Melarang kami untuk menghadap kedua kiblat (ka'bah dan baitul maqdis) saat buang air kecil atau buang air besar
Imam Ahmad : 17054
حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيِّ قَالَ أَنَا أَوَّلُ مَنْ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ حَدَّثَ النَّاسَ بِذَلِكَ
Telah menceritakan kepada kami [Musa] Telah menceritakan kepada kami [Laits bin Sa'd] dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi] ia berkata, "Saya adalah orang yang pertama kali yang mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Janganlah sekali-kali kalian kencing dengan menghadap kiblat.' Dan saya adalah orang yang pertama kali menceritakannya kepada manusia."