Wanita dilarang mengantarkan jenazah
Imam Bukhari : 4923
حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ حَفْصَةَ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْكُنَّا نُنْهَى أَنْ نُحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا وَلَا نَكْتَحِلَ وَلَا نَطَّيَّبَ وَلَا نَلْبَسَ ثَوْبًا مَصْبُوغًا إِلَّا ثَوْبَ عَصْبٍ وَقَدْ رُخِّصَ لَنَا عِنْدَ الطُّهْرِ إِذَا اغْتَسَلَتْ إِحْدَانَا مِنْ مَحِيضِهَا فِي نُبْذَةٍ مِنْ كُسْتِ أَظْفَارٍ وَكُنَّا نُنْهَى عَنْ اتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ
Telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Abdul Wahb] Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Ayyub] dari [Hafshah] dari [Ummu 'Athiyyah] ia berkata; "Kami dilarang untuk berkabung atas mayit lebih dari tiga hari kecuali atas suami, yakni empat bulan sepuluh hari. Kami tidak boleh bercelak, tidak boleh memakai wewangian dan tidak pula memakai pakaian yang berwarna kecuali pakaian yang terbuat dari bahan dedaunan. Pada masa suci kami telah diberi keringanan, yakni ketika salah seorang dari kami telah mandi bersih dari haidnya, maka ia boleh memakai potongan kecil dari dahan yang dipergunakan untuk kemenyan dan obat yang sering dinamakan qusth atau minyak wangi Azhfar." Dan kami juga dilarang untuk mengikuti jenazah."
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 17135, 19864, 22963, 24338, 24926, 25207, 25247, 25248, 25249, 25250, 25251, 25293, 25433, 25529, 25540, 25541, 26041, 26130
Imam Bukhari : 302, 1201, 1202, 4918, 4919, 4920, 4921, 4923, 4924, 4926, 5271
Imam Muslim : 2730, 2731, 2732, 2733, 2734, 2735, 2736, 2737, 2738, 2739, 2740
Imam Abu Dawud : 1954, 1955, 1956, 1959, 1964
Imam Tirmidzi : 1116, 1117, 1118
Imam Nasa'i : 3443, 3444, 3445, 3446, 3447, 3467, 3468, 3469, 3475, 3476, 3477, 3478, 3480, 3482, 3483, 3484, 3485
Imam Ibnu Majah : 2074, 2075, 2076, 2077, 2078
Imam Malik : 1096, 1097, 1098, 1099, 1100
Imam Darimi : 2182, 2183, 2184