Jika tertutup awan, sempurnakan bulan Sya’ban menjadi 30 hari
Imam Ahmad : 15702قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَابِرٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَعَلَ هَذِهِ الْأَهِلَّةَ مَوَاقِيتَ لِلنَّاسِ صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَتِمُّوا الْعِدَّةَ
(Ahmad bin Hanbal) berkata, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin 'Isa] telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Jabir] dari [Qais bin Thalq] dari [bapaknya] berkata, Rasulullahi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Allah AzzaWaJalla menjadikan ahillah (bulan sabit pada awal bulan) ini sebagai patokan waktu bagi manusia. Berpuasalah jika kalian melihatnya dan berbukalah jika kalian melihatnya, jika terjadi mendung maka sempurnakanlah hitungan tersebut."