Kesempurnaan iman dengan menghormati tamu, menjaga tetangga, bicara baik dan mencintai saudara
Imam Ahmad : 13371حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ أَوْ لِجَارِهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ وَلَمْ يَشُكَّ حَجَّاجٌ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Hajjaj] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] berkata; saya telah mendengar [Qatadah] menceritakan dari [Anas bin Malik] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak (sempurna) iman seseorang sehingga mencintai saudaranya atau tetangganya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri". Sedang Hajjaj tidak ragu dengan redaksi "Mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri". (sehingga dia tidak menggunakan kata penghubung atau).