Larangan muzabanah (menjual buah yang masih di tangkai pohon dengan kurma yang telah ditakar), dan larangan muhaqalah (menyewakan tanah)
Imam Ahmad : 14680حَدَّثَنَا أَبُو سَعْدٍ الصَّاغَانِيُّ مُحَمَّدُ بْنُ مُيَسَّرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمُحَاقَلَةِ وَالْمُزَابَنَةِ وَالْمُخَابَرَةِ وَأَنْ يُبَاعَ الثَّمَرُ حَتَّى يُطْعَمَ إِلَّا بِدَنَانِيرَ أَوْ دَرَاهِمَ إِلَّا الْعَرَايَا
Telah bercerita kepada kami [Abu Sa'ad Ash-Ashoghoni Muhammad bin Muyassaroh] telah bercerita kepada kami [Ibnu Juraij] dari [Abu Az-Zubair] dari [Jabir] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melarang jual beli muhaqolah (menjual tanaman yang masih dalam tangkainya dengan makanan pokok), muzabanah (menjual kurma di pohon yang masih basah dengan beberapa wasak buah kurma kering), mukhobaroh (membagi hasil sawah atau ladang menjadi sepertiga atau seperempat sementara benihnya berasal dari yang mempunyai sawah atau ladang tersebut) dan menjual buah sampai layak dimakan selain dengan dinar atau dirham kecuali 'araya.
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 1859, 9889, 10598, 10630, 11148, 11211, 14347, 14670, 14680, 20628, 20670
Imam Bukhari : 2037, 2038, 2055, 2207
Imam Muslim : 2837, 2855, 2856, 2857, 2858, 2859, 2876, 2877, 2878
Imam Abu Dawud : 2917, 2951, 2956
Imam Tirmidzi : 1145, 1221
Imam Nasa'i : 3824, 3825, 3826, 3827, 3828, 3830, 3833, 4459
Imam Ibnu Majah : 2257, 2258, 2440
Imam Malik : 1141, 1142
Imam Darimi : 269, 2444