Rasulullah kadang minum nabidz (perasan kurma) yang belum memabukkan
Imam Nasa'i : 5473
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ دُرُسْتَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْمَعِيلَ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي قَتَادَةَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ خَلِيطِ الزَّهْوِ وَالتَّمْرِ وَخَلِيطِ الْبُسْرِ وَالتَّمْرِ وَقَالَ لِتَنْبِذُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَلَى حِدَةٍ فِي الْأَسْقِيَةِ الَّتِي يُلَاثُ عَلَى أَفْوَاهِهَا
Telah mengabarkan kepada kami [Yahya bin Durusta] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya] bahwa [Abdullah bin Abu Qatadah] menceritakan kepadanya dari [Bapaknya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang mencampur Az Zahwu (kurma mentah hampir masak) dengan kurma masak, dan kurma muda dengan kurma masak." Beliau bersabda: "Hendaklah kalian membuat nabidz dari keduanya dengan sendiri-sendiri (terpisah) dalam wadah kulit yang diikat lubangnya."
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 1862, 2036, 2792, 2948, 3166, 3348, 13000, 13748, 13770, 13975, 14528, 19275, 23783, 23851, 23907
Imam Muslim : 3721, 3722, 3739, 3740, 3741, 3742, 3743, 3744, 3745, 3746
Imam Abu Dawud : 3215, 3224, 3225, 3226
Imam Tirmidzi : 1794
Imam Nasa'i : 5469, 5470, 5471, 5473, 5474, 5475, 5519, 5554, 5606, 5635, 5636, 5637, 5638, 5642, 5643, 5644, 5645, 5646, 5647
Imam Ibnu Majah : 3390, 3391
Imam Darimi : 2015