Lailatul qadar 10 malam ganjil terakhir: carilah lailatul qadar pada malam yang ganjil dalam sepuluh malam yang akhir dari ramadhan
Imam Ahmad : 19482حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا عُيَيْنَةُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ لِتِسْعٍ يَبْقَيْنَ أَوْ لِسَبْعٍ يَبْقَيْنَ أَوْ لِخَمْسٍ أَوْ لِثَلَاثٍ أَوْ آخِرِ لَيْلَةٍ
Telah menceritakan kepada kami [Waki'], telah menceritakan kepada kami ['Uyainah] dari [Ayahnya] dari [Abu Bakrah], dia berkata; "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Carilah ia (lailatul Qadr) di sepuluh hari terakhir, pada hari kedua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh, atau akhir malam (dua puluh sembilan)."