Pembebasan enam budak menjelang wafat dibatasi menjadi dua orang melalui undian, karena wasiat hanya berlaku sepertiga harta
Imam Ahmad : 18985
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْمُهَلَّبِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ رَجُلًا أَعْتَقَ سِتَّةَ مَمْلُوكِينَ لَهُ عِنْدَ مَوْتِهِ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ غَيْرُهُمْ فَدَعَا بِهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَزَّأَهُمْ أَثْلَاثًا ثُمَّ أَقْرَعَ بَيْنَهُمْ فَأَعْتَقَ اثْنَيْنِ وَأَرَقَّ أَرْبَعَةً وَقَالَ لَهُ قَوْلًا شَدِيدًا
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Abu Qilabah] dari [Abu Muhallab] dari [Imran bin Hushain] radliallahu 'anhu bahwasanya seseorang telah membebaskan enam orang budaknya ketika ia sedang sakaratul-mautnya dan dia tidak mempunyai harta kecuali hanya budak-budak itu. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memanggil mereka lalu membaginya menjadi sepertiga kemudian beliau mengundi diantara mereka kemudian beliau bebaskan dua orang dan membiarkan empat yang lainnya menjadi budak. Lalu beliau berkata kepadanya dengan perkataan yang tegas.