Melarang kami untuk menghadap kedua kiblat (ka'bah dan baitul maqdis) saat buang air kecil atau buang air besar
Imam Ibnu Majah : 315حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بِلَالٍ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ يَحْيَى الْمَازِنِيُّ عَنْ أَبِي زَيْدٍ مَوْلَى الثَّعْلَبِيِّينَ عَنْ مَعْقِلِ بْنِ أَبِي مَعْقِلٍ الْأَسَدِيِّ وَقَدْ صَحِبَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَتَيْنِ بِغَائِطٍ أَوْ بِبَوْلٍ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Makhlad] dari [Sulaiman bin Bilal] berkata, telah menceritakan kepadaku ['Amru bin Yahya Al Mazi] dari [Abu Zaid] mantan budak Ats Tsa'labiyyin, dari [Ma'qil bin Abu Ma'qil Al Asadi] -sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam- ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang kita menghadap dua kiblat ketika buang air besar atau air kecil."