Larangan melangkahi pundak orang lain pada khutbah hari jum'at, maka ia telah mengambil jembatan menuju neraka jahannam
Imam Ahmad : 14900
حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ عَبَّادٍ الْمُهَلَّبِيُّ عَنْ هِشَامِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ الْأَرْقَمِ بْنِ أَبِي الْأَرْقَمِ الْمَخْزُومِيِّ عَنْ أَبِيهِ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الَّذِي يَتَخَطَّى رِقَابَ النَّاسِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيُفَرِّقُ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ بَعْدَ خُرُوجِ الْإِمَامِ كَالْجَارِّ قُصْبَهُ فِي النَّارِ
Telah menceritakan kepada kami ['Abbad bin 'Abbad Al Muhallabi] dari [Hisyam bin Ziyad] dari ['Utsman bin Al Arqam bin Abu Al Arqam Al Mahzumi] dari [Bapaknya], dia adalah salah seorang sahabat Nabi Shallallahu'alaihiwasallam, Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Orang yang melangkahi leher orang-orang pada Hari Jum'at atau, menyela antara dua orang setelah datangnya seorang khatib, seperti orang yang menarik ususnya di neraka."