Rasulullah shalat menghadap ke baitul maqdis bersama para sahabatnya selama enam belas bulan, kemudian terjadi peralihan arah kiblat ke ka’bah setelah itu
Imam Ahmad : 2140حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ زَائِدَةَ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا ثُمَّ صُرِفَتْ الْقِبْلَةُ بَعْدُ
Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Ali] dari [Zaidah] dari [Simak bin Harb] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas], ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat menghadap ke Baitul Maqdis bersama para sahabatnya selama enam belas bulan, kemudian terjadi peralihan arah kiblat setelah itu."