Batalnya wudhu: keluar sesuatu dari kubul (kemaluan) atau dubur (anus) - karena hadats atau kentut
Imam Ahmad : 15847قَالَ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي حَفْصَةَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ وَعَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَمِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا وُضُوءَ إِلَّا فِيمَا وَجَدْتَ الرِّيحَ أَوْ سَمِعْتَ الصَّوْتَ
(Ahmad bin Hanbal Radliyallahu'anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami [Rouh bin 'Ubadah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu Hafshah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Syihab] dari [Sa'id bin Musayyab] dan ['Abbad bin Tamim] dari [pamannya] Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Tidak ada wudlu kecuali kamu mendapatkan bau atau mendengar suara."