Ibnu Abbas mengingkari istilam pada seluruh rukun, sedangkan Mu'awiyah berpendapat tidak ada bagian Baitullah yang ditinggalkan
Imam Ahmad : 4457حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ ابْنِ أَبِي رَوَّادٍ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَدَعُ أَنْ يَسْتَلِمَ الْحَجَرَ وَالرُّكْنَ الْيَمَانِي فِي كُلِّ طَوَافٍ
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Abu Rawwad] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan beristilam (mencium, menyentuh atau berisyarat) kepada hajar aswad dan rukun Yamani setiap melakukan thawaf."