Para sahabat memakan daging kuda dan keledai liar pada Perang Khaibar, sedangkan Nabi melarang keledai jinak
Imam Ahmad : 14311
حَدَّثَنَا عَفَّانُ وَحَسَنٌ وَيُونُسُ قَالُوا ثَنَا حَمَّادٌ قَالَ عَفَّانُ فِي حَدِيثِهِ أَخْبَرَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ ذَبَحْنَا يَوْمَ خَيْبَرَ الْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ فَنَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْبِغَالِ وَالْحَمِيرِ وَلَمْ يَنْهَنَا عَنْ الْخَيْلِ
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] dan [Hasan] dan [Yunus] mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami [Hammad], [Affan] berkata dalam hadisnya, telah mengabarkan kepada kami [Abu Az Zubair] dari [Jabir] berkata; kami pada Peristiwa Khaibar menyembelih kuda dan bighal lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang kami menyembelih bighal dan keledai dan tidak melarang (menyembelih) kuda.