Para sahabat memakan daging kuda dan keledai liar pada Perang Khaibar, sedangkan Nabi melarang keledai jinak
Imam Nasa'i : 4344أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ فَاطِمَةَ عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْنَحَرْنَا فَرَسًا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكَلْنَاهُ وَقَالَ قُتَيْبَةُ فِي حَدِيثِهِ فَأَكَلْنَا لَحْمَهُخَالَفَهُ عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dan [Muhammad bin Abdullah bin Yazid] mereka berdua berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [Fathimah] dari [Asma`], ia berkata; kami menyembelih kuda pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan memakannya. Qutaibah berkata di dalam haditsnya; kemudian kami memakan dagingnya. ' Abdah bin Salman telah menyelisihinya.