Hukum mandi besar: jika seseorang duduk di antara empat anggota badan istrinya, maka wajib baginya mandi
Imam Abu Dawud : 186حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْفَرَاهِيدِيُّ حَدَّثَنَا هِشَامٌ وَشُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَعَدَ بَيْنَ شُعَبِهَا الْأَرْبَعِ وَأَلْزَقَ الْخِتَانَ بِالْخِتَانِ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ
Telah menceritakan kepada kami [Muslim bin Ibrahim Al-Farahidy] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dan [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [Al Hasan] dari [Abu Rafi'] dari [Abu Hurairah] bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila suami telah duduk di antara keempat anggola tubuhnya (kedua tangan dan kedua kaki istrinya), lalu dia menempelkan khitan (kemaluan suami) dengan kemaluan istrinya, maka wajiblah mandi."
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 6383, 6900, 8220, 8744, 9702, 10326, 10329, 21035, 23075, 23514, 23673, 23767, 23886, 24120, 24714, 24832, 25086
Imam Bukhari : 282
Imam Muslim : 522, 526, 527
Imam Abu Dawud : 186
Imam Tirmidzi : 101, 102
Imam Nasa'i : 191, 192
Imam Ibnu Majah : 600, 602, 603
Imam Malik : 92, 93, 94, 95, 96
Imam Darimi : 754