Perintah Nabi agar yang tidak membawa hadyu mengubah niat hajinya menjadi umrah, lalu berihram kembali untuk haji pada hari tarwiyah
Imam Ahmad : 10591حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ دَاوُدَ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَصْرُخُ بِالْحَجِّ صُرَاخًا حَتَّى إِذَا طُفْنَا بِالْبَيْتِ قَالَ اجْعَلُوهَا عُمْرَةً إِلَّا مَنْ كَانَ مَعَهُ الْهَدْيُ قَالَ فَجَعَلْنَاهَا عُمْرَةً فَحَلَلْنَا فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ التَّرْوِيَةِ صَرَخْنَا بِالْحَجِّ وَانْطَلَقْنَا إِلَى مِنًى
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu 'Adi] dari [Dawud] dari [Abu Nadhrah] dari [Abu Sa'id] berkata; "Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berniat untuk haji, hingga ketika kami thawaf mengelilingi Ka'bah, beliau bersabda: "Jadikan ia sebagai umroh kecuali yang memiliki kurban, " Abu Sa'id berkata; "Lalu kami menjadikannya sebagai umroh dan kamipun bartahallul, ketika hari tarwiyah (8 dzulhijjah) kami bertalbiyah dengan haji lalu kami berangkat ke Mina.