Rasulullah melakukan witir dengan lima atau tujuh raka'at, di antara raka'at tersebut tidak terpisahkan oleh perkataan, dan tidak pula salam
Imam Nasa'i : 1689
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ الْجَزَّارِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً فَلَمَّا كَبِرَ وَضَعُفَ أَوْتَرَ بِتِسْعٍخَالَفَهُ عُمَارَةُ بْنُ عُمَيْرٍ فَرَوَاهُ عَنْ يَحْيَى بْنِ الْجَزَّارِ عَنْ عَائِشَةَ
Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Harb] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari ['Amru bin Murrah] dari [Yahya bin Al Jazzar] dari [Ummu Salamah] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat witir tiga belas rakaat. Setelah bertambah tua dan lemah beliau shalat witir sembilan rakaat. Umarah bin Umair menyelisihinya, dia meriwayatkan dari Yahya bin Al Jazzar dari Aisyah.