Para sahabat memakan daging kuda dan keledai liar pada Perang Khaibar, sedangkan Nabi melarang keledai jinak
Imam Bukhari : 5088حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْمُنْذِرِ أَنَّ أَسْمَاءَ بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ قَالَتْنَحَرْنَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَسًا فَأَكَلْنَاهُتَابَعَهُ وَكِيعٌ وَابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ هِشَامٍ فِي النَّحْرِ
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Hisyam] dari [Fatimah bin Al Mundzir] bahwa [Asma binti Abu Bakar] radliallahu 'anhuma berkata, "Pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kami pernah berkurban dengan menyembelih kuda, lalu kami memakannya." Hadits ini dikuatkan oleh [Waki'] dan [Ibnu Uyainah] dari [Hisyam] tentang penyembelihan kurban."