Batasan usia hidup 100 tahun pasca-sabda nabi
Imam Ahmad : 14190حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ قَبْلَ أَنْ يَمُوتَ بِشَهْرٍ تَسْأَلُونِي عَنْ السَّاعَةِ وَإِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ أُقْسِمُ بِاللَّهِ مَا عَلَى الْأَرْضِ نَفْسٌ مَنْفُوسَةٌ الْيَوْمَ يَأْتِي عَلَيْهَا مِائَةُ سَنَةٍ
Telah menceritakan kepada kami [Musa] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir bin Abdullah] dari Nabi Shallallahu'alaihi wasallam sebulan sebelum wafatnya bersabda: "Kalian menanyakan kepadaku tentang Hari Kiamat, Sesungguhnya ilmunya di sisi Allah, saya bersumpah demi Allah, tidak ada manusia yang hari ini dicipta di atas bumi, lantas seratus tahun yang akan datang masih hidup".