Hukum mandi besar: jika seseorang duduk di antara empat anggota badan istrinya, maka wajib baginya mandi
Imam Ibnu Majah : 603حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ حَجَّاجٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا الْتَقَى الْخِتَانَانِ وَتَوَارَتْ الْحَشَفَةُ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Hajjaj] dari ['Amru bin Syu'aib] dari [Bapaknya] dari [Kakeknya] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika dua khitan bertemu dan kepala dzakar (penis) laki-laki tersembunyi dalam kemaluan wanita, wajib mandi."
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 6383, 6900, 8220, 8744, 9702, 10326, 10329, 21035, 23075, 23514, 23673, 23767, 23886, 24120, 24714, 24832, 25086
Imam Bukhari : 282
Imam Muslim : 522, 526, 527
Imam Abu Dawud : 186
Imam Tirmidzi : 101, 102
Imam Nasa'i : 191, 192
Imam Ibnu Majah : 600, 602, 603
Imam Malik : 92, 93, 94, 95, 96
Imam Darimi : 754