Fiqih Salab (harta pribadi musuh di medan perang untuk pembunuhnya: Kasus Abu Jahal dan Ibnu Akwa')
Imam Ahmad : 16219
حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ وَخَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يُخَمِّسْ السَّلَبَ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Mughirah] telah menceritakan kepada kami [Shafwan bin 'Amr] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman bin Jubair bin Nufair] dari [Bapaknya] dari [Auf bin Malik Al Asyja'i] dan [Khalid bin Al Walid] sesungguhnya Nabi Shallallahu'alaihiwasallam tidak menjadikan perhiasan dan harta orang yang terbunuh bagian dari khumus.
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 1583, 11688, 11789, 12568, 15895, 15897, 15926, 15939, 16219, 19285, 21480, 21489, 21559, 21566, 22863, 22872
Imam Bukhari : 2823, 2908, 2909, 3689, 3978, 6635
Imam Muslim : 3295, 3296, 3298
Imam Abu Dawud : 2281, 2282, 2342, 2343, 2345
Imam Tirmidzi : 1487
Imam Ibnu Majah : 2826, 2827, 2828
Imam Malik : 863