Melarang kami untuk menghadap kedua kiblat (ka'bah dan baitul maqdis) saat buang air kecil atau buang air besar
Imam Ahmad : 17168حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ أَبِي زَيْدٍ عَنْ مَعْقِلِ بْنِ أَبِي مَعْقِلٍ الْأَسَدِيِّ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُسْتَقْبَلَ الْقِبْلَتَانِ بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ
Telah menceritakan kepada kami [Affan] ia berkata, Telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] ia berkata, Telah menceritakan kepada kami [Amru bin Yahya] dari [Abu Zaid] dari [Ma'qil bin Abu Ma'qil Al Asadi] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang seseorang menghadap ke arah dua kiblat (Ka'bah dan Baitul Maqdis) saat buang hajat, besar maupun kecil."