Ibnu Abbas mengingkari istilam pada seluruh rukun, sedangkan Mu'awiyah berpendapat tidak ada bagian Baitullah yang ditinggalkan
Imam Ahmad : 3352
حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ وَعَبْدُ الْوَهَّابِ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ قَالَ كَانَ مُعَاوِيَةُ لَا يَأْتِي عَلَى رُكْنٍ مِنْ أَرْكَانِ الْبَيْتِ إِلَّا اسْتَلَمَهُ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ إِنَّمَا كَانَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَلِمُ هَذَيْنِ الرُّكْنَيْنِ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ لَيْسَ مِنْ أَرْكَانِهِ شَيْءٌ مَهْجُورٌ قَالَ عَبْدُ الْوَهَّابِ الرُّكْنَيْنِ الْيَمَانِيَ وَالْحَجَرَ
Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dan [Abdul Wahhab] dari [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Abu Ath Thufail] ia berkata; Mu'awiyah tidak mendatangi salah satu rukun dari rukun Baitullah kecuali untuk beristilam (mencium, menyentuh atau berisyarat) kepadanya. Lalu [Ibnu Abbas] berkata; Sesungguhnya Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam beristilam pada dua rukun ini, lalu Mu'awiyah berkata; Tidak satu pun dari rukun-rukunnya yang ditinggalkan. Abdul Wahhab; Yakni rukun Yamani dan Hajar.