Revert to Islam, click here
ISLAM AL-HAQ: QURAN & HADITH
(The True Islam)


Ruqyah dan Doa Kesembuhan

Hadith Themes
  1. 1. Allah
  2. 2. Malaikat
  3. 3. Kitab-kitab
  4. 4. Qur'an
  5. 5. Nabi-nabi
  6. 6. Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam
  7. 7. Takdir
  8. 8. Iman, Tauhid dan Syahadat
  9. 9. Syirik
  10. 10. Islam
  11. 11. Thaharah
  12. 12. Shalat Wajib dan Sunnah
  13. 13. Dzikir & Doa
  14. 14. Puasa Ramadhan dan Puasa Sunnah
  15. 15. Zakat dan Sedekah
  16. 16. Haji dan Umrah
  17. 17. Makkah, Madinah dan tempat bersejarahnya
  18. 18. Akhlak Mulia
  19. 19. Adab Sehari-hari
  20. 20. Pakaian
  21. 21. Makanan
  22. 22. Minuman
  23. 23. Rumah Tangga
  24. 24. Wanita, Nikah dan Jima
  25. 25. Dosa Besar (Al-Kabair selain Syirik)
  26. 26. Kesehatan dan Pengobatan
    1. 26.1. Ruqyah dan Doa Kesembuhan
      1. 26.1.1. Doa Nabi untuk orang sakit BISMILLAHI TURBATU ARDHINAA…
      2. 26.1.2. Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung syirik
      3. 26.1.3. Barang siapa mampu memberi manfaat kepada saudaranya dengan ruqyah, maka hendaklah ia melakukannya
      4. 26.1.4. Ruqyah dengan Al-Fatihah merupakan ruqyah yang paling mujarab
      5. 26.1.5. Nabi pernah meruqyah dirinya sendiri dan keluarga dengan mu‘awwidzatain
      6. 26.1.6. Malaikat Jibril meruqyah Rasulullah dengan doa: BISMILAH ARQIIKA MINKULLI SYAIN YU`DZIIKA MIN SYARRI KULLI NAFSIN ...
      7. 26.1.7. Orang yang sabar terhadap sakit dan menggantungkan kesembuhannya kepada Allah mendapat pahala besar
      8. 26.1.8. Ain adalah haq, dan seandainya ada sesuatu yang mendahului takdir maka 'ain lah yang mendahuluinya
      9. 26.1.9. Rasulullah memohonkan perlindungan untuk orang yang sedang sakit, beliau membaca: ADZHIBIL BA'SA RABBAN NAAS, ISYFI ANTASY SYAAFI LAA SYIFAA'A ...
      10. 26.1.10. Nabi memberikan keringanan untuk meruqyah penyakit yang ditimbulkan 'ain, demam, dan cacar
      11. 26.1.11. Sabda Nabi "barangsiapa mampu memberi manfaat kepada saudaranya, hendaklah ia lakukan" sebagai jawaban atas pertanyaan tentang ruqyah sengatan kalajengking
      12. 26.1.12. Nabi meminta para sahabat memperagakan ruqyah mereka, dan menyatakan tidak mengapa selama tidak mengandung syirik
      13. 26.1.13. Nabi mengajarkan 'Utsman bin Abu Al-'Ash meletakkan tangan pada bagian yang sakit, mengucap bismillah tiga kali, lalu membaca ta'awudz tujuh kali
      14. 26.1.14. Nabi pernah memerintahkannya untuk meruqyah dari penyakit ain (sorotan mata jahat)
      15. 26.1.15. Tafsir An-Nisa (4): 123 bahwa setiap balasan kejahatan/keburukan akan dibalas, termasuk berupa cobaan/sakit di dunia
      16. 26.1.16. Berobat dan ruqyah: kay, ruqyah demam, dan pengobatan di masa Nabi dan para sahabat
      17. 26.1.17. Tidak apa, semoga menjadi penghapus dosa: ucapan Rasulullah saat menjenguk orang Arab Badui
      18. 26.1.18. Nabi mendoakan Ali saat mengeluh sakit hingga tidak mengeluh lagi
      19. 26.1.19. Doa menjenguk orang sakit tujuh kali: AS'ALULLAHAL 'AZHIM
      20. 26.1.20. Tidak peduli apa pun bila meminum penawar racun, memakai jimat, atau bersyair
      21. 26.1.21. Doa menjenguk orang sakit: sembuhkanlah hamba-Mu yang melukai musuh-Mu dan berjalan shalat untuk-Mu
      22. 26.1.22. Yang tidak pernah merasakan demam dan pusing
      23. 26.1.23. Demam bagian neraka mukmin di dunia
      24. 26.1.24. Penyakit penebus dosa, meski hanya tertusuk duri
      25. 26.1.25. Zaid bin Arqam sakit mata: yang bersabar bertemu Allah tanpa dosa
      26. 26.1.26. Yang menjenguk orang sakit mengarungi rahmat
      27. 26.1.27. Nusyrah termasuk perbuatan setan
      28. 26.1.28. Nabi menjenguk Jabir tanpa berkendaraan
      29. 26.1.29. Tangan melepuh karena air mendidih, Nabi membaca dan meniupnya
      30. 26.1.30. Anak dicabut nyawanya lalu orang tua memuji: Baitul Hamd
      31. 26.1.31. Kedudukan tinggi yang tidak diraih amal, Allah menguji jasadnya
      32. 26.1.32. Doa bisul: Yang memadamkan yang besar dan membesarkan yang kecil
      33. 26.1.33. Bila Allah mencintai suatu kaum, Ia menguji mereka
      34. 26.1.34. Ruqyah: Rabbunallah alladzi fis sama
      35. 26.1.35. Dosa banyak tanpa penghapus, diuji dengan kesedihan
      36. 26.1.36. Orang shalih ditimpa kepayahan hebat, duri penghapus kesalahan
      37. 26.1.37. Ummul Mundzir: hati-hati, engkau baru sembuh
      38. 26.1.38. Al-Khudhr: penyakit penghapus dosa di bawah pohon
      39. 26.1.39. Menjenguk Abdullah bin Ubay yang sakit, jubah Nabi
      40. 26.1.40. Menjenguk dengan wudhu: dijauhkan dari Jahannam tujuh puluh tahun
      41. 26.1.41. Nabi menjenguk saat sakit mata
      42. 26.1.42. Penderita ain mandi dari air wudhu pelakunya
      43. 26.1.43. Iksyifil ba'sa: tanah Bathhan dan air untuk Tsabit
      44. 26.1.44. Orang sehat berangan-angan saat melihat pahala orang yang diuji
      45. 26.1.45. Meniup saat meruqyah
      46. 26.1.46. Menjampi orang gila dengan Al-Fatihah tiga hari
      47. 26.1.47. Meringankan dan menghibur orang sakit yang dijenguk
      48. 26.1.48. Nabi menjenguk orang sakit setelah tiga hari
      49. 26.1.49. Memberi yang diinginkan orang sakit
      50. 26.1.50. Minta didoakan orang sakit: doanya seperti doa malaikat
    2. 26.2. Kelemahan Ruqyah
    3. 26.3. Usaha Pencegahan
    4. 26.4. Pengobatan yang dilarang
    5. 26.5. Fiqih medis dan ilmuwan
    6. 26.6. Kedokteran islam
    7. 26.7. Kegilaan dan akal
  27. 27. Pergaulan
  28. 28. Pekerjaan
  29. 29. Ilmu dan Manhaj
  30. 30. Ibadah
  31. 31. Rahmat dan kasih sayang Allah
  32. 32. Warisan dan Wasiat
  33. 33. Jihad dan Perang
  34. 34. Perbudakan
  35. 35. Mu'amalah (Hukum Perdata)
  36. 36. Had dan Jinayah (Hukum Pidana)
  37. 37. Sumpah, Nadzar dan Persaksian
  38. 38. Fitrah, Tabiat dan Nafsu dalam Hati Manusia
  39. 39. Perbuatan Ahli Surga dan Ahli Neraka
  40. 40. Jenazah, Nikmat dan Adzab Kubur
  41. 41. Syaitan
  42. 42. Fitnah
  43. 43. Kiamat, Surga dan Neraka
  44. 44. Shalat Seratus Raka'at
  45. 45. Politik (Siyasah)
  46. 46. Sistem Pemerintahan dan Kepemimpinan dalam Islam
  47. 47. Hak Hak Asasi Manusia dalam Islam
  48. 48. Mimpi dan Takwilnya
  49. 49. Fiqih Minoritas Muslim
  50. 50. Kebebasan Individu
  51. 51. Permasalahan Baru dan Kontemporer
  52. 52. Hubungan Internasional
  53. 53. Puisi dan Nyanyian