Kesempurnaan iman dengan menghormati tamu, menjaga tetangga, bicara baik dan mencintai saudara
Imam Ahmad : 12671حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ الْمُعَلِّمُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ مِنْ الْخَيْرِ
Telah menceritakan kepada kami [Rouh] telah menceritakan kepada kami [Husain Al-Mu'allim] dari [Qatadah] dari [Anas Bin Malik], Nabi Allah shallahu'alaihi wasallam bersabda, "Demi yang jiwaku berada di tanganNya, tidak (sempurna) iman seorang hamba sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri dalam kebaikan".