Para sahabat memakan daging kuda dan keledai liar pada Perang Khaibar, sedangkan Nabi melarang keledai jinak
Imam Nasa'i : 4330أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ أَحْمَدَ الْعَسْقَلَانِيُّ عَسْقَلَانُ بَلْخٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي سُفْيَانُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ حَدَّثَهُ عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْمُنْذِرِ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ قَالَتْنَحَرْنَا فَرَسًا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكَلْنَاهُ
Telah mengabarkan kepada kami [Isa bin Ahmad Al 'Asqalani], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahb], ia berkata; telah menceritakan kepadaku [Sufyan] dari [Hisyam bin 'Urwah] ia telah menceritakan kepadanya dari [Fathimah binti Al Mundzir] dari [Asma` binti Abu Bakar], ia berkata; kami menyembelih kuda pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian kami memakannya.