Tidak berbicara kepada orang banyak kecuali orang yang berhak
Imam Ahmad : 22847حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ الْحَنَفِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ عُثْمَانَ عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَشَجِّ قَالَ دَخَلَ عَوْفُ بْنُ مَالِكٍ هُوَ وَذُو الْكَلَاعِ مَسْجِدَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَقَالَ لَهُ عَوْفٌ عِنْدَكَ ابْنُ عَمِّكَ فَقَالَ ذُو الْكَلَاعِ أَمَا إِنَّهُ مِنْ خَيْرِ أَوْ مِنْ أَصْلَحِ النَّاسِ فَقَالَ عَوْفٌ أَشْهَدُ لَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَقُصُّ إِلَّا أَمِيرٌ أَوْ مَأْمُورٌ أَوْ مُتَكَلِّفٌ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar Al Hanafi] berkata: Telah menceritakan kepada kami [Adl Dlahhak bin 'Utsman] dari [Bukair bin 'Abdullah bin Al Asyujj] berkata: Auf bin Malik dan Dzu Al Kala' memasuki Baitul Maqdis, 'Auf berkata padanya: Kau punya saudara sepupu. Berkata Dzul Kala': Ia adalah orang paling shalih. Berkata ['Auf]: Aku bersaksi, aku pernah mendengar Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada yang membalas kecuali pemimpin, orang yang ditunjuk pemimpin atau orang yang memaksa-maksakan diri."