Larangan menjatuhkan thalaq dalam keadaan haid
Imam Ahmad : 5867حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ أَخْبَرَنِي ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ أَخْبَرَنَا سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ قَالَ طَلَّقْتُ امْرَأَتِي وَهِيَ حَائِضٌ فَذَكَرَ عُمَرُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَتَغَيَّظَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ لِيُرَاجِعْهَا حَتَّى تَحِيضَ حَيْضَةً مُسْتَقْبَلَةً سِوَى حَيْضَتِهَا الَّتِي طَلَّقَهَا فِيهَا فَإِنْ بَدَا لَهُ أَنْ يُطَلِّقَهَا فَلْيُطَلِّقْهَا طَاهِرًا مِنْ حَيْضَتِهَا قَبْلَ أَنْ يَمَسَّهَا فَذَلِكَ الطَّلَاقُ لِلْعِدَّةِ كَمَا أَمَرَ اللَّهُ تَعَالَى وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ طَلَّقَهَا تَطْلِيقَةً فَحُسِبَتْ مِنْ طَلَاقِهَا وَرَاجَعَهَا عَبْدُ اللَّهِ كَمَا أَمَرَهُ
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah mengabarkan kepadaku anak saudaraku [Ibnu Syihab] dari [pamannya], telah mengabarkan kepada kami [Salim bin Abdillah bin Umar] dari [Abdillah bin Umar] dia berkata; "Saya mentalak isteriku dalam keadaan haid." Lalu Umar melaporkan kasus ini kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam. Umar melanjutkan berkata; Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam marah kemudian beliau bersabda: "Hendaknya dia merujuknya sehingga isterinya itu haid kembali dengan haid berikutnya, selain haidh saat Ibnu Umar mentalaknya. Dan jika dia ingin mentalaknya maka hendaknya dia mentalaknya pada saat isterinya suci dari haidnya dan sebelum menggaulinya. Itulah talak yang memberi kesempatan masa iddah, sebagaimana diperintahkan Allah Ta'ala." Dan Abdullah bin Umar mentalak isterinya dengan talak satu, sehingga terhitung jatuh talak satu kemudian Abdullah meruju'nya kembali sebagaimana yang diperintahkan kepadanya.
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 287, 4271, 4558, 4875, 4917, 4977, 5017, 5019, 5021, 5047, 5069, 5176, 5177, 5232, 5247, 5266, 5267, 5530, 5788, 5867, 6047
Imam Bukhari : 4528, 4850, 4851, 4854, 4916, 4917, 6627
Imam Muslim : 2675, 2676, 2677, 2678, 2679, 2680, 2681, 2682, 2683, 2684, 2685, 2686, 2687, 2688
Imam Abu Dawud : 1864, 1865, 1866, 1867, 1868, 1869
Imam Tirmidzi : 1095, 1096
Imam Nasa'i : 3336, 3337, 3338, 3339, 3344, 3346, 3347, 3499, 3500, 3501, 3502, 3503
Imam Ibnu Majah : 2009, 2012, 2013
Imam Malik : 1053
Imam Darimi : 2162, 2163