Wanita haid di masa Nabi diperintahkan qadha puasa, tidak qadha shalat
Imam Ahmad : 23492حَدَّثَنَا بَهْزٌ قَالَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ مُعَاذَةَ أَنَّ امْرَأَةً سَأَلَتْ عَائِشَةَ إِحْدَانَا تَحِيضُ أَتُجْزِئُ صَلَاتَهَا فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قَدْ كُنَّا نَحِيضُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَا نَفْعَلُ ذَلِكَ
Telah menceritkan kepada kami [Bahzu], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammam], dari [Qotadah], dari [Mu'adzah], bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada [Aisyah], salah seorang di antara kami ada yang haid, apakah shalatnya mendapat pahala? (Aisyah) Berkata; "Apakah kamu orang hururiyah (khawarij)? Kami pernah haid pada masa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dan kami tidak melakukan hal itu."