Larangan menjual kembali bahan makanan sebelum dipindahkan dari tempat pembelian (qabdh)
Imam Bukhari : 1988حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَبِيعَ الرَّجُلُ طَعَامًا حَتَّى يَسْتَوْفِيَهُ قُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ كَيْفَ ذَاكَ قَالَ ذَاكَ دَرَاهِمُ بِدَرَاهِمَ وَالطَّعَامُ مُرْجَأٌ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ{ مُرْجَئُونَ }مُؤَخَّرُونَ
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] dari [Ibnu Thawus] dari [bapaknya] dari [Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang seseorang menjual makanan (yang dibelinya) hingga telah menjadi miliknya secara sah. Aku bertanya kepada Ibnu 'Abbas: "Bagaimana maksudnya?" Dia menjawab: "Hal itu bila dirham dengan dirham dan pembayaran makanannya ditangguhkan". Abu 'Abdullah Al Bukhariy berkata: Murjauna maknanya sama dengan mu"akhkhoruuna, artinya ditangguhkan".
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 372, 1750, 1827, 2162, 2454, 4288, 4410, 4486, 4746, 4901, 5654, 6090, 8015, 14777, 14789
Imam Bukhari : 1987, 1988, 1993, 2022, 6346
Imam Muslim : 2811, 2815, 2816
Imam Abu Dawud : 3030, 3031, 3032, 3035, 3036
Imam Nasa'i : 4521, 4522, 4523, 4524, 4525, 4526, 4527, 4528, 4529
Imam Malik : 1156, 1157
Imam Darimi : 2365