jika diundang, masuklah dan selesai makan, keluarlah
- 24.2.24. Nabi SAW mengadakan walimah dengan kambing pada pernikahan Zainab
- 24.2.25. Rasulullah menurunkan tirai, kemudian Allah menurunkan ayat hijab
- 24.2.26. Rasulullah Shallallahu 'Aliahi Wasallam melarang nikah syighar (nikah tanpa mahar)
- 24.2.27. Tidak ada nikah syighor (nikah dengan sistem silang tanpa mahar) dalam Islam
- 24.2.28. Penuhilah undangan, jika kalian diundang
- 24.2.29. Kewajiban menepati syarat dalam akad pernikahan
- 24.2.30. Pentingnya meminta pendapat janda dan persetujuan gadis sebelum Nikah
- 24.2.31. Janda lebih berhak atas dirinya daripada walinya, dan gadis dimintai persetujuannya - diamnya adalah tanda setuju
- 24.2.32. Rasulullah menikahi Aisyah dan berumah tangga dengannya pada bulan Syawwal
- 24.2.33. Mahar Rasulullah untuk istri-istinya adalah dua belas uqiyah dan satu nasy
- 24.2.34. Pernikahan abdurrahman bin auf dengan wanita anshar, dengan mahar pernikahan sebiji kurma emas, dan Rasululllah menganjurkan mengadakan walimah
- 24.2.35. Kebolehan menikah dengan mahar seukuran satu biji emas (senilai dengan lima dirham)
- 24.2.36. Rasulullah menjadikan pembebasan budak (kemerdekaan) sebagai mahar pernikahan
- 24.2.37. Menikahkan anak, memberi nafkah emas, dan bersedekah
- 24.3. Khitbah dan hukum hukumnya
- 24.3.1. Tidak boleh seorang laki-laki meminang wanita yang telah dipinang oleh saudaranya, hingga saudaranya mengizinkan
- 24.3.2. Rasulullah memerintahkan untuk melihat calon istri sebelum meminangnya
- 24.3.3. Dianjurkan melihat wanita yang hendak dilamar sebelum menikah agar lebih menimbulkan kasih sayang
- 24.4. Jima’
- 24.4.1. Membaca bismillah saat melakukan hubungan suami istri
- 24.4.2. Adab saat jima’: disunnahkan menutupi tubuh dan tidak telanjang bulat
- 24.4.3. Suami boleh menggauli istrinya dalam posisi apa pun sesuai keinginan (QS Al-Baqarah: 223)
- 24.4.4. Dilaknat orang yang menggauli istri melalui dubur (jalan belakang)
- 24.4.5. Boleh menggauli istri meskipun ia sedang dalam masa menyusui (ghailah)
- 24.4.6. Jika istri menolak ajakan suami untuk jima’, ia dilaknat malaikat hingga subuh
- 24.4.7. Tidak pantas memukul istri di siang hari, lalu menggaulinya di malam hari
- 24.4.8. Jika suami menggauli istri tanpa keluar mani, maka cukup mencuci kemaluan dan berwudhu
- 24.4.9. Wajib mandi jika telah duduk di antara empat anggota tubuh istri meskipun tidak keluar mani
- 24.4.10. Disunnahkan berwudhu jika ingin mengulangi hubungan suami istri setelah sebelumnya
- 24.4.11. Nabi SAW pernah menggilir semua istrinya dalam satu malam dan hanya mandi sekali
- 24.4.12. Hak suami mengatur hubungan dengan istri-istrinya (QS Al-Ahzab: 51)
- 24.4.13. Do'a jimak salah seorang dari kalian ingin mendatangi isterinya (jima')
- 24.4.14. Aisyah berkata, Aku tidak pernah melihat kemaluan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sama sekali
- 24.4.15. (Qs. albaqarah 223) Menggauli wanita dari belakang mata anaknya akan menjadi juling'
- 24.4.16. Rasulullah Menggauli Istrinya pada Awal Malam kemudian dilanjut pada Akhir Malam lalu beliau Mandi
- 24.4.17. Bila seseorang tertarik kepada wanita yang dilihatnya, hendaklah ia mendatangi istrinya karena itu menolak apa yang ada dalam jiwanya
- 24.5. Azl (Mengeluarkan Mani di Luar Rahim)
- 24.5.1. Kami melakukan 'azl di masa Nabi SAW, padahal Al-Qur’an sedang turun, dan tidak ada larangan
- 24.5.2. Azl tidak dilarang tetapi ketentuan Allah tetap akan terjadi, karena tidak ada satu nyawa pun yang akan terlahir kecuali atas izin dan penetapan-Nya
- 24.5.3. Nabi SAW melarang melakukan 'azl terhadap wanita merdeka kecuali dengan seizinnya
- 24.5.4. Tidak sebaiknyakah kalian tidak melakukannya, sebab tidak ada satu nyawapun yang telah allah tetapkan akan muncul (jadi) hingga hari qiyamat kecuali dia pasti akan terjadi
- 24.5.5. Janganlah salah seorang dari kalian melakukan hal itu, sesungguhnya tidak ada jiwa yang telah diciptakan melainkan Allah Azza wa Jalla-lah penciptanya
- 24.5.6. Apa yang telah ditetapkan allah pasti akan terjadi
- 24.6. Hukum Persusuan (Radha'ah)
- 24.6.1. Apa yang Diharamkan karena Persusuan Sama dengan yang Diharamkan karena Keturunan
- 24.6.2. Persusuan yang Menjadikan Mahram Hanyalah Persusuan karena Lapar
- 24.6.3. Tidak memahramkan satu atau dua kali hisapan
- 24.6.4. Penghapusan hukum (Naskh) dari 10 kali menjadi 5 kali penyusuan
- 24.6.5. Menyusui orang dewasa (Radha'atul Kabir)
- 24.7. Larangan seorang isteri menceritakan sifat-sifat wanita lain pada suaminya
- 24.8. Larangan menyebarkan rahasia persetubuhannya suami istri ke orang lain
- 24.1. Wanita
- 25. Dosa Besar (Al-Kabair selain Syirik)
- 25.1. Menjauhi dosa besar
- 25.1.1. Jauhilah dosa besar, berbuatlah yang benar dan berilah kabar gembira
- 25.1.2. Wasiat Rasulullah kepada Yahudi untuk menjauhi dosa besar
- 25.1.3. Beliau adalah orang yang paling menjauhi dosa dari semua manusia
- 25.1.4. Shalat lima waktu dan Jum'at hingga Jum'at adalah sebagai penghapus dosa antara waktu-waktu tersebut, selama ia menjauhi dosa-dosa besar
- 25.1.5. Tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus-menerus, dan tidak ada dosa besar jika diiringi dengan istighfar
- 25.1.6. Barang siapa menjauhi dosa-dosa besar maka Allah akan menghapuskan dosa-dosa kecilnya
- 25.1.7. Dosa besar yang paling berat setelah syirik adalah durhaka kepada orang tua dan sumpah palsu
- 25.1.8. Dosa yang paling besar di sisi Allah menyekutukan Allah, membunuh anakmu karena takut membuat kelaparan, berzina dengan istri tetanggamu
- 25.1.9. Allah melaknat orang yang melaknat orang tuanya, melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah, melaknat orang yang menyembunyikan penjahat dan melaknat orang yang memindah batas tanah
- 25.1.10. Sesungguhnya termasuk dari dosa besar adalah seseorang melaknat kedua orang tuanya sendiri
- 25.1.11. Pada manusia ada dua hal yang menjadikan mereka kafir, mencela nasab dan meratapi mayit
- 25.1.12. Dosa kebohongan besar, mengaku (sebagai anak) dari orang yang bukan bapaknya, bermimpi palsu dan mengatakan hadits palsu
- 25.1.13. Melarang dari sepuluh perkara
- 25.1.14. Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan
- 25.1.15. Termasuk dosa besar menjadi penyebab orang tua dicaci maki
- 25.1.16. Ada tiga golongan yang tidak masuk surga dan Allah tidak melihat mereka kelak pada hari kiamat
- 25.1.17. Seorang muhajir yang bunuh diri tetap mendapat ampunan karena hijrahnya
- 25.1.18. Seseorang mati bunuh diri, maka Nabi shalallahu 'alaihi wasallam tidak menshalatinya
- 25.1.19. Haramnya darah, harta, dan kehormatan sesama muslim sebagaimana haramnya hari, negeri, dan bulan yang mulia
- 25.2. Berbicara tanpa ilmu
- 25.2.1. Ucapan anak Adam itu akan kembali dengan membawa bencana untuknya dan tidak membawa keberuntungan baginya
- 25.2.2. Seseorang berbicara tanpa berpikir, satu kata saja dapat menjatuhkannya ke dalam neraka lebih dalam dari jarak timur dan barat
- 25.2.3. Barang siapa berkata tentang al-Qur’an dengan pendapatnya sendiri, maka bersiaplah menempati tempatnya di neraka
- 25.2.4. Cukuplah seseorang dianggap berdosa jika ia menceritakan setiap yang ia dengar
- 25.2.5. Menyebarkan berita tanpa ilmu adalah termasuk dusta
- 25.2.6. Berdusta terhadapku maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka
- 25.2.7. Sungguh seorang mengucapkan kalimat tanpa diteliti ia terlempar ke neraka
- 25.2.8. Orang yang menunjukkan kepuasan diri tanpa fakta (Al-Muta'syabbi')
- 25.3. Menuduh Muslimah berzina
- 25.3.1. Janganlah kamu terima kesaksian penuduh zina buat selama-lamanya
- 25.3.2. Barang siapa menuduh seorang wanita mukminah berzina, maka Allah akan menimpakan siksa kepadanya di dunia dan akhirat
- 25.3.3. Orang yang menuduh istrinya berzina tanpa bukti, maka ia harus bersumpah empat kali, dan kelimanya mendatangkan laknat Allah atas dirinya jika ia berdusta
- 25.3.4. Termasuk dosa besar adalah menuduh wanita yang menjaga kehormatan dirinya dengan tuduhan keji
- 25.4. Menjual agama
- 25.4.1. Celakalah bagi orang yang menjual agamanya untuk mendapatkan sedikit kenikmatan dunia
- 25.4.2. Akan datang masa di mana seseorang menjual agamanya dengan dunia yang sedikit
- 25.4.3. Barang siapa menipu umat Islam maka ia bukan dari golongan kami
- 25.4.4. Orang yang mencari ilmu untuk memperoleh keuntungan dunia tidak akan mencium bau surga
- 25.5. Memakai Parfum bagi Wanita
- 25.5.1. Wanita yang memakai parfum dan keluar rumah adalah pezina
- 25.5.2. Bila seorang wanita memakai wewangian lalu melewati kaum laki-laki agar mereka mencium baunya, maka ia dianggap berzina
- 25.5.3. Bau wangi laki-laki adalah yang tampak, dan warna bagi wanita adalah yang tidak tampak
- 25.5.4. Wanita yang keluar rumah dengan memakai minyak wangi tanpa keperluan akan ditulis sebagai pelaku dosa besar hingga ia mandi taubat
- 25.6. Mengubah ciptaan Allah
- 25.6.1. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaknat wanita yang mentato dan yang meminta ditato, yang mencukur alis, dan yang mengikir gigi untuk kecantikan dengan mengubah ciptaan Allah
- 25.6.2. Barang siapa meniru suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka
- 25.6.3. Rasulullah melaknat lelaki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai lelaki
- 25.6.4. Mengubah ciptaan Allah termasuk perbuatan setan yang menyesatkan manusia
- 25.6.5. Allah melaknat orang yang menyambung rambutnya dan yang minta disambung rambutnya serta melaknat orang yang mentato dan yang minta ditato." mentato gigi dengan kawat
- 25.6.6. Semoga allah melaknati 1)al wasyimaat dan 2)al mutawatasyimaat, 3)al mutanammishaat, serta 4)al mutafallijaat, yang mereka merubah-rubah ciptaan Allah
- 25.6.7. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaknat orang yang menyambung rambut dan yang minta disambung rambutnya
- 25.7. Menciptakan sesuatu seperti Ciptaan Allah
- 25.7.1. Tidak ada yang lebih zhalim daripada orang yang menciptakan seperti ciptaan Allah
- 25.7.2. Orang yang membuat gambar akan disiksa pada hari qiyamat
- 25.7.3. Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar
- 25.7.4. Diperintahkan untuk menghapus gambar-gambar makhluk bernyawa dari dinding dan pakaian
- 25.7.5. Setiap pembuat gambar akan diperintahkan untuk meniupkan ruh pada ciptaannya pada hari kiamat, namun ia tidak akan mampu
- 25.7.6. Beliau merobek kain pembatas yang terdapat gambar kuda bersayap
- 25.7.7. Aisyah menyingkirkan kain bergambar dan menjadikannya bantal
- 25.8. Riba
- 25.8.1. Rasulullah melaknat pemakan riba, pemberi riba, penulis dan saksinya, dan beliau bersabda: mereka semua sama
- 25.8.2. Satu dirham riba yang dimakan oleh seseorang lebih berat dosanya dari tiga puluh enam kali zina
- 25.8.3. Riba memiliki tujuh puluh tiga pintu, yang paling ringan dosanya seperti berzina dengan ibu kandungnya sendiri
- 25.8.4. Tidak akan berkembang harta yang berasal dari riba meskipun tampak banyak
- 25.8.5. Allah menghapuskan keberkahan dari harta riba dan menumbuhkan harta sedekah
- 25.8.6. Melarang hasil penjualan darah, hasil penjualan anjing dan hasil pelacuran, beliau juga melaknat pemakan riba dan yang memberi makan dan yang mentato dan yang meminta ditato
- 25.8.7. Tafsir Al-Baqarah (2): 278; Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba
- 25.8.8. Hadiah menjadi salah satu pintu besar di antara pintu-pintu riba
- 25.9. Judi
- 25.9.1. Barang siapa bermain dadu seolah-olah ia mencelupkan tangannya ke dalam darah babi
- 25.9.2. Setiap bentuk permainan yang mengandung taruhan adalah termasuk judi
- 25.9.3. Rasulullah melarang setiap permainan yang melalaikan dan mengandung taruhan
- 25.9.4. Barang siapa berkata kepada temannya, “Mari kita bertaruh,” hendaklah ia bersedekah sebagai kafarah
- 25.9.5. Orang yang berjudi tidak akan diterima amalnya selama empat puluh malam
- 25.10. Zina
- 25.10.1. Tidaklah akan berzina kalau ia dalam keadaan beriman
- 25.10.2. Tidak ada yang melebihi kecemburuan Allah kecuali saat Dia melihat hamba laki-laki atau hamba perempuan-Nya berzina
- 25.10.3. Hukuman zina untuk muhshan menurut kitab Taurat adalah rajam
- 25.10.4. Rajam dalam kitabullah adalah sesuatu yang hak, yaitu untuk laki-laki atau perempuan yang berzina; jika mereka telah menikah
- 25.10.5. Orang laki-laki dan perempuan tua apabila berzina, maka rajamlah dia
- 25.10.6. Rasulullah menyuruh mencambuk atau mendera pezina yang belum pernah menikah itu seratus kali dan diasingkan selama satu tahun
- 25.10.7. Salah satu pasti dicambuk, pezina ataupun penuduh, meskipun anak dan orangtua
- 25.10.8. Anak zina adalah milik pemilik kasur (suami) dan (balasan) lelaki yang berzina adalah batu
- 25.10.9. Mengutusku membunuh dan mengambil hartanya orang menikahi isteri bapaknya
- 25.11. Mabuk & minum Khamr
- 25.11.1. Janganlah duduk di meja yang di atasnya diedarkan khamr
- 25.11.2. Allah melaknat sepuluh golongan yang berhubungan dengan khamr: pemeras nya, yang meminta diperas, peminum nya, pembawanya, yang minta dibawakan, yang menuangkannya, yang menjualnya, pembelinya, pemakan hasilnya, dan yang menyimpannya
- 25.11.3. Barang siapa minum khamr di dunia dan tidak bertaubat, maka ia tidak akan meminumnya di akhirat
- 25.11.4. Khamr adalah induk segala kejahatan, siapa yang meminumnya maka ia akan meninggalkan shalat dan berbuat zina
- 25.11.5. Orang yang mati dalam keadaan kecanduan khamr akan menemui Allah seperti penyembah berhala
- 25.11.6. Barang siapa minum khamr, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari, dan jika ia mati tanpa taubat, ia masuk neraka
- 25.12. Pencurian
- 25.12.1. Tangan pencuri dipotong (jika hasil curian) mencapai seperempat dinar atau lebih
- 25.12.2. Allah melaknat pencuri yang mencuri seutas tali atau sebutir telur hingga tangannya terpotong
- 25.12.3. Tidak halal harta seorang muslim kecuali dengan kerelaan hatinya
- 25.12.4. Barang siapa mencuri meskipun sedikit, maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan membawa barang curiannya
- 25.12.5. Rasulullah bersabda: Sekiranya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya akan kupotong tangannya
- 25.12.6. Tidak akan masuk surga orang yang memakan hasil curian
- 25.12.7. Barang siapa bertaubat sebelum ditangkap, maka Allah menerima taubatnya
- 25.12.8. Sumpah palsu bermaksud ambil harta orang muslim, dia durhaka
- 25.12.9. Nabi Shallallahu 'Alaihi Sallam pernah memotong tangan orang yang mencuri tameng seharga tiga dirham
- 25.13. Perampokan
- 25.13.1. Barang siapa keluar dengan senjata untuk menakuti orang di jalan, maka ia bukan termasuk umatku
- 25.13.2. Orang yang merampok akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan membawa darah dan dosa korban yang dibunuhnya
- 25.13.3. Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena tiga hal: kafir murtad, pezina muhshan, dan pembunuh yang membunuh tanpa hak
- 25.13.4. Orang yang terbunuh karena mempertahankan hartanya adalah mati syahid
- 25.13.5. Barang siapa keluar dari ketaatan kepada pemimpin dan memecah jamaah kaum muslimin lalu mati, maka matinya adalah mati jahiliyah
- 25.13.6. Perampok yang tobat sebelum tertangkap akan diampuni Allah, namun jika sudah ditangkap maka hukumannya tetap ditegakkan
- 25.13.7. Dosa besar ditolong, diobati susu dan kencing unta sembuh kemudian penjaganya dibunuh untanya dirampok
- 25.13.8. Hukuman bagi kaum 'Ukl yang murtad, membunuh penggembala, dan merampas ternak
- 25.14. Pemberontakan
- 25.14.1. Barang siapa mengangkat senjata terhadap umatku maka ia bukan termasuk golonganku
- 25.14.2. Akan selalu ada sekelompok umatku yang menegakkan kebenaran, tidak akan membahayakan mereka orang yang menentang mereka
- 25.14.3. Barang siapa keluar dari ketaatan kepada pemimpin dan memecah jamaah kaum muslimin maka matinya adalah mati jahiliyah
- 25.14.4. Dilarang memberontak kepada pemimpin selama mereka masih menegakkan shalat
- 25.14.5. Hendaklah kalian sabar terhadap pemimpin meski mereka zalim, selama mereka tidak memerintahkan kemaksiatan kepada Allah
- 25.14.6. Barang siapa menentang pemimpin muslim yang sah, maka ia telah membuka pintu fitnah dan perpecahan
- 25.14.7. Jika dua orang muslim saling menghunus pedang, maka pembunuh dan yang terbunuh sama-sama masuk neraka
- 25.15. Kemurtadan
- 25.15.1. Barang siapa mengganti agamanya (murtad), maka bunuhlah dia
- 25.15.2. Tidak diterima amalan seseorang yang keluar dari Islam hingga ia kembali masuk Islam
- 25.15.3. Barang siapa keluar dari Islam kemudian mati dalam kekafiran, maka sia-sialah amalnya di dunia dan akhirat
- 25.15.4. Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena tiga hal: kafir setelah beriman, zina muhshan, dan pembunuhan dengan sengaja
- 25.15.5. Barang siapa meninggalkan agamanya dan memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin, maka ia akan menemui Allah dalam keadaan tidak beriman
- 25.15.6. Orang yang murtad setelah beriman dan tidak bertaubat akan mendapat kemurkaan Allah dan azab yang pedih
- 25.15.7. Barang siapa menyembunyikan kekafirannya lalu mati dalam keadaan kafir, maka ia kekal di neraka selamanya
- 25.16. Setiap umatku dimaafkan (dosanya) kecuali orang orang menampak nampakkannya
- 25.17. Mengaku anak padahal dia tahu bukan anaknya telah kafir dan siapa mengaku dirinya dari suatu kaum padahal bukan bersiaplah menempati neraka
- 25.18. Dosa besar, seorang lelaki singkirkan ayahnya dan menzinahi ibunya
- 25.19. Sungguh rugi orang membunuh anak karena kebodohan dan tanpa ilmu
- 25.1. Menjauhi dosa besar
- 26. Kesehatan dan Pengobatan
- 26.1. Ruqyah dan Doa Kesembuhan
- 26.1.1. Doa Nabi untuk orang sakit BISMILLAHI TURBATU ARDHINAA…
- 26.1.2. Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung syirik
- 26.1.3. Barang siapa mampu memberi manfaat kepada saudaranya dengan ruqyah, maka hendaklah ia melakukannya
- 26.1.4. Ruqyah dengan Al-Fatihah merupakan ruqyah yang paling mujarab
- 26.1.5. Nabi pernah meruqyah dirinya sendiri dan keluarga dengan mu‘awwidzatain
- 26.1.6. Malaikat Jibril meruqyah Rasulullah dengan doa: BISMILAH ARQIIKA MINKULLI SYAIN YU`DZIIKA MIN SYARRI KULLI NAFSIN ...
- 26.1.7. Orang yang sabar terhadap sakit dan menggantungkan kesembuhannya kepada Allah mendapat pahala besar
- 26.1.8. Ain adalah haq, dan seandainya ada sesuatu yang mendahului takdir maka 'ain lah yang mendahuluinya
- 26.1.9. Rasulullah memohonkan perlindungan untuk orang yang sedang sakit, beliau membaca: ADZHIBIL BA'SA RABBAN NAAS, ISYFI ANTASY SYAAFI LAA SYIFAA'A ...
- 26.1.10. Nabi memberikan keringanan untuk meruqyah penyakit yang ditimbulkan 'ain, demam, dan cacar
- 26.1.11. Sabda Nabi "barangsiapa mampu memberi manfaat kepada saudaranya, hendaklah ia lakukan" sebagai jawaban atas pertanyaan tentang ruqyah sengatan kalajengking
- 26.1.12. Nabi meminta para sahabat memperagakan ruqyah mereka, dan menyatakan tidak mengapa selama tidak mengandung syirik
- 26.1.13. Nabi mengajarkan 'Utsman bin Abu Al-'Ash meletakkan tangan pada bagian yang sakit, mengucap bismillah tiga kali, lalu membaca ta'awudz tujuh kali
- 26.1.14. Nabi pernah memerintahkannya untuk meruqyah dari penyakit ain (sorotan mata jahat)
- 26.1.15. Tafsir An-Nisa (4): 123 bahwa setiap balasan kejahatan/keburukan akan dibalas, termasuk berupa cobaan/sakit di dunia
- 26.2. Kelemahan Ruqyah
- 26.2.1. Akan masuk surga tanpa hisab orang-orang yang tidak meminta ruqyah, tidak bertathayyur (percaya sial), dan hanya bertawakal kepada Allah
- 26.2.2. Barang siapa menggantungkan sesuatu (jimat, tali, atau ruqyah syirik), maka ia telah berbuat syirik kecil
- 26.2.3. Orang yang bergantung pada ruqyah-ruqyah yang tidak syar‘i akan dilepaskan pertolongan Allah darinya
- 26.2.4. Ruqyah yang tidak menggunakan Al-Qur’an dan doa Nabi adalah tertolak
- 26.2.5. Orang yang menggantungkan diri pada bacaan tertentu selain dari tuntunan Nabi berarti lemah tawakalnya kepada Allah
- 26.3. Usaha Pencegahan
- 26.3.1. Jauhilah penyakit kusta sebagaimana engkau lari dari kejaran singa
- 26.3.2. Tinggalkan tempat wabah, karena mendekati lokasi yang terkena penyakit sama artinya dengan kehancuran
- 26.3.3. Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tetapi Allah yang menakdirkannya, maka jauhilah sebab-sebabnya
- 26.3.4. Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu, maka jagalah kesehatannya
- 26.3.5. Barang siapa tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan, ia bukan dari golonganku (menunjukkan pentingnya keseimbangan dan gaya hidup sehat)
- 26.3.6. Kebersihan adalah bagian dari iman
- 26.3.7. Berwudhu dan menjaga kebersihan diri menghapus dosa dan menjaga kesehatan
- 26.3.8. Nabi menganjurkan menjaga gigi dengan siwak, karena ia membersihkan mulut dan diridhai Allah
- 26.3.9. Jangan keluar dari negeri yang sedang terkena wabah, dan jangan masuki negeri yang sedang terkena wabah
- 26.3.10. Lelaki penderita kusta dari bani Tsaqif datang untuk berbaiat, Nabi: beritahu dia bahwa aku telah membaiatnya, hendaklah ia pulang
- 26.4. Pengobatan yang dilarang
- 26.4.1. Allah tidak menjadikan kesembuhan umatku pada sesuatu yang haram
- 26.4.2. Janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang diharamkan
- 26.4.3. Nabi melarang menggunakan khamr sebagai obat
- 26.4.4. Barang siapa mencari kesembuhan melalui sihir, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad
- 26.4.5. Tidak boleh berobat dengan sesuatu yang najis kecuali dalam keadaan darurat
- 26.4.6. Orang yang mendatangi dukun atau tukang ramal dan mempercayainya, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari
- 26.4.7. Setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah dengan cara yang halal dan baik
- 26.5. Fiqih medis dan ilmuwan
- 26.5.1. Tidak ada penyakit yang Allah turunkan kecuali Dia turunkan pula obatnya, yang diketahui oleh sebagian manusia dan tidak diketahui oleh sebagian lainnya
- 26.5.2. Dokter dan tabib yang berilmu adalah bagian dari rahmat Allah bagi umat manusia
- 26.5.3. Barang siapa menekuni ilmu pengobatan dengan niat menolong sesama akan mendapat pahala
- 26.5.4. Tidak boleh seorang tabib mengobati kecuali dengan pengetahuan yang benar, karena nyawa adalah amanah
- 26.5.5. Ilmu medis dan pengobatan termasuk bagian dari fardhu kifayah dalam Islam
- 26.5.6. Tabib yang salah mengobati tanpa ilmu bertanggung jawab atas nyawa pasien
- 26.5.7. Nabi memerintahkan agar orang yang sakit diobati oleh ahlinya
- 26.6. Kedokteran islam
- 26.6.1. Terapi pengobatan itu ada tiga cara, yaitu; berbekam, minum madu dan kay, sedangkan aku melarang umatku berobat dengan kay
- 26.6.2. Pengobatan dengan madu, habbatus sauda’, dan bekam termasuk sunnah Nabi
- 26.6.3. Dalam habbatus sauda’ terdapat obat untuk segala penyakit, kecuali kematian
- 26.6.4. Bekam adalah salah satu metode penyembuhan terbaik pada masa Nabi
- 26.6.5. Nabi pernah berbekam dan memberi upah kepada orang yang membekamnya
- 26.6.6. Minyak zaitun disebut dalam Al-Qur’an sebagai pohon yang diberkahi dan bermanfaat untuk kesehatan
- 26.6.7. Air zamzam adalah makanan yang mengenyangkan dan obat bagi segala penyakit
- 26.6.8. Bekam dan kayu gaharu sebagai obat terbaik
- 26.6.9. Nabi SAW beri upah tukang bekam dan anjurkan keringanan, tanda bekam tidak haram
- 26.6.10. Ummu salamah meminta izin dibekam, Rasulullah menyuruh abu thoibah karena masih saudara sesusu atau belum baligh
- 26.6.11. Beliau bersabda demam merupakan hembusan Jahannam, maka dinginkanlah dengan air
- 26.6.12. Hendaknya kalian memakai kust (sejenis kayu) kayu hindi, karena di dalamnya ada tujuh macam kesembuhan
- 26.6.13. Beliau bersabda: sesungguhnya susu itu sangat baik untuk hati orang sakit, ia dapat menghilangkan kesedihan (dari rasa sakit)
- 26.6.14. Saudara sakit perut diberi madu hingga empat kali, Nabi: Allah dan Rasul-nya benar, perut saudaramu yang berbohong, lalu sembuh
- 26.6.15. Rasulullah mengutus tabib mengobati Ubay bin ka'b dengan kay
- 26.7. Kegilaan dan akal
- 26.7.1. Pena (catatan dosa) diangkat dari tiga golongan: anak kecil, orang tidur, dan orang gila sampai ia sembuh
- 26.7.2. Akal adalah anugerah terbesar yang membedakan manusia dari makhluk lainnya
- 26.7.3. Tidak diterima amal ibadah tanpa akal yang sehat
- 26.7.4. Orang yang kehilangan akalnya tidak dibebani hukum syariat
- 26.7.5. Menjaga akal termasuk bagian dari maqāshid syarī‘ah (tujuan pokok syariat)
- 26.7.6. Setiap yang memabukkan atau melemahkan akal adalah haram
- 26.7.7. Barang siapa merusak akalnya dengan khamr, narkotika, atau zat memabukkan lainnya, maka ia termasuk pelaku dosa besar
- 26.1. Ruqyah dan Doa Kesembuhan
- 27. Pergaulan
- 27.1. Aurat
- 27.1.1. Apa yang berada antara pusar sampai lututnya adalah aurat bagi laki-laki
- 27.1.2. Paha adalah aurat, jangan memperlihatkan paha atau memandang paha
- 27.1.3. Lutut juga adalah aurat
- 27.1.4. Anjuran menutupi aurat saudara muslim
- 27.1.5. Larangan ihtiba dengan satu kain
- 27.1.6. Larangan duduk as-shoma’ jongkok menekuk lutut apabila ihtiba pada satu kain, sehingga tersingkap kemaluannya menghadap langit
- 27.1.7. Jagalah aurat, meskipun dengan tangan, terutama saat memakai satu kain
- 27.1.8. Bersabar atas penyakit epilepsi dan berdoa agar aurat tidak tersingkap
- 27.1.9. Wanita adalah aurat
- 27.1.10. Allah murka seseorang saling melihat aurat yang lain
- 27.1.11. Jaga aurat kamu kecuali kepada isterimu atau budak yang kamu miliki, meskipun sedang sendirian
- 27.1.12. Larangan memakai pakaian ketat
- 27.1.13. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah kalian masuk kamar mandi telanjang tanpa busana
- 27.1.14. Meskipun kain terjatuh ketika membawa barang, letakkan dulu, pakailah dulu, baru berjalan kembali
- 27.1.15. Tidak mengapa terlihat aurat kalau kain tidak sengaja terjatuh atau pingsan
- 27.1.16. Lelaki boleh melihat rambut menantu atau rambut ibu mertuanya
- 27.1.17. Jangan lelaki melihat aurat lelaki lain dan wanita melihat aurat wanita lain
- 27.1.18. Janganlah dua orang yang buang hajat hingga saling melihat aurat lain
- 27.2. Mencegah homoseksual
- 27.2.1. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda bunuhlah pelaku homosex dan yang diperlakukannya
- 27.2.2. Larangan tidur (bercumbu) atau berada satu selimut bagi sesama jenis
- 27.2.3. Janganlah seorang melihat aurat sesama jenis, baik lelaki ataupun wanita
- 27.2.4. Larangan menceritakan jima’ kepada sesama jenis, baik lelaki ataupun wanita
- 27.2.5. Larangan bermakmum pada seorang imam yang banci
- 27.2.6. Larangan memasuki pemandian umum / kolam renang umum, kecuali lelaki yang memakai sarung
- 27.2.7. Melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki
- 27.2.8. Larangan wanita menggauli wanita (lesbian) dan laki-laki menggauli laki-laki (homosex)
- 27.3. Mencegah zina
- 27.3.1. Larangan kaum wanita memasuki pemandian umum / kolam renang umum, kecuali sakit atau nifas
- 27.3.2. Wanita yang melepas pakaiannya di luar rumah dia telah melepaskan tabir antara dirinya dengan Allah
- 27.3.3. Janganlah menyendiri dengan seorang wanita yang tidak ada mahramnya karena yang ketiganya setan
- 27.3.4. Sesungguhnya mata berzina dengan pandangannya, telinga berzina dengan pendengarannya, lidah berzina dengan ucapannya, dan kemaluan membenarkan atau mendustakannya
- 27.3.5. Tidaklah seorang pezina berzina dalam keadaan beriman
- 27.3.6. Barang siapa menjaga kemaluannya maka Allah akan menjaganya dari kehinaan
- 27.3.7. Rasulullah bersabda: Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita kecuali setan menjadi yang ketiganya
- 27.3.8. Zina membawa kehinaan di dunia dan azab di akhirat
- 27.3.9. Zina yang dilakukan terang-terangan akan mengundang bala dan turunnya murka Allah
- 27.3.10. Menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan adalah perisai dari zina
- 27.4. Malu dan menjaga diri
- 27.4.1. Malu adalah cabang dari iman
- 27.4.2. Jika kamu tidak malu maka berbuatlah sesukamu
- 27.4.3. Malu tidak datang kecuali dengan kebaikan
- 27.4.4. Setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu
- 27.4.5. Orang yang menjaga dirinya dari syubhat telah menjaga agama dan kehormatannya
- 27.4.6. Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela dan berkata keji
- 27.4.7. Barang siapa menjaga lisannya dan kemaluannya, maka ia akan masuk surga
- 27.4.8. Sesungguhnya Allah lebih berhak untuk kita malui daripada manusia
- 27.4.9. Malu yang benar adalah menahan pandangan, menjaga perut dan kemaluan dari yang haram
- 27.4.10. Orang yang tidak memiliki rasa malu, maka tidak ada kebaikan pada dirinya
- 27.4.11. Allah mencabut malu hamba lalu ia dibenci
- 27.5. Adab Bergaul dan Persaudaraan
- 27.5.1. Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri
- 27.5.2. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzhalimi dan tidak merendahkannya
- 27.5.3. Barang siapa menutup aib saudaranya, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat
- 27.5.4. Tidak halal bagi seorang muslim memutus hubungan dengan saudaranya lebih dari tiga hari
- 27.5.5. Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia
- 27.5.6. Senyum kepada saudaramu adalah sedekah
- 27.5.7. Jangan saling hasad, membenci, atau memutus silaturahmi
- 27.5.8. Janganlah dua orang berbisik sementara yang ketiga ditinggalkan, karena hal itu menyedihkannya
- 27.5.9. Menjaga persaudaraan dan silaturahmi memperpanjang umur dan meluaskan rezeki
- 27.5.10. Barang siapa memutuskan silaturahmi maka tidak akan masuk surga
- 27.5.11. Adab larangan masuk rumah wanita terutama saudara ipar atau periparan (ipar adalah maut)
- 27.5.12. Tidak halal bagi seorang muslim membuat kaget sesama saudaranya yang muslim
- 27.5.13. Barangsiapa yang suka jika hamba allah berdiri baginya, bersiap-siaplah ia menempati neraka
- 27.5.14. Apabila salah seorang dari kalian diundang menghadiri walimah pernikahan, maka hadirilah
- 27.5.15. Menuduh orang fasik, dan kufur, kembali kepadanya, jika tidak seperti itu
- 27.5.16. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami tentang tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara pula
- 27.5.17. Hak muslim atas muslim lainnya ada lima sampai enam
- 27.5.18. Larangan membangunkan seseorang dari tempat duduknya lalu menempatinya, dan anjuran melapangkan tempat bagi yang datang
- 27.5.19. Orang yang bangun dari tempat duduknya lalu kembali, dialah yang paling berhak menempatinya
- 27.5.20. Bila bertiga, dua orang tidak boleh berbisik tanpa melibatkan yang ketiga karena hal itu membuatnya sedih
- 27.5.21. Tidak baik seorang teman suka melaknat dan tidak layak dijadikan teman
- 27.5.22. Berilah pertolongan/syafaat, niscaya kalian akan mendapatkan pahala (Anjuran menjadi perantara kebaikan/syafaat untuk membantu hajat sesama muslim)
- 27.5.23. Perumpamaan teman yang shalih laksana penjual minyak wangi dan teman yang buruk laksana tukang besi
- 27.6. Adab Bertetangga
- 27.6.1. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya
- 27.6.2. Tidak beriman seseorang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya
- 27.6.3. Jibril terus berwasiat kepadaku tentang tetangga, hingga aku mengira mereka akan mendapat warisan
- 27.6.4. Jangan meremehkan pemberian kepada tetangga, walau hanya sepotong daging
- 27.6.5. Sebaik-baik tetangga adalah yang paling baik terhadap tetangganya
- 27.6.6. Barang siapa memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya
- 27.6.7. Akhlak orang muslim tetangga lebih berhak terhadap dinding tetangganya
- 27.6.8. Larangan melarang tetangga menyandar kan kayu kedinding rumahmu
- 27.7. Hak tetangga
- 27.8. Pergaulan dengan Lawan Jenis
- 27.8.1. Laki-laki dan wanita tidak boleh bersentuhan kecuali mahram
- 27.8.2. Janganlah seorang laki-laki berbicara dengan wanita kecuali ada mahramnya
- 27.8.3. Wanita tidak boleh bepergian kecuali bersama mahram
- 27.8.4. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya
- 27.8.5. Menundukkan pandangan merupakan bentuk penjagaan hati dari fitnah
- 27.8.6. Rasulullah bersabda: Pandangan pertama bagimu (tidak berdosa), tapi jangan ulangi pandangan kedua
- 27.8.7. Larangan laki-laki tidak boleh masuk ke rumah wanita yang suaminya sedang pergi, kecuali ada muhrim
- 27.8.8. Laki-laki bukan muhrim tidak boleh bermalam di rumah perempuan janda, kecuali jika dia telah menikah, atau ada muhrimnya
- 27.8.9. Tidak halal seorang wanita yang beriman kepada allah dan hari akhir untuk mengadakan perjalanan selama satu hari satu tanpa didampingi mahramnya
- 27.8.10. Tidak boleh bepergian bagi wanita selama dua hari kecuali bersama suami atau mahramnya
- 27.8.11. Seorang wanita tidak boleh mengadakan perjalanan diatas tiga hari kecuali bersama mahramnya
- 27.8.12. Rasulullah bersabda: Tidaklah aku meninggalkan suatu fitnah yang lebih dahsyat bagi kaum laki-laki melebihi fitnah wanita
- 27.1. Aurat
- 28. Pekerjaan
- 28.1. Keutamaan pekerjaan yang halal
- 28.1.1. Bekerja lebih baik daripada meminta-minta kepada manusia
- 28.1.2. Tidak ada makanan yang lebih baik daripada hasil kerja tangannya sendiri
- 28.1.3. Nabi Dawud ‘alaihissalam makan dari hasil kerja tangannya
- 28.1.4. Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah
- 28.1.5. Barang siapa bersusah payah untuk memberi nafkah kepada keluarganya, maka itu termasuk jihad di jalan Allah
- 28.1.6. Seorang pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, shiddiqin, dan syuhada
- 28.1.7. Allah mencintai hamba yang bekerja dan berusaha
- 28.1.8. Keringat orang yang bekerja halal akan menjadi sebab ampunan dosa
- 28.1.9. Keberkahan harta bagi orang yang mengambilnya dengan cara yang benar
- 28.2. Jenis pekerjaan yang halal
- 28.2.1. Jual beli yang jujur dan tanpa penipuan
- 28.2.2. Bertani dan berkebun termasuk pekerjaan yang paling halal
- 28.2.3. Seorang muslim tidak boleh menjual barang yang haram atau diharamkan penggunaannya
- 28.2.4. Upah yang sah adalah upah atas pekerjaan yang jelas dan halal
- 28.2.5. Menyewakan tenaga atau jasa dalam kebaikan adalah pekerjaan yang halal
- 28.2.6. Rasulullah pernah bekerja sebagai penggembala kambing
- 28.2.7. Perdagangan yang dilakukan dengan kejujuran mendatangkan keberkahan
- 28.2.8. Menjadi buruh, pekerja, atau pengrajin termasuk bentuk pekerjaan yang dimuliakan selama dilakukan dengan amanah
- 28.2.9. Aku menjual baju besi, membeli kebun di Bani Salamah, itu harta pertama di masa Islam
- 28.3. Jenis pekerjaan yang terpuji
- 28.3.1. Pekerjaan yang memberi manfaat kepada banyak orang
- 28.3.2. Tukang yang ahli dan jujur akan bersama Rasulullah di hari kiamat
- 28.3.3. Pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai ibadah
- 28.3.4. Orang yang memperbaiki timbangan dan takaran mendapatkan keberkahan
- 28.3.5. Setiap pekerjaan yang menjaga kehormatan diri lebih baik daripada bergantung pada orang lain
- 28.3.6. Menyebarkan ilmu, menulis, atau mengajar termasuk pekerjaan yang paling utama
- 28.3.7. Menjadi pelayan masyarakat dengan amanah merupakan pekerjaan mulia
- 28.3.8. Rasulullah memuji tangan yang bekerja keras untuk mencari rezeki halal
- 28.4. Jenis pekerjaan yang haram
- 28.4.1. Mengambil harta dengan cara tidak benar
- 28.4.2. Melaknat orang yang memakan riba, penulisnya, dan saksinya
- 28.4.3. Allah melaknat pemberi dan penerima suap
- 28.4.4. Barang siapa menipu, maka bukan dari golongan kami
- 28.4.5. Tidak halal harta seorang muslim kecuali dengan kerelaan hatinya
- 28.4.6. Penjual khamr, bangkai, babi, dan berhala, maka hasilnya haram
- 28.4.7. Upah dari pelacuran, tukang tenung, dan tukang ramal adalah haram
- 28.4.8. Orang yang menjual barang haram atau menipu dalam perdagangan akan mendapat murka Allah
- 28.5. Pekerjaan yang syubhat
- 28.5.1. Halal itu jelas dan haram itu jelas, di antara keduanya ada perkara syubhat
- 28.5.2. Barang siapa menjaga diri dari syubhat, maka ia telah menjaga agama dan kehormatannya
- 28.5.3. Banyak orang yang binasa karena tidak peduli terhadap perkara syubhat
- 28.5.4. Pekerjaan yang berkaitan dengan ketidakjelasan sumber harta harus dihindari
- 28.5.5. Tidak semua pekerjaan yang tampak halal benar-benar suci bila diiringi tipu daya
- 28.5.6. Syubhat dalam transaksi dapat menghapus keberkahan hasil kerja
- 28.5.7. Seorang mukmin berhati-hati dari sesuatu yang meragukan untuk berpindah pada yang tidak meragukan
- 28.6. Penyebab pekerjaan halal berubah menjadi haram
- 28.6.1. Mengandung unsur penipuan, dusta, atau kecurangan
- 28.6.2. Mengabaikan hak-hak orang lain dalam pekerjaan
- 28.6.3. Mengambil upah sebelum menyelesaikan tugasnya dengan benar
- 28.6.4. Menunda pembayaran upah pekerja tanpa alasan yang sah
- 28.6.5. Melanggar perjanjian atau kontrak kerja
- 28.6.6. Menggunakan fasilitas pekerjaan untuk kepentingan pribadi tanpa izin
- 28.6.7. Memanipulasi hasil kerja atau laporan untuk keuntungan diri sendiri
- 28.6.8. Menjalankan pekerjaan halal namun dengan niat riya atau sombong
- 28.7. Adab mencari pekerjaan
- 28.7.1. Mintalah rezeki dengan cara yang baik dan bertawakal kepada Allah
- 28.7.2. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang profesional dalam pekerjaannya (ihsan)
- 28.7.3. Jangan tergesa-gesa dalam mencari rezeki hingga melupakan ibadah
- 28.7.4. Hendaklah seorang pekerja menjaga waktu, amanah, dan tanggung jawabnya
- 28.7.5. Jangan meminta pekerjaan yang bukan pada keahlianmu
- 28.7.6. Barang siapa mencari rezeki yang halal untuk keluarga, maka Allah akan memudahkan urusannya
- 28.7.7. Ketika seseorang keluar dari rumah untuk bekerja dan berniat menafkahi keluarga, maka ia dalam jalan Allah
- 28.7.8. Ketika seseorang keluar dari rumah untuk bekerja dan berniat menafkahi keluarga, maka ia dalam jalan Allah
- 28.7.9. Tidak boleh menolak pekerjaan yang halal hanya karena gengsi
- 28.7.10. Orang yang bekerja jujur dan bersungguh-sungguh adalah kekasih Allah
- 28.7.11. Nabi melarang mempekerjakan dalam urusan pemerintahan orang yang berambisi menginginkannya
- 28.1. Keutamaan pekerjaan yang halal
- 29. Ilmu dan Manhaj
- 29.1. Keutamaan ilmu
- 29.1.1. Ilmu mendekatkan seseorang pada rahmat Allah
- 29.1.2. Keseriusan sahabat menuntut ilmu
- 29.1.3. Mengambil ilmu dari ahlinya
- 29.1.4. Perintah untuk meneliti hadits Rasulullah, kemudian perintah menulisnya juga
- 29.1.5. Pentingnya bertanya mengenai hadits, bahkan menulis surat untuk menanyakannya
- 29.1.6. Apa-apa yang aku larang maka jauhilah, dan apa-apa yang aku perintahkan maka laksanakanlah semampu kalian
- 29.1.7. Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga
- 29.1.8. Keutamaan orang yang mengajarkan ilmu kepada orang lain
- 29.1.9. Barangsiapa menyembunyikan ilmu, maka Allah akan mengekang nya dengan kekang dari api neraka
- 29.1.10. Para malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang ia lakukan
- 29.1.11. Ilmu lebih utama daripada ibadah tanpa ilmu
- 29.1.12. Siapa yang dikehendaki Allah kebaikan, maka Allah akan pahamkan ia tentang agama
- 29.1.13. Tidaklah dua orang berkumpul untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an kecuali ketenangan turun atas mereka
- 29.1.14. Ilmu adalah warisan para nabi, bukan warisan harta benda
- 29.1.15. Ilmu yang bermanfaat akan menjadi amal jariyah setelah kematian
- 29.1.16. Mendengar hadits ia tidak melewatkannya
- 29.1.17. Perumpamaan petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat
- 29.1.18. Ilmu tidak bisa diraih dengan mengistirahatkan badan (ogah-ogahan)
- 29.1.19. Perumpamaan petunjuk yang Allah mengutusku seperti hujan
- 29.1.20. Ilmu yang dicerna oleh keturunan persia
- 29.1.21. Nabi meletakkan tangan di pundak Ibnu abbas seraya berdoa: ya Allah, fahamkanlah ia terhadap agama dan ajarilah ia ta'wil
- 29.2. Golongan yang Selamat
- 29.2.1. Ciri-ciri golongan yang selamat
- 29.2.2. Beruntunglah orang-orang yang asing yang menjauhi kesesatan
- 29.2.3. Umatku akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, hanya satu yang selamat
- 29.2.4. Golongan yang selamat adalah mereka yang mengikuti apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya
- 29.2.5. Akan datang suatu zaman di mana yang berpegang teguh pada agamanya seperti menggenggam bara api
- 29.2.6. Barangsiapa hidup panjang di antara kalian akan melihat banyak perselisihan, maka hendaklah berpegang teguh pada sunnahku
- 29.2.7. Barangsiapa menolak kebenaran setelah jelas baginya, maka ia telah menyimpang dari jalan golongan yang selamat
- 29.2.8. Sehasta demi sehasta hingga mereka manempuh (masuk) ke dalam lobang biawak
- 29.2.9. Allah menanam agama ini, yang akan ia arahkan untuk ketaatan kepada-nya
- 29.2.10. Senantiasa ada sekelompok dari umatku selalu menang memperjuangkan kebenaran
- 29.2.11. Sebaik-baik generasi dan pergantian generasi
- 29.3. Membenci kekafiran dan kesyirikan
- 29.3.1. Memendekkan kumis dan memanjangkan jenggot
- 29.3.2. Menyelisihi orang kafir
- 29.3.3. Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka
- 29.3.4. Nabi berdo'a selama empat puluh hari (dalam shalat) shubuh melaknat kaum Dzakwan, Bani Lahyan dan Bani 'Ushoyyah
- 29.3.5. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdoa agar kekuasaan Kisra dirobek-robek sehancur-hancurnya setelah surat Nabi dirobek oleh Kisra
- 29.3.6. Cintailah karena Allah dan bencilah karena Allah, itulah tali iman yang paling kuat
- 29.3.7. Tidak beriman seseorang hingga dia membenci kekufuran sebagaimana dia membenci dilempar ke dalam api
- 29.3.8. Barangsiapa memelihara musuh Allah, maka ia termasuk golongan mereka
- 29.3.9. Tidak halal bagi seorang mukmin menyerupai ibadah atau simbol-simbol orang kafir
- 29.3.10. Barangsiapa meninggalkan syiar Islam dan meniru kekafiran, maka ia telah tertipu oleh dunia
- 29.3.11. Peringatan bahwa umat Islam akan mengikuti langkah/tradisi umat sebelum mereka (Tasyabbuh)
- 29.4. Membenci kebid’ahan dan memboikotnya (hajr)
- 29.4.1. Menjauhi bid’ah
- 29.4.2. Menjauhi dan menghajr ahli bid’ah, termasuk yang tidak percaya taqdir
- 29.4.3. Rasulullah melarang kaum muslimin untuk berbicara serta menjauhi dan berubah sikap terhadap pelaku dosa besar
- 29.4.4. Bolehnya memboikot kalau ada penyimpangan, meskipun istrinya
- 29.4.5. Orang Quraisy dan bani Kinanah memboikot Bani Hasyim
- 29.4.6. Bahaya ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu serta perintah untuk menjauhinya
- 29.4.7. Menjauhi keburukan seseorang, meskipun seorang imam
- 29.4.8. Menjauhi da’i para penyeru neraka Jahannam
- 29.4.9. Jauhilah olehmu perbuatan-pebuatan tercela
- 29.4.10. Jauhilah perkara baru dan dibuat-buat, karena merupakan kesesatan
- 29.4.11. Orang yang jahil (bodoh) adalah orang yang menceritakan selain Qur’an dan Hadits
- 29.4.12. Menurut para sahabat, pedang harus terhunus untuk kaum Qadariyah yang tidak bertaubat
- 29.4.13. Apabila Qadariyah sakit maka jangan kalian jenguk mereka, dan jika mati maka jangan kalian iringi jenazahnya
- 29.4.14. Jangan menyampaikan salam kaum muslimin kepada ahli bid’ah
- 29.4.15. Allah menjanjikan pahala sesuatu kepada pembunuh kaum Khawarij
- 29.4.16. Sifat kaum Khawarij dan perintah Nabi untuk membunuh mereka
- 29.4.17. Maka barangsiapa yang berbuat kemungkaran (bid'ah) yang dilarang agama didalamnya atau membantu orang berbuat bid'ah maka orang itu akan mendapat laknat dari Allah
- 29.4.18. Berbuat atau membantu berbuat bid'ah tidak diterima amalan wajib dan sunnahnya
- 29.5. Teguh memegang sunnah & Mengikuti Rasul
- 29.5.1. Barangsiapa mentaatiku berarti ia telah taat kepada Allah
- 29.5.2. Dan sesuatu yang datang dari Rasul maka ambillah dan yang di larang olehnya maka jauhilah
- 29.5.3. Peganglah sunnah Nabi dan khulafaur rasyidin, gigitlah dengan gigi geraham
- 29.5.4. Setiap perkara baru dalam agama adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat
- 29.5.5. Barangsiapa mengada-adakan perkara dalam urusan kami yang bukan darinya maka tertolak
- 29.5.6. Umatku akan terpecah, maka peganglah sunnahku dan sunnah para khalifah sesudahku
- 29.5.7. Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa
- 29.5.8. Barangsiapa yang berpaling dari sunnahku maka bukan dari golonganku
- 29.5.9. Rasulullah adalah teladan terbaik bagi orang yang mengharap ridha Allah dan hari akhir
- 29.5.10. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam
- 29.5.11. Barangsiapa yang berbuat dengan suatu perbuatan yang tidak ada contohnya dari kami, maka perbuatan tersebut tertolak
- 29.5.12. Orang sebelum kalian binasa karena gemar bertanya dan menyelisihi Nabi
- 29.5.13. Apa yang diharamkan Beliau adalah yang diharamkan Allah
- 29.5.14. Nabi marah kepada kaum yang enggan mengambil keringanan yang beliau berikan, seraya menegaskan bahwa beliaulah yang paling mengetahui Allah dan paling takut kepada-Nya
- 29.5.15. Nabi menegaskan bahwa pendapat pribadinya dalam urusan dunia boleh keliru, sedangkan apa yang beliau sampaikan dari Allah wajib diambil
- 29.6. Mentaati pemerintah
- 29.6.1. Meskipun budak Habsyi memerintah kaum muslimin, mereka harus mendengar dan mentaatinya
- 29.6.2. Dengar dan taatilah pemimpin kalian, walaupun ia memukul punggungmu dan mengambil hartamu
- 29.6.3. Barangsiapa taat kepada pemimpin berarti ia telah taat kepada Rasul
- 29.6.4. Taat kepada pemimpin selama tidak memerintahkan kemaksiatan
- 29.6.5. Tidak boleh memberontak kepada pemimpin kecuali jika ia kafir nyata
- 29.6.6. Siapa yang keluar dari jamaah sejengkal saja, ia telah melepaskan Islam dari lehernya
- 29.6.7. Pemimpin adalah pelindung, jika ia adil maka baginya pahala, dan jika zhalim maka dosanya atas dirinya
- 29.6.8. Mendoakan kebaikan bagi pemimpin termasuk bentuk ketaatan kepada Allah
- 29.6.9. Manusia mengikuti Quraisy dalam urusan kepemimpinan, yang muslim mengikuti muslimnya dan yang kafir mengikuti kafirnya
- 29.6.10. Urusan kepemimpinan akan terus berada pada Quraisy hingga manusia tersisa dua orang saja
- 29.6.11. Islam akan tetap kokoh hingga muncul dua belas khalifah, seluruhnya dari Quraisy
- 29.6.12. Umar menjelaskan dua preseden dalam pengangkatan khalifah: Nabi tidak menunjuk penggantinya, sedangkan Abu Bakar menunjuk
- 29.7. Firqoh-firqoh (kelompok) termasuk Khawarij
- 29.7.1. Hendaklah kau jauhi seluruh firqah (kelompok-kelompok)
- 29.7.2. Dua kelompok dari ummatku yang keduanya tidak termasuk bagian dari Islam yaitu Al Qadariyah dan Murji'ah
- 29.7.3. Kaum Qadariyah adalah majusinya umat ini
- 29.7.4. Kaum Haruriyah dan Khawarij membaca Al-Qur'an dan tidak mencapai kerongkongan, mereka meninggalkan agama dengan cepatnya seperti terlepasnya anak panah dari panah
- 29.7.5. Sifat kaum Haruriyah
- 29.7.6. Ciri-ciri kaum khawarij: usia muda, pemikiran dangkal, dan iman yang tidak melewati tenggorokan
- 29.7.7. Khawarij mengatakan kalimat yang haq, namun dimaksudkan untuk kebatilan
- 29.7.8. Orang-orang Khawarij adalah anjing-anjing neraka
- 29.7.9. Khawarij seburuk-buruk manusia yang terbunuh di bawah permukaan langit
- 29.7.10. Khawarij adalah kaum keturunan Dzul Khuwaisirah yang mengatakan Nabi tidak adil, yang cekung matanya, pipinya menonjol, mereka membunuh kaum muslimin
- 29.7.11. Mereka keluar ketika terjadi perpecahan di tengah manusia, ciri mereka berkepala botak
- 29.7.12. Munculnya kaum khawarij dan ciri seorang dari mereka yang tangannya buntung
- 29.7.13. Ciri kaum khawarij: membaca al-qur'an tetapi keluar dari islam
- 29.7.14. Munculnya khawarij dari arah timur
- 29.7.15. Peringatan sahal bin hunaif untuk mencurigai pendapat pribadi (ra'yu) saat munculnya fitnah khawarij
- 29.7.16. Menjauhi firqah dan berpegang pada kebenaran meskipun harus menggigit akar pohon
- 29.8. Ilmu Ghaib
- 29.8.1. Ada lima kunci ghaib yang hanya dikuasai oleh Allah
- 29.8.2. Tidak ada seorang pun yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah
- 29.8.3. Rasulullah tidak mengetahui perkara ghaib kecuali apa yang diwahyukan kepadanya
- 29.8.4. Barangsiapa mendatangi dukun atau peramal dan membenarkan perkataannya maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
- 29.8.5. Tidak boleh menduga-duga tentang ghaib tanpa dasar wahyu
- 29.8.6. Allah mengetahui segala yang tersembunyi di langit dan di bumi
- 29.8.7. Mereka bertanya tentang ruh, katakanlah: Ruh termasuk urusan Rabbku
- 29.9. Keutamaan ulama
- 29.9.1. Ulama adalah pewaris para nabi
- 29.9.2. Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang
- 29.9.3. Allah meninggikan derajat orang-orang berilmu beberapa derajat
- 29.9.4. Kematian seorang alim lebih berat bagi umat daripada hilangnya dunia
- 29.9.5. Para ulama akan memberi syafaat kepada orang-orang yang mereka ajar
- 29.9.6. Tidaklah duduk suatu kaum untuk mengingat Allah kecuali para malaikat menaungi mereka
- 29.9.7. Ulama yang jujur dan beramal dengan ilmunya akan mendapat naungan Allah di hari kiamat
- 29.9.8. Orang yang menuntut ilmu untuk mencari wajah Allah akan diangkat derajatnya
- 29.9.9. Ilmu hilang dengan wafatnya para ulama
- 29.10. Perbedaan dan ijma’
- 29.10.1. Perselisihan di antara umatku adalah rahmat selama berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah
- 29.10.2. Umatku tidak akan bersepakat di atas kesesatan
- 29.10.3. Hendaklah kalian bersama jamaah, karena tangan Allah bersama jamaah
- 29.10.4. Barangsiapa memisahkan diri dari jamaah, maka ia seperti kambing yang terlepas dari kawanan
- 29.10.5. Ijma’ para sahabat adalah hujjah bagi umat Islam
- 29.10.6. Tidak boleh menolak kebenaran hanya karena berbeda pendapat selama masih dalam koridor dalil
- 29.10.7. Perselisihan akan muncul, maka kembalikan kepada Allah dan Rasul
- 29.10.8. Sahabat berbeda ijtihad dalam memahami perintah shalat Ashar di Bani Quraizhah, dan Nabi tidak mencela satu pun dari kedua kelompok
- 29.11. Fatwa dan masalah
- 29.11.1. Barangsiapa ditanya tentang ilmu lalu menyembunyikannya, maka Allah akan mengalungkan kekang api neraka padanya
- 29.11.2. Orang yang paling berani berfatwa adalah orang yang paling berani masuk neraka
- 29.11.3. Ilmu itu adalah dengan belajar dan bertanya kepada ahlinya
- 29.11.4. Hendaklah orang yang tidak tahu mengatakan, Allah lebih tahu
- 29.11.5. Janganlah kalian tergesa-gesa dalam memberikan fatwa sebelum mengetahui dalilnya
- 29.11.6. Ulama terdahulu saling berhati-hati dalam berfatwa agar tidak menyesatkan umat
- 29.11.7. Barangsiapa berfatwa tanpa ilmu maka dosanya ditanggung oleh yang mengikuti dan yang memfatwakan
- 29.11.8. Fatwa harus disesuaikan dengan maqasid (tujuan) syariat dan keadaan masyarakat
- 29.11.9. Rasulullah melarang pertanyaan yang memberatkan kaum muslimin
- 29.11.10. Muslim yang paling besar kesalahannya adalah yang bertanya tentang sesuatu lalu bersikeras hingga perkara itu diharamkan karena pertanyaannya
- 29.1. Keutamaan ilmu
- 30. Ibadah
- 30.1. Ibadah adalah Tujuan manusia diciptakan Allah
- 30.1.1. Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku
- 30.1.2. Nabi membai'atmu (agar kamu selalu) beribadah kepada Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apa pun
- 30.1.3. Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku
- 30.1.4. Hak Allah atas hamba-Nya adalah agar mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun
- 30.1.5. Ibadah adalah bukti syukur atas nikmat yang Allah berikan
- 30.1.6. Barang siapa mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya sehasta
- 30.1.7. Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian
- 30.1.8. Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling tekun dalam ibadahnya
- 30.1.9. Barang siapa beribadah dengan ikhlas karena Allah, maka Allah akan mencukupkan segala kebutuhannya
- 30.1.10. Mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnah, maka Aku mencintai dia, jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya
- 30.2. Keutamaan ibadah
- 30.2.1. Pahala shalat, puasa, dan dzikir 700 kali dibandingkan berinfaq di jalan Allah
- 30.2.2. Amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus dilakukan meskipun sedikit
- 30.2.3. Barang siapa bangun malam karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosanya yang telah lalu
- 30.2.4. Barang siapa berpuasa sehari di jalan Allah, Allah jauhkan wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh tahun perjalanan
- 30.2.5. Barang siapa mendirikan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu
- 30.2.6. Tidak ada sesuatu yang lebih berat di timbangan amal pada hari kiamat selain akhlak yang baik
- 30.2.7. Shalat adalah tiang agama, barang siapa mendirikannya berarti ia menegakkan agama
- 30.2.8. Zikir kepada Allah lebih baik daripada menafkahkan emas dan perak serta lebih baik daripada berjihad di jalan Allah
- 30.2.9. Satu tasbih, satu tahmid, dan satu takbir adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya bagi seorang mukmin
- 30.2.10. Orang yang beribadah dalam masa fitnah seperti orang yang berhijrah kepadaku
- 30.2.11. Ibadah yang dicintai Allah yaitu yang rutin walau sedikit
- 30.2.12. Amalan apakah yang pernah membuat kagum Rasulullah, amal perbuatan yang kontinu
- 30.2.13. Pujian manusia atas amal seorang mukmin adalah kabar gembira yang disegerakan baginya di dunia
- 30.3. Taubat
- 30.3.1. Ada pintu yang selalu dalam keadaan terbuka untuk taubat dan tidak ditutup hingga matahari terbit dari barat
- 30.3.2. Setiap anak Adam pasti bersalah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat
- 30.3.3. Ampunan Allah atas taubat bagi pembunuh seratus orang
- 30.3.4. Allah lebih bergembira dengan taubat hamba-Nya daripada seseorang yang kehilangan untanya di padang pasir kemudian menemukannya kembali
- 30.3.5. Barang siapa bertaubat sebelum ajal datang, maka Allah akan menerima taubatnya
- 30.3.6. Allah menerima taubat hamba-Nya selama ruh belum sampai di tenggorokan
- 30.3.7. Tidaklah seorang hamba mengakui dosanya dan memohon ampun kecuali Allah mengampuninya
- 30.3.8. Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak berdosa sama sekali
- 30.3.9. Allah membuka tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari, dan sebaliknya di siang hari untuk yang berdosa di malam hari
- 30.4. Jangan Ghulluw (berlebihan)
- 30.4.1. Meskipun fokus ibadah, namun ikutilah sunnah, tetap tidur dan menikah
- 30.4.2. Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidaklah seseorang memaksakan diri melampaui batas kecuali ia akan dikalahkan olehnya
- 30.4.3. Celakalah orang-orang yang berlebihan dalam beragama
- 30.4.4. Rasulullah melarang berpuasa terus-menerus tanpa berbuka
- 30.4.5. Beribadahlah sesuai kemampuanmu, karena Allah tidak bosan memberi pahala hingga kamu bosan beribadah
- 30.4.6. Ibadah yang seimbang adalah yang menggabungkan antara hak Allah, hak diri, dan hak keluarga
- 30.4.7. Janganlah kamu memaksakan diri dalam ibadah hingga membuatmu lemah
- 30.4.8. Agama yang benar adalah jalan tengah antara berlebihan dan lalai
- 30.4.9. Allah tidak butuh orang beribadah dengan menyiksa diri
- 30.4.10. Puasa seperti tak pernah berbuka, dan sebaliknya. shalat malam seperti tak pernah tidur dan sebaliknya
- 30.5. Amalan di bulan Dzulhijjah
- 30.5.1. Tidak ada hari di mana amal shalih lebih dicintai Allah melebihi sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah
- 30.5.2. Puasa pada hari Arafah menghapus dosa dua tahun; satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang
- 30.5.3. Tidak ada amal yang lebih utama daripada berzikir di sepuluh hari pertama Dzulhijjah
- 30.5.4. Berkurban adalah sunnah yang dianjurkan bagi yang mampu
- 30.5.5. Shalat Idul Adha dilakukan setelah penyembelihan hewan kurban
- 30.5.6. Barang siapa berkurban dengan ikhlas maka setiap rambut dari hewan itu menjadi pahala baginya
- 30.5.7. Tidak boleh memotong rambut dan kuku bagi orang yang hendak berkurban setelah masuk sepuluh hari pertama Dzulhijjah
- 30.5.8. Haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga
- 30.5.9. Allah membanggakan jamaah haji di hadapan malaikat pada hari Arafah
- 30.6. Amalan Penghuni Surga
- 30.6.1. Tidak ketinggalan shalat sebelum terbitnya fajar dan sebelum terbenamnya matahari agar dapat melihat Allah
- 30.6.2. Tidaklah seorang muslim mempunyai dua putri, lalu ia merawatnya dengan baik dalam menemaninya akan masuk surga
- 30.6.3. Bersaksi bahwa Nabi Isa adalah hamba Allah, anak hamba-Nya dan kalimah Allah yang Dia letakkan pada Maryam dan ruh dari-Nya
- 30.6.4. Orang yang menjaga shalat lima waktu akan dikumpulkan bersama orang-orang yang beruntung di surga
- 30.6.5. Barang siapa berakhlak baik, maka ia akan menempati derajat tinggi di surga
- 30.6.6. Orang yang memaafkan saudaranya dan menahan amarahnya akan diberi tempat mulia di surga
- 30.6.7. Barang siapa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menegakkan shalat, dan berpuasa Ramadhan, maka Allah wajibkan surga baginya
- 30.6.8. Surga memiliki delapan pintu, dan salah satunya khusus bagi orang yang gemar berpuasa
- 30.6.9. Penghuni surga adalah orang-orang yang rendah hati, banyak berdzikir, dan berbakti kepada orang tuanya
- 30.6.10. Barang siapa yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, maka ia akan masuk surga
- 30.6.11. Kabarkan kepadaku suatu amal yang akan memasukkan aku kedalam surga
- 30.1. Ibadah adalah Tujuan manusia diciptakan Allah
- 31. Rahmat dan kasih sayang Allah
- 31.1. Besarnya Rahmat Allah
- 31.1.1. Satu bagian rahmat Allah di bumi, sembilan puluh Sembilan masih ada di sisi-Nya
- 31.1.2. Rahmat-Ku telah mendahului murka-Ku
- 31.1.3. Allah akan menciptakan makhluk yang berdosa untuk mengampuni mereka
- 31.1.4. Allah menciptakan mahluk kehendak-Nya untuk memenuhi surga, apabila belum penuh
- 31.1.5. Allah tidak menzhalimi seorang pun dari makhlukNya
- 31.1.6. Apabila Allah mendapati di awal catatan maupun di akhir catatan, satu kebaikan saja, maka Allah akan mengampuninya
- 31.1.7. Allah lebih sayang kepada hamba-Nya daripada seorang ibu kepada anaknya
- 31.1.8. Setiap rahmat yang dimiliki manusia adalah bagian kecil dari rahmat Allah yang luas
- 31.1.9. Rahmat Allah meliputi segala sesuatu
- 31.1.10. Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir
- 31.1.11. Wafat tiga anak belum baligh, Allah masukkan dia ke surga
- 31.1.12. Allah ampuni dosanya sebanyak tiga kali, “beramalah”
- 31.1.13. Engkau telah menyempitkan sesuatu yang luas!, Maksudnya adalah rahmat Allah
- 31.1.14. Di hari kiamat seorang akan bersama orang yang dicintainya
- 31.1.15. "Bakarlah jasadku, debunya buang ke angin"
- 31.1.16. An-Najwaa (pembicaraan rahasia antara Allah dengan hamba-Nya pada hari kiamat)
- 31.1.17. Turunnya ayat tentang ampunan Allah bagi pelaku dosa besar yang bertaubat
- 31.1.18. Allah bershalawat kepada orang yang bershalawat kepada Nabi
- 31.1.19. Penyakit dan kesedihan menggugurkan dosa-dosa mukmin seperti daun gugur
- 31.1.20. Larangan mendahului kehendak Allah dalam ampunan: Kisah dua orang Bani Israil
- 31.1.21. Jika Allah mencintai seorang hamba maka Dia berkata kepada Jibril: Sesungguhnya Aku mencintai fulan maka cintailah dia
- 31.1.22. Satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat, satu keburukan dibalas seimbang atau diampuni
- 31.2. Islam dan Nabi adalah rahmat
- 31.2.1. Nabi sebagai rahmat dan petunjuk
- 31.2.2. Tidak ada satupun yang akan selamat tanpa rahmat Allah, termasuk Nabi
- 31.2.3. Setan paling marah ketika turunnya rahmat pada hari Arafah
- 31.2.4. Allah mengutus Nabi Muhammad bukan untuk menyusahkan, tetapi sebagai rahmat bagi semesta alam
- 31.2.5. Setiap perintah Nabi membawa rahmat dan kemudahan, bukan kesempitan
- 31.2.6. Rahmat Allah turun bersama dakwah Nabi dan hilang bersama kesombongan manusia
- 31.2.7. Umat Nabi akan mendapat syafaat besar sebagai bentuk rahmat Allah
- 31.2.8. Nabi menolak tawaran malaikat menimpakan dua gunung kepada penduduk Thaif, dan berharap Allah mengeluarkan dari sulbi mereka orang yang bertauhid
- 31.3. Usaha dan Doa Mencapai Rahmat
- 31.3.1. Malaikat mendoakan Rahmat untuk orang yang tetap di tempat shalat
- 31.3.2. Rahmat Allah bagi yang bermurah hati dalam jual beli
- 31.3.3. Rahmat Allah bagi suami istri yang bangun untuk shalat malam
- 31.3.4. Allah merahmati orang yang menutupi aib saudaranya
- 31.3.5. Allah merahmati orang yang memberi kemudahan kepada orang lain dalam urusan dunia
- 31.3.6. Orang yang menyambung silaturahmi akan mendapatkan rahmat dan diperpanjang umurnya
- 31.3.7. Orang yang mengasihi makhluk di bumi akan dikasihi oleh Allah yang di langit
- 31.3.8. Barang siapa berusaha memberi rahmat kepada sesama, Allah akan merahmatinya di akhirat
- 31.3.9. Epilepsi tidak minta sembuh, minta agar aurat tidak tersingkap
- 31.4. Rahmat Allah di Dunia dan Akhirat
- 31.4.1. Allah memberi rahmat di dunia dengan petunjuk, dan di akhirat dengan ampunan dan surga
- 31.4.2. Setiap musibah di dunia menjadi sebab datangnya rahmat bagi orang beriman
- 31.4.3. Orang terakhir keluar dari neraka akan mendapat rahmat besar hingga dimasukkan ke surga
- 31.4.4. Rahmat Allah akan menaungi orang yang berhimpun di masjid untuk mengingat Allah
- 31.4.5. Orang yang meninggal dalam iman akan mendapatkan rahmat di akhirat yang tidak terputus
- 31.4.6. Saling mencintai karena keagungan-Ku pada hari ini aku naungi mereka dengan naungan-Ku
- 31.4.7. Orang muslim kena duri, ditulis satu derajat, dihapus dosanya
- 31.5. Orang yang Terhalang dari Rahmat Allah
- 31.5.1. Orang yang tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya
- 31.5.2. Hati yang keras menjadi penghalang turunnya rahmat Allah
- 31.5.3. Orang yang memutus silaturahmi terhalang dari rahmat dan ampunan Allah
- 31.5.4. Orang yang memutus silaturahmi terhalang dari rahmat dan ampunan Allah
- 31.5.5. Orang yang menzhalimi dan enggan memaafkan tidak akan mendapat rahmat hingga ia mengampuni
- 31.5.6. Sesungguhnya Allah mengharamkan kezaliman atas diri-Nya dan Allah mengharamkannya pula atas kalian
- 31.5.7. Manusia paling dibenci Allah adalah keras kepala dan suka membantah
- 31.1. Besarnya Rahmat Allah
- 32. Warisan dan Wasiat
- 32.1. Nabi
- 32.1.1. Nabi tidaklah meninggalkan warisan, semuanya dijadikan shadaqah
- 32.1.2. Rasulullah tidak meninggalkan dinar, dirham, budak, kambing, maupun unta
- 32.1.3. Apa yang ditinggalkan Nabi berupa harta, menjadi milik umat untuk kemaslahatan bersama
- 32.1.4. Keluarga Nabi tidak berhak atas sedekah dan warisan dari harta kenabian
- 32.1.5. Rasulullah tidak berwasiat tentang harta, melainkan berwasiat dengan Kitabullah
- 32.1.6. Aisyah membantah anggapan bahwa Nabi berwasiat kepada Ali, karena beliau wafat dalam pangkuannya tanpa berwasiat
- 32.1.7. Tiga wasiat Nabi menjelang wafat: mengeluarkan kaum musyrik dari Jazirah Arab dan memperlakukan utusan sebagaimana beliau memperlakukan mereka
- 32.1.8. Ahli waris Nabi tidak membagi dinar dan dirham, karena yang tersisa setelah nafkah istri-istri dan pekerjanya adalah sedekah
- 32.2. Anak Zina
- 32.2.1. Warisan anak zina menempati kedudukan anaknya wanita berbuat li'an
- 32.2.2. Anak zina tidak dapat diwarisi oleh orang yang mengakuinya sebagai anak dan tidak dapat diwarisi oleh anak yang dilahirkannya
- 32.2.3. Ali tidak memberikan hak waris kepada anak zina sekalipun seseorang mengakuinya sebagai anak
- 32.2.4. Anak yang diakui sebagai anak zina dapat mewarisi
- 32.2.5. Anak dinasabkan kepada ibunya, bukan kepada laki-laki yang berzina dengannya
- 32.2.6. Anak hasil li’an tidak saling mewarisi dengan ayahnya, tetapi tetap dengan ibunya
- 32.2.7. Jika anak lahir dari pernikahan syubhat, maka ia tetap berhak atas warisan ayahnya
- 32.2.8. Tidak ada tanggung jawab saling mewarisi antara pelaku zina dan anak hasil zina
- 32.2.9. Saya berharap bisa melaknat tuannya, yang mewarisi anak tanpa hak
- 32.3. Wasiat
- 32.3.1. Tidak boleh berwasiat untuk ahli waris (larangan Nabi saw.)
- 32.3.2. Batas wasiat adalah sepertiga harta, dan sepertiga itu sudah banyak
- 32.3.3. Rasulullah memerintahkan umatnya untuk tidak membiarkan wasiat tanpa tertulis
- 32.3.4. Orang yang berwasiat dengan adil akan mendapat pahala besar di sisi Allah
- 32.3.5. Barang siapa berwasiat dengan niat menzhalimi ahli waris, maka dosanya besar di sisi Allah
- 32.3.6. Wasiat tidak sah jika menyalahi hukum Allah dalam pembagian warisan
- 32.3.7. Wasiat tidak sah jika menyalahi hukum Allah dalam pembagian warisan
- 32.3.8. Seseorang yang meninggal dengan wasiat baik akan terus mendapatkan pahala setelah wafatnya
- 32.4. Pembagian Warisan secara adil
- 32.4.1. Allah telah menetapkan bagian waris bagi setiap ahli waris dalam Al-Qur’an
- 32.4.2. Siapa yang mengubah pembagian warisan setelah mendengarnya, maka dosanya besar di sisi Allah
- 32.4.3. Barang siapa mengurangi hak ahli waris, Allah akan mengurangi bagiannya di akhirat
- 32.4.4. Harta peninggalan tidak boleh dibagi sebelum pelunasan utang dan pelaksanaan wasiat
- 32.4.5. Nabi melarang keras memakan harta warisan tanpa hak
- 32.4.6. Tentang Kalalah
- 32.4.7. Bagian faraidh diberikan lebih dulu kepada yang berhak, dan sisanya untuk kerabat lelaki yang paling dekat nasabnya (ashabah)
- 32.4.8. Turunnya ayat faraidh berkenaan dengan pertanyaan Jabir bin Abdullah tentang warisan kalalah saat ia sakit
- 32.4.9. Harta yang ditinggalkan adalah untuk keluarganya, dan hutang orang yang meninggal menjadi tanggungan Nabi Shallallahu 'alaihi wasalam
- 32.4.10. Mukmin tidak mewarisi kafir, dan kafir tidak mewarisi mukmin
- 32.5. Perselisihan dan Menyelesaikan Warisan
- 32.5.1. Orang yang menahan warisan saudaranya akan ditahan dari rahmat Allah pada hari kiamat
- 32.5.2. Rasulullah memerintahkan agar sengketa warisan diselesaikan dengan keadilan dan musyawarah
- 32.5.3. Persaudaraan lebih utama daripada memperebutkan warisan dunia
- 32.5.4. Menjaga kerukunan keluarga setelah pembagian warisan adalah tanda iman yang kuat
- 32.5.5. Orang yang meninggalkan hak saudaranya demi menghindari sengketa akan diberi rumah di surga oleh Allah
- 32.6. Wala' dan Warisan budak
- 32.7. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah berwasiat beliau berwasiat dengan kitab allah
- 32.1. Nabi
- 33. Jihad dan Perang
- 33.1. Keutamaan Jihad dan mati Syahid
- 33.1.1. Sebuah negeri yang terbaik dan paling utama yang belum pernah aku melihat yang lebih baik darinya untuk orang yang mati syahid
- 33.1.2. Sesungguhnya surga itu terletak di bawah kilatan dan sabetan pedang
- 33.1.3. Mukmin terbaik adalah yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya
- 33.1.4. Tidak ada amal yang sebanding dengan jihad di jalan Allah kecuali seseorang berjuang dengan seluruh hartanya lalu terbunuh
- 33.1.5. Orang yang mati syahid diampuni dosanya sejak tetesan darah pertamanya keluar
- 33.1.6. Ruh para syuhada berada di dalam tubuh burung hijau yang berkeliling di surga
- 33.1.7. Setiap luka di jalan Allah akan datang pada hari kiamat dalam keadaan berdarah, warnanya darah tapi baunya seperti minyak kasturi
- 33.1.8. Orang yang berjaga di perbatasan (ribat) di jalan Allah lebih baik dari dunia dan isinya
- 33.1.9. Orang yang mati syahid tidak merasakan sakit kematian kecuali seperti cubitan ringan
- 33.1.10. Mati dalam keadaan syahid, pasti masuk surga
- 33.1.11. Seorang laki laki berkata kepada nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada perang uhud, bagaimana menurutmu, jika aku mati terbunuh, dimanakah tempatku? beliau menjawab di surga
- 33.1.12. Untuk apa kalian berbai'at pada peristiwa hudaibiyyah. salamah menjawab; untuk kematian
- 33.1.13. Mata yang begadang di jalan Allah diharamkan bagi neraka
- 33.1.14. Digergaji, dagingnya disisir, tidak ditakuti kecuali hanya takut Allah
- 33.1.15. Kedua orang tuamu itu termasuk dari orang-orang yang mentaati perintah allah dan rasul-nya sesudah mereka mendapat luka (dalam perang Uhud)
- 33.1.16. Seekor kuda, pada ubunnya akan terus ada kebaikan hingga hari qiyamat
- 33.1.17. Allah menjamin orang yang berperang di jalannya, tidak ada yang mendorongnya keluar kecuali karena iman kepadaku dan para rasulku ,untuk mengembalikannya dengan memperoleh pahala atau ghanimah atau memasukkannya ke surga
- 33.1.18. Rasulullah berperang sebanyak sekitar lima belas sampai sembilan belas kali sepanjang hidup beliau
- 33.1.19. Nabi menjanjikan kebersamaan dengannya di hari kiamat bagi yang sanggup mencari berita tentang musuh di malam Ahzab
- 33.1.20. Tujuh orang Anshar gugur satu per satu membela Nabi saat diserang kaum musyrik, setelah beliau menjanjikan bahwa yang melawan demi membelanya akan menjadi pendampingnya di surga
- 33.1.21. Enam orang bergantian menunggangi satu unta hingga kuku kaki mereka tercabut dan dibalut sobekan kain, sebab dinamakannya Perang Dzatur Riqa'
- 33.1.22. Mati syahid, ingin kembali ke dunia untuk mati syahid lagi
- 33.1.23. Orang yang memberi minum haji dan urus Masjidil Haram tidak sama dengan mujahid
- 33.1.24. Mati syahid, semua dosa diampuni, kecuali hutang
- 33.1.25. Orang syahid tidak mati, mereka hidup dan diberi rezeki di sisi Allah
- 33.1.26. Mu'min terbaik: berjihad atau tinggal bertaqwa dan jauhi keburukan
- 33.1.27. Kehidupan terbaik: siap mati syahid saat dengar musuh
- 33.1.28. Allah tertawa; dua orang berperang, satu membunuh, keduanya masuk surga
- 33.1.29. Orang kafir tidak akan bersama pembunuhnya di neraka
- 33.1.30. Nabi membantah anggapan terhapusnya pahala Amir bin Al-Akwa' yang gugur oleh pedangnya sendiri, dan menegaskan ia memperoleh dua pahala
- 33.1.31. Nabi memerintahkan setiap dua orang memberangkatkan salah satunya dalam pasukan ke Bani Lahyan, dan pahalanya untuk keduanya
- 33.1.32. Kehormatan istri para mujahid bagi yang tidak ikut berjihad seperti kehormatan ibu mereka sendiri, dan yang mengkhianatinya akan diambil amalnya sekehendak si mujahid pada hari kiamat
- 33.1.33. Seorang lelaki bertanya di mana tempatnya bila terbunuh, dan setelah dijawab "di surga" ia melemparkan kurma di tangannya lalu bertempur hingga gugur
- 33.1.34. Tujuh puluh sahabat Al-Qurra' dibunuh dalam pengkhianatan, dan mereka memohon agar disampaikan kepada Nabi bahwa mereka telah bertemu Rabb
- 33.1.35. Barangsiapa memohon mati syahid dengan sungguh-sungguh, ia akan diberi pahala syahid meskipun tidak gugur di medan perang
- 33.1.36. Keutamaan pasukan yang berperang di jalan Allah dengan menyeberangi lautan
- 33.2. Niat yang benar
- 33.2.1. Barang siapa berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka itulah jihad di jalan Allah
- 33.2.2. Amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya
- 33.2.3. Barang siapa berperang demi ketenaran atau untuk mendapat bagian dunia, maka tidak akan mendapat pahala jihad
- 33.2.4. Jihad tanpa niat yang benar hanyalah peperangan biasa, bukan ibadah di sisi Allah
- 33.2.5. Seorang mujahid sejati adalah yang berjihad melawan hawa nafsunya demi taat kepada Allah
- 33.2.6. Seorang sahabat menyesal tidak ikut Badar lalu bertekad kepada Allah untuk berjuang, dan menepatinya hingga gugur di Uhud dengan lebih dari delapan puluh luka
- 33.2.7. Gugur di medan perang tidak bernilai bila niatnya mencari sebutan pemberani
- 33.2.8. Barangsiapa mati sedang ia tidak pernah berperang dan tidak pernah berniat berperang, ia mati di atas satu cabang kemunafikan
- 33.2.9. Sekelompok orang di Madinah tetap menyertai pahala perjalanan pasukan Tabuk karena mereka tertahan oleh udzur
- 33.3. Pertolongan Allah dalam Perang
- 33.3.1. Jibril menyampaikan bahwa yang ikut perang Badar ada dari kalangan malaikat
- 33.3.2. Doa Nabi untuk orang yang berperang: Ya Allah, kuatkanlah dia dengan Ruhul Qudus
- 33.3.3. Malaikat Jibril memerintahkan Nabi memerangi bani Quraidzhah
- 33.3.4. Para Malaikat senantiasa terus menaungi syahid dengan sayap-sayap mereka
- 33.3.5. Allah menurunkan ribuan malaikat untuk membantu kaum mukmin di perang Badar
- 33.3.6. Hujan yang turun di malam sebelum perang Badar adalah pertolongan Allah untuk meneguhkan hati kaum mukmin
- 33.3.7. Allah memberikan rasa takut di hati musuh sejauh perjalanan satu bulan sebagai pertolongan bagi Nabi
- 33.3.8. Doa Nabi di Uhud: Ya Allah, jika pasukan ini binasa, Engkau tidak akan disembah di bumi lagi
- 33.3.9. Pertolongan Allah datang bukan karena jumlah, tapi karena iman dan kesabaran kaum mukmin
- 33.3.10. Rasulullah ditolong dengan angin dari arah timur, sedangkan kaum 'Ad dihancurkan dengan angin dari arah barat
- 33.3.11. Kecintaan Sa'ad bin Mu'adz untuk Berperang di Jalan Allah Melawan Kaum Quraisy yang Mendustakan dan Mengusir Rasulullah
- 33.3.12. Kesaksian Sa'ad bin Abi Waqqash melihat Malaikat Jibril dan Mikail dalam wujud dua pria berpakaian putih sengit bertempur melindungi Nabi di Perang Uhud
- 33.3.13. Ta'wil Ali Imran(3);122. mukmin harus bertawakkal hanya kepada Allah
- 33.4. Keberanian dalam penyerangan
- 33.4.1. Nabi pernah menyerang suku Bani Al Mushthaliq saat mereka sedang lalai
- 33.4.2. Janganlah kalian mengharapkan berjumpa dengan musuh, apabila kalian berjumpa dengan musuh maka bersabarlah
- 33.4.3. Doa Rasulullah saw. sebelum bertempur
- 33.4.4. Nabi adalah orang yang paling berani; beliau berada di barisan paling depan saat pertempuran
- 33.4.5. Ketika perang Hunain, Rasulullah tidak mundur sedikit pun meski pasukan terpukul mundur
- 33.4.6. Ali bin Abi Thalib memegang panji Islam dengan keberanian luar biasa di perang Khandaq
- 33.4.7. Para sahabat memuji keberanian Rasulullah yang menenangkan hati mereka di tengah gempuran musuh
- 33.4.8. Orang yang lari dari medan perang tanpa alasan syar’i akan mendapat dosa besar
- 33.4.9. Jabir, membaiat beliau untuk tidak lari (dari medan perang), bukan baiat untuk mati
- 33.4.10. Rasulullah menyerang yahudi khaibar pada pagi hari dan mengucapkan ‘Allahu Akbar, yahudi khaibar akan berantakan
- 33.4.11. Pengepungan penduduk tha'if dan kebijaksanaan rasulullah untuk mundur demi menjaga keselamatan pasukan
- 33.4.12. Dua anak 'Afra' menjatuhkan Abu Jahal di Perang Badar, dan Ibnu Mas'ud diutus Nabi memastikan keadaannya
- 33.4.13. Salamah bin Al-Akwa' mengejar sendirian kelompok Ghathafan yang merampas unta Nabi di Dzi Qarad hingga berhasil merebutnya kembali
- 33.4.14. Aisyah dan Ummu Sulaim bolak-balik memikul qirbah berisi air untuk memberi minum pasukan di Perang Uhud
- 33.4.15. Hanya Thalhah dan Sa'ad yang tetap bertahan bersama Rasulullah di sebagian hari perang uhud
- 33.4.16. Simak bin kharasyah mengambil pedang itu dan mempergunakannya untuk menyerang pasukan kaum musyrikin
- 33.4.17. Nabi mencari Julaibib yang hilang saat perang: dia telah membunuh tujuh orang kafir, kemudian mereka membunuhnya, dia termasuk dariku dan aku termasuk darinya
- 33.4.18. Nabi mengutus Jarir bin abdullah menghancurkan Dzul khalashah (ka'bah yamaniyyah), beliau menepuk dadanya dan berdoa
- 33.5. Adab dalam Peperangan
- 33.5.1. Rasulullah melarang membunuh wanita, anak-anak, orang tua, dan para rahib
- 33.5.2. Nabi melarang memotong pohon, membakar rumah, dan menghancurkan tempat ibadah
- 33.5.3. Nabi memerintahkan untuk tidak mengkhianati, tidak berbuat curang, dan tidak mencincang mayat
- 33.5.4. Rasulullah berpesan agar menawarkan Islam terlebih dahulu sebelum memulai pertempuran
- 33.5.5. Tentara Islam tidak boleh membunuh utusan atau orang yang membawa pesan damai
- 33.5.6. Nabi melarang menyiksa tawanan dan memperlakukan musuh dengan kejam
- 33.5.7. Apabila seseorang sudah mengucap La ilaha illallah, maka tidak boleh dibunuh
- 33.5.8. Pasukan dilarang berperang di malam hari tanpa kejelasan siapa yang diperangi
- 33.5.9. larangan perang 1.ingin jima' 2. belum selesai bangun 3. kambingnnya melahirkan
- 33.5.10. Jika mengucapkan kalimat: laa-ilaaha-illallah, tidak boleh membunuhnya
- 33.5.11. Berperang di jalan Allah, jangan menipu, khianat, bunuh, atau bunuh anak-anak
- 33.5.12. Nabi SAW mengistilahkan perang adalah tipu daya
- 33.5.13. Penjelasan tentang status hukum anak & wanita musyrikin yang tidak sengaja terbunuh saat penyerangan malam
- 33.5.14. Nabi membakar dan menebang kebun kurma Bani An-Nadhir di Al-Buwairah
- 33.5.15. Nabi menolak seorang lelaki yang hendak ikut berperang sampai ia menyatakan beriman, seraya bersabda "aku tidak meminta bantuan kepada orang musyrik"
- 33.5.16. Usia 14 tidak diizinkan perang, usia 15 diizinkan
- 33.5.17. Rasulullah melarang bepergian dengan membawa Al Qur'an ke negeri musuh
- 33.5.18. Nabi SAW mengadakan pacuan kuda dari Al-Hafya' ke Tsaniyatul Wada
- 33.5.19. Rasulullah tidak menyukai belang putih pada kaki kuda
- 33.5.20. Berikan semua perlengkapan perang, jangan ada yang ketinggalan, semoga berkah
- 33.5.21. Mempersiapkan bekal mujahid, sama dengan berperang
- 33.5.22. Nabi melarang berangan-angan bertemu musuh, memerintahkan memohon keselamatan, dan bersabar bila sudah berhadapan
- 33.5.23. Nabi menafsirkan "kekuatan" dalam QS. Al-Anfal: 60 dengan kemahiran melempar, diulang tiga kali di atas mimbar
- 33.6. Ghanimah
- 33.6.1. Setiap harta rampasan perang dibagi secara adil setelah kemenangan
- 33.6.2. Empat bagian untuk pasukan, satu bagian untuk Rasulullah dan kepentingan umum (khumus)
- 33.6.3. Barang siapa mengambil ghanimah sebelum pembagian resmi, maka ia berbuat khianat (ghulul)
- 33.6.4. Nabi tidak mengambil bagian ghanimah kecuali yang menjadi haknya dan dibagikan kepada umat
- 33.6.5. Para sahabat tidak menyembunyikan hasil perang sekecil apa pun dari Rasulullah
- 33.6.6. Allah menghalalkan ghanimah bagi umat Nabi Muhammad, yang tidak dihalalkan bagi umat sebelumnya
- 33.6.7. Nabi Memberi az-zubair empat bagian ghanimah, dan dua bagian untuk kuda perang
- 33.6.8. Kesabaran Rasulullah menghadapi celaan dalam pembagian ghanimah
- 33.6.9. Rasulullah membagikan harta di ji'ranah dan menolak tuduhan tidak adil
- 33.6.10. Al-Anfaal (8);1. rampasan perang milik Allah dan rasul
- 33.6.11. Ketentuan pembagian Nafal (bonus rampasan) bagi pasukan khusus (Sariyah) ke Najed
- 33.6.12. Fiqih Salab (harta pribadi musuh di medan perang untuk pembunuhnya: Kasus Abu Jahal dan Ibnu Akwa')
- 33.6.13. Pembagian ghanimah yang adil oleh pemimpin (Kasus perintah Nabi kepada Khalid)
- 33.6.14. Negeri yang tunduk tanpa perlawanan, sahamnya menjadi bagian pasukan; sedangkan negeri yang menentang, seperlimanya untuk Allah dan Rasul-Nya lalu sisanya untuk pasukan
- 33.6.15. Rasulullah membagikan harta rampasan perang bagi penunggang kuda dua bagian dan bagi satu orang satu bagian
- 33.6.16. Keringanan mengambil atau memakan makanan dan lemak di medan perang sebelum pembagian resmi ghanimah
- 33.6.17. Pasukan yang memperoleh ghanimah telah disegerakan dua pertiga pahalanya, dan yang tidak memperolehnya mendapat pahala secara penuh
- 33.7. Fa’i
- 33.7.1. Harta fa’i adalah harta yang diperoleh tanpa peperangan langsung, dan menjadi milik umum umat Islam
- 33.7.2. Nabi membagi harta fa’i untuk kesejahteraan fakir, miskin, dan keperluan umat
- 33.7.3. Allah memberikan harta fa’i kepada Rasulullah untuk menguatkan dakwah Islam
- 33.7.4. Tidak ada bagian individu dalam fa’i, karena ia adalah amanah bagi kepentingan bersama
- 33.7.5. Nabi menolak mengambil fa’i untuk kepentingan pribadi, bahkan dari harta rampasan terbesar
- 33.7.6. Harta Bani Nadhir menjadi fa'i milik Rasulullah karena tidak ditaklukkan dengan pasukan berkuda, dan beliau menafkahkannya untuk keluarganya setahun serta sisanya untuk persiapan jihad
- 33.8. Hukum Hukum bagi mu’ahid dan musta’man
- 33.8.1. Nabi menepati janji dan perjanjian dengan pihak yang terikat damai (mu‘ahid)
- 33.8.2. Barang siapa membunuh orang kafir mu‘ahid, tidak akan mencium bau surga
- 33.8.3. Nabi memberi perlindungan kepada orang yang meminta aman (musta’man)
- 33.8.4. Muslim tidak boleh mengkhianati perjanjian meskipun terhadap musuh
- 33.8.5. Apabila seorang muslim memberikan jaminan aman kepada non-muslim, maka jaminan itu harus dihormati oleh seluruh kaum muslimin
- 33.8.6. Nabi melarang membunuh utusan dari kaum musyrikin meski datang dari pihak musuh
- 33.8.7. Orang yang melanggar perjanjian damai akan ditimpa kehinaan di dunia dan azab di akhirat
- 33.8.8. Umar bin Khaththab mengusir Yahudi dan Nasrani dari tanah Hijaz ke Taima' dan Ariha'
- 33.8.9. Perlakuan Nabi terhadap Tsumamah bin Utsal yang ditawan dan diikat di tiang masjid, hingga ia membebaskannya dan Tsumamah masuk Islam
- 33.8.10. Nabi mengajak Yahudi Madinah masuk Islam agar selamat, dan memberitahukan rencana pengusiran mereka dengan izin menjual harta lebih dulu
- 33.8.11. Rasulullah mengeluarkan seluruh kaum yahudi yang ada di madinah tanpa terkecuali
- 33.8.12. Rasulullah akan mengeluarkan orang-orang Yahudi dan Nasrani dari Jazirah Arab, sehingga beliau tidak tinggalkan di dalamnya kecuali orang muslim
- 33.8.13. Perintah Nabi kepada Hudzaifah dan ayahnya menepati janji kepada kaum musyrikin meski itu menghalangi keduanya ikut Perang Badar
- 33.8.14. Bani Quraizhah tunduk pada hukum Sa'd bin Mu'adz, lalu ia memutuskan yang berperang dibunuh dan keturunan mereka ditawan, dan Nabi membenarkannya
- 33.9. Fathu Makkah (Penaklukan Makkah)
- 33.9.1. Dikala penaklukan Makkah Rasulullah memasuki Makkah dengan memakai pelindung kepala
- 33.9.2. Rasulullah menghancurkan tiga ratus enam puluh berhala di sekitar ka'bah saat fathu makkah
- 33.9.3. Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda pada hari Penaklukan Makkah: Tempat ini (Bumi Makkah) tidak diperangi lagi yakni setetah hari ini hingga Hari Kiamat
- 33.9.4. Nabi bersabda pada hari penaklukan kota Makkah tidak ada lagi hijrah tetapi yang ada adalah jihad dan niat
- 33.10. Peran wanita dalam peperangan
- 33.11. Persiapan dan latihan perang
- 33.1. Keutamaan Jihad dan mati Syahid
- 34. Perbudakan
- 34.1. Membebaskan Budak
- 34.1.1. Abdullah bin Umar membebaskan anak hasil zina dan ibunya
- 34.1.2. Barang siapa membebaskan seorang budak muslim, Allah akan membebaskan setiap anggota tubuhnya dari neraka
- 34.1.3. Salah satu cara menebus dosa besar adalah dengan memerdekakan budak
- 34.1.4. Nabi membebaskan banyak budak sebagai bentuk sedekah dan pendekatan diri kepada Allah
- 34.1.5. Seorang muslim dianjurkan membebaskan budak sebagai kaffarah sumpah atau pelanggaran
- 34.1.6. Memerdekakan budak adalah salah satu bentuk amal yang paling dicintai Allah
- 34.1.7. Nabi memberi kabar gembira bahwa setiap budak yang dimerdekakan akan menjadi penolong bagi tuannya di akhirat
- 34.1.8. Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, dan sahabat lain mencontohkan membebaskan banyak budak demi mencari ridha Allah
- 34.1.9. Membebaskan budak dan menikahinya mendapat dua pahala
- 34.1.10. Ketentuan memerdekakan Budak milik bersama (syarikat) dan kewajiban melunasi hak pemilik lain (sekutu)
- 34.1.11. Budak milik bersama yang dimerdekakan sebagian oleh salah satu pemiliknya, maka pemilik itu menanggung sisa bagian yang lain
- 34.1.12. Wala' (perwalian) adalah hak orang yang memerdekakan, dan syarat yang menyalahinya batal
- 34.1.13. Larangan menjual dan menghibahkan hak wala' (perwalian atas budak yang dimerdekakan)
- 34.1.14. Menebus bagian sekutu dengan taksiran yang adil tanpa kecurangan, dan hanya bila pemerdeka itu mampu
- 34.1.15. Pembebasan enam budak menjelang wafat dibatasi menjadi dua orang melalui undian, karena wasiat hanya berlaku sepertiga harta
- 34.1.16. Budak mudabbar boleh dijual bila pemiliknya tidak memiliki harta lain, dan Nabi menjualkannya
- 34.2. Dosa Budak
- 34.2.1. Pernikahan budak tanpa izin tuannya adalah zina
- 34.2.2. Apabila budak berzina, maka cambuklah dia
- 34.2.3. Jika budak berzina setelah menikah, maka hukumannya adalah separuh dari hukuman orang merdeka
- 34.2.4. Budak yang melakukan dosa tetap mendapat hukuman, namun lebih ringan dari orang merdeka
- 34.2.5. Tuannya tidak boleh menzalimi budaknya meskipun ia bersalah, kecuali sesuai hukum syariat
- 34.2.6. Rasulullah melarang memaki atau melaknat budak karena kesalahanny
- 34.2.7. Orang yang menampar budaknya diperintahkan untuk memerdekakannya sebagai tebusan dosanya
- 34.2.8. Apabila hamba sahaya melarikan diri, maka shalatnya tidak diterima
- 34.2.9. Seorang budak yang melarikan diri, maka telah terlepas darinya adz dzimmah (jaminan keamanan dan tanggungan)
- 34.2.10. Hukum pelaku zina (budak): cambuk tanpa hinaan, jika berulang, jual meski harga sedikit
- 34.3. Hak dan Kewajiban antara Tuan dan Budak
- 34.3.1. Rasulullah memerintahkan agar memberi makan dan pakaian kepada budak seperti yang dimakan dan dipakai tuannya
- 34.3.2. Budak tidak boleh dibebani pekerjaan di luar kemampuannya
- 34.3.3. Jika budak melakukan kesalahan, tuannya diperintahkan untuk memaafkan jika mampu
- 34.3.4. Rasulullah bersabda: Mereka adalah saudara-saudaramu yang Allah jadikan di bawah kekuasaanmu
- 34.3.5. Tidak ada keutamaan bagi orang merdeka atas budaknya kecuali dengan takwa
- 34.3.6. Orang yang berbuat baik kepada budaknya akan mendapatkan pahala yang berlipat di sisi Allah
- 34.3.7. Nabi melarang memukul wajah budak karena kehormatan manusia harus dijaga
- 34.3.8. Barang siapa menuduh budaknya berzina tanpa bukti, maka ia terkena hukuman di akhirat
- 34.3.9. Memperlakukan orang yang berada di bawah tanggung jawab dengan adil dan baik
- 34.3.10. Budak yang memenuhi hak allah dan hak tuannya mendapatkan dua pahala
- 34.3.11. Mughits suami Barirah mengikuti istrinya di jalan-jalan Madinah setelah Barirah memilih berpisah
- 34.3.12. Ancaman laknat bagi orang yang berwali kepada kaum selain walinya tanpa izin
- 34.3.13. Nabi menawar untuk menukar budak dengan dua budak hitam
- 34.3.14. Barangsiapa menampar budaknya, kafaratnya adalah memerdekakannya
- 34.3.15. Perintah memerdekakan budak milik bersama karena ditampar oleh salah seorang pemiliknya
- 34.3.16. Teguran Nabi kepada Abu Mas'ud saat memukul budaknya: Allah lebih berkuasa atasmu daripada kuasamu atas budak itu
- 34.3.17. Ancaman had di hari kiamat bagi tuan yang menuduh budaknya berzina padahal budak itu bebas dari tuduhan tersebut
- 34.3.18. Kewajiban memberi budak makanan dan pakaian seperti yang dipakai tuannya, dan tidak membebaninya di luar kemampuannya
- 34.3.19. Mengajak pembantu yang memasak makanan untuk duduk dan makan bersama, atau memberinya satu dua suap bila enggan
- 34.3.20. Larangan budak memanggil tuannya dengan sebutan tuhanku ganti dengan tuanku atau majikanku
- 34.4. Pembebasan Budak sebagai Tebusan Dosa dan Kaffarah
- 34.4.1. Pembebasan budak menjadi kaffarah bagi pembunuhan tidak sengaja
- 34.4.2. Siapa yang melanggar sumpah, maka kaffarahnya salah satunya dengan memerdekakan budak
- 34.4.3. Bagi yang membunuh orang beriman secara keliru, wajib memerdekakan budak yang beriman
- 34.4.4. Nabi menganjurkan untuk menolong budak yang hendak menebus dirinya (mukatab) hingga merdeka
- 34.4.5. Membantu pembebasan budak termasuk sedekah besar yang mendatangkan ampunan Allah
- 34.5. Mukatab dan Kebebasan Budak
- 34.5.1. Budak mukatab yang menunaikan perjanjiannya menjadi orang merdeka dengan penuh kehormatan
- 34.5.2. Tuannya dianjurkan membantu budak mukatab untuk melunasi tebusannya
- 34.5.3. Rasulullah bersabda: Berikanlah bantuan kepada budak mukatab, karena jika ia menepati perjanjiannya, ia akan merdeka
- 34.5.4. Jika budak mukatab gagal membayar karena kesulitan, maka hendaknya tuannya memberinya kelonggaran
- 34.5.5. Islam memuliakan usaha budak untuk meraih kebebasan dengan cara yang baik dan adil
- 34.6. Pahala dan Ancaman bagi Tuan
- 34.6.1. Barang siapa menzalimi budaknya, maka Allah akan menjadi lawannya pada hari kiamat
- 34.6.2. Tuan yang membebaskan budaknya karena Allah akan mendapatkan perlindungan dari api neraka
- 34.6.3. Siapa yang memberi pendidikan dan bimbingan baik kepada budaknya, maka ia mendapat dua pahala
- 34.6.4. Tuan yang berbuat adil kepada budaknya akan ditempatkan di bawah naungan Arsy pada hari kiamat
- 34.6.5. Orang yang memerdekakan budaknya karena takut azab Allah akan diselamatkan dari neraka
- 34.6.6. Barangsiapa membebaskan budak mukminah, maka dari setiap sendi budak itu akan Allah bebaskan setiap sendinya dari api neraka
- 34.7. Keutamaan Budak yang Taat
- 34.7.1. Sebaik-baik keadaan bagi seorang budak adalah wafat dalam kebaikan ibadahnya kepada Allah dan pengabdiannya kepada tuannya
- 34.7.2. Budak yang berbuat baik dalam menunaikan hak Allah dan hak tuannya mendapat dua pahala
- 34.7.3. Apabila seorang budak melayani majikannya dan baik dalam beribadah kepada Rabbnya, maka baginya pahala dua kali
- 34.1. Membebaskan Budak
- 35. Mu'amalah (Hukum Perdata)
- 35.1. Surat menyurat
- 35.1.1. Rasulullah memiliki stempel perak yang bertuliskan Muhammad Rasulullah yang dibuat oleh Anas
- 35.1.2. Rasulullah mengirim surat kepada para raja (Heraklius, Kisra, dan Najasyi) untuk mengajak kepada Islam
- 35.1.3. Surat Rasulullah selalu dibuka dengan basmalah dan salam damai
- 35.1.4. Rasulullah tidak menulis surat kepada orang kafir kecuali disertai segel resmi sebagai tanda keabsahan
- 35.1.5. Para sahabat diutus membawa surat Rasulullah dengan amanah dan adab yang tinggi
- 35.1.6. Rasulullah melarang menulis surat yang berisi kebohongan atau tipu daya
- 35.2. Pengawasan sosial
- 35.2.1. Rasulullah bersabda: Barang siapa menipu kami, maka bukan dari golongan kami
- 35.2.2. Seorang pengawas pasar diangkat Rasulullah untuk menegakkan kejujuran dalam jual beli (muhtasib)
- 35.2.3. Nabi menegur pedagang yang mencampur bahan makanan dengan yang basah untuk menipu pembeli
- 35.2.4. Rasulullah melarang menimbun barang untuk merugikan masyarakat
- 35.2.5. Orang yang menipu, menzalimi, atau menahan hak orang lain akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat
- 35.2.6. Rasulullah memerintahkan untuk saling menasihati dan memperbaiki muamalah antar manusia
- 35.3. Akad dan Jual beli
- 35.3.1. Akad as salam
- 35.3.2. Akad al istisha
- 35.3.3. Pilihan dalam jual beli
- 35.3.4. Nabi melarang jual beli yang mengandung unsur gharar (ketidakjelasan)
- 35.3.5. Dua transaksi dalam satu jual beli dilarang oleh Rasulullah
- 35.3.6. Penjual dan pembeli memiliki hak khiyar (pilihan) sebelum berpisah
- 35.3.7. Rasulullah melarang menjual barang yang belum dimiliki
- 35.3.8. Nabi menganjurkan kejujuran dalam jual beli dan menghapus dosa bagi yang berkata jujur
- 35.3.9. Rasulullah melarang menawar barang yang sedang ditawar orang lain
- 35.3.10. Nabi memberi keberkahan pada jual beli yang dilakukan dengan jujur dan terbuka
- 35.3.11. Janganlah menjual barang dengan cara yang menipu atau menyembunyikan cacatnya
- 35.3.12. Rasulullah melarang jual beli yang mengandung unsur penipuan, seperti ‘mulamasah’ dan ‘munabadhah’
- 35.3.13. Jual beli unta Jabir dengan syarat menungganginya hingga Madinah
- 35.3.14. Larangan dua transaksi dalam satu akad, jual beli dengan cara al-lams, dan an-najsy
- 35.3.15. Larangan jual beli orang yang terpaksa, jual beli yang mengandung penipuan (gharar), dan jual beli buah sebelum layak panen
- 35.3.16. Pembeli ternak yang susunya ditahan berhak memilih: menerimanya atau mengembalikannya beserta satu sha' kurma
- 35.3.17. Larangan menghadang rombongan pedagang sebelum sampai pasar, dan larangan orang kota menjadi makelar bagi orang desa
- 35.3.18. Larangan orang kota menjadi makelar bagi orang desa
- 35.3.19. Hak memilih (khiyar) bagi pembeli binatang muhaffalah (mushorroh) untuk menerima atau mengembalikannya
- 35.3.20. Larangan menjual kembali bahan makanan sebelum dipindahkan dari tempat pembelian (qabdh)
- 35.3.21. Larangan menjual makanan sebelum diterima sepenuhnya
- 35.3.22. Rasulullah melarang (jual beli) najasy (penipuan)
- 35.3.23. Penjual dan pembeli berhak memilih meneruskan atau membatalkan akad selama keduanya belum berpisah (khiyar majlis)
- 35.3.24. Belum dikatakan jual beli antara dua orang hingga mereka berpisah
- 35.3.25. Orang yang mudah tertipu dalam jual beli diajarkan mensyaratkan "la khilabah (dengan syarat tidak ada tipu menipu)" agar terhindar dari penipuan
- 35.3.26. Larangan menjual buah-buahan yang tidak layak konsumsi
- 35.3.27. Larangan menjual kurma dengan kurma, dan keringanan (rukhsah) dalam jual beli 'araya
- 35.3.28. Larangan muzabanah (menjual buah yang masih di tangkai pohon dengan kurma yang telah ditakar), dan larangan muhaqalah (menyewakan tanah)
- 35.3.29. Rasulullah melarangan jual beli muzabanah
- 35.3.30. Buah dari pohon kurma yang sudah dikawinkan menjadi milik penjual kecuali disyaratkan pembeli dalam akad
- 35.3.31. Bila buah yang telah dijual terserang hama, penjual tidak halal mengambil harta pembeli (wadh'ul jawa'ih)
- 35.3.32. Perintah Rasulullah untuk menetapkan pengurangan harga sesuai kadar kerusakan
- 35.3.33. Larangan hasil penjualan khamr, upah pelacuran, dan hasil penjualan anjing
- 35.3.34. Larangan menjual emas dengan emas kecuali dengan timbangan sama
- 35.3.35. Larangan menjual satu dinar atau dirham dengan dua dinar atau dirham
- 35.3.36. Larangan melebihkan nilai dalam jual beli dinar atau dirham
- 35.3.37. Jual beli pertukaran uang boleh jika kontan, tapi haram jika tunda
- 35.3.38. Larangan jual beli perak-emas dengan pembayaran tunda
- 35.3.39. Larangan jual beli emas-emas atau perak-perak kecuali jumlah sama
- 35.3.40. Janganlah kamu menjualnya sehingga kamu memisahkan antara emas dan permata
- 35.3.41. Larangan mengambil emas kecuali dengan takaran yang sama
- 35.3.42. Makanan dengan makanan harus sebanding
- 35.3.43. Larangan menjual dua sha' atau dirham dengan satu sha' atau dirham
- 35.3.44. Riba' dapat terjadi dalam jual beli dengan pembayaran tunda
- 35.3.45. Nabi memberikan unta dan uang penjualannya kepada pemilik
- 35.3.46. Praktek Salaf dalam jual beli buah harus dengan takaran dan timbangan yang jelas
- 35.4. Riba
- 35.4.1. Rasulullah melaknat pemakan riba, pemberi riba, penulis, dan dua saksinya
- 35.4.2. Emas dengan emas, perak dengan perak harus sama kadar dan serah terima tunai
- 35.4.3. Setiap tambahan dalam utang yang disyaratkan adalah riba
- 35.4.4. Rasulullah melarang dua takaran berbeda dalam pertukaran bahan pokok
- 35.4.5. Rasulullah bersabda bahwa riba memiliki tujuh puluh cabang dosa, yang paling ringan seperti menzinai ibu sendiri
- 35.4.6. Allah menghancurkan riba dan memberkahi sedekah
- 35.4.7. Rasulullah memperingatkan bahwa umat akan datang suatu masa di mana semua terjerumus dalam riba, walau sedikit
- 35.4.8. Melarang hasil penjualan darah, hasil penjualan anjing dan hasil pelacuran, beliau juga melaknat pemakan riba dan yang memberi makan dan yang mentato dan yang meminta ditato
- 35.5. Sewa menyewa
- 35.5.1. Nabi memperbolehkan sewa tanah dengan upah yang jelas dan waktu yang ditentukan
- 35.5.2. Rasulullah melarang mengambil hasil dari tanah orang lain tanpa izin
- 35.5.3. Nabi membolehkan upah pekerja yang disepakati sebelumnya
- 35.5.4. Barang siapa mempekerjakan orang, wajib membayar upahnya sebelum keringatnya kering
- 35.5.5. Rasulullah melarang mengambil upah dari pekerjaan yang haram
- 35.5.6. Tidak boleh menyewa sesuatu dengan cara yang merugikan salah satu pihak
- 35.5.7. Upah tukang bekam, penjahit, dan pekerja halal selama bukan dalam hal maksiat
- 35.6. Hak tebusan
- 35.6.1. Tawanan perang dapat ditebus dengan harta atau dibebaskan tanpa tebusan menurut kebijakan pemimpin
- 35.6.2. Rasulullah pernah menerima tebusan tawanan Badar dengan mengajarkan baca tulis kepada kaum muslimin
- 35.6.3. Barang siapa menebus saudaranya yang kesulitan, Allah akan menebusnya dari kesulitan di akhirat
- 35.6.4. Tebusan (fidyah) yang sah adalah berdasarkan ridha dan keadilan antara dua pihak
- 35.6.5. Mengirimkan gadis sebagai tebusan pasukan Muslimin
- 35.7. Kemitraan
- 35.7.1. Rasulullah membolehkan syirkah (kemitraan) yang berdasarkan kejujuran dan kesepakatan
- 35.7.2. Nabi melarang syirkah yang mengandung gharar (ketidakjelasan)
- 35.7.3. Allah menjadi pihak ketiga dalam kemitraan selama keduanya jujur dan amanah
- 35.7.4. Rasulullah mengutus sahabat untuk berdagang bersama dengan sistem bagi hasil (mudharabah)
- 35.7.5. Kemitraan yang menimbulkan perselisihan dianjurkan untuk diakhiri dengan adil dan damai
- 35.7.6. Larangan menjual harta serikat tanpa izin dari rekan serikat
- 35.8. Perwakilan
- 35.8.1. Rasulullah mewakilkan sebagian urusan kepada sahabat-sahabatnya, seperti perdagangan dan zakat
- 35.8.2. Wakil bertanggung jawab atas apa yang dilakukan dalam batas wewenangnya
- 35.8.3. Tidak sah perwakilan dalam hal maksiat atau pelanggaran hukum Allah
- 35.8.4. Rasulullah mempercayakan urusan dagang kepada sahabat dengan amanah dan kejujuran
- 35.8.5. Wakil yang berkhianat terhadap amanahnya akan menanggung dosa besar
- 35.9. Gadai
- 35.9.1. Nabi pernah menggadaikan baju besinya kepada orang Yahudi untuk membeli makanan
- 35.9.2. Barang gadai tetap menjadi milik penggadai, tetapi keuntungannya tidak boleh diambil oleh penerima gadai
- 35.9.3. Barang gadai boleh dijual bila tidak ditebus dalam waktu yang disepakati
- 35.9.4. Rasulullah membolehkan gadai meskipun antara muslim dan non-muslim
- 35.9.5. Tidak boleh mengambil manfaat dari barang gadai kecuali dengan izin yang sah
- 35.10. Utang-piutang dan pengalihan utang
- 35.10.1. Orang yang berutang wajib melunasi sesuai waktu yang disepakati
- 35.10.2. Orang kaya yang menunda-nunda pembayaran hutang adalah satu kezaliman
- 35.10.3. Nabi menolak menshalatkan jenazah yang masih memiliki utang tanpa penanggung
- 35.10.4. Barang siapa melunasi utangnya dengan lebih (tanpa syarat), itu termasuk sedekah, bukan riba
- 35.10.5. Utang dapat dialihkan (hiwalah) dengan ridha semua pihak yang terlibat
- 35.10.6. Rasulullah memuji orang yang memberi tenggang waktu kepada yang kesulitan membayar utang
- 35.10.7. Orang yang membebaskan utang saudaranya akan mendapat naungan Allah pada hari kiamat
- 35.10.8. Ampunan Allah bagi orang yang memberi kelonggaran kepada yang kesulitan membayar hutang
- 35.10.9. Orang terbaik adalah yang paling baik menepati janji (melunasi hutang)
- 35.11. Barang pinjaman
- 35.11.1. Rasulullah meminjam barang dari sahabat dan mengembalikannya dengan yang lebih baik
- 35.11.2. Barang pinjaman harus dikembalikan sebagaimana kondisinya ketika dipinjam
- 35.11.3. Tidak halal menahan barang pinjaman tanpa izin pemiliknya
- 35.11.4. Orang yang meminjam lalu mengingkari atau tidak mengembalikan termasuk pencuri
- 35.11.5. Nabi menganjurkan memberi pinjaman sebagai amal kebaikan, sebab setiap pinjaman bernilai sedekah
- 35.11.6. Tidak boleh mengambil keuntungan dari barang yang dipinjam kecuali dengan izin yang jelas dari pemiliknya
- 35.12. Perampasan
- 35.12.1. Rasulullah bersabda: Barang siapa mengambil sejengkal tanah secara zalim, maka akan dikalungkan kepadanya tujuh lapis bumi pada hari kiamat
- 35.12.2. Tidak halal harta seorang muslim kecuali dengan kerelaan hatinya
- 35.12.3. Rasulullah melarang mengambil hak orang lain, sekalipun sedikit, tanpa izin
- 35.12.4. Sumpah palsu untuk mengambil harta orang lain digolongkan sebagai dosa besar
- 35.12.5. Rasulullah bersabda: Siapa yang merampas hak saudaranya, kembalikanlah sebelum diambil darinya di hari kiamat
- 35.12.6. Nabi menolak kesaksian yang dibuat untuk mendukung perampasan harta orang lain
- 35.12.7. Larangan memeras susu ternak orang lain tanpa izin
- 35.13. Pengakuan (iqrar)
- 35.13.1. Rasulullah menegakkan hukum berdasarkan pengakuan yang jujur dari seseorang atas perbuatannya
- 35.13.2. Nabi menerima pengakuan seseorang tanpa paksaan sebagai bukti sah dalam hukum Islam
- 35.13.3. Pengakuan yang diucapkan dengan tekanan atau ketakutan tidak diterima oleh Rasulullah
- 35.13.4. Barang siapa mengaku atas suatu hak, maka ia wajib menunaikannya sesuai pengakuannya
- 35.13.5. Rasulullah mengajarkan agar tidak menuduh tanpa bukti atau pengakuan yang jelas
- 35.13.6. Pengakuan seseorang dianggap sah bila dilakukan dengan kesadaran penuh dan tidak dalam keadaan terpaksa
- 35.14. Jaminan
- 35.14.1. Rasulullah menegaskan bahwa penjamin ikut bertanggung jawab atas orang yang dijaminnya
- 35.14.2. Nabi menerima penjaminan sahabat dalam kasus utang dan tahanan
- 35.14.3. Barang siapa menjamin utang orang lain, maka ia wajib melunasi bila yang dijamin tidak mampu
- 35.14.4. Rasulullah bersabda: Penjamin adalah tanggungan yang kuat, maka berhati-hatilah dalam menanggung orang lain
- 35.14.5. Nabi memperbolehkan penjaminan dalam hal utang, diyat, atau kehadiran di pengadilan
- 35.15. Perdamaian dan arbitrase
- 35.15.1. Rasulullah bersabda: Perdamaian diperbolehkan di antara kaum muslimin selama tidak menghalalkan yang haram dan tidak mengharamkan yang halal
- 35.15.2. Nabi menjadi penengah antara dua pihak yang berselisih dan memutuskan dengan adil
- 35.15.3. Perdamaian yang disepakati dengan ridha dua belah pihak lebih utama daripada perseteruan yang berkepanjangan
- 35.15.4. Rasulullah memerintahkan untuk mendamaikan dua kelompok yang bertikai
- 35.15.5. Barang siapa menengahi untuk kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pelaku kebaikan
- 35.15.6. Rasulullah menolak perdamaian yang mengandung tipu daya atau merugikan salah satu pihak
- 35.15.7. Nabi menegur orang yang bersumpah tidak akan berbuat baik dalam pertengkaran utang, hingga ia melepaskan tuntutannya
- 35.15.8. Nabi mendamaikan Ka'b bin Malik dan Ibnu Abu Hadrad dengan membebaskan separuh hutang dan memerintahkan pelunasan sisanya
- 35.15.9. Tidak disebut pendusta orang yang mendamaikan manusia lalu menyampaikan atau mengatakan yang baik
- 35.16. Bagi hasil perkerbunan, pertanian
- 35.16.1. Rasulullah menyerahkan kebun Khaibar kepada penduduknya untuk digarap dengan biaya mereka sendiri, dengan bagian separuh dari hasilnya
- 35.16.2. Nabi membolehkan kerja sama pengelolaan tanah dengan pembagian hasil yang jelas
- 35.16.3. Tanah yang dikerjakan dengan kesepakatan dan keadilan membawa keberkahan bagi keduanya
- 35.16.4. Rasulullah melarang bagi hasil yang tidak jelas kadarnya atau syarat yang merugikan
- 35.16.5. Sahabat mengelola tanah Nabi dengan sistem bagi hasil yang disepakati tanpa kecurangan
- 35.16.6. Tidak boleh mengambil bagian hasil sebelum panen sesuai waktu yang disepakati
- 35.16.7. Larangan menyewakan sawah akibat unsur ketidakpastian (gharar)
- 35.16.8. Rafi' bin Khadij menjelaskan bahwa yang dilarang adalah sewa tanah dengan bayaran hasil petak tertentu, sedangkan sewa dengan emas dan perak tidak mengapa
- 35.16.9. Meminjamkan tanah kepada saudaranya tanpa imbalan lebih baik daripada mengambil sewa yang ditentukan
- 35.16.10. Rasulullah melarang kami dari praktik Al Mukhabarah (Seseorang membayari tanah hanya dengan setengah, sepertiga atau seperempat)
- 35.16.11. Larangan praktek muzara'ah (yaitu mengelola tanah perkebunan orang lain dengan imbalan sebagian dari hasil panennya)
- 35.17. Kebangrutan
- 35.17.1. Rasulullah bersabda: Orang yang bangkrut di akhirat adalah yang datang membawa amal tetapi menzalimi orang lain
- 35.17.2. Nabi memerintahkan agar harta orang yang bangkrut dijual untuk melunasi utangnya
- 35.17.3. Utang harus didahulukan pelunasannya dari harta peninggalan orang yang pailit
- 35.17.4. Rasulullah menunda hukuman bagi orang bangkrut yang benar-benar tidak mampu membayar
- 35.17.5. Tidak boleh menagih dengan keras kepada orang yang sudah tidak mampu secara nyata
- 35.17.6. Barang siapa memberi keringanan kepada orang bangkrut, maka Allah akan memberinya keringanan di akhirat
- 35.17.7. Anjuran bersedekah kepada orang yang bangkrut, dan para pemberi hutang hanya mengambil apa yang ada tanpa menuntut sisanya
- 35.17.8. Penjual yang mendapati barangnya masih utuh pada orang yang bangkrut lebih berhak mengambilnya daripada para pemberi hutang lainnya
- 35.18. Fasilitas umum dan jalan
- 35.18.1. Rasulullah bersabda: Jauhilah duduk di jalan, jika terpaksa maka berikan hak jalan
- 35.18.2. Seseorang menyingkirkan kayu berduri dari jalan seraya berharap ampunan, lalu Allah mengampuninya dan memasukkannya ke surga
- 35.18.3. Rasulullah melarang menutup jalan umum atau menghalangi orang lewat
- 35.18.4. Air, padang rumput, dan api adalah hak bersama umat Islam
- 35.18.5. Tidak boleh memonopoli sumber air atau jalan yang digunakan orang banyak
- 35.18.6. Nabi menegur orang yang membuang najis atau kotoran di jalan umum
- 35.18.7. Nabi menetapkan jalan dibagi sepanjang tujuh hasta jika ada selisih
- 35.19. Ketidakjelasan dan spekulasi
- 35.19.1. Rasulullah melarang jual beli yang mengandung ketidakjelasan (gharar)
- 35.19.2. Nabi melarang jual beli anak hewan yang masih dalam kandungan atau janin hewan yang belum lahir
- 35.19.3. Judi (maysir) diharamkan karena mengandung unsur untung-untungan dan permusuhan
- 35.19.4. Rasulullah melarang menukar barang dengan ketidakjelasan hasil seperti beli hasil panen yang belum tampak
- 35.19.5. Jangan membeli sesuatu yang tidak pasti dapat dimiliki atau diserahkan
- 35.19.6. Rasulullah melarang mempermainkan nasib dan keberuntungan dalam transaksi
- 35.20. Asuransi
- 35.20.1. Rasulullah menyerukan konsep takaful (tolong-menolong) dalam menanggung beban musibah dan kehilangan
- 35.20.2. Kaum muslimin bagaikan satu tubuh; jika satu anggota sakit, seluruh tubuh ikut merasakan
- 35.20.3. Rasulullah menetapkan sistem diyat (ganti rugi) yang ditanggung bersama oleh kerabat (‘aqilah)
- 35.20.4. Setiap perjanjian tolong-menolong untuk melindungi harta dan jiwa yang tidak bertentangan dengan syariat diperbolehkan
- 35.20.5. Rasulullah bersabda: Tolonglah saudaramu baik dalam keadaan zalim maupun dizalimi
- 35.21. Transaksi perbankan kontenporer
- 35.21.1. Rasulullah menegaskan larangan riba dalam segala bentuk tambahan yang disyaratkan atas pinjaman
- 35.21.2. Keuntungan sah hanya dari transaksi yang disertai risiko dan kepemilikan nyata
- 35.21.3. Keuntungan sah hanya dari transaksi yang disertai risiko dan kepemilikan nyata
- 35.21.4. Nabi menekankan amanah dalam menjaga titipan dan harta orang lain
- 35.21.5. Barang siapa mengelola harta umat dengan adil akan diberi naungan Allah pada hari kiamat
- 35.21.6. Rasulullah bersabda: Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para nabi dan orang-orang saleh
- 35.22. Menghidupkan lahan mati dan hak atas air
- 35.22.1. Rasulullah bersabda: Siapa yang menghidupkan tanah mati maka ia berhak atasnya
- 35.22.2. Nabi memberikan tanah kepada orang yang menggarap dan memanfaatkannya secara nyata
- 35.22.3. Tanah tidak boleh dibiarkan kosong tanpa manfaat bila orang lain mampu mengelolanya
- 35.22.4. Air adalah milik bersama, tidak boleh dihalangi dari orang yang membutuhkannya
- 35.22.5. Rasulullah melarang menjual air secara monopoli bila dibutuhkan orang banyak
- 35.22.6. Orang yang menanam pohon atau menebar benih lalu dimanfaatkan makhluk hidup akan mendapat pahala
- 35.22.7. Larangan menahan kelebihan air, karena dengannya orang lain terhalang memanfaatkan rumput di sekitarnya
- 35.23. Syuf'ah (Hak Membeli Terlebih Dahulu)
- 35.24. Barang Temuan (Luqathah)
- 35.1. Surat menyurat
- 36. Had dan Jinayah (Hukum Pidana)
- 36.1. Diyat
- 36.1.1. Surat Rasulullah tentang diyat atas jiwa dan luka
- 36.1.2. Untuk tulang retak dan bergeser diyatnya lima belas ekor unta
- 36.1.3. Untuk setiap jari dari jari-jari tangan dan kaki diyatnya sepuluh ekor unta
- 36.1.4. Untuk luka dalam hingga terlihat tulangnya adalah lima ekor unta
- 36.1.5. Untuk gigi (dendanya) lima ekor unta
- 36.1.6. Rasulullah menetapkan bahwa diyat perempuan adalah setengah dari diyat laki-laki dalam pembunuhan tidak sengaja
- 36.1.7. Diyat untuk pembunuhan tidak sengaja (khatha’) ditanggung oleh ‘aqilah (keluarga pihak pelaku)
- 36.1.8. Rasulullah menetapkan seratus ekor unta sebagai diyat bagi jiwa manusia yang terbunuh tanpa sengaja
- 36.1.9. Dalam kasus pembunuhan keliru, Nabi membedakan antara kelalaian dan sengaja dalam menentukan jumlah diyat
- 36.1.10. Nabi menegaskan bahwa diyat harus dibayar secara adil dan tidak boleh dikurangi dengan alasan status sosial korban
- 36.1.11. Diyat bagi wanita yang meninggal dan pembebasan budak sebagai tebusan janin yang gugur akibat perkelahian
- 36.1.12. Diyat janin yang terbunuh dengan ghurrah yang ditanggung oleh pihak wanita yang membunuh
- 36.1.13. Barangsiapa melihat ke dalam rumah seseorang tanpa izin kemudian si pemilik rumah mencolok matanya, maka tidak ada diyat (denda)
- 36.2. Qishas
- 36.2.1. Rasulullah bersabda: Jiwa dibalas dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, dan luka dengan luka setimpal
- 36.2.2. Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena tiga hal: (1) orang yang berzina dan sudah menikah, (2) pembunuh yang disengaja, (3) orang yang murtad setelah beriman
- 36.2.3. Ketika seorang wanita dari suku Makhzum mencuri, Nabi menegakkan hukum dengan memotong tangannya tanpa pandang bulu
- 36.2.4. Rasulullah menolak permohonan syafaat dalam kasus hudud, dan bersabda: Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya
- 36.2.5. Rasulullah memerintahkan agar pelaksanaan qishas dilakukan tanpa melebihi batas
- 36.2.6. Nabi melarang orang yang dizalimi membalas dengan berlebihan melebihi kezaliman yang diterimanya
- 36.2.7. Dimaafkannya pelaku qishas menjadi sebab gugurnya hukuman dan diberi ganjaran besar di sisi Allah
- 36.2.8. Rasulullah bersabda: Barang siapa membunuh seseorang di luar hukum, maka ia tergolong membantu kebinasaan di dunia dan akhirat
- 36.2.9. Dalam pelaksanaan qishas, Nabi melarang penyiksaan terhadap pelaku, melainkan dilakukan dengan cara yang adil dan manusiawi
- 36.2.10. Nabi menegakkan qishas atas seorang Yahudi yang membunuh dengan batu, dengan cara yang setimpal
- 36.2.11. Tidak ada qishas atas gigi yang tanggal karena korban menarik tangannya dari mulut penggigit
- 36.2.12. Pembunuh dan yang terbunuh sama-sama di neraka bila keduanya sama-sama berniat membunuh, dan Nabi menganjurkan wali korban memaafkan
- 36.3. Peradilan
- 36.3.1. Rasulullah bersabda: Jika dua orang datang kepadamu untuk diadili, janganlah engkau memutuskan hingga engkau mendengar dari kedua belah pihak
- 36.3.2. Nabi mengangkat para sahabat sebagai hakim dan memberi petunjuk agar berhukum dengan Al-Qur’an dan Sunnah
- 36.3.3. Rasulullah bersabda: Hakim ada tiga golongan, dua di neraka dan satu di surga, yang di surga adalah yang memutus dengan kebenaran
- 36.3.4. Barang siapa diangkat menjadi hakim, sungguh ia telah disembelih tanpa pisau
- 36.3.5. Rasulullah mengajarkan agar hakim tidak memutuskan perkara dalam keadaan marah atau tergesa-gesa
- 36.3.6. Kesaksian palsu disamakan dengan syirik karena merusak keadilan hukum
- 36.3.7. Rasulullah menegaskan bahwa bukti menjadi tanggung jawab penggugat, sedangkan sumpah bagi yang mengingkari
- 36.3.8. Nabi tidak menerima kesaksian orang yang fasik, pembohong, atau memiliki kepentingan dalam perkara
- 36.3.9. Dalam kasus yang tidak ditemukan bukti, Rasulullah menyerahkan keputusan kepada sumpah dari pihak yang dituduh
- 36.3.10. Rasulullah menolak hadiah yang diberikan kepada hakim karena dianggap suap (risywah)
- 36.3.11. Hakim makan barang yang dihadiahkan maka ia telah makan kemurkaan, dan jika menerima suap maka itu akan menariknya kepada kakufuran
- 36.3.12. Setelah wahyu sudah tidak datang lagi, kita menilai seseorang dari zhahirnya yang tampak
- 36.3.13. Qasamah yang berlaku di masa jahiliyah ditetapkan Nabi, dan dengannya beliau memutus perkara Bani Haritsah atas pembunuhan yang dituduhkan kepada seorang Yahudi
- 36.3.14. Rasulullah menetapkan perkara dengan sumpah dan satu saksi
- 36.3.15. Pahala ijtihad bagi hakim (benar dapat dua pahala/sepuluh, salah tetap dapat pahala)
- 36.3.16. Jangan ambil hak saudara dengan argumen yang salah, itu api neraka
- 36.3.17. Orang-orang yang berlaku adil akan berada di atas mimbar dari cahaya di sisi kanan Ar-Rahman pada hari kiamat
- 36.4. Hukuman Ta’zir
- 36.4.1. Rasulullah menjatuhkan hukuman kepada orang yang mabuk, namun tidak sampai hukuman had karena kadar mabuknya ringan
- 36.4.2. Nabi menghukum orang yang mencaci sahabatnya dengan cambukan dan nasihat tanpa mengumumkannya di hadapan umum
- 36.4.3. Rasulullah menghukum orang yang melakukan dosa yang tidak memiliki had tertentu dengan ta‘zir sesuai kebijaksanaan hakim
- 36.4.4. Ta‘zir bertujuan untuk memperbaiki dan mendidik, bukan untuk membalas dendam
- 36.4.5. Rasulullah melarang pemukulan yang melukai atau meninggalkan bekas berat dalam pelaksanaan hukuman ta‘zir
- 36.4.6. Nabi memberi kelonggaran kepada pelaku pelanggaran kecil dengan teguran, bukan hukuman fisik
- 36.4.7. Rasulullah menjadikan ta‘zir sebagai sarana pendidikan moral dan sosial bagi pelaku kesalahan ringan
- 36.4.8. Sahabat menerapkan ta‘zir dengan prinsip proporsionalitas, sesuai tingkat kesalahan dan niat pelaku
- 36.4.9. Nabi SAW dan Abu Bakar mencambuk peminum khamer 40x dengan pelepah kurma
- 36.4.10. Hukum peminum khamer adalah cambuk, jika terus berulang, bunuh
- 36.4.11. Larangan mencambuk lebih dari 10 kali kecuali dalam hukuman had
- 36.4.12. Nabi SAW menyuruh memukul peminum arak dengan tangan, pelepah, dan sandal
- 36.5. Hudud
- 36.5.1. Rasulullah menetapkan potong tangan bagi pencuri yang mencuri harta yang mencapai nisab dan bukan dalam keadaan darurat
- 36.5.2. Nabi melarang menegakkan had dalam keadaan ragu: Tolaklah hukuman hudud dengan adanya keraguan
- 36.5.3. Rasulullah menegakkan hukuman rajam terhadap pezina muhshan (yang sudah menikah)
- 36.5.4. Untuk pezina ghairu muhshan (belum menikah), Nabi menjatuhkan hukuman seratus cambukan dan pengasingan selama satu tahun
- 36.5.5. Rasulullah bersabda: Barang siapa menuduh zina tanpa bukti empat saksi, maka hendaklah dicambuk delapan puluh kali
- 36.5.6. Nabi menolak menegakkan had bagi orang yang mengaku di bawah tekanan
- 36.5.7. Rasulullah memberi kesempatan kepada orang yang mengaku dosa untuk bertaubat sebelum hukuman ditegakkan
- 36.5.8. Rasulullah menolak orang yang ingin mencabut kembali pengakuan setelah had ditegakkan, dengan mengatakan: Semoga taubatmu cukup untukmu
- 36.5.9. Nabi merajam laki-laki dan wanita Yahudi
- 36.5.10. Penangguhan pelaksanaan had sampai waktu yang sesuai
- 36.5.11. Tidak menyesal menegakkan hukuman, kecuali pada peminum khamar
- 36.5.12. Tangan pencuri dipotong (jika hasil curian) mencapai seperempat dinar atau lebih
- 36.5.13. Nabi Shallallahu 'Alaihi Sallam pernah memotong tangan orang yang mencuri tameng seharga tiga dirham
- 36.5.14. Allah melaknat seorang pencuri, ia mencuri telur maka dipotonglah tangannya, dan ia mencuri seutas tali maka dipotonglah tangannya
- 36.5.15. Larangan memberi keringanan hudud karena kedudukan pelaku, dan sebab binasanya umat terdahulu karena membeda-bedakan penegakan hukum
- 36.5.16. Perlindungan dari kerabat Nabi tidak menggugurkan hukuman potong tangan atas pencuri
- 36.5.17. Hukuman zina: perjaka dengan perawan dicambuk seratus kali dan diasingkan setahun, sedangkan yang sudah menikah dicambuk dan dirajam
- 36.5.18. Khutbah Umar bahwa ayat rajam termasuk yang diturunkan Allah bersama Al-Kitab
- 36.5.19. Nabi menolak pengakuan Ma'iz hingga empat kali, lalu memastikan ia tidak gila dan sudah menikah sebelum memerintahkan rajam
- 36.5.20. Wanita yang diperkosa tidak dikenai hukuman, dan orang yang dituduh keliru dibebaskan setelah pelaku sebenarnya mengaku
- 36.5.21. Nabi memutuskan cambuk seratus kali dan pengasingan setahun bagi pezina yang belum menikah, dan rajam bagi yang sudah menikah
- 36.5.22. Nabi memerintahkan pembunuhan Ka'ab bin Al-Asyraf karena ia telah menghina Allah dan Rasul-Nya
- 36.6. Pembunuhan dan Kekerasan
- 36.6.1. Rasulullah bersabda: Tidak halal darah seorang muslim kecuali dengan tiga alasan
- 36.6.2. Barang siapa membunuh orang kafir mu‘ahad (yang dilindungi), maka ia tidak akan mencium bau surga
- 36.6.3. Nabi melarang membunuh wanita, anak-anak, dan orang tua dalam peperangan
- 36.6.4. Rasulullah menegaskan bahwa orang yang membantu pembunuhan akan mendapat dosa seperti pelakunya
- 36.6.5. Orang yang terbunuh dalam mempertahankan hartanya, keluarganya, atau agamanya termasuk syahid
- 36.6.6. Rasulullah menegaskan bahwa setiap darah harus dipertanggungjawabkan, bahkan darah seekor burung pun tanpa alasan yang benar
- 36.6.7. Mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran
- 36.7. Hukum Penjara dan Penahanan
- 36.7.1. Rasulullah pernah menahan tersangka hingga jelas perkara yang dituduhkan
- 36.7.2. Nabi tidak menahan orang tanpa alasan syar‘i yang jelas
- 36.7.3. Penahanan dilakukan untuk menjaga keamanan dan menunggu kejelasan bukti, bukan sebagai bentuk penyiksaan
- 36.7.4. Sahabat menahan pelaku tindak pidana ringan untuk memperbaiki perilakunya sebelum dibebaskan
- 36.7.5. Rasulullah memerintahkan agar tawanan diperlakukan dengan baik, diberi makan dan tidak disiksa
- 36.1. Diyat
- 37. Sumpah, Nadzar dan Persaksian
- 37.1. Sumpah dan kafaratnya
- 37.1.1. Rasulullah bersabda: Barang siapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat syirik
- 37.1.2. Janganlah bersumpah kecuali dengan nama Allah
- 37.1.3. Sumpah tidak berlaku dalam kemaksiatan kepada Allah
- 37.1.4. Barangsiapa bersumpah atas suatu hal lalu melihat yang lebih baik darinya, hendaklah ia membayar kafarat dan melakukan yang lebih baik
- 37.1.5. Rasulullah bersabda: Janganlah engkau banyak bersumpah, karena banyak sumpah menyebabkan hilangnya keberkahan
- 37.1.6. Sumpah dusta yang digunakan untuk mengambil harta orang lain disebut sumpah ghamus dan termasuk dosa besar
- 37.1.7. Rasulullah menegaskan bahwa sumpah tidak berlaku bagi orang yang lupa, terpaksa, atau dalam keadaan tidak sadar
- 37.1.8. Sumpah harus diucapkan dengan kesungguhan hati dan tidak dijadikan kebiasaan ringan dalam percakapan
- 37.1.9. Barangsiapa bersumpah dengan agama selain Islam secara sengaja sekalipun ia dusta, maka ia bagaikan apa yang dikatakannya
- 37.1.10. Larangan bersumpah dengan nama bapak-bapak kalian
- 37.1.11. Barangsiapa bersumpah dengan nama Latta dan Uzza hendaklah mengucapkan Laa ilaaha illallaah
- 37.1.12. Bersumpah kemudian melihat ada yang lebih baik, hendaklah mengambil yang lebih baik dan membayar kafarat sumpahnya
- 37.1.13. Ucapan suami "engkau haram bagiku" wajib ditebus dengan kafarat sumpah dan tidak dihitung sebagai talak
- 37.1.14. Sumpah dinilai menurut maksud orang yang memintanya bersumpah, bukan menurut takwil orang yang bersumpah
- 37.1.15. Sumpah itu tergantung dengan niat orang yang mengatakan sumpah
- 37.1.16. terus menerus mengucapkan sumpah (janji) terhadap istrinya adalah dosa, maka wajib baginya membayar kafarat
- 37.2. Larangan Bersumpah Palsu
- 37.2.1. Rasulullah bersabda: Sumpah palsu yang digunakan untuk mengambil harta seorang muslim menyebabkan kemurkaan Allah
- 37.2.2. Orang yang bersumpah dusta di pasar akan kehilangan keberkahan jual belinya
- 37.2.3. Rasulullah menyebut sumpah palsu sebagai dosa besar yang menyebabkan kehancuran di akhirat
- 37.2.4. Allah tidak akan berbicara dengan tiga golongan pada hari kiamat, salah satunya orang yang bersumpah dusta untuk menipu dagangan
- 37.2.5. Sumpah palsu (ghamus) disebut demikian karena menenggelamkan pelakunya ke dalam dosa besar
- 37.2.6. Nabi memperingatkan agar tidak menjadikan nama Allah sebagai alat untuk menutupi kebohongan
- 37.2.7. Sumpah melariskan dagangan tapi menghilangkan barakah
- 37.2.8. Jauhi bersumpah dalam dagang, karena melariskan tapi menghilangkan barakah
- 37.3. Bai’at
- 37.3.1. Barangsiapa mati tanpa bai’at di lehernya, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah
- 37.3.2. Rasulullah membai’at para sahabat untuk mendengar dan taat, menegakkan shalat, menunaikan zakat dan menasehati setiap muslim
- 37.3.3. Mendengar dan taat adalah haq (kewajiban) selama tidak diperintah berbuat maksiat
- 37.3.4. Rasulullah menerima bai’at wanita dengan syarat tidak menyekutukan Allah, tidak mencuri, tidak berzina, dan tidak membunuh anak
- 37.3.5. Bai’at dilakukan hanya untuk ketaatan kepada Allah dan Rasul, bukan untuk tujuan duniawi
- 37.3.6. Barangsiapa membatalkan bai’atnya karena dunia, maka ia tidak akan mencium bau surga
- 37.3.7. Rasulullah menegaskan bahwa bai’at adalah ikatan iman, bukan sekadar janji politik atau sosial
- 37.3.8. Bai’at tidak sah kecuali kepada pemimpin yang memerintah dengan syariat Allah
- 37.3.9. Bai'at atas islam dan jihat karena hijrah sudah berlalu
- 37.3.10. Bai'at di bai'atur ridjwan, larangan bersumpah palsu dan bunuh diri
- 37.3.11. Jarir berkata, aku berbaiat kepada Nabi SAW untuk menasihati setiap muslim
- 37.3.12. Bai'at untuk senantiasa mendengar dan ta'at, saat giat mapun malas, dan saat kesulitan maupun kesusahan
- 37.3.13. Bai'at salah seorang menderita penyakit kusta
- 37.3.14. Bai'at Dlimadl bersumpah setia dengan anda untuk memeluk islam
- 37.3.15. Aku tidak akan berbai'at kepada seseorang untuk kematian setelah Rasulullah SAW
- 37.3.16. Saya tidak akan berbai'at untuk mati lagi kepada seorang pun setelah Rasulullah
- 37.3.17. Baiat untuk Islam, Jihad, dan kebaikan, bukan lagi hijrah
- 37.4. Nadzar
- 37.4.1. Nadzar tidak dapat menolak takdir, hanyasannya nadzar itu adalah sesuatu yang dikeluarkan dari seorang yang bakhil
- 37.4.2. Barang siapa bernadzar untuk taat kepada Allah, hendaklah ia menunaikannya. Barang siapa bernadzar untuk maksiat, janganlah ia menunaikannya
- 37.4.3. Nabi melarang bernadzar dalam hal yang tidak mungkin atau menyulitkan diri sendiri
- 37.4.4. Rasulullah menunaikan nadzar dengan cara yang sederhana dan sesuai kemampuan
- 37.4.5. Nabi menegaskan bahwa nadzar sah bila disertai niat ikhlas karena Allah, bukan untuk pamer
- 37.4.6. Tidak ada nadzar dalam hal yang tidak dimiliki oleh manusia
- 37.4.7. Nabi melarang menjadikan nadzar sebagai alat tawar-menawar dengan Allah (seperti berkata: jika aku sembuh, aku akan berbuat ini)
- 37.4.8. Barang siapa meninggalkan nadzarnya tanpa uzur, wajib membayar kafarat seperti kafarat sumpah
- 37.4.9. Nadzar orang yang meninggal sebelum menunaikannya ditunaikan oleh ahli warisnya
- 37.4.10. Nadzar dalam maksiat dan di luar kemampuan tidak wajib dilaksanakan
- 37.4.11. Nadzar berjalan kaki ke Baitullah bagi yang tidak sanggup ditunaikan dengan berjalan dan berkendara
- 37.4.12. Kafarat Nadzar sama dengan kafarah sumpah
- 37.4.13. Nadzar yang diucapkan pada masa jahiliyah tetap wajib ditunaikan setelah masuk Islam
- 37.5. Persaksian Palsu
- 37.5.1. Persaksian palsu disamakan dengan perbuatan mensekutukan Allah
- 37.5.2. Rasulullah bersabda: Maukah aku beritahukan dosa terbesar di antara dosa besar?, yaitu syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, dan persaksian palsu
- 37.5.3. Para sahabat mengatakan: Rasulullah terus mengulang-ulang tentang bahayanya persaksian palsu hingga kami berharap beliau diam karena kasihan
- 37.5.4. Rasulullah menegaskan bahwa kesaksian palsu akan menyebabkan lenyapnya hak dan tersebarnya kezaliman di masyarakat
- 37.5.5. Tidak diterima kesaksian orang yang diketahui suka berdusta atau memiliki kepentingan dalam perkara
- 37.5.6. Rasulullah menolak kesaksian orang yang memberikan persaksian tanpa diminta atau tanpa diminta oleh hakim
- 37.5.7. Kesaksian harus ditegakkan karena Allah, meskipun terhadap diri sendiri, orang tua, atau kerabat dekat
- 37.5.8. Rasulullah bersabda: Kesaksian yang benar akan menegakkan keadilan, dan kesaksian palsu akan menghancurkannya
- 37.6. Kesaksian Umum (Syahadah)
- 37.6.1. Rasulullah bersabda: Sampaikan kesaksian meskipun terhadap diri sendiri
- 37.6.2. Kesaksian dua orang yang adil menjadi dasar dalam penegakan hukum
- 37.6.3. Nabi menerima kesaksian satu orang laki-laki dan dua orang perempuan dalam perkara muamalah
- 37.6.4. Kesaksian yang disampaikan karena Allah lebih tinggi nilainya daripada harta atau kehormatan dunia
- 37.6.5. Rasulullah memerintahkan umatnya untuk tidak menolak diminta menjadi saksi dalam perkara kebenaran
- 37.6.6. Orang yang menolak memberikan kesaksian kebenaran tanpa alasan akan mendapat dosa
- 37.6.7. Rasulullah menegaskan agar saksi tidak memihak karena kedekatan atau kebencian terhadap pihak tertentu
- 37.6.8. Saksi terbaik adalah yang bersaksi sebelum diminta
- 37.1. Sumpah dan kafaratnya
- 38. Fitrah, Tabiat dan Nafsu dalam Hati Manusia
- 38.1. Hati
- 38.1.1. Dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging: apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh, itulah hati
- 38.1.2. Hati berada di antara dua jari dari jari-jari Ar-Rahman: Dia membolak-balikkan sebagaimana Dia kehendaki
- 38.1.3. Rasulullah sering berdoa: Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu
- 38.1.4. Hati manusia dapat berkarat seperti besi: dan dzikrullah-lah yang mengkilapkannya
- 38.1.5. Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian
- 38.1.6. Hati manusia bisa tertutup oleh noda dosa setiap kali ia melakukan dosa. Jika ia bertaubat, hatinya kembali bersih
- 38.1.7. Tanda hati yang hidup adalah lembut terhadap kebenaran dan mudah tersentuh oleh ayat-ayat Allah
- 38.1.8. Rasulullah bersabda: Hati itu berdebar antara harapan dan takut: siapa yang menguatkan harapan tanpa takut, binasalah ia
- 38.1.9. Budi pekerti baik. dosa ialah perbuatan atau tindakan yang menyesakkan dada
- 38.1.10. Akhlak orang mukmin - yang dimaksud dengan kaya adalah kaya jiwa
- 38.2. Fitrah
- 38.2.1. Setiap anak dilahirkan di atas fitrah
- 38.2.2. Orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi
- 38.2.3. Fitrah mencakup lima perkara: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan memendekkan kumis
- 38.2.4. Rasulullah bersabda: Sepuluh perkara termasuk fitrah, di antaranya bersiwak dan mencuci sela-sela jari
- 38.2.5. Islam itu sesuai dengan fitrah manusia: tidak ada satu pun perintahnya yang bertentangan dengan tabiat manusia yang lurus
- 38.2.6. Rasulullah bersabda: Tidak ada bayi yang lahir kecuali malaikat menyentuh lambungnya, sehingga ia menangis
- 38.2.7. Fitrah adalah kesucian yang cenderung kepada kebenaran dan menjauhi keburukan
- 38.2.8. Allah menciptakan hamba-hamba-Nya dalam keadaan hanif (lurus), lalu setan menyimpangkan mereka dari fitrah itu
- 38.3. Hawa Nafsu
- 38.3.1. Hasrat anak adam yang tidak pernah terpenuhi kecuali mata dan mulutnya dipenuhi dengan tanah
- 38.3.2. Seandainya anak cucu Adam memiliki harta sepenuh dua lembah niscaya ia akan mencari lembah ketiga
- 38.3.3. Allah membenci perbuatan banyak bertanya
- 38.3.4. Musuh yang paling berbahaya bagi setiap manusia adalah hawa nafsunya sendiri
- 38.3.5. Orang kuat bukan yang menang dalam gulat, tapi yang mampu menahan amarahnya
- 38.3.6. Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa
- 38.3.7. Hawa nafsu mengajak kepada keburukan kecuali yang dirahmati oleh Allah
- 38.3.8. Sesungguhnya orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi, lalu orang-orang saleh, kemudian yang serupa dengan mereka
- 38.3.9. Rasulullah bersabda: Celakalah hamba dinar, dirham, dan pakaian mewah, ia mengikuti nafsunya, bukan Tuhannya
- 38.3.10. Orang yang mengikuti hawa nafsunya akan berpaling dari kebenaran meskipun ia mengetahuinya
- 38.3.11. Dua batu kerikil: cita-cita dan ajal
- 38.3.12. Definisi orang kuat hakiki: Orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah
- 38.4. Tabiat Manusia
- 38.4.1. Manusia diciptakan tergesa-gesa: ia ingin segera melihat hasil sebelum waktunya
- 38.4.2. Manusia apabila diberi kenikmatan, ia kufur: apabila ditimpa musibah, ia mengeluh
- 38.4.3. Manusia lebih mencintai dunia daripada akhirat kecuali yang dirahmati oleh Allah
- 38.4.4. Rasulullah bersabda: Orang beriman itu akhlaknya lembut dan hatinya mudah tersentuh, sedangkan orang munafik keras dan sombong
- 38.4.5. Tabiat orang beriman ialah mencintai sesama dan tidak menebar kebencian
- 38.4.6. Manusia senang dipuji, namun Allah mencintai orang yang rendah hati dan tidak sombong
- 38.4.7. Setiap manusia akan meniru tabiat teman dekatnya: maka perhatikanlah dengan siapa engkau berteman
- 38.4.8. Manusia diciptakan dengan kecenderungan mencintai harta dan keturunan, tetapi sebaik-baik manusia ialah yang menundukkan cinta itu untuk ketaatan
- 38.4.9. Orang yang sudah berumur itu menyukai dua hal: umur yang panjang dan punya bayak harta
- 38.4.10. Manusia ibarat barang tambang; yang terbaik di masa jahiliah adalah yang terbaik pula dalam Islam apabila mereka memahami agama
- 38.4.11. Empat ciri orang munafik: berbicara bohong, jika berjanji mengingkari, jika membuat perjanjian berkhianat, dan jika bertengkar berlaku curang
- 38.4.12. Jangan mengangankan mati karena musibah
- 38.4.13. Manusia bagaikan seratus unta tidak ada yang dapat ditunggangi
- 38.4.14. Karakteristik dan kesesuaian watak jiwa manusia dalam menentukan ikatan keakraban
- 38.5. Bisikan Hati dan Lintasan Nafsu
- 38.5.1. Sesungguhnya Allah memaafkan umatku dari lintasan hati mereka selama belum diucapkan atau dilakukan
- 38.5.2. Setan berputar di dalam tubuh manusia seperti aliran darah
- 38.5.3. Rasulullah bersabda: Setan datang kepada salah seorang dari kalian dan berkata, “Siapa yang menciptakan ini dan itu?” hingga ia berkata, “Siapa yang menciptakan Tuhanmu?” Maka jika sampai pada hal itu, hendaklah ia berlindung kepada Allah dan berhenti
- 38.5.4. Hati yang berdzikir akan tenang, dan hati yang lalai akan dikuasai bisikan buruk
- 38.5.5. Sesungguhnya niat itu menentukan nilai amal, barangsiapa berniat karena Allah, maka amalnya diterima
- 38.5.6. Rasulullah bersabda: Dalam diri manusia terdapat dua seruan yaitu seruan malaikat kepada kebaikan dan seruan setan kepada keburukan: siapa yang mendapat seruan malaikat, maka ia mendapat rahmat
- 38.6. Jiwa dan Ketenangan
- 38.6.1. Orang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah; keduanya ada kebaikan, tetapi peganglah yang bermanfaat bagi jiwamu
- 38.6.2. Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya
- 38.6.3. Rasulullah bersabda: Tidaklah hati seorang mukmin tenteram kecuali dengan mengingat Allah
- 38.6.4. Jiwa orang mukmin akan selalu merasa gelisah hingga ia menunaikan hak-hak saudaranya
- 38.6.5. Allah menanamkan ketenangan dalam hati orang-orang beriman agar iman mereka bertambah
- 38.6.6. Rasulullah bersabda: Orang yang paling bahagia ialah yang hatinya lapang dan jiwanya tenteram dengan qadha Allah
- 38.6.7. Sesungguhnya di dalam diri manusia terdapat nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan, kecuali yang dijaga oleh rahmat Allah
- 38.1. Hati
- 39. Perbuatan Ahli Surga dan Ahli Neraka
- 39.1. Perbuatan ahli surga
- 39.1.1. Kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga
- 39.1.2. Orang yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya (lisan) dan dua kakinya (kemaluan), maka aku jamin baginya surga
- 39.1.3. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam
- 39.1.4. Orang yang menyantuni anak yatim dan aku (Rasulullah) akan bersama di surga seperti dua jari ini
- 39.1.5. Barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah bangunkan baginya rumah di surga
- 39.1.6. Seorang wanita masuk surga karena memberi minum seekor anjing yang kehausan
- 39.1.7. Surga dijadikan dekat dengan orang-orang yang bertakwa, penuh dengan ucapan salam dan keselamatan
- 39.1.8. Rasulullah bersabda: Sesungguhnya penghuni surga adalah orang yang lemah namun bertawakal kepada Allah
- 39.1.9. Orang yang menahan amarah padahal ia mampu melampiaskannya, Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk untuk memilih bidadari mana yang ia kehendaki
- 39.1.10. Ahli surga ialah orang yang hatinya lembut, lisannya jujur, dan tangannya bersih dari pengkhianatan
- 39.1.11. Senyuman kepada saudaramu adalah sedekah dan menjadi sebab turunnya rahmat
- 39.1.12. Tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman dan tidak akan beriman sehingga kalian saling mencintai, amalan yang jika diamalkan maka kalian akan saling mencintai, sebarkanlah salam
- 39.1.13. Amal mulya itu ada pada seseorang kecuali dia pasti akan masuk surga
- 39.2. Perbuatan ahli neraka
- 39.2.1. Kedustaan akan mengantar pada kejahatan, dan kejahatan itu akan membawa ke neraka
- 39.2.2. Mencuri sehelai kain dari harta rampasan perang menjadi sebab masuk neraka
- 39.2.3. Tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah dan tidak disucikan pada hari kiamat: orang yang mengungkit pemberiannya, orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu, dan orang yang menurunkan kainnya karena sombong
- 39.2.4. Orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sesungguhnya ia menelan api ke dalam perutnya
- 39.2.5. Orang yang memutus silaturahim tidak akan masuk surga
- 39.2.6. Tidak akan mencium bau surga orang yang di hatinya ada kesombongan
- 39.2.7. Rasulullah bersabda: Barang siapa menipu kami, maka ia bukan golongan kami
- 39.2.8. Orang yang memakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat seperti orang gila yang kerasukan setan
- 39.2.9. Dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya: wanita yang berpakaian tapi telanjang dan laki-laki yang membawa cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia
- 39.2.10. Pengadu domba tidak akan masuk surga
- 39.2.11. Orang yang menarik kembali pemberiannya seperti anjing yang menelan muntahannya sendiri
- 39.2.12. Rasulullah bersabda: Tidaklah seseorang menumpuk harta kecuali ia akan dihisab keras pada hari kiamat
- 39.2.13. Ahli neraka ialah setiap orang yang keras hati, kasar, dan sombong
- 39.2.14. Barangsiapa mensetubuhi binatang maka bunuhlah ia beserta binatang tersebut
- 39.2.15. Mereka mendapatkan siksa yang pedih, yaitu pemimpin yang pendusta
- 39.2.16. Mereka mendapatkan siksa yang pedih, orang fakir yang sombong
- 39.2.17. Barangsiapa yang menghunuskan kepada kami, maka bukan golongan kami
- 39.2.18. Bukan termasuk golongan kami orang yang memukul pipi, merobek-robek saku dan meratap dengan kata-kata jahiliyah
- 39.2.19. Tiga orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat: yang gugur berperang, yang berilmu dan membaca Al-Qur'an, dan yang berinfak, diseret ke neraka karena beramal untuk mencari pujian manusia
- 39.3. Sebab-sebab Masuk Surga dan Neraka
- 39.3.1. Tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang beriman, dan tidak akan masuk neraka kecuali jiwa yang durhaka
- 39.3.2. Rasulullah bersabda: Orang yang menjaga shalat lima waktu, tidak meninggalkannya karena remeh, maka baginya janji masuk surga
- 39.3.3. Barangsiapa bersyahadat bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah dengan ikhlas, maka Allah haramkan neraka baginya
- 39.3.4. Sebab terbesar seseorang masuk surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak yang baik
- 39.3.5. Sebab terbesar manusia masuk neraka adalah mulut dan kemaluannya
- 39.3.6. Rasulullah bersabda: Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga
- 39.3.7. Satu ucapan yang diridhai Allah dapat mengangkat seseorang ke surga, sedangkan satu ucapan yang dimurkai Allah dapat menjerumuskannya ke neraka sejauh tujuh puluh tahun
- 39.3.8. Surga diharamkan bagi orang yang durhaka kepada orang tuanya
- 39.3.9. Rasulullah bersabda: Orang yang mati dalam keadaan menuntut ilmu untuk menghidupkan agama Allah akan dibangkitkan di surga bersama para nabi
- 39.3.10. Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan: mereka berkata, Siapa yang enggan wahai Rasulullah?, Beliau menjawab, Barangsiapa menaatiku, ia masuk surga: barang siapa mendurhakaiku, maka ia enggan
- 39.4. Sifat-sifat Ahli Surga dan Ahli Neraka
- 39.4.1. Ahli surga adalah orang yang penyayang, lembut, dan rendah hati
- 39.4.2. Ahli neraka adalah orang yang keras kepala, sombong, dan suka mencela
- 39.4.3. Penghuni surga ialah yang berwajah berseri, lemah lembut lisannya, banyak bersyukur, dan sedikit keluh kesah
- 39.4.4. Rasulullah bersabda: Penduduk surga sebagian besar adalah orang-orang miskin, sedangkan penduduk neraka sebagian besar adalah kaum wanita
- 39.4.5. Ahli surga saling mencintai karena Allah, sedangkan ahli neraka saling membenci dan saling melaknat
- 39.4.6. Rasulullah bersabda: Ahli surga ialah orang yang hatinya bersih dari dengki, sedangkan ahli neraka hatinya penuh iri dan kebencian
- 39.4.7. Setiap penghuni surga diciptakan dalam bentuk yang indah dan umur yang sama, yaitu tiga puluh tiga tahun
- 39.4.8. Ahli neraka memiliki wajah hitam, mata biru, dan kulit yang terbakar hitam legam karena dosa-dosa mereka
- 39.1. Perbuatan ahli surga
- 40. Jenazah, Nikmat dan Adzab Kubur
- 40.1. Sakratul Maut
- 40.1.1. Malaikat maut datang sesuai amal: baik atau buruk
- 40.1.2. Kesulitan sakaratul maut dan keringat pada dahi orang beriman
- 40.1.3. Terputusnya pengetahuan seorang hamba ketika melihat malaikat di saat sekarat
- 40.1.4. Rasulullah SAW bersabda: Sakratul maut itu sungguh menyakitkan
- 40.1.5. Orang beriman ketika sakaratul maut didatangi malaikat dengan wajah putih membawa kain dari surga
- 40.1.6. Orang kafir didatangi malaikat dengan wajah hitam membawa kain kasar dari neraka
- 40.1.7. Ketika ruh orang beriman keluar, ia keluar seperti tetesan air dari mulut bejana; sedangkan ruh orang kafir dicabut seperti besi yang diseret dari bulu basah
- 40.1.8. Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang akhir kalimatnya La ilaha illallah, maka ia masuk surga
- 40.1.9. Orang yang banyak mengingat kematian akan dimudahkan ketika menghadapinya
- 40.1.10. Barangsiapa mencintai perjumpaan dengan Allah, Allah juga mencintai perjumpaan dengannya, dan juga sebaliknya
- 40.1.11. Rasulullah bersabar menghadapi kematian dan menjelaskan bahwa menangis karena kesedihan merupakan rahmat dari Allah
- 40.2. Persiapan Kematian
- 40.2.1. Anjuran mengingat kematian
- 40.2.2. Ziarah kubur untuk mengingat akhirat
- 40.2.3. Wasiat untuk membaca doa ketika menghadapi sakaratul maut
- 40.2.4. Menuntun untuk membaca LAA ILAAHA ILLAALLAH
- 40.2.5. Tidaklah seseorang meninggal kecuali dalam keadaan yang sesuai dengan kebiasaannya
- 40.2.6. Orang yang mati dalam keadaan berkeringat di keningnya adalah tanda husnul khatimah
- 40.2.7. Rasulullah bersabda: Barang siapa wafat dalam keadaan beramal shaleh, ia akan dibangkitkan dalam amalnya itu
- 40.2.8. Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya; seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya dan buruk amalnya
- 40.2.9. Rasulullah bersabda: Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malamnya, melainkan Allah lindungi dari fitnah kubur
- 40.2.10. Seseorang akan mati sebagaimana ia hidup, siapa yang hidup dalam ketaatan akan dimatikan dalam ketaatan
- 40.2.11. Siapa yang senang berjumpa dengan Allah, Allah pun senang berjumpa dengannya
- 40.3. Ruh
- 40.3.1. Keluarnya ruh orang mukmin dan orang kafir
- 40.3.2. Ketika ruh di cabut mata akan mengikutinya
- 40.3.3. Ruh orang beriman saling bertemu dan bertanya tentang dunia
- 40.3.4. Ruh syuhada berada dalam burung hijau di surga
- 40.3.5. Ruh orang kafir ditolak dari langit dan dikembalikan ke bumi
- 40.3.6. Ruh orang beriman harum seperti minyak kasturi, sedangkan ruh orang kafir berbau busuk
- 40.3.7. Ruh orang yang mati syahid tetap hidup di sisi Tuhannya dengan rezeki yang melimpah
- 40.3.8. Ruh para nabi berada di tempat tertinggi di surga
- 40.3.9. Ketika ruh orang beriman keluar, malaikat berkata: Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan ridha Allah
- 40.3.10. Ruh orang kafir dikatakan: Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju murka dan kemurkaan Allah
- 40.3.11. Rasulullah bersabda: Sesungguhnya ruh seorang mukmin akan terbang di pohon surga sampai Allah kembalikan ke jasadnya pada hari kiamat
- 40.3.12. Ruh-ruh saling mengenal di alam barzakh sebagaimana mereka saling mengenal di dunia
- 40.4. Mengantarkan Jenazah
- 40.4.1. Jenazah berbicara: Segerakan aku atau Tunda aku
- 40.4.2. Doa orang mati untuk keluarga yang belum menyusulnya
- 40.4.3. Apakah kalian tidak malu, Malaikat Allah berjalan dengan kaki sementara kalian berkendaraan?
- 40.4.4. Menyegerakan mengantarkan jenazah tidak sampai lari, dan tidak boleh ada yang mendahului jenazah
- 40.4.5. Barang siapa mengikuti jenazah seorang muslim karena iman dan mengharap pahala, sampai dishalatkan dan dikuburkan, maka ia pulang dengan dua qirath pahala, masing-masing sebesar gunung Uhud
- 40.4.6. Rasulullah SAW berdiri ketika jenazah lewat di hadapannya, dan beliau berkata: Bukankah ia juga jiwa manusia?
- 40.4.7. Tidak pantas seseorang duduk sebelum jenazah diletakkan di liang lahadnya
- 40.4.8. Hendaklah kalian mempercepat pemakaman jenazah, karena jika ia baik, kalian menyegerakannya menuju kebaikan; jika ia buruk, kalian segera menyingkirkannya dari keburukan
- 40.4.9. Janganlah kalian mengiringi jenazah dengan suara tangisan yang keras, karena malaikat pun terganggu dengan suara tangis itu
- 40.4.10. Rasulullah melarang membawa api dalam prosesi pemakaman
- 40.4.11. Hendaklah kalian mendoakan jenazah dengan kebaikan, karena malaikat mengamini doa kalian
- 40.4.12. Rasulullah bersabda: Segeralah memohonkan ampun untuk saudaramu dan mintalah keteguhan baginya, karena sekarang ia sedang ditanya
- 40.4.13. Do'a meletakkan jenazah di kuburan: bismillah wa 'alaa sunnati…
- 40.4.14. Barang siapa yang kalian puji dengan kebaikan, wajib baginya surga dan barang siapa yang kalian kecam dengan keburukan, wajib baginya neraka. kalian adalah saksi Allah di bumi
- 40.4.15. Makna istirahat bagi orang mukmin dan istirahatnya makhluk dari kejahatan orang keji saat kematian
- 40.4.16. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diberi kuda yang tak berpelana, lalu beliau pun menaikinya usai mengurusi jenazah Ibnu dahdah
- 40.5. Merawat Jenazah
- 40.5.1. Dimulai dari sebelah kanan ketika memandikan
- 40.5.2. Memandikan jenazah dengan siraman ganjil
- 40.5.3. Mengkafani jenazah dengan tiga helai kain
- 40.5.4. Memperbagus kain kafan jenazah
- 40.5.5. Percepat ketika membawa jenazah ke kuburan
- 40.5.6. Posisi Imam Ketika shalat jenazah
- 40.5.7. Pahala satu sampai dua qirath bagi yang menshalati dan mengiringi jenazah
- 40.5.8. Dishalatkan 40 sampai 100 orang lebih
- 40.5.9. Barang siapa memandikan jenazah lalu menutup aibnya, maka Allah akan mengampuni dosanya sebanyak empat puluh kali
- 40.5.10. Barang siapa menghadiri jenazah hingga dishalatkan, baginya satu qirath pahala; dan jika mengiringinya hingga dikubur, baginya dua qirath pahala
- 40.5.11. Rasulullah SAW memerintahkan agar jenazah dimandikan dengan air dan daun bidara
- 40.5.12. Dilarang memandikan syuhada yang gugur di medan perang, karena darah mereka menjadi tanda kehormatan di sisi Allah
- 40.5.13. Rasulullah SAW berpesan agar memperbanyak doa untuk jenazah ketika shalat
- 40.5.14. Tidak boleh tergesa-gesa dalam shalat jenazah, tetapi hendaknya dilakukan dengan khusyuk dan penuh doa
- 40.5.15. Rasulullah SAW bersabda: Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam kafan, karena sesungguhnya ia akan segera rusak
- 40.5.16. Orang yang terakhir kali mengantarkan jenazah hingga ke liang lahad mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah
- 40.5.17. Tutuplah kepalanya dengan kain dan dan tutuplah kakinya dengan idzkhir (rumput-rumputan berbau harum)
- 40.5.18. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meninggal dunia, beliau ditutupi dengan kain hibarah (kain yang direnda atau bergaris)
- 40.5.19. Buatkan bagiku lahad dan susunkan batu-batu di atas kuburanku sebagaimana yang diperbuat pada kuburan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
- 40.5.20. Bahwa dia membenci jika dibentangkan di bawah kuburannya sesuatu. sebagian ulama juga berpendapat demikian
- 40.6. Larangan terkait jenazah dan penguburan
- 40.6.1. Waktu yang dilarang untuk menguburkan jenazah
- 40.6.2. Wanita dilarang mengantarkan jenazah
- 40.6.3. Janganlah kalian duduk di atas kuburan, dan jangan kalian melakukan shalat menghadap kepadanya
- 40.6.4. Dilarang menerangi kuburan dengan lampu atau lilin
- 40.6.5. Rasulullah SAW melarang meninggikan kuburan lebih dari sejengkal
- 40.6.6. Tidak boleh membangun atau menulis sesuatu di atas kuburan
- 40.6.7. Dilarang membawa api atau dupa ketika mengiringi jenazah
- 40.6.8. Dilarang meratap atau berteriak-teriak di dekat jenazah, karena termasuk perbuatan jahiliyah
- 40.6.9. Janganlah kalian mencela mayat karena mereka telah sampai (mendapatkan) apa yang telah mereka kerjakan
- 40.6.10. Larangan meratapi mayat, karena termasuk perkara kekafiran
- 40.6.11. Rasulullah menangis karena kesedihan, namun melarang ratapan yang menjadi sebab azab bagi mayit
- 40.6.12. Rasulullah memerintahkan bersabar ketika tertimpa musibah dan menjelaskan bahwa kesabaran terlihat pada saat gejolak pertama
- 40.6.13. Ancaman azab kubur bagi mayit akibat niyahah (ratapan) atas kematian
- 40.6.14. Rasulullah melarang ummu salamah meratapi kematian abu salamah dan menahan diri dari niyahah atas orang yang meninggal
- 40.6.15. Larangan wanita berkabung lebih dari tiga hari kecuali atas kematian suaminya
- 40.7. Pertanyaan Malaikat
- 40.7.1. Pertanyaan: Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabimu?
- 40.7.2. Ketika jenazah didudukkan dikubur, jawaban jenazah muslim atas pertanyaan malaikat adalah syahadat (qaulits tsabit)
- 40.7.3. Orang mukmin bisa menjawab, orang kafir dan munafik kebingungan
- 40.7.4. Rasulullah SAW bersabda: Ketika hamba diletakkan di kubur dan para sahabatnya pergi, ia mendengar suara sandal mereka
- 40.7.5. Setelah menjawab dengan benar, ruh orang mukmin diperintahkan untuk beristirahat dengan tenang di tempatnya
- 40.7.6. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya seorang mukmin di kuburnya berada dalam taman surga, sedangkan orang kafir dalam lubang neraka
- 40.7.7. Ketika mayit mendengar pukulan pertama di kubur, tidak ada sesuatu pun yang lebih menakutkan baginya kecuali azab Allah
- 40.8. Nikmat dan Adzab kubur
- 40.8.1. Kubur menjadi taman dari taman surga atau jurang neraka
- 40.8.2. Dipukul dengan palu besar jika tak mampu menjawab pertanyaan kubur
- 40.8.3. Rasulullah SAW berlindung dari adzab kubur dalam setiap shalatnya
- 40.8.4. Dua mayit disiksa bukan karena dosa besar: yang satu tidak menjaga diri dari kencing, dan yang satu lagi suka mengadu domba
- 40.8.5. Orang beriman diberi tempat istirahat luas dan wangi di kuburnya, sedangkan orang kafir sempit dan penuh tekanan
- 40.8.6. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya kubur menekan setiap manusia, seandainya ada yang selamat darinya, tentu Sa‘d bin Mu‘adz lah orangnya
- 40.8.7. Mayit mendengar langkah kaki orang-orang yang meninggalkan kuburnya, lalu datang dua malaikat menanyainya
- 40.8.8. Orang beriman melihat tempatnya di surga, lalu berkata: Ya Rabb, percepatlah datangnya hari kiamat agar aku kembali kepada keluargaku dan hartaku
- 40.8.9. Orang kafir melihat tempatnya di neraka dan berkata: Ya Rabb, janganlah Engkau tegakkan hari kiamat
- 40.8.10. Rasulullah SAW bersabda: Adzab kubur benar adanya, seandainya kalian tidak akan saling menguburkan, niscaya aku akan memohon agar Allah memperdengarkan adzab itu kepada kalian
- 40.8.11. Apabila seseorang meninggal, maka akan diperlihatkan tempat duduknya kelak di hari kiamat setiap pagi dan sore
- 40.9. Kematian Terbaik dan Terburuk
- 40.9.1. Kematian dalam jihad atau hari Jumat diberi keutamaan
- 40.9.2. Orang yang suka menipu dan berdusta disiksa dalam kubur
- 40.9.3. Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa mati karena mempertahankan hartanya, ia syahid
- 40.9.4. Barang siapa mati karena mempertahankan agama, keluarganya, atau dirinya, maka ia syahid
- 40.9.5. Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malamnya kecuali Allah lindungi dari fitnah kubur
- 40.9.6. Tha'un adalah syahadah (kematian syahid) bagi setiap muslim
- 40.9.7. Orang yang mati dalam keadaan mengharap ridha Allah termasuk kematian terbaik
- 40.9.8. Rasulullah SAW bersabda: Orang yang mati membawa sifat sombong dan zalim akan dibangkitkan dalam keadaan hina
- 40.9.9. Orang yang memutus silaturahmi dan berkhianat kepada amanah disiksa di alam kubur
- 40.9.10. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya kebanyakan penghuni neraka adalah orang yang suka mengadu domba dan mendustakan
- 40.9.11. Abdullah bin salam meninggal sedang ia memegang tali yang kokoh
- 40.9.12. Nabi mengoreksi pemahaman sempit tentang syahid, dan menyebut mati di jalan Allah, sakit perut, tenggelam, dan nifas semuanya syahid
- 40.9.13. Seseorang beramal baik tujuh puluh tahun lalu berbuat zalim dalam wasiatnya sehingga ditutup dengan seburuk-buruk amal, dan sebaliknya
- 40.10. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membai'at kami untuk tidak melakukan niyahah (meratapi mayit)
- 40.1. Sakratul Maut
- 41. Syaitan
- 41.1. Terciptanya Syaitan
- 41.2. Jenis Syaithan
- 41.2.1. Ada setan yang namanya Walhan, maka jauhilah was-was dalam air wudhu
- 41.2.2. Nama setan yang mengganggu shalat adalah Khinzab, jika terganggu hendaklah berlindung kepada Allah dan meludah ringan ke kiri tiga kali
- 41.2.3. Setan yang membuat manusia lupa dalam shalat disebut Lafit atau Khanzab
- 41.2.4. Setan yang bertugas menyesatkan di rumah disebut Zawq, dan yang membangkitkan nafsu disebut Dasim
- 41.2.5. Setan menggoda manusia dengan cara yang berbeda-beda; ada yang menggoda lewat kemarahan, kesombongan, atau syahwat
- 41.2.6. Dalam setiap manusia terdapat qarin (pendamping) dari golongan jin
- 41.2.7. Qarin Nabi SAW telah masuk Islam dan tidak memerintahkan kecuali kepada kebaikan
- 41.3. Godaan Syaithan
- 41.3.1. Setan menyentuh atau menusuk anak keturunan Adam semuanya kecuali nabi Isa
- 41.3.2. Prasangka buruk berasal dari bisikan setan yang masuk ke dalam hati
- 41.3.3. Apabila hakim berbuat zhalim maka Allah akan menjauhinya dan setan yang akan menyertainya
- 41.3.4. Setan berlari dalam tubuh anak Adam sebagaimana aliran darah
- 41.3.5. Sesungguhnya setan duduk di atas hati anak Adam; bila ia mengingat Allah, setan menjauh, dan bila ia lalai, setan membisikkan kejahatan
- 41.3.6. Setan selalu bersama manusia ketika marah, maka berlindunglah kepada Allah ketika emosi
- 41.3.7. Sesungguhnya setan hadir ketika salah seorang dari kalian makan, maka sebutlah nama Allah, agar setan tidak ikut makan
- 41.3.8. Setan ikut tidur di rumah yang tidak disebut nama Allah ketika masuk
- 41.3.9. Setan ikut serta dalam makanan dan minuman yang tidak disebut nama Allah
- 41.3.10. Setan meletakkan belalainya di atas hati manusia ketika ia mengantuk agar tidak shalat malam
- 41.3.11. Setan mendatangi manusia dalam tidur dengan mimpi menakutkan, maka hendaklah berlindung kepada Allah dan jangan menceritakannya kepada siapa pun
- 41.3.12. Setan membuat manusia sibuk dalam urusan dunia agar lalai dari dzikir
- 41.3.13. Setan menimbulkan permusuhan di antara manusia, terutama melalui ucapan dan amarah
- 41.3.14. Setan menggoda manusia untuk menunda taubat dan merasa aman dari azab Allah
- 41.3.15. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya setan telah berputus asa untuk disembah di Jazirah Arab, tetapi ia masih menggoda agar terjadi permusuhan di antara kalian
- 41.3.16. Ada seorang laki-laki mengikuti burung merpati. Maka beliau pun bersabda: Setan sedang mengikuti setan
- 41.3.17. Setan mendatangi manusia lewat aliran darah dan aku khawatir setan telah memasukkan sesuatu pada hati kalian berdua
- 41.3.18. Ketahuilah bahwa fitnah akan muncul dari sini, sungguh fitnah akan muncul dari sini yaitu tempat munculnya tanduk syetan
- 41.3.19. Setan mengencingi telinga orang yang tidur hingga meninggalkan shalat malam
- 41.4. Cara Berlindung dari Syaitan
- 41.4.1. Rasulullah SAW mengajarkan untuk berlindung kepada Allah dari godaan setan ketika membaca Al-Qur’an
- 41.4.2. Setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah
- 41.4.3. Membaca ayat kursi sebelum tidur menjadi pelindung dari gangguan setan sampai pagi
- 41.4.4. Membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah cukup sebagai penjaga malam itu
- 41.4.5. Membaca dzikir pagi dan petang menjaga dari bisikan setan
- 41.4.6. Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebelum tidur menjadi perlindungan dari setan
- 41.4.7. Ketika masuk rumah, sebutlah nama Allah, agar setan tidak masuk bersamamu
- 41.4.8. Setan lari ketika mendengar adzan
- 41.4.9. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya dzikir kepada Allah adalah benteng yang kuat dari setan
- 41.4.10. Berlindung dengan doa: A‘ūdzu billāhi minasy-syaithānir-rajīm setiap kali terganggu oleh waswas
- 41.5. Kelemahan dan Penyesalan Syaitan
- 41.5.1. Setan menangis ketika mendengar ayat yang menyeru manusia untuk sujud kepada Allah
- 41.5.2. Ketika manusia bersujud, setan menjauh seraya berkata: Celakalah aku, manusia diperintahkan sujud lalu ia taat, sedangkan aku diperintahkan namun menolak
- 41.5.3. Setan berlari terbirit-birit ketika mendengar adzan
- 41.5.4. Ketika bulan Ramadhan tiba, setan dibelenggu dan pintu surga dibuka
- 41.5.5. Setan berkata di hari kiamat: Sesungguhnya aku tidak memiliki kekuasaan atas kalian, kecuali aku mengajak kalian lalu kalian menuruti ajakanku
- 41.5.6. Orang yang banyak berdzikir kepada Allah membuat setan lemah dan hina
- 41.5.7. Sesungguhnya setan mengikat tiga simpul di tengkuk salah seorang dari kalian ketika tidur, maka hendaklah ia bangun, berwudhu, dan shalat, niscaya setan lari
- 41.5.8. Berita dari langit untuk setan sudah terhalangi oleh al qur'an
- 41.5.9. Kelemahan setan dan ketakutannya terhadap keteguhan iman hamba Allah
- 42. Fitnah
- 42.1. Menghadapi Fitnah
- 42.1.1. Menghadapi fitnah dengan shalat, shaum, shadaqah serta amar ma’ruf nahi mungkar
- 42.1.2. Apabila terjadi fitnah di antara kaum muslimin, maka ambillah pedang dari kayu
- 42.1.3. Apabila terjadi fitnah, hancurkan mata pedang ke gunung batu, lalu duduklah di rumah, apabila ada yang masuk rumahmu, masuklah di kamar dengan menekuk lutut
- 42.1.4. Berpegang teguh pada kepemimpinan yang adil sebagai penawar fitnah
- 42.1.5. Perbanyak doa perlindungan (istikharah, taḥannuth) dan memohon keselamatan bagi kaum mukminin
- 42.1.6. Jangan terburu-buru menyebarkan kabar: periksa kebenaran sebelum berbicara atau bertindak
- 42.1.7. Menjaga persatuan dan menahan diri dari provokasi lebih utama saat fitnah melanda
- 42.1.8. Menjauhi ghibah, fitnah lisan, dan pengadu domba karena itu memperparah keadaan
- 42.1.9. Menyelamatkan agamanya untuk menghindari fitnah (krisis agama)
- 42.1.10. Bersegeralah beramal sebelum datang zaman fitnah seperti sepenggelan malam yang gelap
- 42.2. Pencegahan & Kesiapsiagaan Sosial
- 42.2.1. Mendidik masyarakat agar selalu menguji berita (tahqiq) sebelum dipercaya
- 42.2.2. Membangun mekanisme musyawarah (tarjih, sulh) untuk menengahi perselisihan sehingga fitnah tidak meluas
- 42.2.3. Menjaga saksi dan catatan (buku, bukti) agar hak tidak hilang karena fitnah
- 42.2.4. Menguatkan institusi keagamaan dan ulama yang terpercaya sebagai penjernih informasi
- 42.2.5. Memberi tempat aman (perlindungan, pengungsian) bagi orang benar yang teraniaya selama fitnah berlangsung
- 42.3. Sikap Individu Saat Fitnah
- 42.3.1. Menahan lidah: bila ragu akan kebenaran suatu berita, lebih baik diam
- 42.3.2. Memperbanyak zikir dan taubat agar hati tidak mudah disesatkan oleh bisikan fitnah
- 42.3.3. Menjaga adab bermedia (jika ada), jangan menjadi saluran penyebaran fitnah
- 42.3.4. Jika menjadi saksi, berbicaralah jujur walau itu sulit; kesaksian benar menutup pintu fitnah
- 42.3.5. Bantulah sesama dengan tindakan nyata (bukan hoaks) ketika fitnah menyebabkan kebutuhan darurat
- 42.4. Fitnah Besar / Fitnah Akhir Zaman
- 42.4.1. Kewaspadaan terhadap fitnah yang merusak akidah, perkuat ilmu aqidah pada umat
- 42.4.2. Kenali tanda-tanda fitnah besar (sosial, moral, agama) agar tidak gampang terperdaya
- 42.4.3. Menguatkan keluarga dan pendidikan dini untuk menahan generasi dari ide-ide menyesatkan
- 42.4.4. Tidak mudah mengikuti klaim-klaim luar biasa tanpa bukti syar‘i dan ilmiah
- 42.4.5. Akan ada para da'i (penyeru) yang menyeru ke pintu neraka jahannam, barangsiapa memenuhi ajakannya maka ia akan dilemparkan ke dalam neraka
- 42.4.6. Akan ada di akhir zaman para Dajjal Pendusta membawa hadits-hadits kepada kalian yang mana kalian tidak pernah mendengarnya
- 42.4.7. Terangkatnya amanah di akhir zaman
- 42.4.8. Melihat tempat-tempat terjadinya fitnah disela-sela rumah kalian seperti tempat jatuhnya hujan
- 42.4.9. Fitnah yang bergelombang layaknya samudera
- 42.4.10. Keutamaan generasi awal umat Islam dan ramalan munculnya fitnah setelah mereka
- 42.5. Konsekuensi Moral & Hukum dari Menyebarkan Fitnah
- 42.5.1. Menyebarkan fitnah merusak kehormatan dan berbuah dosa besar, hukum pidana/ta‘zir dapat diterapkan bila merugikan orang
- 42.5.2. Ganti rugi sosial: pelaku fitnah wajib menebus dengan mengembalikan kehormatan korban (taubat publik, klarifikasi)
- 42.5.3. Pihak berwenang harus menegakkan adab dan ketertiban agar fitnah tidak memicu kekacauan
- 42.6. Fanatisme
- 42.7. Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta
- 42.1. Menghadapi Fitnah
- 43. Kiamat, Surga dan Neraka
- 43.1. Tanda-tanda kecil kiamat
- 43.1.1. Bersedekah berupa emas, tetapi tidak ada yang mau menerima
- 43.1.2. Sedikitnya lelaki, hingga seorang lelaki diminati oleh 40-50 orang wanita
- 43.1.3. Memberi salam kepada orang khusus, sampai munculnya Al Qalam
- 43.1.4. Diangkatnya ilmu dan merebaknya kebodohan dan diminumnya khamer serta praktek perzinahan secara terang-terangan
- 43.1.5. Hujan besar, rumah hancur, dan bumi tidak bertumbuh
- 43.1.6. Hilangnya Amanah
- 43.1.7. Banyak terjadi al harj
- 43.1.8. Bermegahan membangun masjid
- 43.1.9. Berlomba membangun gedung tinggi
- 43.1.10. Tuduhan zina kepada Wanita
- 43.1.11. Banyak muncul pendusta
- 43.1.12. Menolak menjadi imam shalat, karena tidak adanya ilmu
- 43.1.13. Tidak memberi salam kecuali yang di kenal
- 43.1.14. Mewafatkan para ulama’
- 43.1.15. Memerangi kaum berwajah seperti tameng (perisai) dan bersandal rambut (bulu)
- 43.1.16. Muncul seorang lelaki dari suku Qahthan
- 43.1.17. Dua golongan besar saling berperang, seruan mereka sama (agama Islam)
- 43.1.18. Orang berangan menjadi mayit
- 43.1.19. Furat mengumpulkan emas dari gunung
- 43.1.20. Membunuh tanpa alasan
- 43.1.21. Budak bernama Jahjah menjadi penguasa
- 43.1.22. Khalifah membagikan harta tanpa menghitung
- 43.1.23. Diperangi bani ishaq
- 43.1.24. Pantat wanita daus berjoget pada Dzul khulashah
- 43.1.25. Keluar api dari tanah Hijaz
- 43.1.26. Tidak ada yang menyebut: Allah
- 43.1.27. Tersisa manusia yang buruk
- 43.1.28. Orang hina berkuasa dan menikmati dunia
- 43.1.29. Fitnah umat islam mendekati kiamat: syirik dan nabi palsu
- 43.1.30. Pecut serta tali sandal seseorang dapat berbicara
- 43.1.32. Ada orang dari ummatku selalu menang hingga datang ketetapan allah
- 43.1.33. Isyarat jari seperti ini kedatangan hari kiamat jarak antara kedua jari ini
- 43.1.34. Hilang amanah urusan diserahkan kepada bukan ahlinya
- 43.1.35. Semua dihatinya ada iman seberat biji sawi diwafatkan
- 43.1.36. Kiamat tidak terjadi hingga kabilah-kabilah dari ummatku bertemu kaum musyrikin dan hingga patung-patung disembah
- 43.1.37. Api akan muncul dari Hadlramaut atau dari arah laut Hadlramaut sebelum hari kiamat mengumpulkan manusia
- 43.1.38. Tafsir al-qamar (54); 46. sebenarnya hari kiamat itu, lebih dahsyat dan lebih pahit
- 43.1.39. Ketika kemarau, Hujan Turun tetapi Bumi Tidak Menumbuhkan Tanaman
- 43.1.40. Peristiwa yang Menyebabkan Penduduk Madinah Meninggalkan Madinah Menjelang Kiamat
- 43.1.41. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam Menyebutkan Segala Peristiwa yang Akan Terjadi Sebelum Hari Kiamat
- 43.1.42. Kapan kematian terjadi? beliau melihat yang paling muda diantara mereka sembari mengatakan: jika anak ini hidup, niscaya belum ia lanjut usia, hingga telah kalian temui kematian kalian
- 43.1.43. Seekor serigala yang memakan kambing lalu pengembalanya mengikutinya. serigala berkata kepada penggembala itu: Siapa yang mengawasi kambing itu pada hari berburu ini yang tidak ada yang menjaganya kecuali aku?
- 43.1.44. Nanti pada hari qiyamat orang yang menunggang sapi betina akan diremukkan oleh sapi tersebut seraya berkata; aku diciptakan bukan untuk ini, tapi aku diciptakan untuk membajak
- 43.1.45. Bumi akan mengeluarkan isi perutnya semisal tiang dari emas dan perak, lalu mereka meninggalkannya tanpa mengambil sedikit pun
- 43.1.46. Tanda kiamat: Waktu semakin dekat, merajalelanya kebakhilan, timbulnya bencana, dan Al-Harj
- 43.2. Tanda Besar Kiamat
- 43.2.1. Tanda besar ialah diutusnya Nabi Muhammad SAW
- 43.2.2. Munculnya asap
- 43.2.3. Munculnya imam mahdi
- 43.2.4. Munculnya Dajjal
- 43.2.5. Turunnya Isa al-Masih
- 43.2.6. Terbitnya matahari dari arah barat
- 43.2.7. Memerangi orang yahudi
- 43.2.8. Yang akan menghancurkan ka'bah yaitu dari negeri Habasyah
- 43.2.9. Dajjal Muncul hingga tiga puluh
- 43.2.10. Dajjal tidak dapat masuk madinah
- 43.2.11. Romawi turun ke medan perang
- 43.2.12. Benteng ya'juj dan ma'juj terbuka
- 43.2.13. Kiamat tidaklah terjadi hingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya
- 43.2.14. Pasti ada yang berhajji dan umrah setelah keluarnya ya'juj dan ma'juj
- 43.2.15. Ada orang dari ummatku selalu menang hingga datang ketetapan Allah
- 43.2.16. Pertama kiamat api menggiring dari timur kebarat, makanan hati ikan hiu
- 43.3. Dajjal
- 43.3.1. Barangsiapa mendengar Dajjal, maka menjauhlah darinya
- 43.3.2. Dajjal membawa surga dan neraka, nerakanya adalah surga di sisi Allah
- 43.3.3. Setiap nabi telah memperingatkan umatnya dari bahaya Dajjal
- 43.3.4. Dajjal akan keluar dari arah timur, membawa fitnah yang tidak pernah ada sebelumnya
- 43.3.5. Bacaan sepuluh ayat pertama dari surah Al-Kahfi dapat melindungi dari fitnah Dajjal
- 43.3.6. Dajjal buta sebelah matanya; tertulis di antara kedua matanya “kafir”
- 43.3.7. Dajjal tidak akan dapat memasuki kota Madinah
- 43.3.8. Diantara kedua mata ad-Dajjal tertulis kata KAFIR
- 43.3.9. Kisah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam Menguji Ibnu Shayyad yang Diduga sebagai Dajjal
- 43.3.10. Rasulullah Shallallahu 'alahi wa Salam menjelaskan tentang Ciri-Ciri Dajjal dan Kisah Ibnu Shayyad yang Memiliki Kemiripan Dengannya
- 43.3.11. Mimpi Rasulullah di dekat ka'bah mengenai ciri fisik Al-Masih Ibnu Maryam dan al-masih ad-dajjal
- 43.3.12. Dajjal akan datang dari arah timur menuju Madinah dan berhenti di belakang bukit Uhud. kemudian Malaikat memalingkan mukanya ke arah Syam dan di sana dia binasa
- 43.4. Pada hari kiamat
- 43.4.1. Pemimpin anak adam di hari kiamat
- 43.4.2. Yang pertama dipanggil adalah adam
- 43.4.3. Matahari di atas kepala satu sampai dua mil
- 43.4.4. Tergenang air keringat hingga sebatas kedua telinga
- 43.4.5. Seseorang yang timbangan tidak melebihi sayap nyamuk
- 43.4.6. Allah akan menggenggam bumi
- 43.4.7. Bumi bagaikan sekeping roti
- 43.4.8. Manusia di kumpulkan di atas tanah putih
- 43.4.9. Manusia dikumpulkan atas tiga kelompok
- 43.4.10. Penghianat memiliki tanda bendera
- 43.4.11. Tiga jenis orang yang Aku menjadi musuh mereka pada hari qiyamat
- 43.4.12. Tiga jenis orang, yang Allah tidak akan melihat dan tidak mensucikan mereka yaitu seorang yang memiliki kelebihan air di jalan lalu dia tidak memberikannya kepada musafir
- 43.4.13. Tiga jenis orang, yang Allah tidak akan melihat dan tidak mensucikan mereka, seorang yang membai'at imam dan dia tidak membai'atnya kecuali karena kepentingan kepentingan duniawi
- 43.4.14. Allah tidak akan melihat dihari kiamat, kepada anak yang durhaka keorang tua
- 43.4.15. Allah tidak melihat dihari kiamat, wanita yang menyerupai lelaki
- 43.4.16. Allah tidak melihat dihari kiamat, dayyuts, merelakan keluarga berbuat kekejian
- 43.4.17. Allah tidak melihat mereka pada hari kiamat, pecandu khamer
- 43.4.18. Allah tidak akan berbicara dengan tiga golongan pada hari kiamat, salah satunya orang yang menjulurkan pakaian di bawah mata kaki
- 43.4.19. Allah tidak akan berbicara dengan tiga golongan pada hari kiamat, salah satunya yaitu orang tua yang pezina
- 43.4.20. Pertama diputuskan diantara manusia (di kiamat) adalah masalah darah
- 43.4.21. Tukang gambar disiksa di hari qiyamat dan hidupkan yang kalian ciptakan
- 43.4.22. Tafsir (az zumar 67) bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya di hari kiamat
- 43.4.23. Allah menggenggam bumi dan menggulung langit degan tangan kanan-nya
- 43.4.24. Hari kiamat bumi bagaikan sekeping roti, Allah Al Jabbar memutar-mutarnya
- 43.4.25. Di hari kiamat dikumpulkan di tanah putih cemerlang bagaikan roti bersih
- 43.4.26. Allah menggenggam bumi dan langit berkata 'akulah raja, mana raja di bumi
- 43.4.27. Matahari dan bulan akan digulung pada hari kiamat
- 43.4.28. Orang datang terakhir dan akan menjadi yang pertama pada hari kiamat
- 43.4.29. Tiga musuh pada hari kiamat
- 43.4.30. Tiga orang, Allah tidak berbicara
- 43.4.31. Tiga orang, Allah tidak melihat
- 43.4.32. Perkara pertama yang akan diputuskan di antara manusia pada hari kiamat adalah dalam masalah darah (pembunuhan)
- 43.4.33. Kalian akan ditanya tentang nikmat yang pernah diterima di hari kiamat
- 43.4.34. Pada hari kimat kelak setiap hak akan dikembalikan kepada pemiliknya, sehingga seekor kambing akan membalas kambing bertanduk yang menanduknya
- 43.4.35. Kezaliman adalah kegelapan di hari kiamat
- 43.4.36. Allah menyiksa pada hari kiamat orang-orang yang menyiksa manusia di dunia
- 43.5. Padang Mahsyar
- 43.5.1. Manusia dikumpulkan di padang yang putih bersih, tidak ada tanda untuk siapa pun
- 43.5.2. Matahari didekatkan sejauh satu mil: manusia tenggelam dalam keringat sesuai amalannya
- 43.5.3. Orang pertama yang dipakaikan pakaian di hari kebangkitan adalah Nabi Ibrahim
- 43.5.4. Setiap orang akan dipanggil dengan nama dan nama ayahnya untuk menerima catatan amal
- 43.5.5. Orang zalim datang dengan wajah hitam legam karena kezaliman yang pernah dilakukan
- 43.5.6. Jika Allah menurunkan adzab akan mengenai siapa saja di lokasi tersebut, mereka dihisap sesuai amalnya
- 43.5.7. Di hari kiamat tiga jalan, manusia cemas, dua jalan untuk penunggang unta
- 43.5.8. Dikumpulkan telanjang dan tidak dikhitan. firman AL-ANBIYA' ayat 104
- 43.5.9. Matahari di dekatkan ke manusia hingga sebatas satu mil
- 43.6. Mizan
- 43.6.1. Pena diangkat dari tiga golongan
- 43.6.2. Mizan (timbangan amal) akan ditegakkan; amal baik seberat biji sawi pun akan nampak
- 43.6.3. Surat Al-Baqarah dan Ali Imran akan datang menjadi dua awan menaungi pembacanya di hari kiamat
- 43.6.4. Kalimat Subhanallah wa bihamdih, ringan di lisan, namun berat di timbangan
- 43.6.5. Amalan terakhir yang akan ditimbang adalah niat, karena ia menjadi penentu diterima atau tidaknya amal
- 43.6.6. Sesungguhnya pemaparan, barangsiapa yang didebat hisabnya pasti celaka
- 43.6.7. Di hari kiamat, seorang gemuk timbangannya tidak lebih berat sayap nyamuk
- 43.7. Shirath
- 43.7.1. Shirath dibentangkan di atas neraka jahannam, lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang
- 43.7.2. Orang beriman melewati shirath secepat kilat sesuai kadar amalnya
- 43.7.3. Di kanan kiri shirath terdapat pengait yang mencabut siapa saja yang dikehendaki Allah
- 43.7.4. Nabi Muhammad berdiri di ujung shirath memberi syafaat agar umatnya selamat melewatinya
- 43.7.5. Orang terakhir yang selamat akan tersenyum dan bersyukur karena terhindar dari neraka
- 43.7.6. Orang beriman melewati neraka, akan ditahan di jembatan qanthorah
- 43.7.7. Firman Allah, (QS. Ibrahim (14) 48, dimanakah umat manusia ada di titian
- 43.7.8. Sesungguhnya allah 'azza wajalla memberikan perumpamaan mengenai shirath mustaqim
- 43.7.9. Amanah dan Silaturahim berdiri di tepi Shirath
- 43.8. Syafaat
- 43.8.1. Para Nabi dimohonkan syafaat, lalu mereka menolak karena dosa yang pernah mereka lakukan
- 43.8.2. Tempat yang terpuji al-Maqam al-Mahmud
- 43.8.3. Syafaat pertama diberikan kepada umat Nabi Muhammad yang memiliki dosa besar
- 43.8.4. Al-Qur’an datang memberi syafaat bagi pembacanya pada hari kiamat
- 43.8.5. Anak kecil yang wafat akan memberi syafaat bagi orang tuanya
- 43.8.6. Orang yang senantiasa bershalawat kepada Nabi akan mendapat syafaat beliau
- 43.8.7. Syafa'atku bagi orang ucapkan laa ilaaha illallah degan ikhlas dari hatinya
- 43.8.8. Seorang sabar kesulitan di Madinah dia mati, aku penolongnya di hari kiamat
- 43.8.9. Sekelompok kaum dikeluarkan dari neraka masuk surga, (jahannamiyun)
- 43.8.10. Ada sekelompok kaum yang keluar dari neraka dengan syafaat
- 43.8.11. Doa Nabi yang disimpan untuk Syafaat umat
- 43.8.12. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu memberikan syafa'at yang mana Allah mengutusnya di dalamnya
- 43.8.13. Wahai Rabku, jika engkau telah mengeluarkanku dari neraka maka janganlah engkau mengemabalikanku ke dalamnya, maka Allah menyelamatkannya dari neraka
- 43.8.14. Wahai Muhammad, katakanlah kamu akan didengar dan berilah syafa'at kamu diberi izin memberi syafa'at
- 43.8.15. Allah akan mengeluarkan suatu kaum dari neraka lalu memasukkan mereka ke surga
- 43.8.16. Orang yang memberi syafa'at masuk menemui mereka, seorang lelaki akan mengambil orang-orang yang ditolongnya sehingga dia membangkitkan mereka
- 43.8.17. Terhalangnya orang yang suka melaknat dari kedudukan sebagai saksi dan pemberi syafaat di hari kiamat
- 43.9. Al-a’raaf
- 43.9.1. Penduduk Al-A‘raaf adalah orang-orang yang seimbang antara kebaikan dan keburukannya
- 43.9.2. Mereka menunggu keputusan Allah, kemudian dimasukkan ke surga dengan rahmat-Nya
- 43.9.3. Dinding tinggi memisahkan antara surga dan neraka; di atasnya orang-orang al-A‘raaf mengenali penduduk keduanya
- 43.9.4. Mereka memohon: Ya Tuhan kami, jangan Engkau tempatkan kami bersama kaum yang zalim
- 43.9.5. Mereka diberi salam dari penghuni surga sebelum akhirnya bergabung bersama mereka
- 43.10. Surga dan Neraka
- 43.10.1. Kalian cuma 1/1000 dari penghuni neraka, bagaikan bulu putih di sapi hitam
- 43.10.2. Setiap manusia akan mengikuti apa yang pernah disembahnya
- 43.10.3. Kematian disembelih, tiada lagi kematian bagi penduduk surga dan penduduk neraka
- 43.10.4. Penghuni Surga dan Penghuni neraka
- 43.10.5. Tiga Golongan Penghuni Surga dan lima golongan penghuni neraka
- 43.10.6. Neraka dikelilingi oleh syahwat, surga dikelilingi hal yang tidak disukai
- 43.10.7. Surga dan Neraka lebih dekat dari tali sandal
- 43.10.8. Penghuni neraka terakhir keluar dan penghuni surga terakhir masuk
- 43.10.9. Keluarkan dari neraka orang ingat-aku atau takut ke-aku disuatu tempat
- 43.10.10. Jangan tertipu oleh amal yang tampak
- 43.10.11. Orang membebaskan orang muslim, Allah menyelamatkan dari api neraka
- 43.10.12. Allah ciptakan surga dan neraka, allah mengutus jibril ke surga dan neraka
- 43.10.13. Penghuni surga yaitu orang yang lemah, ditindas, penghuni neraka yaitu orang yang beringas membela kebatilan, kasar lagi sombong
- 43.10.14. Kematian didatangkan seperti domba kelabu lalu didirikan diantara surga neraka
- 43.10.15. Ambillah 999 dari Ya'juj dan Ma'juj, dan satu orang dari kalian
- 43.11. Al-Jannah (Surga)
- 43.11.1. Adanya mimbar-mimbar dari Cahaya
- 43.11.2. Pasar Surga yang Tidak Ada Jual Beli, Dihiasi oleh Malaikat
- 43.11.3. Melihat Allah Seperti Melihat Bulan Purnama Tanpa Kesulitan
- 43.11.4. Wangi Surga yang Belum Pernah Tercium di Dunia
- 43.11.5. Rumah-rumah dan Istri-istri Surga Menyambut dengan Keindahan
- 43.11.6. Sepuluh Orang Diberi Kabar Gembira Masuk Surga
- 43.11.7. Pintu Ar-Rayyan untuk Para Shaimun (Ahli Puasa)
- 43.11.8. Surga dihuni oleh orang-orang miskin lebih dahulu
- 43.11.9. Ukuran Pintu-pintu Surga (Penunggang Kuda 3 Hari)
- 43.11.10. Surga di Bawah Naungan Pedang (Bagi Mujahid)
- 43.11.11. Melihat Surga: Istana Umar bin Khaththab
- 43.11.12. Sungai-sungai Surga: Saihan, Jaihan, Furat, dan Nil
- 43.11.13. Perbendaharaan Surga: Bacaan "Laa hawla wa laa quwwata illa billah"
- 43.11.14. Balasan Bagi yang Bersabar Saat Allah Mengambil Kekasihnya
- 43.11.15. Surga Firdaus sebagai tingkatan tertinggi Surga
- 43.11.16. Anugerah tertinggi: Memandang Wajah Allah
- 43.11.17. Kemah Surga dari Mutiara
- 43.11.18. Di Surga ada seratus tingkatan
- 43.11.19. Tinggi hamparan kasur Surga seperti jarak Langit dan Bumi
- 43.11.20. Pohon-pohon Surga dengan Ranting Emas
- 43.11.21. Pohon Surga Besar, Seratus Tahun tidak bisa dilewati
- 43.11.22. Bangunan Surga dari Bata Emas, Perak, Semen Kasturi, dan Tanah Mutiara
- 43.11.23. Kekuatan Penduduk Surga Seperti Seratus Orang Lelaki
- 43.11.24. Penghuni Surga Berjumlah 120 Barisan (80 dari Umat Nabi Muhammad)
- 43.11.25. Bidadari Surga: Permata Yaqut dan Mutiara
- 43.11.26. Gelang Penghuni Surga dan Cahaya yang Mengalahkan Matahari
- 43.11.27. Penghuni Surga Tidak Berbulu, Tidak Berjenggot, Berhias Celak
- 43.11.28. Tidak Ada Kotoran di Surga: Tidak Meludah, Kencing, Buang Air, atau Ingusan
- 43.11.29. Rombongan Pertama Masuk Surga: Wajah Mereka Seperti Bulan Purnama
- 43.11.30. Ada dua surga tempayan-tempayannya serta apa yang ada di dalamnya terbuat dari emas dan perak
- 43.11.31. Tingkatan penghuni surga terendah adalah orang yang memandang taman, tingkatan tertinggi melihat Allah di pagi dan sore hari
- 43.11.32. Masuk Surga 70 Ribu Orang Tanpa Hisab
- 43.11.33. Nabi Mengharapkan Setengah dari Ahlu Surga dari Umatnya
- 43.11.34. Telaga putih baunya wangi
- 43.11.35. Jarak telaga antara jabra dan adzruh
- 43.11.36. Gelas di telaga seperti bintang di langit
- 43.11.37. Di tepi sungai terdapat mutiara berongga
- 43.11.38. Kautsar sungai disurga, lebih putih dan manis ada burung leher onta
- 43.11.39. Kalian tidak sampai satu bagian dari seratus ribu orang di telagaku
- 43.11.40. Aku teriak, itu sahabatku! 'kau tak tahu yg dilakukan sepeninggalmu'
- 43.11.41. Siapa saja mendustainya Allah tidak akan memberinya minum darinya
- 43.11.42. Kelak akan melihat utsrah (individualis), sabarlah hingga bertemu aku
- 43.11.43. Di hadapan umat kelak terdapat telaga yang jarak luasnya digambarkan seperti jarak antara daerah Jarba' dan Adzruh
- 43.11.44. Wadah atau gelas yang tersedia di telaga untuk minum jumlahnya sangat banyak, bagaikan bintang-bintang di langit
- 43.11.45. Di dalam surga terdapat sungai yang di pinggirnya dihiasi dengan kubah-kubah yang terbuat dari mutiara berongga
- 43.11.46. Di dalam surga, Allah berfirman: Kuhalalkan keridhaan-Ku untuk kalian, dan Aku tidak murka kepada kalian selama-lamanya
- 43.11.47. Di dalam surga, kalian akan selalu hidup dan tidak mati, sehat dan tidak sakit, muda dan tidak akan tua, dan dalam kenikmatan dan tidak sengsara selama-lamanya
- 43.11.48. Kenikmatan belum pernah mata melihatnya, telinga mendengarnya
- 43.11.49. Allah heran terhadap suatu kaum masuk surga dalam keadaan terbelenggu
- 43.11.50. Selain kaum quraisy dan anshar karena mereka para petani
- 43.11.51. Diantara rumahku dan mimbarku raudhah diantara taman surga
- 43.11.52. Beberapa kaum masuk surga, hati mereka seperti hati burung
- 43.11.53. Surga penduduknya faqir dan sedang neraka penduduknya para wanita
- 43.11.54. Apabila bulan ramadhan datang, maka pintu-pintu surga dibuka
- 43.11.55. Siapa dapat menjamin mulut dan kemaluan, aku menjamin baginya surga
- 43.11.56. Sungguh sapu tangan sa'ad bin 'ubadah di surga lebih baik dari ini (sutera)
- 43.11.57. Terdapat kamar-kamar terlihat dari dalam dan bagian dalamnya terlihat dari luarnya
- 43.11.58. Sungguh penghuni surga bisa melihat kamar-kamarnya dalam surga sebagaimana mereka bisa melihat gugusan bintang kejora di langit
- 43.11.59. Di syurga ada pasar yang tidak di berlakukan jual beli di dalamnya, kecuali gambar wanita dan laki-laki
- 43.11.60. Ketika di surga, akan dibawa di atas kuda dari permata merah di surga yang membawamu terbang di surga semaumu
- 43.11.61. Di surga ada samudera air, samudera madu, samudera susu dan samudera khamar, selanjutnya sungai-sungai menyabang kemana-mana
- 43.11.62. Ke surga hingga dilihatkan di neraka, kalau berbuat buruk menambah rasa syukur
- 43.11.63. Keluarkan dari neraka yang mengingatku atau takut ke-aku disuatu tempat
- 43.11.64. Akulah yang mendahului kalian yang mendatangi telaga
- 43.11.65. Penduduk surga memasuki surga, dan surga masih tersisa sesuai kehendakNya maka Allah menciptakan mahluk lagi sampai memenuhinya
- 43.11.66. Telaga Al-Haudl, banyak yang tertolak karena murtad
- 43.11.67. Aku meminta pintu surga dibuka, penjaga berkata 'Untukmu dibuka pertama'
- 43.11.68. Dua bagian dari surga yang perabotnya dan segala isi di dalamnya terbuat dari perak. dan dari emas
- 43.11.69. Sesungguhnya tempat terendah salah seorang dari kalian di surga adalah seperti apa yang engkau khayalkan dengan yang semisal itu pula
- 43.11.70. Akan masuk surga tanpa hisab dan juga tanpa adzab
- 43.11.71. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: akan datang kepada kalian seorang penghuni syurga, lalu Abu bakar, Umar, Ali, Sa'd bin abi waqqosh
- 43.11.72. Penghuni surga yang paling rendah kedudukannya adalah orang yang dipalingkan wajahnya dari neraka ke arah surga
- 43.11.73. Telagaku luas airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu siapa minum tidak akan dahaga selamanya
- 43.11.74. Jarak telaga sejauh antara Ailah dengan Adn
- 43.11.75. Orang yang paling tinggi kedudukannya: kemulian itu, ia belum pernah terlihat mata, belum pernah terdengar telinga dan belum pernah terdetik dalam hati
- 43.11.76. Khutbah perpisahan Nabi di atas mimbar mengenai jaminan beliau tidak mengkhawatirkan syirik mayoritas, namun mengkhawatirkan fitnah perebutan harta dunia
- 43.11.77. Balasan bagi yang bersabar saat Allah mengambil kekasihnya: Jaminan surga dan perlindungan dari neraka bagi orang tua yang ditinggal mati tiga atau dua anaknya
- 43.11.78. Anak-anak kecil mereka berlarian di surga dengan bebas (Keadaan anak-anak kecil kaum Muslimin di surga sebagai hiburan penenang bagi orang tua yang berduka)
- 43.12. An-Naar (Neraka)
- 43.12.1. Ucapan tanpa pikir dapat menjatuhkan seseorang ke Neraka
- 43.12.2. Tidak berbakti kepada orang tua, tidak masuk Surga (konsekuensi: masuk Neraka)
- 43.12.3. Memutus silaturahmi, tidak akan mencium bau Surga
- 43.12.4. Tetangga tidak merasa aman dari gangguan, tidak masuk Surga (indikasi Neraka)
- 43.12.5. Menyuruh orang berdiri (sombong), tempatnya di Neraka
- 43.12.6. Suka mengadu domba, tidak masuk Surga
- 43.12.7. Menjulurkan kain di bawah mata kaki karena sombong, tempatnya di Neraka
- 43.12.8. Membunuh mu'ahad (kafir perjanjian), tidak mencium bau Surga
- 43.12.9. Pemimpin khianat terhadap amanat, tidak mencium bau Surga
- 43.12.10. Tumit yang tidak terkena air wudhu, celaka masuk Neraka
- 43.12.11. Mengelola harta umat tanpa hak, masuk Neraka
- 43.12.12. Bunuh diri, di Neraka akan terus menerus disiksa
- 43.12.13. Kesombongan seberat biji sawi dalam hati, tidak masuk Surga
- 43.12.14. Fitnah dan pembunuhan, menyebabkan masuk Neraka
- 43.12.15. Dua muslim saling membunuh, keduanya masuk Neraka
- 43.12.16. Sumpah palsu, masuk Neraka
- 43.12.17. Wanita yang disiksa karena seekor kucing, yang diikatnya hingga mati, ia tidak melepasnya hingga bisa makan dari serangga (binatang), maka baginya neraka
- 43.12.18. Diperlihatkan Neraka, penghuninya mayoritas wanita karena kufur terhadap suami
- 43.12.19. Bersedekah dan beristighfar, sebab wanita banyak masuk Neraka
- 43.12.20. Neraka memiliki lembah sangat dalam, batu jatuh 70 tahun baru sampai dasar
- 43.12.21. Neraka memiliki tenda besar berdinding tebal sejauh 40 tahun
- 43.12.22. Gigi graham atau gigi taring orang kafir sebesar gunung uhud
- 43.12.23. Lisan orang kafir diseret dan diinjak-injak
- 43.12.24. Sha’ud, gunung neraka yang didaki dan dilempar kembali
- 43.12.25. Bibir bawah orang kafir terlipat sampai ke pusar
- 43.12.26. Neraka Jahannam memiliki 70.000 tali, tiap tali ditarik 70.000 malaikat
- 43.12.27. Api Jahannam dipanaskan sampai hitam
- 43.12.28. Kedalaman Neraka Jahannam dan Jarak Waktu Jatuhnya dari Ujung Rantainya ke Dasarnya
- 43.12.29. Air mendidih dituangkan di kepala, sampai ke perut dan membelah tubuh
- 43.12.30. Seperti besi mendidih, mendekat saja kulit mengelupas
- 43.12.31. Tingkatan siksaan: kaki, pinggang, hingga leher
- 43.12.32. Neraka terus meminta tambahan hingga Allah meletakkan kaki-Nya
- 43.12.33. Amr bin Luhay, penarik punggung ke neraka karena peribadatan jahiliyah
- 43.12.34. Orang munafik berada di neraka paling bawah
- 43.12.35. Thinatul khobal (nanah & darah penduduk neraka)
- 43.12.36. Abu Thalib hanya disiksa hingga air neraka ke mata kaki tapi mendidihkan otaknya
- 43.12.37. Abdullah bin Umar bermimpi dibawa ke Neraka Jahannam
- 43.12.38. Api dunia hanya 1 dari 70 bagian api Neraka Jahannam
- 43.12.39. Jarak antara permohonan penghuni neraka dengan jawaban Malaikat Malik kepada mereka adalah seribu tahun, lalu dijawab “kalian akan tetap tinggal”
- 43.12.40. Tebal kulit orang kafir sejauh perjalanan tiga hari
- 43.12.41. Kulit orang kafir itu setebal empat puluh dua hasta
- 43.12.42. Paha orang kafir seperti gunung Al-Baidha, daun, telur , dan dua mata uang
- 43.12.43. Sesungguhnya tempatnya di neraka jahanam seluas antara makkah dan madinah
- 43.12.44. Panas yang sangat menyengat di dunia, itu berasal dari hembusan dari neraka jahannam
- 43.12.45. Melakukan amalan penghuni surga tetapi ia termasuk penghuni neraka
- 43.12.46. Kedalaman Neraka, Perjalanan empat puluh tahun siang dan malam sebelum mencapai dasarnya atau keraknya
- 43.12.47. Akan terjadi fitnah, orang terbunuh keneraka dan lisan lebih tajam
- 43.12.48. Bersumpah bermaksud mengambil harta orang muslim dia durhaka
- 43.12.49. Sumpah bermaksud mengambil harta orang, dia jumpa Allah murka
- 43.12.50. Jarak antara kedua pundak orang kafir ialah sejauh tiga hari perjalanan seorang penunggang yang menunggangi kendaraannya dengan cepat
- 43.12.51. Kedua kaki orang sumpah palsu tak bergeser hingga Allah masukan neraka
- 43.12.52. Makanan di neraka, setetes zaqqum menetes ke kampung dunia, niscaya akan merusakkan kehidupan penduduk dunia
- 43.12.53. Tidak baju yang diambil dari ghanimah, menyalakan api bagianya
- 43.12.54. Di kabilah tsaqif ini ada seorang pendusta dan seorang yang sadis
- 43.12.55. Wanita mengubur anak hidup hidup, masuk neraka
- 43.12.56. Panas dan Dingin yang Sangat Ekstrem Berasal dari Hembusan Jahannam
- 43.12.57. Akan ada suatu kaum yang keluar dari neraka dan mereka telah terbakar, kecuali sekitar wajah mereka saja, sampai mereka masuk ke surga
- 43.12.58. Maryam (19); 71-72. semua orang akan melalui neraka, kecuali yang bertakwa
- 43.1. Tanda-tanda kecil kiamat
- 44. Shalat Rasulullah SAW, yang kalian tidak akan mampu mengerjakannya
- 45. Shalat Seratus Raka'at
- 45.1. Seusai shalat shubuh Nabi SAW duduk hingga matahari terbit
- 45.2. Ketika duduk, berdzikir menunggu hingga matahari terbit
- 45.2.1. Membaca ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINAZHZHALIMIN
- 45.2.2. Membaca 3x ASTAGHFIRULLAH ALLADZI LAA ILAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUM WA ATUUBU ILAIH
- 45.2.3. Beristighfar tiga kali dan membaca ALLAHUMMA ANTAS SALAAM WAMINKAS SALAM…
- 45.2.4. Membaca SUBHANALLAH 33x, ALHAMDULILLAH 33x, ALLAHU AKBAR 33x, LAA ILAAHA ILLA ALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH
- 45.2.5. Membaca SUBHAANALLAAH WABIHAMDIHI 100x, diampuni dosanya memskipun sebanyak buih di lautan
- 45.2.6. Membaca SUBHAANALLAAH 'ADADA KHALQIHI 3x, SUBHAANALLAAH RIDLAA NAFSIHI 3x, SUBHAANALLAAH ZINATA 'ARSYIHI 3x, SUBHAANALLAAH MIDAADA KALIMAATIHI 3x
- 45.2.7. Membaca SUBHANALLAAH 100x, ditulis Seribu kebaikan (pahala), dan dihapus Seribu kesalahan (dosa)
- 45.2.8. Membaca SUBHANALLAH WA BIHAMDIHI 100x, ditulis Seribu kebaikan (pahala), dan dihapus Seribu kesalahan (dosa)
- 45.2.9. Ditulis baginya seratus kebaikkan dan dihapuskan dari seratus kesalahan, dengan membaca LAA ILAAHA ILLAALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA 'ALA KULLI SYAI`IN QODIIR 100x
- 45.2.10. Membaca Subhanallah 100x Seperti bebaskan 100 budak, Alhamdulillah 100x Seperti sedekah 100 ekor kuda, Allahuakbar 100x Seperti sedekah 100 ekor unta, Laillahaillallah 100x Seperti sedekah memenuhi langit dan bumi
- 45.2.11. Doa meminta harta yang halal, bukan harta yang haram, meminta selalu taat beribadah kepada Allah dan dijauhkan perbuatan maksiat
- 45.2.12. Do'a ke kedua orang tua 100x
- 45.2.13. Bershalawat 100x
- 45.3. Shalat harian bagi muslim (100 rakaat)
- 45.3.1. Shalat sunnah wudhu dua rakaat, dan berdoa setelah wudhu maka akan dibukakan baginya delapa pintu Syurga
- 45.3.2. Shalat syuruq dua rakaat, mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah
- 45.3.3. Shalat sunnah awal hari empat rakaat, niscaya akan dicukupi sampai di akhir hari
- 45.3.4. Shalat sunnah dhuha dua rakaat, akan diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di laut
- 45.3.5. Shalat sunnah awwabin (shalat orang yang bertaubat) dua rakaat
- 45.3.6. Shalat dhuha dua belas rakaat, dibangunkan istana emas
- 45.3.7. Shalat sunnah wudhu dua rakaat (Menjelang dzuhur), dan berdoa setelah wudhu maka akan dibukakan baginya delapa pintu Syurga
- 45.3.8. Shalat sunnah di antara adzan dan iqamah shalat dzuhur dua rakaat
- 45.3.9. Shalat sunnah sebelum dzuhur empat rakaat, tanpa dipisahkan oleh salam akan dibukakan pintu-pintu langit
- 45.3.10. Shalat sunnah sebelum dzuhur empat rakaat, Allah haramkan dagingnya dari neraka
- 45.3.11. Shalat sunnah sebelum dzuhur empat rakaat, akan dibangunkan rumah di surga
- 45.3.12. Shalat wajib dzuhur empat rakaat, diampuni dosanya diantara dzuhur dan shubuh
- 45.3.13. Shalat sunnah setelah dzuhur empat rakaat, Allah haramkan dagingnya dari neraka
- 45.3.14. Shalat sunnah setelah dzuhur dua rakaat, akan dibangunkan rumah di surga
- 45.3.15. Apabila batal, shalat sunnah wudhu dua rakaat (Menjelang ashar), dan berdoa setelah wudhu maka akan dibukakan baginya delapa pintu Syurga
- 45.3.16. Shalat sunnah di antara adzan dan iqamah shalat ashar dua rakaat
- 45.3.17. Shalat sunnah sebelum ashar empat rakaat akan mendapatkan rahmat
- 45.3.18. Shalat wajib ashar empat rakaat, diampuni dosanya diantara ashar dan dzuhur
- 45.3.19. Apabila batal, shalat sunnah wudhu dua rakaat (Menjelang maghrib), dan berdoa setelah wudhu maka akan dibukakan baginya delapa pintu Syurga
- 45.3.20. Shalat sunnah di antara adzan dan iqamah shalat maghrib dua rakaat
- 45.3.21. Shalat wajib maghrib tiga rakaat, diampuni dosanya diantara maghrib dan ashar
- 45.3.22. Shalat sunnah setelah adzan maghrib dua rakaat
- 45.3.23. Apabila batal, shalat sunnah wudhu dua rakaat (Menjelang isya'), dan berdoa setelah wudhu maka akan dibukakan baginya delapa pintu Syurga
- 45.3.24. Shalat sunnah di antara adzan dan iqamah shalat isya dua rakaat
- 45.3.25. Shalat wajib isya empat rakaat, diampuni dosanya antara isya dan maghrib
- 45.3.26. Shalat sunnah setelah isya dua rakaat, akan dibangunkan rumah di surga
- 45.3.27. Shalat sunnah wudhu dua rakaat (menjelang tahajud), dan berdoa setelah wudhu maka akan dibukakan baginya delapa pintu Syurga
- 45.3.28. Shalat sunnah sebelas rakaat (tahajud)
- 45.3.29. Shalat sunnah wudhu dua rakaat (menjelang shubuh), dan berdoa setelah wudhu maka akan dibukakan baginya delapa pintu Syurga
- 45.3.30. Shalat sunnah fajar dua rakaat, lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya
- 45.3.31. Shalat sunnah di antara adzan dan iqamah shalat subuh dua rakaat
- 45.3.32. Shalat wajib subuh dua rakaat, diampuni dosanya diantara shubuh dan isya
- 46. Politik (Siyasah)
- 46.1. Kepemimpinan dalam Islam
- 46.1.1. Hadits tentang pentingnya bai’at kepada pemimpin Muslim
- 46.1.2. Apabila tiga orang bepergian, hendaklah mereka mengangkat salah satu menjadi pemimpin
- 46.1.3. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya
- 46.1.4. Kepemimpinan adalah amanah, dan akan menjadi penyesalan di akhirat bila disalahgunakan
- 46.1.5. Jika dua orang khalifah dibaiat, maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya, larangan perpecahan dalam kepemimpinan
- 46.1.6. Seandainya seorang budak Habasyi memimpin kalian dengan hukum Allah, maka dengar dan taatilah
- 46.1.7. Pemimpin terbaik adalah yang kalian cintai dan mencintai kalian, sedangkan yang terburuk adalah yang kalian benci dan membenci kalian
- 46.1.8. Pemimpin adalah pelindung rakyat; jika ia berbuat baik, rakyat akan aman; jika ia berbuat zalim, rakyat akan rusak
- 46.1.9. Setelah Rasulullah SAW, tidak ada nabi, hanya khalifah
- 46.1.10. Pecah belah ummat, penggallah dengan pedang, siapa pun dia
- 46.1.11. Agama ini akan selalu tegak hingga berlalu dua belas khalifah dari quraisy
- 46.1.12. Urutan kelayakan calon khalifah menurut Aisyah: Abu Bakar, Umar, dan Abu Ubaidah bin Jarrah
- 46.2. Keadilan Pemerintah
- 46.2.1. Tujuh golongan yang dinaungi Allah, salah satunya pemimpin yang adil
- 46.2.2. Pemimpin wajib menegakkan hukum Allah tanpa pandang bulu
- 46.2.3. Nabi SAW menolak memberikan keistimewaan hukum kepada bangsawan Quraisy
- 46.2.4. Pemimpin yang menzalimi rakyat mendapat ancaman keras di akhirat
- 46.2.5. Satu hari pemimpin yang adil lebih baik daripada enam puluh tahun ibadah
- 46.2.6. Pemimpin yang menipu rakyatnya tidak akan mencium bau surga
- 46.2.7. Pemimpin yang mempersulit urusan rakyat, Allah akan mempersulit urusannya di hari kiamat
- 46.2.8. Pemimpin yang mempermudah urusan rakyat akan dimudahkan Allah di dunia dan akhirat
- 46.2.9. Jika penguasa selalu menuntut hak tapi tidak mau memenuhi hak kami, taatilah
- 46.3. Kewajiban rakyat terhadap pemerintah
- 46.3.1. Wajib taat kepada pemimpin dalam hal yang ma’ruf, bukan maksiat
- 46.3.2. Hadits tentang mendengar dan patuh meskipun pemimpin dari golongan yang dianggap rendah
- 46.3.3. Larangan memberontak kepada pemimpin kecuali jika terlihat kekufuran yang nyata
- 46.3.4. Doakan kebaikan bagi pemimpin, bukan mencela mereka
- 46.3.5. Barang siapa memisahkan diri dari jamaah walau sejengkal, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah
- 46.3.6. Barang siapa ingin menasihati penguasa, hendaklah melakukannya secara pribadi, bukan di depan umum
- 46.3.7. Taat kepada pemimpin adalah bagian dari ketaatan kepada Rasulullah dan Allah
- 46.3.8. Tidak boleh mencabut ketaatan terhadap pemimpin selama masih menegakkan shalat
- 46.3.9. Taat kepada Nabi SAW, taat kepada Allah
- 46.3.10. Walau pemimpin budak hitam, asalkan dengan kitabullah, patuhi dia
- 46.3.11. Berlepas diri dan mengingkari kemungkaran penguasa di dalam hati
- 46.4. Musyawarah dan keputusan politik
- 46.4.1. Nabi bermusyawarah dengan para sahabat dalam urusan peperangan dan pemerintahan
- 46.4.2. Urusan mereka diputuskan dengan musyawarah di antara mereka
- 46.4.3. Musyawarah menjadi ciri kepemimpinan yang baik
- 46.4.4. Rasulullah menerima pendapat Salman al-Farisi dalam strategi menggali parit di Perang Khandaq
- 46.4.5. Abu Bakar dan Umar sering dimintai pendapat dalam keputusan penting, contoh penerapan syura dalam kepemimpinan
- 46.4.6. Setiap keputusan politik hendaknya mendahulukan kemaslahatan umat, bukan hawa nafsu
- 46.4.7. Tak suka amir sabarlah, keluar dari taat amir sejengkal, mati jahiliyah
- 46.5. Politik luar negeri (Hubungan antar negara)
- 46.5.1. nabi mengirim surat kepada raja-raja untuk mengajak masuk islam
- 46.5.2. Nabi mengadakan perjanjian damai dengan musuh (Hudaibiyah)
- 46.5.3. Islam mengajarkan untuk menepati janji dan perjanjian antar bangsa
- 46.5.4. Larangan membunuh utusan (diplomat) meskipun berasal dari musuh
- 46.5.5. Nabi mengutus duta seperti Dihyah al-Kalbi dan Abdullah bin Hudhafah untuk diplomasi ke penguasa lain
- 46.5.6. Tidak boleh mengkhianati perjanjian walau dengan musuh kafir
- 46.5.7. Nabi mencontohkan diplomasi dengan hikmah, bukan dengan penghinaan
- 46.6. Politik dan amanah jabatan
- 46.6.1. Larangan meminta jabatan, karena yang diberi karena meminta akan ditelantarkan dan yang diberi tanpa meminta akan ditolong
- 46.6.2. Jabatan adalah amanah, bukan kehormatan
- 46.6.3. Larangan menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi
- 46.6.4. Pemimpin yang menyalahgunakan jabatan akan menanggung dosa rakyatnya
- 46.6.5. Rasulullah menolak permintaan Abu Dzar untuk jabatan karena lemah dalam amanah
- 46.6.6. Barang siapa diangkat sebagai pemimpin atas sepuluh orang lalu tidak menunaikan hak mereka, ia akan datang pada hari kiamat dengan tangan terbelenggu
- 46.6.7. Rasulullah mengingatkan bahwa jabatan akan menjadi kehinaan dan penyesalan bagi yang tidak menunaikan tanggung jawabnya
- 46.6.8. Siapakah manusia paling baik setelah beliau Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, abu bakr. kemudian 'umar
- 46.6.9. berdirilah wahai abu ubaidah bin jarrah! dia kepercayaan umat ini
- 46.1. Kepemimpinan dalam Islam
- 47. Sistem Pemerintahan dan Kepemimpinan dalam Islam
- 47.1. Kewajiban adanya pemimpin
- 47.1.1. Apabila tiga orang keluar dalam perjalanan, hendaklah mereka mengangkat salah satu sebagai pemimpin
- 47.1.2. Kepemimpinan adalah penjaga agama dan pelindung umat
- 47.1.3. Haram hukumnya hidup tanpa bai’at kepada imam
- 47.1.4. Tidak halal bagi tiga orang berada di padang tanpa mengangkat salah seorang dari mereka sebagai pemimpin
- 47.1.5. Imam adalah pelindung, di belakangnya umat berperang dan kepadanya mereka berlindung
- 47.2. Syarat dan kualifikasi pemimpin
- 47.2.1. Pemimpin harus muslim, adil, dan amanah
- 47.2.2. Pemimpin wajib menegakkan hukum Allah
- 47.2.3. Tidak boleh mengangkat pemimpin dari orang yang lemah iman atau fasiq
- 47.2.4. Apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, tunggulah kehancuran
- 47.2.5. Allah mencintai apabila seseorang mengerjakan sesuatu, maka ia menyempurnakannya
- 47.3. Kewajiban pemimpin terhadap rakyat
- 47.3.1. Pemimpin adalah pelayan rakyat, bukan penguasa semata
- 47.3.2. Keadilan pemimpin menjadi sebab keselamatan negeri
- 47.3.3. Dilarang menipu, menzhalimi, dan menyia-nyiakan rakyat
- 47.3.4. Pemimpin yang menipu rakyatnya tidak akan mencium bau surga
- 47.3.5. Pemimpin yang menutup pintunya dari kebutuhan rakyat, Allah akan menutup pintu rahmat dari kebutuhannya
- 47.3.6. Sebaik-baik pemimpin ialah yang dicintai rakyat dan mereka mencintai rakyatnya; yang saling mendoakan kebaikan
- 47.4. Kewajiban rakyat terhadap pemimpin
- 47.4.1. Wajib taat kepada pemimpin dalam perkara ma’ruf
- 47.4.2. Dilarang memberontak selama pemimpin menegakkan shalat dan tidak terang-terangan kufur
- 47.4.3. Mendoakan pemimpin agar diberi petunjuk dan kebaikan
- 47.4.4. Barang siapa memuliakan penguasa, maka Allah akan memuliakannya
- 47.4.5. Dengarlah dan taatilah meski yang memimpin adalah seorang budak hitam
- 47.4.6. Walau pemimpin budak hitam, asalkan dengan kitabullah, patuhi dia
- 47.4.7. Kerjakanlah (manasik) sebagaimana para pemimpinmu telah mengerjakannya
- 47.4.8. Komitmen mendengar dan taat dalam kondisi susah, senang, suka, maupun benci
- 47.5. Musyawarah dan pembagian tugas
- 47.5.1. Nabi bermusyawarah dengan para sahabat dalam perkara dunia
- 47.5.2. Keputusan musyawarah tidak boleh bertentangan dengan wahyu
- 47.5.3. Pengangkatan pejabat harus berdasarkan amanah, bukan nepotisme
- 47.5.4. Tidak ada kebaikan pada urusan yang tidak didasari musyawarah
- 47.5.5. Rasulullah menugaskan sahabat sesuai kemampuan dan keahliannya
- 47.6. Larangan dalam kepemimpinan
- 47.6.1. Dilarang meminta jabatan kepemimpinan
- 47.6.2. Terlaknat pemimpin yang tidak menegakkan hukum Allah
- 47.6.3. Pemimpin zalim menjadi sebab kebinasaan umat
- 47.6.4. Pemimpin yang mati dalam keadaan menipu rakyatnya diharamkan masuk surga
- 47.6.5. Pemimpin yang menipu umat akan datang pada hari kiamat dengan tangan terikat
- 47.7. Kepemimpinan militer dan keamanan
- 47.7.1. Wajib taat kepada amir perang selama dalam ketaatan kepada Allah
- 47.7.2. Dilarang berkhianat terhadap pasukan dan strategi perang
- 47.7.3. Wajib menjaga keamanan rakyat dan wilayah Islam
- 47.7.4. Panglima perang harus orang yang bertakwa dan berpengalaman
- 47.7.5. Barang siapa berkhianat dalam peperangan, maka ia akan datang pada hari kiamat membawa apa yang dikhianatinya
- 47.8. Kepemimpinan sebagai amanah
- 47.8.1. Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban
- 47.8.2. Pemimpin akan menjadi orang pertama yang diadili pada hari kiamat
- 47.8.3. Kepemimpinan adalah amanah berat, bukan kehormatan untuk diperebutkan
- 47.8.4. Tidaklah seorang pemimpin memimpin sepuluh orang kecuali ia akan datang terikat di lehernya pada hari kiamat
- 47.8.5. Barang siapa menunaikan amanah kepemimpinan dengan jujur hingga meninggal, maka surga baginya
- 47.8.6. Seseorang hamba yang diberi amanat kepeminpinan, kemudian mati dalam keadaan menipu rakyat, maka tidak mendapat bau surga
- 47.9. Pemimpin adil dan pemimpin zalim
- 47.9.1. Tujuh golongan yang dinaungi Allah di hari tiada naungan selain naunganNya, di antaranya: imam yang adil
- 47.9.2. Satu hari pemimpin yang adil lebih baik daripada ibadah enam puluh tahun
- 47.9.3. Pemimpin yang zalim adalah seburuk-buruk manusia dan menjadi sebab murka Allah
- 47.9.4. Manusia yang paling dibenci Allah ialah pemimpin yang zalim
- 47.10. Tanggung jawab sosial dan keadilan pemerintah
- 47.10.1. Pemimpin wajib memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi
- 47.10.2. Siapa saja yang diberi amanah untuk memimpin lalu meninggal dalam keadaan menipu rakyatnya, Allah haramkan surga baginya
- 47.10.3. Tidak beriman seseorang hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri
- 47.10.4. Pemimpin yang menegakkan keadilan akan mendapat kedudukan tinggi di sisi Allah
- 47.1. Kewajiban adanya pemimpin
- 48. Hak Hak Asasi Manusia dalam Islam
- 48.1. Hak untuk hidup dan keamanan
- 48.1.1. Larangan membunuh tanpa hak
- 48.1.2. Kehormatan darah, harta, dan kehormatan seorang muslim
- 48.1.3. Perlindungan bagi non muslim yang terikat perjanjian
- 48.1.4. Hilangnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak
- 48.1.5. Nabi menolak hukuman mati terhadap seseorang tanpa bukti yang jelas
- 48.1.6. Larangan menakut nakuti atau mengancam sesama muslim, walau hanya bercanda
- 48.1.7. Sesungguhnya harta, darah dan kehormatan kalian adalah haram bagi kalian (tidak boleh sembarangan diambil/dirampas)
- 48.2. Hak kebebasan beragama dan ibadah
- 48.2.1. Tidak ada paksaan dalam agama
- 48.2.2. Kebebasan menjalankan ibadah sesuai syariat
- 48.2.3. Larangan menghalangi manusia dari jalan Allah
- 48.2.4. Barang siapa menyakiti ahli dzimmah, maka aku menjadi lawannya di hari kiamat
- 48.2.5. Nabi memberi jaminan keamanan bagi orang yang berlindung di masjid meskipun kafir
- 48.2.6. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, jangan menyakiti tetangganya, berlaku umum bagi semua manusia
- 48.3. Hak keadilan dan peradilan
- 48.3.1. Perintah menegakkan keadilan meski terhadap diri sendiri
- 48.3.2. Larangan zalim dalam segala bentuknya
- 48.3.3. Keadilan dalam persaksian dan hukum
- 48.3.4. Hakim ada tiga golongan, dua di neraka dan satu di surga, yaitu yang menghukumi dengan kebenaran
- 48.3.5. Nabi SAW menolak memberi keistimewaan dalam hukum walau kepada keluarga beliau (kisah wanita Bani Makhzum)
- 48.3.6. Larangan mengambil hak orang lain walaupun dengan sumpah palsu
- 48.4. Hak ekonomi dan kesejahteraan
- 48.4.1. Larangan riba, penipuan, dan eksploitasi
- 48.4.2. Hak atas pekerjaan dan upah yang adil
- 48.4.3. Kewajiban menolong fakir miskin dan dhuafa
- 48.4.4. Berikanlah upah pekerja sebelum kering keringatnya
- 48.4.5. Larangan menimbun makanan pokok untuk mencari keuntungan pribadi
- 48.4.6. Sebaik baik harta adalah harta yang dimiliki oleh orang saleh mendorong kemakmuran yang adil
- 48.4.7. Anjuran zakat dan sedekah sebagai bentuk distribusi kekayaan sosial
- 48.4.8. Seorang mendistribusikan harta allah dengan tidak benar, neraka
- 48.5. Hak keluarga dan pernikahan
- 48.5.1. Hak anak untuk mendapat pengasuhan dan kasih sayang
- 48.5.2. Hak wanita dalam pernikahan (mahar, nafkah, perlakuan baik)
- 48.5.3. Hak orang tua untuk dihormati dan berbakti
- 48.5.4. Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya
- 48.5.5. Larangan menelantarkan anak dan istri
- 48.5.6. Hak anak perempuan untuk hidup dan dididik dengan baik (larangan membunuh bayi perempuan)
- 48.5.7. Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua
- 48.5.8. Haram durhaka pada ibu, mengubur anak wanita, dan menyia-nyiakan harta
- 48.6. Hak sosial dan kebebasan individu
- 48.6.1. Larangan merusak kehormatan orang lain (ghibah, fitnah)
- 48.6.2. Hak untuk bermusyawarah dalam urusan bersama
- 48.6.3. Hak tetangga untuk dihormati dan diperlakukan baik
- 48.6.4. Tidak beriman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri
- 48.6.5. Larangan mengintai aib orang lain dan membuka rahasia pribadi
- 48.6.6. Nabi melarang mencela keturunan atau asal-usul seseorang
- 48.6.7. Hak setiap muslim untuk dihormati tanpa membedakan ras, warna kulit, atau bangsa
- 48.7. Hak dalam kondisi khusus
- 48.7.1. Hak tawanan perang untuk diperlakukan manusiawi
- 48.7.2. Hak orang sakit untuk mendapat keringanan ibadah
- 48.7.3. Hak musafir dalam memperoleh keringanan syariat
- 48.7.4. Sesungguhnya Allah mencintai jika rukhsah-Nya diambil sebagaimana Ia membenci kemaksiatan dilakukan
- 48.7.5. Nabi memerintahkan memberi makan dan pakaian kepada budak sebagaimana majikan makan dan berpakaian
- 48.7.6. Hak korban bencana untuk ditolong dan tidak ditelantarkan
- 48.8. Hak lingkungan dan kehidupan sehat
- 48.8.1. Larangan membuang kotoran di jalan, air, atau tempat umum
- 48.8.2. Iman itu lebih dari tujuh puluh cabang, yang tertinggi adalah syahadat, dan yang terendah menyingkirkan gangguan dari jalan
- 48.8.3. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai bagian dari iman
- 48.8.4. Larangan menebang pohon tanpa kebutuhan dalam wilayah yang dilindungi
- 48.8.5. Anjuran memelihara hewan dengan kasih sayang, Seorang wanita masuk neraka karena menelantarkan kucing
- 48.1. Hak untuk hidup dan keamanan
- 49. Mimpi dan Takwilnya
- 49.1. Kedudukan mimpi dalam Islam
- 49.1.1. Mimpi seorang mukmin adalah bagian dari nubuwah (kenabian)
- 49.1.2. Mimpi yang baik berasal dari Allah, sedangkan mimpi buruk dari setan dan Jangan menceritakan mimpi buruk kepada siapapun
- 49.1.3. Waktu yang paling banyak muncul mimpi benar adalah menjelang fajar
- 49.1.4. Mimpi yang benar akan datang dari orang yang jujur dalam perkataannya
- 49.1.5. Tidak tersisa dari kenabian kecuali kabar gembira, yaitu mimpi yang baik
- 49.1.6. Mimpi baik adalah salah satu cara Allah berkomunikasi dengan hamba-Nya yang saleh
- 49.1.7. Mimpi orang shalih satu bagian enam atau empat puluh kenabian
- 49.2. Jenis-jenis mimpi
- 49.2.1. Ru’yâ shâdiqah (mimpi benar) - kabar gembira dari Allah
- 49.2.2. Hulm (mimpi buruk) - gangguan setan
- 49.2.3. Mimpi bunga tidur - lintasan hati dan pikiran manusia
- 49.2.4. Mimpi yang datang setelah wudhu dan dalam keadaan suci lebih dekat kepada kebenaran
- 49.2.5. Mimpi yang benar tidak selalu segera terjadi, tetapi bisa menjadi isyarat masa depan
- 49.2.6. Ada mimpi yang datang dalam bentuk simbol, bukan makna langsung
- 49.2.7. Kenabian tidak ada lagi selain berita gembira, yaitu mimpi yang baik
- 49.2.8. Melihatku dalam tidur, ia melihatku terjaga, setan tidak bisa menyerupaiku
- 49.2.9. Di masjid mimpi dua malaikat membawa ke neraka, lubang besar bagaikan jurang
- 49.2.10. Pernah bertanya adakah di antara kalian yang bermimpi indah semalam
- 49.2.11. Dalam mimpiku berhijrah dari makkah ke madinah, kota yatsrib
- 49.2.12. Mimpi mengenakan baju, sampai di dada, ada yang kurang itu ad-din (agama)
- 49.2.13. Mimpi awan meneteskan samin dan madu, tali menghubungkan langit dan bumi
- 49.2.14. Mimpiku; diriku menghunus pedang, pedang patah musibah perang uhud
- 49.2.15. Mimpi wanita hitam, keluar dari madinah ; penyakit madinah pindah kesana
- 49.3. Adab seseorang terhadap mimpi
- 49.3.1. Disunnahkan menceritakan mimpi baik hanya kepada orang yang bijak atau dicintai
- 49.3.2. Larangan menyebarkan mimpi buruk kepada orang lain
- 49.3.3. Jika bermimpi buruk: meludah ringan ke kiri tiga kali, memohon perlindungan kepada Allah, dan berpindah posisi tidur
- 49.3.4. Tidak boleh menafsirkan mimpi dengan sembarangan tanpa ilmu
- 49.3.5. Orang yang bermimpi baik dianjurkan memuji Allah dan bersyukur
- 49.3.6. Tidak perlu mencari-cari takwil terhadap mimpi buruk, cukup berdoa agar dijauhkan dari kejelekannya
- 49.3.7. Mimpi baik dari Allah sedang buruk dari setan. mimpi buruk meludah ke kirinya
- 49.4. Mimpi Nabi Muhammad dan Para Sahabat
- 49.4.1. Nabi Muhammad bermimpi melihat dirinya berhijrah ke tempat yang terdapat kurma, lalu terbukti ke Madinah
- 49.4.2. Mimpi sahabat tentang adzan yang kemudian diakui Nabi Muhammad
- 49.4.3. Nabi Muhammad sering menanyakan kepada sahabat tentang mimpi mereka setelah shalat Subuh
- 49.4.4. Nabi Muhammad bermimpi meminum susu yang melambangkan ilmu, lalu memberikannya kepada Umar bin Khattab
- 49.4.5. Nabi Muhammad melihat dalam mimpi dua gelang emas lalu ditiup hingga hilang, sebagai isyarat terhadap dua orang pendusta yang mengaku nabi
- 49.4.6. Mimpi Nabi Muhammad sering menjadi wahyu dan petunjuk bagi umatnya
- 49.4.7. Mimpi Abu Bakar dengan nabi. Umar dengan Abu Bakar dan Usman dengan Umar
- 49.4.8. Aku tidur dan aku bermimpi melihat Utsman mempunyai mata air mengalir
- 49.4.9. Mimpi diberi susu kuminum sisanya kuberikan Umar bin Al Khattab ilmu
- 49.4.10. Abu Bakar menarik dua buah timba diambil 'Umar membagi ke manusia mereka puas
- 49.4.11. Mimpi di tanganku ada dua gelang emas dan aku pun meniupnya
- 49.4.12. Kulihat engkau dalam mimpi dua kali, berujar 'ini isterimu!’ adalah engkau
- 49.4.13. Mimpi Ibnu umar melihat seakan-akan di tanganku ada sehelai kain sutera, dan tidaklah aku menunjukkan padanya satu tempat di surga kecuali ia akan terbang bersamaku menuju ke tempat itu
- 49.4.14. Dan kamu berada dalam islam hingga meninggal dunia, orang itu adalah Abdullah bin salam
- 49.5. Tafsir dan Takwil mimpi
- 49.5.1. Nabi Yusuf ‘alaihissalâm diberi keistimewaan menakwil mimpi
- 49.5.2. Mimpi dapat ditakwil sesuai konteks dan simbol yang muncul
- 49.5.3. Peran orang yang alim dan bijaksana dalam menafsirkan mimpi
- 49.5.4. Takwil mimpi dapat berubah sesuai keadaan orang yang bermimpi
- 49.5.5. Mimpi para nabi adalah wahyu, sedangkan mimpi orang saleh adalah ilham
- 49.5.6. Tidak semua mimpi membutuhkan takwil, sebagian cukup diserahkan kepada Allah
- 49.5.7. Mimpi bisa ditakwil dengan analogi terhadap Al-Qur’an dan sunnah (misalnya: susu - ilmu, pohon hijau - iman)
- 49.5.8. Bermimpi diberi kurma ibnu thab'. tafsir: mulya di dunia dan di akhirat
- 49.5.9. Bermimpi menggosok gigi dengan siwak berikan kepada yang tua
- 49.6. Mimpi sebagai pertanda
- 49.6.1. Mimpi bisa menjadi kabar gembira (busyra) bagi seorang mukmin
- 49.6.2. Sebagian mimpi bisa menjadi isyarat terhadap kejadian masa depan
- 49.6.3. Mimpi tidak bisa dijadikan dasar hukum syariat, tetapi bisa menjadi penguat iman
- 49.6.4. Mimpi kadang menjadi peringatan bagi seorang mukmin sebelum musibah datang
- 49.6.5. Mimpi baik dapat menjadi dorongan untuk memperbaiki amal
- 49.6.6. Mimpi bisa mengandung makna rahmat atau peringatan tergantung isi dan waktu terjadinya
- 49.7. Larangan dalam mimpi
- 49.7.1. Larangan berdusta tentang mimpi, ancamannya besar di sisi Allah
- 49.7.2. Tidak boleh mengaku bermimpi sesuatu yang tidak dilihat
- 49.7.3. Hukum orang yang mengaku bermimpi palsu disamakan dengan berdusta atas nama Allah
- 49.7.4. Barang siapa berdusta dalam mimpinya, akan dibebani mengikat dua butir gandum yang tidak mungkin bisa digabungkan di hari kiamat
- 49.7.5. Orang yang memalsukan mimpi untuk mencari kedudukan termasuk dalam golongan pendusta besar
- 49.7.6. Tidak boleh mempermainkan atau menjadikan mimpi sebagai bahan gurauan
- 49.7.7. Aku bermimpi dalam tidurku, kepalaku di penggal lalu aku mengikutinya
- 49.7.8. Mimpi sebagai pendusta, menghianati Al Qur'an. pezina, pemakan riba
- 49.7.9. Ta'wil mimpi mecahkan kepalanya dgn batu, mengambil Al Qur'an ditinggalkan
- 49.7.10. Mencuri dengar pembicaraan; menggambar disiksa; dusta bermimpi disiksa
- 49.7.11. Kebohongan paling bohong menyatakan melihat (bermimpi) padahal tidak
- 49.8. Mimpi dan hubungannya dengan kematian
- 49.8.1. Sebagian mimpi dapat menjadi isyarat mendekatnya ajal seseorang
- 49.8.2. Orang beriman sering melihat tanda kebaikan menjelang kematiannya dalam mimpi
- 49.8.3. Mimpi buruk menjelang kematian dapat menjadi peringatan untuk bertoba
- 49.8.4. Mimpi arwah orang saleh bisa menjadi penghibur bagi keluarganya
- 49.8.5. Mimpi bertemu malaikat atau tempat yang indah merupakan kabar gembira dari Allah
- 49.9. Mimpi dan ilmu kenabian
- 49.9.1. Mimpi adalah bagian dari empat puluh enam sampai tujuh puluh bagian kenabian
- 49.9.2. Nabi Muhammad pernah berkata: Tidak tersisa dari kenabian kecuali kabar gembira, yaitu mimpi yang baik
- 49.9.3. Mimpi para nabi dan rasul mengandung kebenaran mutlak karena berasal dari wahyu
- 49.9.4. Mimpi orang saleh bisa menjadi petunjuk ilham yang benar jika tidak bertentangan dengan syariat
- 49.9.5. Mimpi adalah salah satu bentuk limpahan cahaya ruhani bagi orang beriman
- 49.10. Keutamaan orang yang sering mimpi benar
- 49.10.1. Orang yang paling benar ucapannya akan paling benar mimpinya
- 49.10.2. Mimpi benar adalah tanda kebersihan hati dan kedekatan dengan Allah
- 49.10.3. Orang yang menjaga kejujuran dan amal saleh akan lebih sering mendapat mimpi benar
- 49.10.4. Mimpi benar adalah karunia yang harus disyukuri, bukan disombongkan
- 49.10.5. Mimpi benar juga bisa menjadi ujian untuk menjaga kesucian niat dan tidak sombong karenanya
- 49.11. Mimpi
- 49.11.1. Setelah kenabian adalah mimpi yang benar
- 49.11.3. Barang siapa bermimpi buruk, hendaklah meludah ringan ke kiri tiga kali dan berlindung kepada Allah
- 49.11.4. Mimpi orang shalih satu bagian enam atau empat puluh dan sampai tujuh puluh kenabian
- 49.11.5. Kenabian tidak ada lagi selain berita gembira, yaitu mimpi yang baik
- 49.11.6. Rasulullah pernah bertanya adakah di antara kalian yang bermimpi indah semalam
- 49.11.7. Melihat nabi dalam mimpi adalah kebenaran, karena setan tidak bisa menyerupainya
- 49.11.8. Kebohongan paling bohong menyatakan melihat (bermimpi) padahal tidak
- 49.11.9. Mimpi seorang Mukmin di Akhir Zaman dan Adab Menghadapinya
- 49.11.10. Beliau bersabda: jika setan mempermainkan (mimpi) salah seseorang dari kalian maka janganlah kau ceritakan kepada yang lainnya
- 49.1. Kedudukan mimpi dalam Islam
- 50. Fiqih Minoritas Muslim
- 50.1. Menjaga Identitas Islam
- 50.1.1. Hadits tentang perbedaan umat Islam dari Yahudi dan Nasrani, seperti perintah berpuasa pada hari ‘Asyura’ dan berbeda dari mereka
- 50.1.2. Larangan tasyabbuh (menyerupai) kaum lain dalam hal akidah, ibadah, dan ciri khas keagamaan: Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka
- 50.1.3. Nabi SAW memerintahkan umat Islam untuk menjaga penampilan khas Muslim (seperti memelihara janggut dan memotong kumis)
- 50.1.4. Umat Islam diperintahkan untuk menjaga syiar agama seperti shalat berjamaah, zakat, dan adzan, meskipun berada di lingkungan non-Muslim
- 50.1.5. Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali asing, maka beruntunglah orang-orang yang tetap teguh di masa keasingan
- 50.1.6. Peganglah sunnahku dan sunnah para khulafaur rasyidin, gigitlah dengan gigi gerahammu - dorongan menjaga prinsip di tengah tekanan lingkungan
- 50.1.7. Barang siapa membuat perkara baru maka amalan tersebut tertolak
- 50.1.8. Islam akan kembali bersarang ke hijaz untuk memperbaiki sunnahku yang dirusak
- 50.2. Toleransi dan Interaksi Sosial
- 50.2.1. Nabi SAW bermuamalah dengan Yahudi di Madinah, baik dalam hal jual beli maupun pinjam-meminjam
- 50.2.2. Nabi SAW menerima hadiah dari non-Muslim, seperti dari Raja Muqauqis (Mesir)
- 50.2.3. Wajib berlaku adil dan baik kepada tetangga non-Muslim: Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya
- 50.2.4. Nabi SAW menjenguk anak Yahudi yang sakit dan mengajaknya kepada Islam dengan kelembutan
- 50.2.5. Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia
- 50.2.6. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya
- 50.2.7. Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri - berlaku universal dalam etika sosial
- 50.3. Ibadah di Negeri Minoritas
- 50.3.1. Dijadikan bagiku bumi sebagai masjid dan alat bersuci - menunjukkan fleksibilitas ibadah di mana pun
- 50.3.2. Keringanan (rukhsah) dalam shalat dan puasa ketika mengalami kesulitan: Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali ia akan kalah
- 50.3.3. Hadits tentang qashar dan jama‘ bagi musafir, termasuk dalam perjalanan di negeri asing
- 50.3.4. Sesungguhnya Allah menyukai ketika rukhsah-Nya diambil sebagaimana Dia membenci maksiat dilakukan
- 50.3.5. Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit - relevan bagi Muslim minoritas yang mungkin terbatas fasilitas ibadahnya
- 50.3.6. Nabi mengizinkan sahabat shalat secara sembunyi di Mekah sebelum hijrah, menjadi contoh fleksibilitas beragama di lingkungan non-Muslim
- 50.4. Hubungan dengan Pemerintah Non-Muslim
- 50.4.1. Nabi SAW mengutus sahabat hijrah ke Habasyah di bawah pemerintahan Raja Najasyi yang adil
- 50.4.2. Tinggallah kalian di Habasyah, karena di sana ada raja yang tidak menzalimi seorang pun
- 50.4.3. Larangan memberontak atau menimbulkan kekacauan selama pemerintah tidak melarang ibadah dan tidak memerangi Islam
- 50.4.4. Kewajiban menaati aturan negara selama tidak bertentangan dengan syariat: Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam hal maksiat kepada Sang Pencipta
- 50.4.5. Sesungguhnya Allah menegakkan keadilan meskipun melalui pemimpin yang kafir, dan tidak menegakkan kezaliman meskipun dari pemimpin yang Muslim
- 50.4.6. Hadits tambahan: Nabi SAW menegaskan pentingnya menjadi warga yang amanah dan tidak menimbulkan fitnah di negeri orang lain
- 50.4.7. Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah - dorongan untuk berkontribusi positif meski di tengah masyarakat mayoritas non-Muslim
- 50.5. Dakwah dan Menjaga Citra Islam
- 50.5.1. Nabi SAW mengutus sahabat ke berbagai negeri untuk menyebarkan Islam dengan kelembutan dan hikmah
- 50.5.2. Sampaikanlah dariku walau satu ayat
- 50.5.3. Barang siapa menipu bukan dari golongan kami - menjaga citra Islam melalui kejujuran dan amanah
- 50.5.4. Sesungguhnya Allah menyukai kelembutan dalam segala perkara
- 50.5.5. Permudahlah, jangan persulit; berilah kabar gembira, jangan membuat orang lari
- 50.5.6. Nabi melarang menghina agama lain dan mencontohkan dialog santun dengan pendeta Nasrani di Masjid Nabawi
- 50.5.7. Sesungguhnya aku diutus bukan untuk melaknat manusia, tetapi sebagai rahmat bagi mereka
- 50.6. Strategi beradaptasi tanpa kompromi aqidah
- 50.6.1. Orang mukmin yang bergaul dengan manusia dan sabar atas gangguan mereka lebih baik daripada yang tidak bergaul dan tidak sabar
- 50.6.2. Janganlah kalian menjadi pengikut yang berkata: jika orang berbuat baik, kami pun baik; tetapi teguhkan diri kalian dalam kebenaran meskipun orang lain berbuat salah.
- 50.6.3. Peganglah kebenaran walau engkau seorang diri
- 50.6.4. Barang siapa menjaga agamanya di masa fitnah, maka ia seperti orang yang menggenggam bara api
- 50.6.5. Akan datang masa bagi umatku, orang yang sabar di antara mereka atas agamanya seperti menggenggam bara api
- 50.6.6. Prinsip dasar: adaptasi sosial boleh dilakukan selama tidak mencederai aqidah, ibadah, dan akhlak
- 50.1. Menjaga Identitas Islam
- 51. Kebebasan Individu
- 51.1. Keutamaan kebebasan
- 51.1.1. Islam datang untuk membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama menuju penghambaan hanya kepada Allah
- 51.1.2. Tidak ada kemuliaan seseorang karena status sosial, melainkan karena takwa
- 51.1.3. Setiap orang merdeka sejak lahir, tidak boleh diperjualbelikan
- 51.1.4. Tidak ada kelebihan orang Arab atas non-Arab, kecuali dengan takwa
- 51.1.5. Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian
- 51.1.6. Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya, kemuliaan tidak ditentukan oleh keturunan atau harta
- 51.2. Perbudakan dan pembebasan
- 51.2.1. Keutamaan memerdekakan budak sebagai penebus dosa
- 51.2.2. Pahala besar bagi orang yang memerdekakan budak; setiap anggota badan budak dibebaskan menjadi tebusan anggota badan tuannya dari neraka
- 51.2.3. Nabi memerdekakan banyak budak dan menganjurkan sahabat untuk melakukan hal serupa
- 51.2.4. Orang yang menampar budak wajib membebaskannya sebagai tebusan
- 51.2.5. Barangsiapa memiliki budak perempuan lalu mendidik dan menikahinya, maka ia mendapatkan dua pahala
- 51.2.6. Siapa yang menuduh budaknya dengan tuduhan zina tanpa bukti, maka akan dihukum pada hari kiamat
- 51.2.7. Nabi melarang menyebut budak dengan sebutan ‘abdi’ (hamba), tetapi gunakanlah “pemuda/pemudi-ku”, karena semua manusia hamba Allah
- 51.3. Kebebasan beragama dan berpikir
- 51.3.1. Larangan memaksa orang masuk Islam
- 51.3.2. Nabi memberikan kebebasan beribadah bagi orang Yahudi dan Nasrani di Madinah
- 51.3.3. Kebebasan berpendapat dijaga selama tidak bertentangan dengan syariat
- 51.3.4. Nabi mendengarkan pendapat sahabat dalam urusan dunia, dan sering menerima pendapat mereka
- 51.3.5. Orang yang menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa zalim dianggap jihad terbaik
- 51.3.6. Barangsiapa melihat kemungkaran hendaklah ia ubah dengan tangannya, lisannya, atau hatinya, inilah batas tanggung jawab moral dalam kebebasan beramal
- 51.4. Hak-hak individu
- 51.4.1. Setiap jiwa, darah, harta, dan kehormatan manusia adalah suci
- 51.4.2. Larangan melanggar privasi orang lain tanpa izin, seperti mengintip rumah orang
- 51.4.3. Menjaga amanah merupakan bagian dari menjaga hak individu
- 51.4.4. Tidak halal harta seorang Muslim kecuali dengan kerelaannya
- 51.4.5. Barang temuan (luqathah) harus dijaga dan diumumkan, bukan dimiliki tanpa hak
- 51.4.6. Orang yang menolong saudaranya dalam kesulitan dunia akan ditolong Allah di akhirat
- 51.4.7. Setiap pemimpin adalah gembala yang akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, termasuk hak individu di bawah tanggung jawabnya
- 51.5. Batasan kebebasan
- 51.5.1. Kebebasan tidak boleh digunakan untuk merusak atau menzalimi orang lain
- 51.5.2. Tanggung jawab sosial melekat pada kebebasan individu
- 51.5.3. Orang beriman dibatasi oleh halal-haram yang ditetapkan Allah
- 51.5.4. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya
- 51.5.5. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam
- 51.5.6. Tidak boleh ada kebebasan yang menyebabkan permusuhan, hasad, atau fitnah di antara kaum muslimin
- 51.5.7. Setiap kebebasan yang melampaui batas akan dihisab pada hari kiamat
- 51.1. Keutamaan kebebasan
- 52. Permasalahan Baru dan Kontemporer
- 52.1. Teknologi dan Ibadah
- 52.1.1. Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya - menjadi dasar sahnya ibadah dengan bantuan teknologi seperti aplikasi kiblat atau jadwal shalat digital
- 52.1.2. Bumi dijadikan bagiku sebagai masjid dan alat bersuci - dalil kebolehan kemudahan dalam beribadah di mana pun, termasuk dengan teknologi
- 52.1.3. Penggunaan pengeras suara di masjid termasuk dalam tabligh da’wah modern yang dibolehkan selama tidak mengganggu
- 52.1.4. Menyimpan mushaf Al-Qur’an dalam ponsel termasuk bagian dari tahfizh dan ta’allum (belajar Al-Qur’an), dengan tetap menjaga adab terhadap mushaf
- 52.1.5. Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang melakukannya - menjadi dalil penggunaan teknologi untuk dakwah
- 52.1.6. Permudahlah, jangan persulit - dasar penerapan inovasi teknologi dalam ibadah
- 52.1.7. Sesungguhnya Allah mencintai kemudahan dalam setiap urusan - mendorong fleksibilitas pemanfaatan teknologi selama tidak melanggar syariat
- 52.2. Kesehatan dan Medis
- 52.2.1. Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit melainkan menurunkan obatnya - dasar ilmiah dan syar’i bagi pengobatan modern dan vaksinasi
- 52.2.2. Berobatlah kalian, karena Allah tidak menjadikan penyakit kecuali Dia juga menjadikan obatnya, kecuali satu: tua
- 52.2.3. Donor darah dan transplantasi organ termasuk dalam ta‘awun ‘ala al-birr, saling tolong dalam kebaikan
- 52.2.4. Vaksinasi dibolehkan sebagai bentuk hifzh an-nafs (menjaga jiwa), salah satu maqashid syariah
- 52.2.5. Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh saling membahayakan - kaidah utama dalam penentuan hukum medis
- 52.2.6. Penggunaan obat yang mengandung unsur najis atau haram dibolehkan dalam kondisi darurat, berdasar kaidah ad-dharurat tubihul mahzhurat
- 52.2.7. Sesungguhnya badanmu memiliki hak atasmu. kewajiban menjaga kesehatan
- 52.2.8. Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah - dorongan untuk hidup sehat secara aktif
- 52.3. Sosial dan Hukum
- 52.3.1. Hukum foto, video, dan gambar makhluk bernyawa dikembalikan pada niat dan fungsi; jika untuk pendidikan, dakwah, atau dokumentasi, maka dibolehkan
- 52.3.2. Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya. dasar hukum penggunaan media digital
- 52.3.3. Hukum media sosial: larangan ghibah, fitnah, pamer, dan menyebar kebencian
- 52.3.4. Cukuplah seseorang dikatakan berdusta jika ia menyebarkan setiap apa yang ia dengar - relevan dalam penyebaran berita di media sosial
- 52.3.5. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam
- 52.3.6. Tidak akan masuk surga orang yang suka menyebar namimah (adu domba)
- 52.3.7. Nikah daring dan akad jarak jauh sah selama memenuhi rukun dan syarat syar’i (wali, saksi, ijab qabul)
- 52.3.8. Tidak sah nikah tanpa wali - dasar keabsahan akad jarak jauh dengan mekanisme digital yang sah
- 52.4. Lingkungan dan Global
- 52.4.1. Tidaklah seorang Muslim menanam pohon atau menabur benih, lalu burung atau manusia memakannya, kecuali menjadi sedekah baginya - dasar etika lingkungan Islam
- 52.4.2. Sesungguhnya dunia ini hijau dan indah, dan Allah menjadikan kalian khalifah di dalamnya; maka lihatlah bagaimana kalian memperlakukannya
- 52.4.3. Larangan merusak bumi, menebang pohon tanpa alasan, dan mencemari air
- 52.4.4. Janganlah kalian buang hajat di air yang mengalir - prinsip kebersihan lingkungan
- 52.4.5. Tanggung jawab terhadap krisis iklim termasuk dalam menjaga amanah khalifah fil-ardh
- 52.4.6. Iman itu terdiri dari tujuh puluh cabang, yang tertinggi adalah ucapan la ilaha illallah, dan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan - etika ekologis dan sosial
- 52.4.7. Barang siapa membunuh burung tanpa alasan yang benar, maka burung itu akan mengadu kepada Allah
- 52.4.8. Sayangilah siapa pun di bumi, maka yang di langit akan menyayangimu - dasar kasih sayang terhadap seluruh makhluk hidup
- 52.1. Teknologi dan Ibadah
- 53. Hubungan Internasional
- 53.1. Prinsip umum hubungan internasional
- 53.1.1. Umat Islam adalah satu kesatuan (ummah), saling menolong dalam kebaikan dan takwa
- 53.1.2. Islam mengakui keberadaan bangsa dan komunitas lain serta memerintahkan untuk berlaku adil terhadap mereka
- 53.1.3. Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam
- 53.1.4. Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya; ia tidak menzaliminya dan tidak menyerahkannya (kepada musuh)
- 53.1.5. Tolonglah saudaramu, baik ia berbuat zalim maupun dizalimi. maksudnya mencegah kezalimannya atau membantu menegakkan keadilannya
- 53.2. Perjanjian dan diplomasi
- 53.2.1. Nabi SAW mengadakan Piagam Madinah sebagai dasar hubungan antar komunitas agama dan suku
- 53.2.2. Perjanjian Hudaibiyah menjadi teladan kesabaran dan perdamaian strategis
- 53.2.3. Wajib menepati janji meskipun dengan musuh: Penuhilah janji, sesungguhnya janji akan dimintai pertanggungjawaban
- 53.2.4. Larangan mengkhianati perjanjian atau melakukan tipu daya terhadap lawan: Barang siapa memiliki perjanjian dengan suatu kaum, maka janganlah ia membatalkannya hingga masa perjanjian itu selesai
- 53.2.5. Tidak halal bagi seorang mukmin mengkhianati kepercayaan, meskipun terhadap orang kafir
- 53.2.6. Nabi mengutus sahabat sebagai duta dengan pesan agar menjaga kehormatan Islam, tidak menipu, dan berkata jujur dalam menyampaikan risalah
- 53.2.7. Menaklukan Mesir dan berbuat baik kepada penduduknya
- 53.3. Hak dan keamanan diplomat
- 53.4. Perang dan damai
- 53.5. Hubungan dengan non-muslim
- 53.6. Dakwah dan hubungan internasional
- 53.7. Etika dan nilai dalam hubungan antar bangsa
- 53.1. Prinsip umum hubungan internasional