Larangan dua transaksi dalam satu akad, jual beli dengan cara al-lams, dan an-najsy
Imam Bukhari : 2055حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ يُونُسَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ أَبِي طَلْحَةَ الْأَنْصَارِيُّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمُحَاقَلَةِ وَالْمُخَاضَرَةِ وَالْمُلَامَسَةِ وَالْمُنَابَذَةِ وَالْمُزَابَنَةِ
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Wahab] telah menceritakan kepada kami ['Umar bin Yunus] berkata, telah menceritakan kepada saya [bapakku] telah menceritakan kepada saya [Ishaq bin Abi Tholhah Al Anshari] dari [Anas bin Malik] radliallahu 'anhu bahwa dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang dari Al Muhaaqalah (jual beli buah yang masih ditangkai dengan gandum), Al Mukhodharoh (jual beli buah atau biji-bijian sebelum matang), Al Mulaamasah (terjadi jual beli jika calon pembeli memegang barang dagangan), Al Munaabadzah (jual beli dengan melempar barang dagangan) dan Al Muzaabanah (jual beli kurma yang masih dipohon dengan kurma yang sudah dipetik).
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 7903, 8579, 8592, 9066, 9214, 9603, 9764, 9781, 9800, 9838, 9975, 10037, 10131, 10214, 10332, 10426, 10599, 10600, 10672, 10998, 10999, 11204, 11205, 11464, 11467, 11468, 14019, 14243
Imam Bukhari : 345, 354, 2002, 2003, 2055, 5371, 5372, 5373, 5374, 5811
Imam Muslim : 2780, 2781, 2782, 3918
Imam Abu Dawud : 2933, 3558, 3559
Imam Tirmidzi : 1231, 1680, 2691
Imam Nasa'i : 4433, 4434, 4435, 4436, 4437, 4438, 4439, 4440, 4441, 5245, 5246, 5247
Imam Ibnu Majah : 2160, 2161, 3549, 3550, 3551
Imam Malik : 1176, 1431
Imam Darimi : 1337, 2449