Perintah Nabi agar yang tidak membawa hadyu mengubah niat hajinya menjadi umrah, lalu berihram kembali untuk haji pada hari tarwiyah
Imam Ahmad : 11249حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا دَاوُدُ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ خَرَجْنَا مِنْ الْمَدِينَةِ نَصْرُخُ بِالْحَجِّ صُرَاخًا فَلَمَّا قَدِمْنَا مَكَّةَ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اجْعَلُوهَا عُمْرَةً إِلَّا مَنْ كَانَ مَعَهُ الْهَدْيُ فَلَمَّا كَانَ عَشِيَّةُ التَّرْوِيَةِ أَهْلَلْنَا بِالْحَجِّ
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai'] berkata; telah menceritakan kepada kami [Dawud] dari [Abu Nadhrah] dari [Abu Sa'id] ia berkata; "Kami keluar dari Madinah bertalbiah untuk haji, namun ketika kami sampai Makkah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jadikanlah talbiah tersebut sebagai umrah kecuali bagi yang mempunyai hadyu (hewan kurban), " maka ketika telah masuk malam hari tarwiyah (hari ke delapan dzul hijjah), kami bertalbiah untuk haji."