Paha adalah aurat, jangan memperlihatkan paha atau memandang paha
Imam Ahmad : 15361حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَبِي النَّضْرِ عَنْ زُرْعَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جَرْهَدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِهِ وَهُوَ كَاشِفٌ عَنْ فَخِذِهِ فَقَالَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الْفَخِذَ عَوْرَةٌ
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dari [Malik bin Anas] dari [Abu Nadlr] dari [Zur'ah bin Abdurrahman bin Jarhad] dari [bapaknya] dari [kakeknya] sesungguhnya Nabi Shallallahu'alaihiwasallam pernah melewatinya dan saat itu tersingkap pahanya, maka beliau bersabda: "Tidaklah kau tahu, sesungguhnya paha adalah termasuk aurat"