Rasulullah melakukan witir dengan lima atau tujuh raka'at, di antara raka'at tersebut tidak terpisahkan oleh perkataan, dan tidak pula salam
Imam Nasa'i : 1708
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ الْجَزَّارِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً فَلَمَّا كَبِرَ وَضَعُفَ أَوْتَرَ بِتِسْعٍ
Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Harb] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari ['Amr bin Murrah] dari [Yahya bin Al Jazzar] dari [Ummu Salamah] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengerjakan shalat witir tiga belas rakaat, dan setelah tua dan lemah beliau shalat witir sembilan rakaat."