Larangan menjatuhkan thalaq dalam keadaan haid
Imam Ahmad : 5267حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي حَفْصَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ قَالَ فَذَكَرَ ذَلِكَ إِلَى عُمَرَ فَانْطَلَقَ عُمَرُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُمْسِكْهَا حَتَّى تَحِيضَ غَيْرَ هَذِهِ الْحَيْضَةِ ثُمَّ تَطْهُرَ فَإِنْ بَدَا لَهُ أَنْ يُطَلِّقَهَا فَلْيُطَلِّقْهَا كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَإِنْ بَدَا لَهُ أَنْ يُمْسِكَهَا فَلْيُمْسِكْهَا
Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abi Hafshah] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Syihab] dari [Salim] dari bapaknya, dia menceraikan isterinya dalam keadaan haid. Dia ([Ibnu Umar]) berkata, lalu hal itu dituturkan kepada Umar. Umar bergegas menuju Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dan mengabarkan kasusnya. Kontan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Hendaknya dia menahannya sehingga (isterinya itu) haid selain haid yang ini, kemudian suci. Jika dia mau untuk mentalaqnya maka lakukanlah sebagaimana yang diperintahkan Allah 'azza wajalla, dan jika dia mau menahannya, lakukanlah."
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 287, 4271, 4558, 4875, 4917, 4977, 5017, 5019, 5021, 5047, 5069, 5176, 5177, 5232, 5247, 5266, 5267, 5530, 5788, 5867, 6047
Imam Bukhari : 4528, 4850, 4851, 4854, 4916, 4917, 6627
Imam Muslim : 2675, 2676, 2677, 2678, 2679, 2680, 2681, 2682, 2683, 2684, 2685, 2686, 2687, 2688
Imam Abu Dawud : 1864, 1865, 1866, 1867, 1868, 1869
Imam Tirmidzi : 1095, 1096
Imam Nasa'i : 3336, 3337, 3338, 3339, 3344, 3346, 3347, 3499, 3500, 3501, 3502, 3503
Imam Ibnu Majah : 2009, 2012, 2013
Imam Malik : 1053
Imam Darimi : 2162, 2163