Rasulullah melakukan witir dengan lima atau tujuh raka'at, di antara raka'at tersebut tidak terpisahkan oleh perkataan, dan tidak pula salam
Imam Ahmad : 24004
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ مُعَاوِيَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَيْسٍ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ بِكَمْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ قَالَتْ بِأَرْبَعٍ وَثَلَاثٍ وَسِتٍّ وَثَلَاثٍ وَثَمَانٍ وَثَلَاثٍ وَعَشْرَةٍ وَثَلَاثٍ وَلَمْ يَكُنْ يُوتِرُ بِأَكْثَرَ مِنْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَلَا أَنْقَصَ مِنْ سَبْعٍ وَكَانَ لَا يَدَعُ رَكْعَتَيْنِ
Telah menceritakan kepada kami [Abdurahman] dari [Muawiyah] dari [Abdullah bin Abi Qais] bekrata; saya bertanya kepada [Aisyah]; "Dengan berapa reka'at Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melakukan shalat witir?." (Aisyah) menjawab; dengan empat dan tiga, enam dan tiga, delapan dan tiga, serta sepuluh dan tiga. Dan beliau tidak pernah berwitir lebih dari tiga belas dan tidak pernah kurang dari tujuh dan beliau tidak pernah meninggalkan dua reka'at (sebelum shubuh)."