Masuk Islam, klik di sini
ISLAM AL-HAQ: QURAN & HADITS
(Islam yang Benar)



Lautan itu suci airnya dan halal bangkainnya (untuk dimakan)
Imam Ahmad : 8737

حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أُوَيْسٍ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ سُلَيْمٍ مَوْلَى حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ بْنِ الْأَزْرَقِ الْمَخْزُومِيِّ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ أَحَدِ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ بْنِ قُصَيٍّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ جَاءَهُ نَاسٌ صَيَّادُونَ فِي الْبَحْرِ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا أَهْلُ أَرْمَاثٍ وَإِنَّا نَتَزَوَّدُ مَاءً يَسِيرًا إِنْ شَرِبْنَا مِنْهُ لَمْ يَكُنْ فِيهِ مَا نَتَوَضَّأُ بِهِ وَإِنْ تَوَضَّأْنَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ مَا نَشْرَبُ أَفَنَتَوَضَّأُ مِنْ مَاءِ الْبَحْرِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ فَهُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ حَدَّثَنَا ابْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ مَالِكٍ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ

Telah menceritakan kepada kami [Husain] telah menceritakan kepada kami [Abu Uwais] berkata; telah menceritakan kepada kami [Shafwan bin Muslim pelayan Humaid bin Abdurrahman bin 'Auf] dari [Sa'id bin Salamah bin Al Azraq Al Makhzumi] dari [Al Mughirah bin Abu Burdah] salah seorang bani Abduddar bin Qushay, dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwasannya beliau didatangi oleh para nelayan di lautan, mereka berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang dikapal (pelaut), kami hanya membawa sedikit air, jika kami meminumnya maka kami tidak bisa berwudhu, dan jika kami berwudhu dengannya maka kami tidak bisa minum, maka apakah boleh jika kami berwudhu dengan air laut?" maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda: "Ya, karena laut itu suci airnya dan halal bangkainya." Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Mahdi] dari [Malik] dari [Al Mughirah bin Abu Burdah].

Hadits Penguat :

Imam Ahmad : 6935, 8380, 8557, 8737, 14481, 14517, 22017
Imam Abu Dawud : 76
Imam Tirmidzi : 64
Imam Nasa'i : 59, 330, 4275
Imam Ibnu Majah : 380, 381, 382, 3237
Imam Malik : 37
Imam Darimi : 722, 723, 1926