Air kencing bayi laki-laki dan perempuan: yang dicuci hanya kencing anak perempuan, sedangkan kencing anak laki-laki, hanya di perciki
Imam Ahmad : 25643حَدَّثَنَا عَفَّانُ وَبَهْزٌ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا عَطَاءٌ الْخُرَاسَانِيُّ عَنْ لُبَابَةَ أُمِّ الْفَضْلِ أَنَّهَا كَانَتْ تُرْضِعُ الْحَسَنَ أَوْ الْحُسَيْنَ قَالَتْ فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاضْطَجَعَ فِي مَكَانٍ مَرْشُوشٍ فَوَضَعَهُ عَلَى بَطْنِهِ فَبَالَ عَلَى بَطْنِهِ فَرَأَيْتُ الْبَوْلَ يَسِيلُ عَلَى بَطْنِهِ فَقُمْتُ إِلَى قِرْبَةٍ لِأَصُبَّهَا عَلَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أُمَّ الْفَضْلِ إِنَّ بَوْلَ الْغُلَامِ يُصَبُّ عَلَيْهِ الْمَاءُ وَبَوْلُ الْجَارِيَةِ يُغْسَلُ وَقَالَ بَهْزٌ غُسْلًا حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ قَالَ حُمَيْدٌ كَانَ عَطَاءٌ يَرْوِيهِ عَنْ أَبِي عَطَاءٍ عَنْ لُبَابَةَ
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] dan [Bahs] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] berkata, telah mengabarkan kepada kami ['Atha' Al Khurasani] dari [Lubabah Ummu Fadll], bahwa dia sedang menyusui Hasan atau Husain, dia berkata, "Kemudian datanglah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berbaring di tempat yang agak menurun, kemudian beliau menaruh (Hasan atau Husain) di atas perutnya, tapi kemudian Hasan kencing di atas perut beliau, saya melihat kencingnya mengalir di atas perutnya sehingga saya pun bangun mendekati untuk menuangkan (air) kepadanya, maka beliau bersabda: "Wahai Ummu Fadll, sesungguhnya kencing bayi laki-laki cukup diperciki dengan air, sedangkan kencing bayi perempuan harus dicuci." [Bahs] menyebutkan, "Mencucinya." Telah menceritakan kepada kami ['Affan] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad] berkata [Humaid] adalah [Atha'] meriwayatkannya dari [Abu Atha'] dari [Lubabah]."
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 531, 718, 1091, 1092, 11010, 23122, 24045, 24586, 24589, 25641, 25643, 25644, 25756
Imam Bukhari : 215, 216, 5046, 5543, 5878
Imam Muslim : 430, 431, 432, 433
Imam Abu Dawud : 319, 320, 321, 322, 323
Imam Tirmidzi : 555
Imam Nasa'i : 300, 301, 302
Imam Ibnu Majah : 515, 516, 517, 518, 519, 520
Imam Malik : 127, 128
Imam Darimi : 734