Rasulullah shalat menghadap ke baitul maqdis bersama para sahabatnya selama enam belas bulan, kemudian terjadi peralihan arah kiblat ke ka’bah setelah itu
Imam Ahmad : 17806حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنِي أَبُو إِسْحَاقَ قَالَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ قَالَ صَلَّيْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا أَوْ سَبْعَةَ عَشَرَ شَهْرًا شَكَّ سُفْيَانُ ثُمَّ صُرِفْنَا قِبَلَ الْكَعْبَةِ
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Sufyan] telah menceritakan kepadaku [Abu Ishaq] ia berkata, saya mendengar [Al Baraa`] berkata; Kami pernah shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan menghadap Baitul Maqdis selama enam belas bulan atau tujuh belas bulan -Sufyan ragu-ragu- kemudian kami dipalingkan ke arah Ka'bah.