Larangan menjatuhkan thalaq dalam keadaan haid
Imam Ahmad : 5019حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي حَفْصَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ فَذَكَرَ ذَلِكَ إِلَى عُمَرَ فَانْطَلَقَ عُمَرُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُمْسِكْهَا حَتَّى تَحِيضَ غَيْرَ هَذِهِ الْحَيْضَةِ ثُمَّ تَطْهُرَ فَإِنْ بَدَا لَهُ أَنْ يُطَلِّقَهَا فَلْيُطَلِّقْهَا كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَإِنْ بَدَا لَهُ أَنْ يُمْسِكَهَا فَلْيُمْسِكْهَا
Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu Hafshah] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Syihab] dari [Salim] dari [Ayahnya], bahwa ia menceraikan isterinya yang sedang haid. Lalu hal itu diadukan kepada Umar, maka Umar pun pergi menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan memberitahukan hal tersebut, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lantas bersabda: "Hendaklah ia menahannya sampai isteri mengalami haid lagi kemudian suci darinya. Jika ia ingin menceraikannya hendaklah ia menceraikannya sebagaimana yang diperintahkan Allah Azza Wa Jalla dan bila ia ingin menahannya, hendaklah ia menahannya."
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 287, 4271, 4558, 4875, 4917, 4977, 5017, 5019, 5021, 5047, 5069, 5176, 5177, 5232, 5247, 5266, 5267, 5530, 5788, 5867, 6047
Imam Bukhari : 4528, 4850, 4851, 4854, 4916, 4917, 6627
Imam Muslim : 2675, 2676, 2677, 2678, 2679, 2680, 2681, 2682, 2683, 2684, 2685, 2686, 2687, 2688
Imam Abu Dawud : 1864, 1865, 1866, 1867, 1868, 1869
Imam Tirmidzi : 1095, 1096
Imam Nasa'i : 3336, 3337, 3338, 3339, 3344, 3346, 3347, 3499, 3500, 3501, 3502, 3503
Imam Ibnu Majah : 2009, 2012, 2013
Imam Malik : 1053
Imam Darimi : 2162, 2163