Kewajiban menutup aurat bagi wanita yang sudah haid (baligh) dalam shalat
Imam Ahmad : 24649حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ وَيُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ الْحَارِثِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ حَائِضٍ إِلَّا بِخِمَارٍ
Telah menceritakan kepada kami [Bahzun] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Qotadah] dan [Yunus] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Qotadah] dari [Muhammad bin Sirin] dari [Shofiyah binti Al Harits] dari [Aisyah] bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah diterima shalatnya orang yang sedang haidh kecuali dengan mengenakan penutup kepala."