Larangan muzabanah (menjual buah yang masih di tangkai pohon dengan kurma yang telah ditakar), dan larangan muhaqalah (menyewakan tanah)
Imam Ahmad : 14312
حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى عَنْ الْمُزَابَنَةِ وَالْمُحَاقَلَةِ وَالْمُخَابَرَةِ وَالثُّنْيَا وَالْمُعَاوَمَةِ
Telah menceritakan kepada kami [Yunus] Telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sesungguhnya beliau melarang juAl beli muzabanah (menjual kurma di pohon yang masih basah dengan beberapa wasak buah kurma kering atau kurma masak), muhaqolah (menjual tanaman yang masih dalam tangkainya dengan makanan pokok), mukhobaroh (membagi hasil Sawah atau ladang menjadi sepertiga atau seperempat sementara benihnya berasal dari yang mempunyai Sawah atau ladang tersebut), tsun-ya (mengecualikan sesuatu yang tidak jelas dalam akad juAl beli misalnya si penjual berkata; saya menjual setakar gandum ini kecuali sebagiannya) dan mu'awamah (jual beli buah kurma selama setahun atau beberapa tahun tertentu).
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 1859, 8726, 9889, 10598, 10630, 11148, 11211, 13838, 14312, 14347, 14393, 14670, 14680, 20628, 20670
Imam Bukhari : 2037, 2038, 2053, 2055, 2207
Imam Muslim : 2837, 2855, 2856, 2857, 2858, 2859, 2876, 2877, 2878
Imam Abu Dawud : 2915, 2917, 2951, 2955, 2956
Imam Tirmidzi : 1145, 1211, 1221, 1234
Imam Nasa'i : 3819, 3824, 3825, 3826, 3827, 3828, 3830, 3833, 3859, 4459, 4473, 4474, 4554, 4555
Imam Ibnu Majah : 2256, 2257, 2258, 2440
Imam Malik : 1141, 1142
Imam Darimi : 269, 2444