Lailatul qadar 10 malam ganjil terakhir: carilah lailatul qadar pada malam yang ganjil dalam sepuluh malam yang akhir dari ramadhan
Imam Muslim : 1998حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ وَوَكِيعٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ابْنُ نُمَيْرٍ الْتَمِسُوا وَقَالَ وَكِيعٌ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dan [Waki'] dari [Hisyam] dari [bapaknya] dari [Aisyah] radliallahu 'anha, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda; "Cari dan tunggulah malam lailatul Qadr dalam sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan." Ibnu Numair mengatakan dengan redaksi; "ILTAMISUU" sementara Waki' mengatakan dengan redaksi; "TAHARRAW." Dan maknanya adalah satu, yakni mencari-cari dan menunggu.
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 281, 1056, 1948, 2389, 3227, 3277, 3664, 4143, 4270, 4319, 4442, 4689, 4701, 5031, 5173, 5228, 5275, 5662, 11251, 12969, 14080, 19482, 19509, 19521, 19879, 19896, 20025, 20254, 20317, 20523, 21032, 21615, 21654, 21679, 21702, 23100, 23157, 23306, 24187, 24509
Imam Bukhari : 1876, 1878, 1879, 1880, 1881, 6476
Imam Muslim : 1985, 1986, 1989, 1990, 1991, 1998
Imam Abu Dawud : 1173, 1175, 1177
Imam Tirmidzi : 722, 725, 732
Imam Nasa'i : 1339
Imam Ibnu Majah : 1756
Imam Malik : 612, 613, 616
Imam Darimi : 1717