Tidak boleh seorang laki-laki meminang wanita yang telah dipinang oleh saudaranya, hingga saudaranya mengizinkan
Imam Ahmad : 4492حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَبِعْ أَحَدُكُمْ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ وَلَا يَخْطُبْ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ إِلَّا أَنْ يَأْذَنَ لَهُ
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ubaidullah] telah menceritakan kepadaku [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Janganlah salah seorang dari kalian melakukan transaksi atas transaksi saudaranya, dan jangan melamar atas lamaran saudaranya kecuali mendapat izin darinya."
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 4492, 5141, 5761, 5763, 5787, 5815, 5861, 5994, 6123, 7878, 8966, 9153, 9520, 9572, 9580, 10197, 10271, 10429, 10430, 16689, 16690, 19256
Imam Bukhari : 1995, 2015, 4746
Imam Muslim : 2530, 2531, 2534, 2535, 2536, 2786, 2787, 2788, 2789
Imam Abu Dawud : 1781, 1782, 2979
Imam Tirmidzi : 1053, 1213
Imam Nasa'i : 3186, 3188, 3189, 3190, 3191, 4427, 4428
Imam Ibnu Majah : 1857, 1858, 2162, 2163
Imam Malik : 964, 965, 1188
Imam Darimi : 2080, 2081