Janganlah Wanita Puasa Padahal Suaminya Sedang Ada, Kecuali Dengan Seizinnya
Imam Ahmad : 10090حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَصُومُ الْمَرْأَةُ إِذَا كَانَ زَوْجُهَا شَاهِدًا إِلَّا بِإِذْنِهِ
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Az Zinad] dari [Musa bin Abu 'Utsman] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Seorang wanita tidak boleh berpuasa ketika suaminya ada di sisinya kecuali atas seizinnya."