Harta yang ditinggalkan adalah untuk keluarganya, dan hutang orang yang meninggal menjadi tanggungan Nabi Shallallahu 'alaihi wasalam
Imam Ahmad : 8319
حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ سَابِقٍ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي حَصِينٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِأَنْفُسِهِمْ مَنْ تَرَكَ مَالًا فَلِمَوَالِي عَصَبَتِهِ وَمَنْ تَرَكَ ضِيَاعًا أَوْ كَلًّا فَأَنَا وَلِيُّهُ فَلَا دَاعِيَ لَهُ
Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] dan [Muhammad bin Muhammad bin Sabiq] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Isra`il] dari [Abu Hashin] dari [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku adalah orang yang paling dekat dengan diri-diri mereka ketimbang mereka semua, barangsiapa meninggalkan harta maka hendaklah untuk ahli warisnya, dan barangsiapa meninggalkan anak cucu atau kallan (orang-orang yang butuh ayoman) maka aku adalah wali bagi yang tidak mempunyai wali."
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 7523, 7558, 7888, 8066, 8319, 8593, 8819, 9438, 9471, 9497, 9604, 10396, 12774, 13642, 13643, 14103, 16547, 16568, 16571, 16572, 21503, 21540
Imam Bukhari : 2133, 2223, 6234, 6248, 6266
Imam Muslim : 3040, 3041, 3042, 3043
Imam Abu Dawud : 2512, 2513, 2514, 2565, 2566, 2567, 2902
Imam Nasa'i : 1936, 1937
Imam Ibnu Majah : 2398, 2406, 2407, 2728
Imam Darimi : 2481